Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 01 April 2022

Pembangunan Terminal Type B di Ciledug Resmi Dimulai

CILEDUG, FC - Pembangunan Terminal Tipe B di Ciledug Kabupaten Cirebon secara resmi dimulai. Hal tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dilakukan oleh Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, mewakili Wakil Gubernur Jabar yang hadir secara zoom meeting. 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, pembangunan Terminal Ciledug ini, salah satunya bertujuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. 

"Selain itu, diharapkan juga memberikan efek domino lainnya dalam hal perekonomian dan pendapatan daerah," ujar Uu, Kamis (31/03/2022). 

Uu berharap, pemerintah Kabupaten Cirebon nantinya, bisa ikut bertanggungjawab dan menjaga Terminal Ciledug ini dengan baik. 

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjipraningsih, SE, M.Si menuturkan, pembangunan terminal dengan total anggaran sebesar Rp 45,8 milyar ini, akan dibangun diatas lahan seluas 7.924 meter. 

Nantinya, selain dilengkapi dengan fasilitas kedatangan dan keberangkatan penumpang, terminal ini juga akan difasilitasi untuk kaum difabel. "Karena kami ingin terminal ini, ramah pada kaum difabel," ujar Ayu. 

Selain fasilitas tersebut, terminal ini juga nantinya, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian sekitar, terutama para pelaku UMKM. 

Oleh karena itu, diterminal ini juga, nantinya akan dibangun fasilitas outlet untuk UMKM, sehingga bisa ikut membantu pengembangan usaha kecil. "Saya berharap, UMKM juga bisa terlibat dalam terminal ini," kata Ayu. 

Ayu juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jawa Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat, yang membantu merealisasikan pembangunan terminal ini. 

Menurut Ayu, pembangunan terminal di wilayah Cirebon bagian timur ini dirasa sangat penting. Karena saat ini, wilayah Ciledug dan sekitarnya, merupakan salah satu zona industri di Kabupaten Cirebon. "Sehingga kebutuhan untuk konektivitas dan mobilitas sangat tinggi," ujarnya. (Indah)

HMJ HTN Gelar Kegiatan Training Center Sekaligus Lounching Kabinet Darah Juang

CIREBON, FC - Suasana Pembukaan Training Center, Launching Kabinet Darah Juang dan Formasi Hukum yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tatanegara (HMJ HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) bertempat di Poslab TV IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dengan mengangkat tema "Aktualisasi Diri Guna Menumbuhkan Organisasi Yang Administratif dan Progresif", diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat dan juga membekali pengurus dengan pemahaman administrasi yang lebih baik dalam berorganisasi. 

Ketua Umum HMJ HTN, Fuji Nurrohman mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan dalam rangka membekali pemahaman mengenai ke administrasi dan juga soft skill dalam ranah organisasi.

"Kegiatan Training Center sekaligus Launching Kabinet Darah Juang dan Formasi Hukum ini merupakan langkah awal pengenalan organisasi. Pertama, dalam launching Kabinet Darah Juang kita kenalkan dari segi filosofis yang bermakna Darah berarti Pengorbanan, Merah berarti Keberanian, dan Juang yang berarti Perjuangan. Maka ini bisa di simpulkan sebagai pengorbanan yang memerlukan keberanian untuk sebuah perjuangan. Kedua, dalam launching lembaga Formasi (Forum Minat Mahasiswa) kita jadikan sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan potensi nya terutama dalam bidang intelektual dan hukum. Dalam lembaga Formasi Hukum ini terdapat tiga ruang atau kelas, yaitu : Debat Konstitusi, Pengamat Undang-Undang, dan Seni Olahraga." tutur Fuji selaku ketua HMJ HTN Periode 2022.

Selanjutnya, Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FSEI, Denis Julvana Zidan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesan baik untuk menambah wawasan dalam mengembangkan potensi di bidang intelektual hukum. Maka selaku Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) mendukung agar kegiatan ini agar tetap eksis.

Selain itu, Ketua Jurusan Hukum Tatanegara Asep Saefullah M.H.Si mengatakan dalam sambutannya kegiatan ini penting di laksanakan guna menumbuhkan semangat mahasiswa dalam berorganisasi juga mendukung penuh kegiatan ini berjalan sampai menjadi lembaga besar yang mampu memiliki daya saing. 

