Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 17 Oktober 2022

Aplikasi Sirudal Permudah Pelayanan RSUD Arjawinangun

KAB. CIREBON Bagi warga Kabupaten Cirebon yang hendak mendapatkan pelayanan di RSUD Arjawinangun, kini bisa mendapatkannya dengan mudah. 

Jika biasanya harus terlebih dahulu datang ke Rumah Sakit untuk melakukan pendaftaran dan lainnya, kini bisa dilakukan dengan cukup dari rumah saja. 

Kemudahan pelayanan tersebut, merupakan salah satu fungsi dari diluncurkannya Aplikasi Sistem Rujukan dan Pendaftaran Rawat Jalan (Sirudal). 

Dengan cukup mengakses aplikasi ini, warga bisa melakukan pendaftaran, untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan rawat jalan dan lainnya. 

"Sekarang, masyarakat tidak perlu datang ke Rumah Sakit untuk berobat, bisa dilakukan dari rumah," ujar Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, saat melaunching aplikasi tersebut, Senin (17/10/2022). 

Imron mengaku mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh RSUD Arjawinangun ini. Karena menurutnya, saat ini perlu adanya pelayanan yang cepat dan praktis. 

Ia juga berharap, dengan adanya aplikasi ini, pelayanan RSUD Arjawinangun kepada masyarakat, bisa lebih maksimal dan menjadi lebih baik lagi. 

"Kami mengapresiasi inovasi ini, karena masyarakat butuh pelayanan yang cepat," kata Imron. 

Direktur RSUD Arjawinangun dr. H. Bambang Sumardi MM. MARS mengatakan, aplikasi ini merupakan salah satu solusi dari beberapa problem dalam pelayanan di RSUD Arjawinangun. 

Sebelum adanya aplikasi ini, masyarakat harus datang terlebih dahulu untuk melakukan pendaftaran. Hal tersebut juga membuat antrean yang cukup panjang. 

Dengan menggunakan aplikasi ini, masyarakat cukup mendaftar dari rumah dan tinggal membawa pasien ke Rumah Sakit.

"Sehingga aplikasi ini, memberikan kemudahan kepada masyarakat," ujar Bambang. 

Kedepannya, pihaknya juga akan mencoba terus melakukan inovasi, untuk bisa memberikan kemudahan lainnya kepada masyarakat, yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan dari RSUD Arjawinangun. 

Salah satu rencana yang akan dicoba untuk segera direalisasikan, yaitu pelayanan kesehatan dan konsultasi dokter secara online. 

"Kalau sekarang baru pelayanan untuk pendaftaran dan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit saja. Kedepan, kami akan mencoba membuat pelayanan konsultasi secara online," ujar Bambang. (yarfa)

Sabtu, 15 Oktober 2022

LP2M Lakukan Pendampingan Kalibrasi Arah Kiblat Pada 3 Masjid dan 1 Ponpes di Losari Brebes

CIREBON, FC - Agenda kegiatan hari kedua, Kamis, 13 Oktober 2022, Pelatihan Kalibrasi arah kiblat yang dilaksanakan oleh tim PkM LP2M dan dibantu oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Falak IAIN Cirebon di Pesantren Al Jazuli Kejambon Karangdempel, adalah melakukan pendampingan dalam praktek kalibrasi arah kiblat di tiga lokasi Masjid dan satu lokasi di Pesantren Al Jazuli Kejambon yang menjadi tempat kegiatan Pelatihan. 

Dari ketiga lokasi masjid yang dikalibrasi arah kiblatnya, ada satu masjid yang bangunan masjidnya mlenceng 39 derajat 24 menit lebih ke utara.

Berdasarkan kesepakatan peserta dan narasumber ditentukan tiga lokasi Masjid yang akan dikalibrasi arah kiblatnya, yakni Masjid Al Mabrur Pedukuhan Crukcuk desa Karangdempel, Masjid Al Munawaroh Pekauman, dan Masjid Attaqwa Kedungneng. 

Setelah Kalibrasi dilakukan diadakan penandatanganan Berita Acara Kalibrasi Arah Kiblat oleh tim PkM, Pengurus DKM, dan saksi-saksi.

Lokasi pertama yang dikunjungi oleh tim PkM adalah Masjid Al Mabrur di Pedukuhan Crukcuk desa Karangdempel. Tiba di lokasi tim PkM Kalibrasi yang terdiri Dosen dan dibantu Mahasiswa Jurusan Ilmu Falak langsung mempersiapkan spot yang akan dilakukan pembidikan bayangan kiblat melalui bantuan sinar matahari. 

