Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 03 Agustus 2022

Pemda Kota Cirebon Sukseskan Bangga Kencana, Jalankan Amanat Presiden RI

FOKUS CIREBON, FC - Pemda Kota Cirebon turut mensukseskan bangga kencana yang diamanatkan oleh Presiden RI kepada BKKBN, yakni dengan keberadaan kampung Keluarga Berkualitas (KB). 

Kampung KB sebagai dasar pelaksanaan program tidak terbatas pada masalah pembangunan keluarga berencana dan keluarga sejahtera saja, namun juga menyangkut kondisi sosial masyarakat.

Pemanfaatan Kampung KB juga dapat digunakan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya penerapan hidup sehat sebagai salah satu dari berbagai upaya penurunan angka stunting.

Untuk itu perlu penguatan fasilitasi, koordinasi dan kerjasama antar OPD , lintas sektor dalam mendukung penguatan kampung KB serta upaya penurunan stunting di Kota Cirebon.  (Indah)

Wabup Datangi Langsung Warga Miskin

KABUPATEN CIREBON - Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi mendatangi langsung warga miskin di Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Rabu (3/8/2022). Kedatangan Ketua TKPKD yang juga Wakil Bupati Cirebon kali ini sekaligus memberikan bantuan sembako kepada warga miskin di wilayah tersebut.

Selain itu, Wabup juga langsung melakukan monitoring dan evaluasi penanggulangan kemiskinan yang dipusatkan di kantor Kecamatan Palimanan. Tak sendiri, Wabup juga didampingi oleh beberapa dinas teknis, seperti Bappelitbangda, Disdukcapil, Dinsos, Dinkes dan beberapa dinas terkait dalam melakukan monitoring.

Dalam sambutannya dihadapan kuwu se-Kecamatan Palimanan, Wabup mengungkapkan ada beberapa poin penunjang dalam menentukan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu, Wabup juga menyampaikan kegiatan monev ini harus dimanfaatkan oleh semua pihak dalam mencari solusi atas permasalahan kemiskinan, khususnya di wilayah Kecamatan Palimanan.

"Jangan sampai barlen alias bubar klalen. Silakan dimanfaatkan untuk sama-sama diskusi dan mengetahui program yang dijalankan pemerintah, baik itu pusat, provinsi hingga tingkat Kabupaten Cirebon," ujar Ayu, sapaan akrabnya.

Dijelaskan Ayu, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan kemiskinan ini. Contohnya dalam bidang pendidikan, ada program yang bisa dimanfaatkan masyarakat putus sekolah.

"Ada program Kejar Paket. Program itu kan ditujukan bagi masyarakat putus sekolah yang ingin melanjutkan pendidikannya. Angka putus sekolah di Kabupaten Cirebon ini cukup tinggi, sehingga berpengaruh terhadap capaian IPM," tambahnya.

Di samping itu, Wabup mengatakan sisi kesehatan juga ikut menjadi perhatian pihaknya. Saat ini, Dinas Sosial dan juga Dinas Kesehatan tengah mengejar capaian UHC (Universal Health Coverage).

Meskipun demikian, Ayu mengingatkan perlu peran serta semua pihak, termasuk desa dalam menyukseskan segala rencana program pemerintah. Hal paling utama yang bisa dilakukan, adalah dengan tertibnya data masyarakat miskin di setiap desa.

"Bapak dan ibu kuwu jangan takut untuk mencoret data masyarakat yang dianggap sudah tidak laik mendapat bantuan. Apalah arti kerja Puskesos sebagai garda terdepan verifikasi, jika di tingkat desa tidak berani mencoret," terangnya.

Terakhir, Ayu juga mengingatkan adanya keberpihakkan program desa terhadap pembangunan masyarakat. Artinya, program penanggulangan kemiskinan juga harus masuk dalam rencana program desa kedepannya.

"Tujuannya hanya satu, agar masyarakat sejahtera," tutupnya. (Hafiz)

161 Peserta Ikuti Tes Program Magister dan Doktor Pascasarjana IAIN Cirebon

Guru Besar sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Cirebon, Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag bersama para dosen Pascasarjana pada kegiatan pembukaan tes wawancara program studi Magister dan Doktor. 


FOKUS CIREBON, FC - Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mengadakan proses penerimaan calon mahasiswa baru untuk Program Magister dan Doktor. 

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, Senin - Selasa (1-2/8/2022) ini, diikuti sebanyak 161 peserta. "Tahun ini peserta tes berjumlah 161 orang dengan rincian 134 program Magister dan 27 orang program Doktor," terang Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag dalam sambutannya pada pembukaan tes wawancara. 

Dedi menjelaskan, bahwa tes dilakukan melalui 2 tahap yaitu tulisan yang meliputi TOEFL dan TOAFL serta TPA (Khusus Program Doktor) dan lisan melalui wawancara. 

Sementara tes tulisan dilakukan secara online bekerjasama dengan PPB IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan wawancara secara offline. 