Dalam kegiatan Training Center ini, HMJ HTN mengundang dua narasumber yang sangat luar biasa yaitu Rohmawan S.Pd, beliau adalah Koordinator Pusat Senat Mahasiswa PTKIN se Indonesia dan Muhammad Ulyudin, Demisioner Ketua Wilayah FKMTHI Jawa Barat, acara ini di pandu langsung oleh Vivit Rismawati, Sekretaris Umum HMJ HTN selaku moderator. 

Dalam penyampaian materi pertama oleh Muhammad Ulyudin menuturkan bahwa administrasi penting ada dalam organisasi agar kita bisa mengetahui serangkaian aturan dan etika dalam menerapkan tertib administrasi yang sesuai dengan Pedoman Administrasi (PA). 

Materi yang kedua, disampaikan oleh Rohmawan beliau menyampaikan bahwa hal terpenting yang harus di perhatikan dalam organisasi adalah kekeluargaan dan komunikasi, karena organisasi adalah salah satu jalan pengabdian diri kita untuk kebermanfaatan orang sekitar. (FC/rls)

IAIN Cirebon Bersama 6 Perguruan Tinggi di Jawa Barat Peringati HRB dengan Melakukan Penanaman Pohon

PERINGATI HRB : Drs. Imron Rosyadi, MM bersama H Mohamad Arifin, M. Pd.I tengah mengikuti kegiatan HRB Ke 39, bertempat di Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung.


CIREBON, FC - Pranata humas ahli madya Drs. Imron Rosyadi, MM dan pranata humas ahli muda Mohamad Arifin, M. Pd. I mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam rangka hari Bhakti Rimbawan ke-39 dan penandatanganan MoU yang bertempat di Fakultas Pertanian UNPAD.

IAIN syekh Nurjati merupakan salah satu PTKIN yang aktif dalam hal program penghijauan baik di lingkungan kampus maupun bekerjasama dengan para penggiat penghijauan.

lAIN Syekh Nurjati Cirebon aktif mempublikasikan kegiatan penghijauan mulai permohonan, bibit pohon ke BPDASHL Cimanuk - Citanduy Sampai dengan penanaman pohon.

"Ya, ini merupakan Hari Bakti Rimbawan dan kami ikut serta bersama 6 Perguruan tinggi di Jawa Barat bertempat di kampus UNPAD, juga melakukan penandatangan MoU," terang Drs Imron Rosyadi MM didampingi H.M.Arifin, M.Pd.I, Senin (1/4/2022).

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk-Citanduy, Ir. Rukma Dayadi, M.Si melakukan penanaman pohon bersama dalam rangka HBR (Hari Bakti Rimbawan) serta Penandatangan MoU bersama 7 (tujuh) universitas, yaitu UNPAD, ITB, Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (STIH), Universita Siliwangi, Universita Galuh Ciamis, Universitas Winaya Mukti dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian LHK dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi pada 16 Juni 2015 lalu, untuk mengajak dan menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan di kalangan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidik dengan menanam minimal 5 batang pohon untuk setiap pelajar atau mahasiswa.

Tindaklanjut tersebut secara resmi dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman untuk menegaskan komitmen bersama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (TI) yaitu pendidikan dan pengajaran penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ir. Rukma Dayadi, Kepala Balai BPDASHL Cimanuk-Citanduy, Hari Bakti Rimbawan Tahun 2022 ini mengusung tema Rimbawan Menjaga Lingkungan, Menyukseskan Presidensi G 20.

“Dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun ini, masyarakat bisa turut andil dengan melakukan bersih-bersih lingkungan sekitar, bisa juga mengikuti kegiatan sosial yang berkaitan dengan lingkungan untuk menghijaukan bumi kembali” Ujar Ir Rukma di Jatinangor, Rabu (30/03/2022).

Gerakan menanam sejuta pohon yang di inisiasi oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang dilakukan bersama-sama di Universitas Padjajaran. sBPDASHL Cimanuk-Citanduy memberikan 400 batang bibit diantaranya jenis alpukat, jambu kristal, jeruk, manga, durian, jengkol, nangka, petai dan sukun sebagai awal dari perjanjian kerjasama ini.

Dikatakan Ir Rukma, MoU ini merupakan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan proses ataupun usaha menghijaukan bumi, karena Provinsi Jawa Barat memiliki  lahan yang masih cukup luas, dan ini harus diupayakan oleh seluruh pihak. Konteksnya perguruan tinggi, tenaga didik dan mahasiswa.