Dalam praktek tersebut tim menggunakan alat bantu, diantaranya adalah Mizwala Qibla Finder, di samping alat lainnya yang digunakan untuk cek pendahuluan.

Setelah dilakukan pengecekan dengan data-data yang sudah dipersiapkan, diperoleh adanya selisih sebesar 39 derajat 24 menit 2,38 detik atau hampir 40 derajat dari arah kiblat. Arah masjid cenderung arahnya lebih ke utara, daripada arah kiblat sesungguhnya.

Berdasarkan permintaan pengurus DKM, kalibrasi dilakukan sebanyak dua kali dan tetap menunjukkan arah yang sama. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Kalibrasi Arah Kiblat dengan memberikan rekomendasi untuk mengubah arah kiblat dengan mengatur shaf masjid tersebut. 

Sebelum penandatanganan dimulai Ketua DKM Al Mabrur menyatakan bersedia dan sepakat untuk mengubah arah shaf masjid sesuai dengan hasil tim PkM. 

Dilanjut lokasi yang kedua, di Masjid Al Munawaroh desa Pekauman. Kalibrasi dimulai setelah dhuhur sekitar pukul 12.45. Setelah dilakukan uji akurasi ternyata tak diduga bangunan dan arah kiblat masjid tersebut sesuai dan lurus dengan hasil yang diperoleh tim PkM, Masjid yang dibangun 35 tahun yang lalu, yakni tahun 1987 menurut salah satu Pengurus Masjid.

Lokasi terakhir sebagai tempat Kalibrasi arah kiblat oleh tim PkM LP2M dan Jurusan Ilmu Falak adalah Masjid Attaqwa desa Kedungneng. 

Setibanya dilokasi suasana mendung, sehingga sempat menunggu beberapa menit sambil mempersiapkan alat bantu. 

Ketika sinar matahari muncul dan menampakkan bayangan benda, tim langsung bergerak untuk melakukan kalibrasi, dan hasilnya terdapat selisih sekitar 4 derajat. Arah kiblat yang diperoleh kurang keselatan arahnya dari bangunan masjid. (din)

Jumat, 14 Oktober 2022

Teladani Sifat-Sifat Rasulullah, Masjid Al Muhajirin Sumber Asri Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

CIREBON, FC – Pengurus DKM Masjid Al Muhajirin bersama masyarakat Sumber Asri memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid setempat. Warga yang datang berduyun-duyun untuk mendengarkan tausiyah yang akan disampaikan Ustadz Iskandar Al Ibnu atau yang lebih dikenal dengan Ustadz Unyu, Jum'at malam Sabtu, (15/10/2022).

Ketua DKM Masjid Al Muhajirin, Samsul Ma'arif S.Pd  dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh warga dan juga dukungan dari Ketua RW 05 beserta jajarannya serta para pemuda yang sudah membantu hingga terlaksananya kegiatan ini dengan baik.

Ucapan senada disampaikan Kuwu Kecomberan, Drs Masykur yang bangga melihat warga Sumber Asri yang selalu kompak dan bersatu pada setiap kegiatan. 

"Ini modal yang berharga, karena mempersatukan warga itu gampang-gampang susah, jadi pertahankan persatuan dan kebersamaan ini, agar Sumber Asri bisa menjadi contoh dan teladan bagi daerah lainnya," tuturnya.

Masykur juga mengucapkan terimakasih kepada warga dan pengurus DKM Masjid Al Muhajirin atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini.

Demikian juga dengan pembawa acara, Oman Rohmana, M.Pd, yang mengatur jalannya acara Maulid Nabi Muhammad SAW terasa hidup dan berjalan khidmat  hingga selesai.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua RW 05, Kuwu Desa Sampiran, tokoh masyarakat, sesepuh, para ustadz, tokoh pemuda dan seluruh warga Sumber Asri. 

Sementara itu, siraman rohani yang disampaikan Ustadz Unyu dibuka dengan pembacaan sholawat. Momen ini bertujuan untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Unyu menyampaikan, sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang bisa dicontoh dalam keseharian seperti sifat sabar, rendah hati dan syukur yang semuanya akan membawa suatu ketenangan dalam menjalani hidup.

“Sifat-sifat Rasulullah harus tertanam kuat dan dimiliki masyarakat Sumber Asri. Teladani sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari dan ibadah,” ucapnya.

Ustadz Unyu juga mengajak dan berharap para orang tua agar bisa memberikan, mengenalkan dan mengajarkan anak-anaknya sejarah perjuangan Rasullulah sejak usia dini.

