Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 27 Juni 2022

Sembilan Fraksi di DPRD Kota Cirebon Sampaikan Pemandangan Umum Atas Perda PP APBD 2021dan Perda Penyertaan Modal


CIREBON, FC – Fraksi-fraksi di DPRD Kota Cirebon menyampaikan pemandangan umum atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan (PP) APBD tahun 2021 dan Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemda Kota Cirebon pada Perumda Farmasi Ciremai.

Pemandangan umum dari sembilan fraksi ini disampaikan melalui rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati, di Griya Sawala gedung DPRD, Senin (27/6/2022).

Saat rapat, Fitria menyampaikan, agenda rapat paripurna ini terdiri dari pemandangan umum fraksi atas kedua raperda tersebut.

Pemandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD Kota Cirebon ini, sambung Fitria, sehubungan dengan penyampaian dua raperda tersebut oleh walikota Cirebon pada rapat paripurna yang diselenggarakan tanggal 20 Juni 2022 lalu.

“Rapat paripurna hari ini dilanjutkan dengan tanggapan atau jawaban walikota terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD,” kata Fitria saat memimpin rapat.

Melalui pemandangan umum yang disampaikan, semua fraksi sepakat dan menyetujui Raperda tentang PP APBD 2021 dan Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemda Kota Cirebon pada Perusahaan Daerah Farmasi Kota Cirebon untuk dibahas lebih lanjut.

Fraksi-fraksi di DPRD Kota Cirebon juga mengapresiasi keberhasilan Pemda Kota Cirebon meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kali berturut-turut dari BPK RI Perwakilan Jawa Barat.

Selain pemandangan umum dari fraksi-fraksi atas dua raperda tersebut, dalam rapat paripurna juga berlangsung penyampaian empat raperda usulan DPRD.

Keempat raperda itu yakni, Raperda tentang Pencegahan, Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Penyelamatan di Kota Cirebon, Raperda tentang Perlindungan, Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, Raperda tentang Penyelenggaraan Cirebon Satu Data, serta Raperda tentang Penyelenggaraan Olahraga di Kota Cirebon.

Keempat raperda itu disampaikan dan dijelaskan secara langsung saat rapat paripurna oleh anggota DPRD Kota Cirebon. “Demikian gambaran mengenai urgensi dari rapat paripurna hari ini,” kata Fitria.

Menanggapi pemandangan umum dari fraksi-fraksi di DPRD, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyampaikan, pencapaian yang diraih oleh Pemda Kota Cirebon selama ini tidak lepas dari sikap tegas dan kritik dari DPRD. Sehingga, pihaknya terus berupaya melaksanakan tata kelola pemerintahan dan keuangan dengan maksimal.

“Kritikan dan sikap-sikap tegas dari DPRD Kota Cirebon, membuat kami semakin dewasa serta membuat kami tahu harus berbuat apa untuk masyarakat Kota Cirebon,” tutur Azis.

Sesuai dengan pemandangan umum dari fraksi-fraksi di DPRD, sambung Azis, pihaknya berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah inovatif, guna menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Khususnya pasca kondisi pandemi Covid-19 yang sudah bisa dikendalikan secara bertahap.

Supaya hal itu bisa terlaksana, Azis minta kerja sama dari semua pihak termasuk DPRD Kota Cirebon sebagai fungsi kontrol dalam penyusunan APBD.

“Alokasi belanja yang diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat, kami jadikan sebagai pelecut semangat untuk lebih baik lagi dalam pengelolaan APBD,” katanya. (din)

Pemkot Cirebon Tetapkan 5 Kelurahan Menjadi Pilot Project BERSINAR

FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Daerah Kota Cirebon menetapkan 5 kelurahan menjadi pilot project program bersih narkoba (Bersinar) dalam perayaan Hari Anti Narkoba Internasional, Senin (27/6).

Kelima kelurahan tersebut, di antaranya Kelurahan Pulasaren, Kelurahan Pegambiran, Kelurahan Karyamulya, Kelurahan Kesenden dan Kelurahan Larangan.

Program Bersinar merupakan kerjasama antara Pemda Kota Cirebon dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon. Terutama dalam hal pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika.

"Semoga lima kelurahan yang ditetapkan bisa membuktikan secara nyata dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika," kata Eti. (din)

Jumat, 24 Juni 2022

Panen Jagung, Upaya Pemanfaatan Lahan Tidur Menjadi Produkstif

Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati

FOKUS CIREBON, FC - Panen jagung perdana Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Argasunya, Jumat (24/6). 