Lahan di UNPAD atau ITB yang masih memerlukan penanaman pohon, “Ini akan kita kembangkan ke depan. Yang penting adalah apa yang kita tanam harus dirawat dan itu bisa muncul kalau memang ada kesadaran serta kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan,” papar Ir Rukma.

Lebih lanjut Rukma mengatakan, pemerintah khususnya BPDASHL Cimanuk-Citanduy akan memfasilitasi kebutuhan bibit, kemudian pemegang otoritas di wilayah masing-masing harus menjaga, merawat sehingga bibit tersebut bisa tumbuh dan bisa bermanfaat untuk masyarakat maupun pengelolanya itu sendiri.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Dr. Meddy Rachmadi, Ir., M.S, mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BPDASHL Cimanuk-Citanduy, karena Universitas Padjajaran menjadi lokasi pertama penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke 39.

“Harapannya, kita bisa bekerja sama lebih mendalam dan intensif jangka panjang. Terkait dengan itu, kami juga menyediakan lahan seluas 5 Hektar perihal penghijauan kembali bumi kita. Oleh karena itu dipersilahkan untuk ditanami berbagai tanaman pohon produktif dalam konteks dari sisi agroklimat, ekonomi dan kesosialan lahan itu bermanfaat untuk kita semua sehingga menjamin pemeliharaannya, kita juga plotkan lahan-lahan miring untuk tanaman-tanaman hutan,” ungkap Dr. Meddy Rachmadi, Ir., M.S. saat ditemui media ini disela-sela acara tersebut.

“Kalau ini bisa terlaksana, akan mendukung pembelajaran, mendukung research mahasiswa dan menjadikan eduwisata tanaman-tanaman pohon. Sekaligus nanti kita akan membangun kebun koleksi dari beberapa jenis dan spesies tanaman yang saat ini sudah semakin langka,” ucap Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran ini.


Dr. Meddy Rachmadi menambahkan, Ini merupakan kerjasama yang pertama kali dan tindaklanjut MoU antara kementerian dan rektor UNPAD Prof. dr Rina Indiastuti. Ranahnya kami dari dekan untuk mengoperasionalkan kerjasama itu, yang terlibat Fakultas Pertanian UNPAD, ITB, Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (STIH), Universita Siliwangi, Universita Galuh Ciamis, Universita Winaya Mukti.

“Mari kita sama-sama menghijaukan bumi agar kedepan anak cucu kita tidak  kekurangan air” pungkasnya. (din).

Kamis, 31 Maret 2022

KPK Datangi Pemkab Cirebon, Bahas PSU

CIREBON, FC - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Pemkab Cirebon. Mereka mengadakan rapat koordinasi, terkait  Penyerahan Sarana Prasarana Utilitas (PSU) oleh Pengembang Perumahan ke Pemkab Cirebon, bertempat di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon. Direktur Koordinasi dan Supervisi II KPK, Brigjen Pol. Yudhiawan Wibisono mengatakan, koordinasi tersebut untuk memberikan pemahaman terkait manajemen asset.

"Selain melaksanakan tugas pokok KPK bidang koordinasi, juga kami melakukan koordinasi dalam hal manajemen asset," aku Yudhiawan, Kamis (31/3/2022).

Menurutnya, ada asset yang memang hak negara, yang dihasilkan oleh PSU. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang No 1 Tahun 2009. Isinya, PSU harus diserahkan ke pemerintah daerah. Persoalan itu masuk kedalam program penertiban asset. Untuk itu, semuanya harus disertifikatkan.

"Jadi PSU itu merupakan asset pemerintah dan harus disertifikatkan. Jenisnya ada sarana dan prasarana, serta utilitas. Dari ketiga poin itu, objeknya berbeda-beda," ungkapnya.

Sedangkan penertiban asset itu sendiri lanjutnya, memang diperoleh dari seluruh pengembang yang ada di Kabupaten Cirebon. Aturan tersebut ada pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Permukiman. Untuk itu, pihaknya mengumpulkan para pengembang juga dalam rapat koordinasi tersebut.

"Memang kami libatkan para pengembang. Akan kami cek satu persatu, dan mereka harus tertib. Kalau tidak tertib, kami sarankan kepada Pemda untuk tidak memberikan izin lahan lagi," jelasnya.