Dedi juga mengungkapkan rasa bahagianya atas kepercayaan para calon mahasiswa menjadikan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai labuhan studi lanjut. 

"Tentunya tidak mudah membuat keputusan kecuali memang didasari oleh  kepercayaan yang tinggi akan kualitas layanan dan produk akademik serta tracking record yang selama ini telah di bangun di Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Dedi.

Untuk itu, lanjut Dedi, yang juga Guru Besar dan dikenal orator ulang, bahwa Pascasarjana akan terus berkomitmen menjaga nama baik dan pada saat yang sama memastikan bahwa para calon mahasiswa ketika diterima sebagai mahasiswa harus juga menunjukkan kinerja yang unggul, agar nantinya mereka menjadi lulusan-lulusan yang tidak saja cepat menyelesaikan studinya tepat waktu, akan tetapi bermanfaat bagi masyarakat. 

Di akhir sambutannya, Dedi mengajak para peserta untuk meneriakkan slogan yang selama ini menjadi ciri khas Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon "Pascasarjana Yes, Pascasarjana Fight, Pascasarjana Win". (din)

Selasa, 02 Agustus 2022

Melalui Semangat Penilitian dan Publikasi, Aan Jaelani Kini Menyandang Gelar Profesor

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag

CIREBON, FC - Mendapatkan gelar profesor menjadi keinginan semua dosen, karena gelar tersebut merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.

Hal itu sudah ditempuh oleh Dr H Aan Jaelani MAg. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, dengan perjuangan gigihnya sejak mengejar hingga sampai di puncak jabatan tertinggi diraihnya dan saat ini gelar profesor pun sudah disandangnya. 

Pria kelahiran Cirebon 1 Juni 1975 ini telah mengajukan usulan sebagai guru besar pada 10 Desember 2020. Kemudian, pada 19 Juli 2022, Surat Keputusan pengangkatan Prof Dr H Aan Jaelani MAg sebagai guru besar diterbitkan.

Bahkan, dalam surat keputusan tersebut, Prof Aan Jaelani sudah ditetapkan menjadi guru besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Ilmu Ekonomi Islam mulai tanggal 1 Juli 2022.

Surat pengangkatan tersebut diterbitkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen dengan Nomor 47881/MPK.A/KP.07.01/202.

Artinya, jika dihitung dalam rentang waktu tersebut, hanya butuh waktu sekitar 19 bulan bagi Prof Aan Jaelani untuk menjadi guru besar.

Jurnal terindeks scopus kerap dianggap momok menakutkan bagi dosen-dosen yang ingin mengejar gelar profesor. Namun, menurut Prof Aan Jaelani, melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil riset atau pemikiran sesuai bidang ilmu dan keahliannya tersebut merupakan kewajiban bagi seorang dosen.

Prof Aan Jaelani menjelaskan, publikasi tersebut salah satunya dapat dilakukan di Jurnal Internasional Bereputasi (JIB) yang terindeks Scopus atau Web of Science (WoS).

Publikasi ilmiah pada JIB, imbuh Prof Aan Jaelani, tidak diukur dari sulit dan mudahnya. Melainkan bergantung pada kebiasaan atau tradisi akademik dalam menulis tiap dosen yang seyogyanya rutin dilakukan setiap semester atau setiap tahunnya.

“Seperti seorang pengemudi yang rutin dan biasa mengendarai mobil, ia makin terbiasa berkendaraan di jalan raya, termasuk memahami dan menaati rambu-rambu lalu lintasnya. Itu analogi menulis dan mempublikasikan karya ilmiah,” jelasnya.

Prof Aan Jaelani mengaku, sejauh ini dirinya telah menulis 3 jurnal terindeks scopus tahun 2017 dan 2020. Dari 3 jurnal tersebut, 2 di antaranya sudah terbit dan 1 masih dalam tahap editing atau proses terbit di tahun 2022.

Sedangkan jurnal WoS, imbuh Prof Aan Jaelani, dirinya juga sudah membuat 3 jurnal tahun 2020 dan 2021 yang 2 di antaranya sudah terbit dan 1 masih tahap editing atau proses terbit di tahun 2022.

Tidak hanya itu, Prof Aan Jaelani memiliki pengalaman panjang terkait publikasi ilmiah pada JIB hingga ditetapkan sebagai profesor. Publikasi ilmiah tersebut terkait pengakuan atau rekognisi keilmuan dan kepakaran dosen dalam bidangnya oleh kalangan peneliti atau penulis dunia, baik nasional maupun internasional.

“Ini penting untuk membangun budaya akademik yang terkoneksi dengan banyak peneliti atau penulis dunia. Bagi dosen perlu membangun kepercayaan internasional itu dengan profil keilmuannya pada database publikasi internasional, seperti Scopus, WoS, ORCID, Publon, GS, ResearchGate, dan lainnya,” terangnya.

Bahkan, kepakaran Prof Aan Jaelani pun sudah diakui dengan dilibatkan menjadi reviewer pada Litapdimas Diktis Kemenag tahun 2017 hingga sekarang, reviewer pada 11 jurnal nasional terakreditasi SINTA, dan 9 jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus/WoS.

