This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 12 Juli 2022
ORMAWA IAIN Cirebon Sebar 1000 Kupon Daging Hewan Kurban
Minggu, 10 Juli 2022
Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Masjid Al Muhajirin Sumber Asri Bagikan Daging Kurban Kepada Ratusan Warga
Bupati Cirebon Sebut Idul Adha Sebagai Perwujudan Kebermanfaatan
KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag sebut peringatan Hari Raya Idul Adha memiliki makna sangat besar bagi umat manusia. Salah satunya adalah menghilangkan sifat buruk laiknya hewan yang ada didalam hati seseorang.
Dijelaskan Imron, dalam Agama Islam diwajibkan bagi seluruh umat yang mampu untuk melaksanakan kurban. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa diambil dari pelaksanaan kurban itu sendiri.
"Terpenting itu adalah daging kurban itu bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. Apalagi, kurban itu juga sebagai simbol bahwa manusia harus ikut membunuh sifat-sifat hewan, agar tidak berkembang dalam jiwanya," ujar Imron usai penyembelihan hewan kurban, Minggu (10/7/2022) di Masjid Agung Sumber, Kabupaten Cirebon.
Diungkapkan Imron juga, pelaksanaan kurban ini bisa mempererat silaturahmi antar warga. Di samping, merupakan langkah guna meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan.
"Hubungan antar manusia atau Hablumminannas, dan hubungan dengan Tuhan atau Hablumminnallah ini akan lebih baik dengan berkurban. Kurban ini kan tidak seperti haji yang hanya satu kali diwajibkan. Kurban ini wajib hukumnya bagi yang mampu setiap tahunnya," terangnya.
Mengenai kondisi hewan kurban miliknya, Imron memastikan dalam kondisi sehat. Pasalnya, Imron mengaku sebelum disembelih, sudah ada petugas dari Dinas Pertanian yang memeriksa.
"Sudah dinyatakan sehat oleh petugas dari Dinas Pertanian. Insya Allah aman untuk dikurbankan," tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, drh. Encus Suswaningsih melihat langsung kondisi sapi kurban milik bupati yang hendak dipotong. Dirinya menyebut, tidak ada gejala Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan kurban tersebut.
"Sebetulnya sapi kurban milik Pak Bupati ini sudah diperiksa oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Tengah Tani dan dinyatakan sehat. Tadi juga sebelum disembelih, saya lihat langsung kalau tidak ada gejala PMK. Artinya, sapi kurban Pak Bupati aman dan sehat," singkatnya. (Indah)
Jumat, 08 Juli 2022
IAIN Cirebon Tuan Rumah Dialog Kebangsaan PTKIN Se-Indonesia
FOKUS CIREBON, FC - Kegiatan melibatkan PTKIN Se-Indonesia menjadi momen penting bagi para mahasiswa yang tergabung dalam Senat Mahasiswa (SEMA). Di mana SEMA IAIN Cirebo.ln dipercaya sebagai tuan rumah pada kegiatan dialog kebangsaan yang melibatkan PTKIN Wilayah-II, Selasa (08/07/22).
Kamis, 07 Juli 2022
Wabup Tinjau Kandang, Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK
KABUPATEN CIREBON - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi dan domba membuat masyarakat khawatir. Terlebih, menjelang Hari Raya Idul Adha, tidak sedikit warga yang ragu akan kualitas hewan yang akan dikurbankan.
Berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Diantaranya adalah, memberikan sosialisasi pelaksanaan Qurban ditengah wabah PMK, dan juga memeriksa langsung kondisi hewan kurban di kandang.
Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si, Kamis (7/7/2022) saat mengunjungi salah satu kandang milik Kelompok Tani Ternak Sapi (KTTS) Pengguyangan Desa Jatimerta, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Sidak ini juga sekaligus memastikan kondisi hewan ternak di dalam kandang tersebut dalam keadaan sehat dari PMK maupun penyakit lainnya.
Dijelaskan Ayu, sapaan akrab Wabup, tercatat ada 53 desa dari 23 kecamatan yang terdampak PMK. Untuk jumlah hewan ternaknya sendiri, Ayu sebut mencapai ribuan.
"Ada sekitar 1500 ekor ternak yang terkena PMK. Sudah 500 ekor dinyatakan sembuh. Artinya, hingga saat ini ada peningkatan kesembuhan hewan yang terkena PMK," kata Ayu.
Diungkapkan Ayu, Pemkab Cirebon kesulitan dalam melakukan penanganan terhadap wabah PMK ini. Pasalnya, tidak sedikit anggaran yang dibutuhkan dalam memberikan pengobatan maupun pencegahan hewan ternak terhadap PMK.
"Bantuan biaya tak terduga (BTT), baik dari pemerintah derah, provinsi sudah ada, tetapi Pemkab juga menerima bantuan CSR untuk penanganan seperti pembelian obat dan vaksin. (Bantuan CSR) ini jelas membantu, karena anggaran kita tidak memungkinkan," katanya.
Di samping itu, Ayu juga merasa senang dengan langkah yang dilakukan peternak dalam menghadapi wabah PMK. Khususnya di lokasi yang didatangi, Ayu sebut para peternak sudah lebih paham cara mencegah maupun mengobati PMK.
"Mereka para peternak menggunakan jamu untuk menjaga kesehatan sapi, sehingga sekarang kondisi sapi di Jatimerta dalam keadaan fit dan siap untuk kurban. Kalau ada sapi yang terkena PMK mereka tidak menjualnya," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, drh. Encus Suswaningsih mengatakan kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Cirebon sendiri mencapai belasan ribu ekor. Dengan adanya wabah PMK, Encus meyakini ada penurunan jumlah.
"Kalau domba biasa kisarannya 13 sampai 15 ribu ekor. Sedangkan sapi mencapai 15 ribu ekor yang buat kurban. Akan tetapi, tahun sekarang kemungkinan berkurang akibat PMK. Untuk data pasti kita belum bisa sebut, karena biasanya satu sampai dua minggu setelah hari Tasrik. Data nantinya kita kalkulasikan terlebih dahulu," ujarnya.
Disinggung jumlah kebutuhan keseluruhan tanpa terpengaruh Idul Adha, ia menyebut kebutuhan sapi jenis pedaging yang masuk Kabupaten Cirebon mencapai 18 ribu ekor per tahunnya. "90 persen sapi di Kabupaten Cirebon didapatkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, sapi impor lebih dominan dari sapi lokal," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Sapi Desa Jatimerta, Jumadi mengatakan ada 203 sapi yang ada di kelompok. Namun ada sebagian yang mati akibat PMK.
"Ada 11 ekor sapi yang dijagal paksa dan empat mati akibat PMK. Sapi yang mati langsung dikubur," katanya.
Jumadi menjelaskan, sebelumnya ada beberapa sapi milik kelompoknya yang terkena PMK. "Awal PMK ada tujuh sapi yang kena, itu tertular dari ternak sebelah. Namun kami langsung tangani dan sekarang sudah sembuh semua" ujarnya. (Indah)

