“Masjid yang menjadi rumah ibadah kiranya juga dapat digunakan untuk mendidik dan mengajarkan anak-anak, baik shalat dan lainnnya, terutama dalam membaca Al-Qur’an termasuk ragam cerita tentang nabi dan rasul,” imbuhnya.

"Mudah-mudahan ini bukan hanya sekadar peringatan, tapi juga momentum bagi kita umat Islam untuk menjadi makhluk ciptaan Allah SWT yang lebih baik lagi serta bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya

Di akhir tausyiahnya, Ustadz Unyu menutup dengan kembali membacakan Solawat nabi, pantun dan doa penutup. (din)

Kamis, 13 Oktober 2022

Pasca Penyesuaian Harga BBM, TPID Berupaya Menjaga Inflasi

FOKUS CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bersama dengan stakeholder yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berupaya untuk menjaga inflasi pasca penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai memimpin rapat bulanan TPID Kota Cirebon di Kantor Bank Indonesia Cirebon, Rabu (12/10/2022). 

“Rakor TPID hari ini berkaitan dengan dampak penyesuaian bahan bakar minyak,” kata Agus.

Komponen apa saja yang menyumbang inflasi atau deflasi dibahas di rakor tersebut. “Itu akan jadi bagian untuk melakukan intervensi program oleh TPID,” ujarnya.

Dari hasil rakor diketahui bahwa sektor transportasi menyumbang inflasi tertinggi yaitu sebesar 1,43 persen. “Nanti akan ada pembicaraan khusus kepala dinas perhubungan dengan stakeholder transportasi,” tutur Agus.

Pembicaraan tersebut untuk mengetahui intervensi yang bisa dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi tahun anggaran 2022.

Sedangkan untuk volatile food atau perkembangan harga komoditas pangan, menurut Agus, Bulog akan melakukan intervensi. Yaitu dengan melakukan operasi pasar, terutama untuk komponen beras. “Supaya demand nya bisa terjaga,” ucapnya.

Pemda Kota Cirebon, lanjut Agus, juga akan mematuhi arahan Presiden Republik Indonesia dalam rakornas pengendalian inflasi pertengahan Agus 2022 lalu. 

Di antaranya memperkuat identifikasi sumber tekanan inflasi di daerah melalui pemanfaatan data makro dan mikro serta data detail, memperluas kerja sama antardaerah (KAD) untuk mengurangi disparitas pasokan dan harga antarwilayah, menurunkan biaya transportasi dengan memanfaatkan fasilitas distribusi perdagangan antardaerah.

Selain itu juga mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan mengoptimalkan penggunaan anggaran belanja tidak terduga, guna mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.

Pemda Kota Cirebon juga mengalokasikan anggaran 2 persen belanja wajib untuk perlindungan sosial. Dana tersebut berasal dari DAU dan Dana Bagi Hasil dengan nilai sekitar Rp3,4 miliar.

Selain itu, hasil rakor juga menyepakati kegiatan serupa dilakukan setiap bulan secara rutin untuk memonitor perkembangan hingga akhir tahun. “Supaya target dan asumsi 5-6 persen untuk inflasi bisa terjaga,” katanya. (Hafid)

Rumah 'Daycare' IAIN Cirebon Resmi Dibuka, Masyarakat Respon Baik

Kepala AUAK, Ir Hj Sunarini, M.Kom saat melounching rumah 'daycare' IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melounching Daycare (tempat penitipan anak) hasil gagasan lembaga PSGA yang dinahkodai Dr Naila Farah, M.Ag, Kamis, (13/10/2022), bertempat di belakang gedung M, kampus setempat.

Hadir dalam kegiatan ini, Kabag Umum, H Imron Rosyadi, Kepala Biro AUAK, Ir Hj Sunarini, M.Kom, Kepala Pengembangan Bisnis BLU, Hasyim, SE, M.K, Kepala Daycare, Dr Naila Farah, M.Ag, para dosen, pengasuh Daycare, mahasiswa dan tamu undangan. 

Kegiatan louncing ini diresmikan langsung oleh Kepala AUAK, Ir Hj Sunarini, M.Kom melalui pengguntingan pita rumah Daycare. Setelah itu dilanjutkan dengan peninjauan ruang kerja, ruang bermain, ruang belajar, kamar tidur dan sejumlah ruangan lainnya.