Yudhiawan mencontohkan, objek sarana adalah meliputi pemakaman, peribadatan atau bisa juga tempat pendidikan. Sedangkan objek prasarana, diantaranya adalah jaringan jalan, jaringan saluran pembuangan air limbah dan tempat sampah. Sementara utilitas bisa meliputi sarana air bersih, listrik, gas, serta PJU.

"Jadi PSU itu memang milik negara dan harus disertifikatkan, nanti diberikan ke pemerintah daerah. Ini yang harus secepatnya dilakukan oleh pengembang perumahan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron menyambut baik rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, persoalan yang sedang dihadapi Pemkab Cirebon adalah tingginya angka korupsi di semua lini. Persoalan korupsi juga sangat berdampak buruk kepada semua sektor kehidupan.

"Korupsi itu kejahatan yang luar biasa, maka penanganannya juga harus sangat luar biasa. Saya menyambut baik arahan dari KPK terkait masalah PSU ini. Karena akhirnya, asset Pemda akan bertambah dan mulai terkumpul kembali," aku Imron.

Imron menambahkan, pihaknya saat ini sudah bekerjasama dengan baik tekait masalah pencegahan korupsi. Pemkab Cirebon sudah menjalin kemitraan, baik dengan kepolisian maupun kejaksaan. Untuk itu, dirinya meminta semua pihak, terlebih ASN di Kabupaten Cirebon untuk bisa bekerjasama dengan baik, dan menjalankan tugas sesuai dengan koridor aturan yang berlaku.

"Kami menyampaikan terimakasih kepada KPK yang terus memberikan saran dan masukan. Ini sangat berguna sekali, karena kami punya rambu-rambu dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemerintahan daerah," tukasnya. (din)

Rabu, 30 Maret 2022

Pemkab Cirebon Siap Bekerjasama dengan Pengurus PCNU Kabupaten Cirebon yang Baru

WALED, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon siap untuk bekerjasama dan bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon, dengan  kepengurusan PCNU Kabupaten Cirebon yang baru. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, saat menghadiri Konfercab XVI PCNU Kabupaten Cirebon di Pondok Pesantren Nihayatul Amal, Desa Gunungsari Kecamatan Waled Cirebon, Rabu 30 Maret 2022. 

Imron juga mengapresiasi gotong royong yang dilakukan oleh warga NU Kabupaten Cirebon, untuk suksesnya penyelenggaraan Konfercab ini. 

"Buktinya, uang yang terkumpul untuk penyelenggaraan kegiatan ini, melampaui dari target," ujar Imron. 

Imron mengungkapkan, bahwa potensi yang dimiliki oleh NU Kabupaten Cirebon sangatlah besar, terutama dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM). 

Ia melihat, sangat banyak kepengurusan di Lembaga, Badan Otonom, serta unsur lainnya di lingkungan NU Kabupaten Cirebon, yang sangat potensial jika bisa digerakkan. 

"Oleh karena itu, kami siap bekerjasama dengan pengurus PCNU Kabupaten Cirebon yang baru nanti," kata Imron. 

Imron menilai, banyak sekali program untuk merealisasikan visi dan misi Kabupaten Cirebon, sejalan dengan sejumlah program yang dilaksanakan oleh PCNU Kabupaten Cirebon. 

Pihaknya mengaku siap bekerjasama dengan PCNU Kabupaten Cirebon, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon lebih baik.

"Mari bersama menata Kabupaten Cirebon untuk lebih baik lagi," kata Imron.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozi menuturkan, bahwa kegiatan Konfercab ini, didanai secara urunan oleh warga NU di Kabupaten Cirebon.

Ia juga mengaku bangga dan kagum, karena jumlah dana yang terkumpul, melebihi dari jumlah yang ditargetkan.

"Kami targetkan sebesar Rp 115 juta, tapi yang terkumpul hingga saat ini, mencapai Rp 220 juta," kata Aziz. 

Aziz juga mengungkapkan, selama dirinya menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, sudah berupaya untuk menggerakkan sebanyak 18 lembaga dan sejumlah banom di Kabupaten Cirebon. 

Beberapa program sudah terealisasikan dengan baik diantaranya, yaitu melalui program perekonomian dan pemahaman Aswaja kepada ribuan siswa di Kabupaten Cirebon. 

"Kami memiliki produk air mineral dan memiliki dua klinik, serta kami juga membuat bahan ajar pelajaran Ke-NU-an," ujar Aziz. (din)