Yang lebih membanggakan, pengindeks jurnal internasional, PUBLON yang dimiliki WoS menetapkan Prof Aan Jaelani sampai sekarang sebagai Excellent Reviewer (https://publons.com/wos-op/researcher/1269851/aan-jaelani/).

Selain itu, Prof Aan Jaelani juga berkolaborasi dengan para penulis dunia dalam publikasi ilmiah atau pengembangan fitur-fitur riset.

Sejak tahun 2017 hingga sekarang, Prof Aan Jaelani juga tercatat sebagai anggota Elsevier Advisory Panel dalam pengembangan fitur publikasi dan riset pada penerbit bereputasi Elsevier.

Menurut Prof Aan Jaelani, dosen memiliki kewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, jabatan profesor bersifat akademik yang memiliki kewajiban menulis buku, menghasilkan karya ilmiah bereputasi, dan menyebarluaskan gagasannya kepada masyarakat luas.

Sehingga, kata Prof Aan Jaelani, kepakaran seorang profesor dalam bidang ilmunya memiliki kontribusi riil dalam membangun masyarakat dan bangsa.

Untuk itu, Prof Aan Jaelani mengungkapkan, seorang profesor tetap memerlukan update atas kepakaran keilmuannya seiring perubahan zaman, waktu, dan tempat yang mendorong untuk berkontribusi dalam pemecahan masalah dalam lingkup keilmuannya.

“Harapan tertinggi, seorang profesor tetap istiqamah dengan tradisi akademiknya. Hanya kepada Allah Yang Maha ‘Alim berharap atas limpahan ilmu-Nya,” tuturnya.

Direncanakan, pengukuhan Prof Aan Jaelani sebagai guru besar akan dilaksanakan pada Jumat (12/8/2022) bersamaan dengan Dies Natalies IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Minggu, 31 Juli 2022

Cirebon Expo 2022, Ajang Pulihkan Ekonomi Masyarakat


Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg 


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg menyambut baik diadakannya kegiatan Cirebon Expo 2022 yang digelar di Halaman Parkir Sport Center Watubelah, Kecamatan Sumber.

Dijelaskan Imron, selama ini ekonomi masyarakat terpuruk akibat pandemi. Oleh sebab itu, Imron melihat diperlukan langkah strategis guna menumbuhkan kembali kondisi perekonomian masyarakat.

"Saya berterima kasih kepada penyelenggara yang telah melaksanakan Cirebon Expo 2022 ini. Semoga kegiatan ini bisa memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi," ujar Imron usai membuka kegiatan, Minggu (31/7/2022).

Imron juga mengajak kepada masyarakat untuk datang dan menghadiri Cirebon Expo 2022 ini. "Mari kita ramaikan Cirebon Expo ini, karena ada pameran UMKM Kabupaten Cirebon dan juga pasar rakyat," tutupnya ketika mengunjungi salah satu stand yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni stand BPR Kabupaten Cirebon (BKC). Bupati mengapresiasi partisipasi serta kesiapan para peserta yg mengikuti kegiatan ini.

Ketua Pelaksana Cirebon Expo 2022, Dedi Dahuri menyebut kegiatan ini mundur dari jadwal awal pada Maret 2022 lalu. Hal tersebut, kata dia, dikarenakan kondisi pandemi yang belum berakhir.

"Kita awalnya ingin melaksanakan kegiatan ini dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon. Tetapi, karena pandemi, akhirnya baru bisa terealisir sekarang yang dimulai dari tanggal 22 Juli hingga 6 Agustus 2022 mendatang," terang Dedi.

Ditambahkannya, masih banyak pelaku usaha maupun BUMN, serta BUMD yang tidak ikut serta dalam pameran. Dia mengatakan, ada ketidaksiapan dari peserta untuk mengikuti kegiatan kali ini.

"Kembali lagi, karena pandemi, banyak perusahaan yang kita undang tidak jadi ikut serta. Tetapi, kita sangat bersyukur masih ada pelaku UMKM dan juga perusahaan yang ambil bagian," ungkapnya.

Selain pameran UMKM, Dedi menegaskan adanya pasar rakyat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mendapatkan hiburan murah. "Pasar rakyat ini juga segmentasinya semua kalangan masyarakat. Banyak permainan dan wahana yang bisa dinikmati warga. Semoga kegiatan ini bisa terus kita laksanakan, agar UMKM berkembang dan tentunya masyarakat mendapatkan hiburan," ujarnya.

Sementara itu, nampak beberapa perusahaan ikut andil dalam pameran pada Cirebon Expo 2022 kali ini. Diantaranya Perumnas Cabang Cirebon, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, BPR Kabupaten Cirebon (BKC), BPR Cirebon Jabar (BCJ), Bank BJB Cabang Sumber, Galeri UMKM Disperdagin Kabupaten Cirebon dan perusahaan lainnya. (Nisa)