Daycare ini digadang sebagai salah satu BLU yang bertujuan untuk menopang transformasi kelembagaan dari institut ke universitas. Dimana transformasi ini harus ditandai dengan perubahan tata kelola keuangan dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Untuk menopang BLU ini, IAIN Cirebon kini memiliki Pusat Pengembangan Bisnis. Pusat pengembangan bisnis ini, kemudian membuat program dan terobosan-terobosoan bisnis, salah satu di antaranya adalah mendirikan rumah Daycare, yakni tempat penitipan anak yang dibangun dengan sejumlah fasilitas, seperti fasilitas bermain,  fasilitas pendidikan anak dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Kepala Daycare IAIN Cirebon, Dr Nasila Farah M.Ag kepada fokus cirebon mengatakan, Day care ini berawal dari visi misi PSGA, yakni ingin membuat atau membikin ruang aman bagi anak dan perempuan. Dari keinginan ini kemudian ada kesepakatan untuk membuat Daycare, rumah penitipan anak ini juga sejalan dengan responsif para orang tua yang membutuhkan keamanan pada anak.

"Walaupun orang tuanya bekerja, tetapi hak-hak anak tidak berkurang, kasih sayang juga terpenuhi dan hak-hak anak juga terpenuhi. Dan ini sesuai dengan misi PSGA yakni ingin anak-anak di lingkungan IAIN Cirebon aman buat mereka," paparnya, Kamis, (13/10/2022).

Naila juga menjelaskan, bahwa kapasitas ruang Daycare IAIN Cirebon mampu menampung sekitar 40 anak. Sedangkan usia anak dari 6 bulan sampai dengan 6 tahun.

Sementara untuk tutor atau pengasuh sesuai rasio jumlah anak. "Satu pengasuh bisa menangani 3 anak dan di Daycare IAIN Cirebon sudah terdapat 16 anak, jumlah tersebut terhitung sejak Agustus hingga Oktober 2022," tuturnya.

Selain itu, kata Naila, jumlah pengasuh atau tutor yang ada berjumlahkan dosen 7 orang, ditambah alumni 5 orang dan dibantu beberapa mahasiswa jurusan PIAUD yang magang. "Jadi dipastikan kami tidak kekurangan pengasuh," ujarnya.

Naila juga menambahkan, bahwa penitipan anak itu mulai dari jam 07.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. Jika lewat dari pukul itu akan dikenakan cas sebesar Rp. 20.000/anak.

"Di Daycare ini terdapat fasilitas bermain dan pendidikan anak, sesuai dengan usia anak. Kemudian juga disediakan makan dan snack serta saat anak pulang (dijemput), anak sudah dalam keadaan bersih. Jadi sudah kami atur semuanya, termasuk ada jam tidur juga. Para pengasuh yang ada juga sangat berkompeten dan  memiliki banyak pengetahuan tentang anak di usianya," paparnya. 

Lanjut Naila, di Daycare ini memiliki dua program, yakni program reguler dan program insidental. Untuk yang reguler (untuk orang luar) biaya pertama itu Rp 2.250.000 dan untuk keluarga IAIN biayanya Rp 2.050.000. sementara untuk perbulannya bagi orang luar sebesar Rp 750.000 dan untuk keluarga IAIN dikenakan Rp 650.000. Sedangkan untuk yang insidental itu pendaftarannya Rp 200.000  dan perhari itu Rp. 100.000.

"Harapannya adalah semoga dengan adanya Daycare ini membawa kemajuan bagi lembaga, dan membawa kesejahteraan bagi semua masyarakat kampus. Karena yang diperoleh dari Daycare ini akan kembali kepada masyarakat kampus semuanya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala AUAK, Ir Hj Sunarini, M.Kom dalam sambutannya menyatakan, bahwa keberadaan Daycare ini sangat bermanfaat dan kehadirannya sangat menauport terhadap kemandirian kampus.

"IAIN sudah mengoptimalkan apa yang dititipkan kepada kami, termasuk fasilitas dan saya berharap, dengan adanya day care ini bisa memberikan kemudahan baik bagi pihak internal maupun eksternal, sehingga bisa tetap bekerja dengan nyaman," jelasnya.

Kemudian, kata Sunarini, Daycare ini bisa menjadi salah satu media atau sarana bagi mahasiswa dan sebagai bentuk praktek langsung, jadi bisa menjadi sebagai laboratorium. Mahasiswa PIAUD, bisa melakukan praktek langsung.

"Semoga dengan adanya Daycare ini, kebutuhan masyarakat yang ada di sekitar kita bisa terpenuhi dengan baik. Sehingga IAIN bisa memberikan pelayanannya baik internal maupun eksternal lebih baik,"  paparnya. (din)


.