Ini merupakan pilot project dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih produktif. 

Limbah jagung bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Upaya ini, untuk mengurangi sampah pertanian. Sehingga tidak ada limbah yang terbuang. 

"Kami tentu mendorong Gapoktan mengembangkan bercocok tanam lainnya seperti singkong dan padi. Teknik yang dilakukan sangat menghemat biaya produksi, kemudian pengelolaan bisa dilakukan bersama-sama," kata Eti Hetawati.  (din)

Terkait Program Explore, Wawali Audensi Dengan ICSD Foundation

FOKUS CIREBON, FC - Audiensi dengan Institute For Civil Society Development (ICSD) Foundation terkait program explore more, Jumat (24/6). 

Program explore more ICSD bekerjasama dengan PT Unilever Indonesia membantu mewujudkan sekolah sehat. 

Upaya yang dilakukan melalui pendekatan perubahan perilaku khususnya pembiasaan hidup sehat dan donasi produk/peralatan kebersihan. 

"Semoga kerjasama ini bisa terwujud dan sinergitas terjalin dengan baik," kata Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati. (Bam)

Kamis, 23 Juni 2022

Wabup Pastikan Kecamatan dan Desa Dukung Pronangkis


KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si didampingi Sekretaris Daerah, Drs. H. Rahmat Sutrisno M.Si dan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Suhartono S.Sos melakukan Monitoring dan Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis) di Kecamatan Kaliwedi, Kamis (23/6/2022). 

Tujuan dari monev ini tak lain adalah, sinkronisasi program Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa.

Wabup mengatakan, beberapa waktu lalu Pronangkis ini mengalami kendala besar, yakni pandemi Covid-19. Oleh karena itu, wabup meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

"Tujuannya agar angka Covid-19 di Kabupaten Cirebon tidak naik lagi. Sudah cukup kemarin-kemarin pandemi merusak seluruh tatanan termasuk ekonomi," ujar Ayu, sapaan akrab wabup.

Ayu menyebutkan, kondisi ekonomi masyarakat tentunya berbanding lurus dengan angka kemiskinan. Dengan kata lain, program penanggulangan kemiskinan ini juga akan berpangkal pada tingkat kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, Ayu mengakui pemerintah daerah tidak bisa secara sendiri dalam mengentaskan angka kemiskinan. Dia mengajak seluruh elemen untuk sama-sama membantu menghilangkan angka kemiskinan.

"Oleh sebab itu, monev pronangkis ini juga sekaligus menyelaraskan program pemerintah daerah dengan pemerintah dibawahnya, yaitu kecamatan dan desa. Termasuk juga warga, kita harapkan peran sertanya membantu kami untuk menangulangi kemiskinan," tambahnya.

Di samping itu, Ayu juga menyoroti data kemiskinan yang harus selaras. Dengan banyaknya data, maka program tidak akan fokus karena data yang berbeda.

"Datanya harus single dan tidak boleh beda-beda. Masalah kemiskinan ini juga, sifatnya multisektoral yang saling berkaitan. Makanya, diperlukan data yang akurat agar semua pihak bisa fokus untuk mengeksekusi sesuai bidangnya," tutupnya.

Sekretaris Daerah, Drs. H. Rahmat Sutrisno M.Si juga menegaskan, semangat gotong royong di masyarakat harus tetap dijaga. Dirinya meyakini, jika rasa kebersamaan yang ada dimasyarakat tinggi, maka akan lebih mudah dalam mengatasi kemiskinan.

"Jika ada tetangga atau saudara yang membutuhkan, silakan bantu sebisanya. Dengan rasa persaudaraan, maka kemiskinan ini lebih cepat dihilangkan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda menyampaikan beberapa program yang sudah dirancang pemerintah daerah, lebih baik diikuti oleh program yang akan dijalankan kecamatan maupun desa.

"Seperti program rembuk stunting, maka kita minta kecamatan dan desa juga ikut menganggarkan. Regulasi memang sudah ada yang mengatur, seperti bantuan sosial dari Kementrian Sosial. Tetapi, tekad dan dukungan semua pihak lebih penting agar rasa memiliki program itu tetap ada," singkatnya. (Indah)