This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 26 Desember 2022
Dukung program Pemkab Cirebon untuk bersama menjaga keberssihan
Minggu, 25 Desember 2022
Beri Bantuan Warga, Bupati Juga Pantau Harga Pasar
KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon bersama rombongan melakukan Sunmori (Sunday Morning) Berbagi dengan menggunakan kendaraan roda dua, dalam rangka pemberian bantuan dan santunan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon. Rangkaian touring ini start dari halaman kantor Bupati Cirebon, Sabtu (24/12/2022).
Selain pembagian nasi barokah, Bupati Cirebon beserta rombongan didampingi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon melakukan monitoring pasokan bahan pokok serta pemantauan stabilitas harga sembako di sejumlah pasar tradisional, seperti pasar Sumber Kecamatan Sumber, pasar Cipeujeuh Kecamatan Lemahabang dan pasar Pabuaran Kecamatan Pabuaran.
Pihak Disperdagin mengatakan, stok bahan pokok menjelang libur Nataru terbilang aman dan stabil, seperti stok beras data terakhir tercatat 31.800 ribu ton sampai masa panen. Dari beberapa komoditas sembako, hanya telur yang mengalami kenaikan sebesar 15,38% pada harga 30.000, karena terhambatnya distribusi akibat cuaca buruk.
Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Desa Cigobang Kecamatan Pasaleman melakukan pemberian bantuan rutilahu, bantuan alat-alat kesehatan berupa kursi roda, tongkat dan lainnya, serta bantuan adminduk oleh Disdukcapil dan Dinsos Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag menjelaskan bahwa kegiatan ini selain silaturahmi juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Kegiatan ini, selain kita silaturahmi juga dalam rangka pemberian bantuan berupa rutilahu, alat-alat kesehatan, juga bantuan adminduk, yang merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat,” ujar Imron.
Ia juga berharap, agar seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon terutama dari lapisan paling bawah, bersama-sama saling bahu membahu membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan. (Olan)
RSUD Arjawinangun Raih Penghargaan dalam Ajang Indonesian Best of The Best Award 2022
KABUPATEN CIREBON - RSUD Arjawinangun berhasil meraih penghargaan untuk kategori “The Best Reliable Hospital of Health Service Excellent of the Year 2022” dalam ajang Indonesian Best of The Best Award 2022 yang diselenggarakan oleh Indonesia Achievement Center. Penyerahan penghargaan berlangsung di Ballroom The Alana Hotel & Convention Centre, Yogyakarta, Jum’at (23/12/2022).
Penghargaan diberikan kepada RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, karena dinilai keberhasilannya dalam melakukan pembenahan dan penataan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Ka Biro Umum Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah DI Yogyakarta, Drs. Imam Pratanadi, M.T mewakili Gubernur DIY sebagai perwakilan dari pihak pemerintah daerah dan diterima langsung oleh dr. Bambang Sumardi, MM MARS., selaku Direktur RSUD Arjawinangun.
Seraya mengucapkan rasa syukur, dr. Bambang Sumardi, MM MARS menyampaikan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi dan penyemangat bagi RSUD Arjawinangun untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan pelayanan prima (service excellent) kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.
“Pada malam ini, ijinkan saya menyampaikan terimakasih kepada Indonesia Achievement Center yang telah menganugerahkan penghargaan ini. Penghargaan yang telah kami peroleh ini tidak terlepas dari kerja keras, kerja cerdas, dedikasi, loyalitas serta doa seluruh pegawai RSUD Arjawinangun dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Bambang.
Di samping itu, dirinya tak lupa pula mengucapkan terimakasih kepada keluarga (anak dan istri tercinta), seluruh pegawai RSUD Arjawinangun, serta pihak-pihak terkait yang selama ini telah mendukung penuh atas pencapaian tersebut.
“Tak lupa saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pegawai RSUD Arjawinangun atas komitmen dan kinerja yang telah diberikan kepada RS. Terimakasih kepada Bapak Bupati Cirebon dan juga Pak Sekda selaku ketua Dewas atas dukungan penuh untuk kemajuan RSUD Arjawinangun. Semoga penganugerahan penghargaan ini akan selalu memberikan inspirasi, motivasi dan penyemangat dalam melakukan inovasi dan perubahan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan,” pungkas Bambang. (Nur)
Kamis, 22 Desember 2022
Pemkab Cirebon Gandeng BP2MI Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran
KAB. CIREBON - Sebagai salah satu bentuk keseriusan dalam peningkatan perlindungan terhadap pekerja migran, Pemkab Cirebon melalui Dinas Ketenagakerjaan melakukan kerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), bertempat di Aula KH. Abdurrahman Wahid BP2MI Jakarta, Kamis (22/12/2022).
Dalam penandatanganan tersebut, disepakati sejumlah hal terkait perlindungan terhadap pekerja migran Kabupaten Cirebon. Salah satu yang akan diseriusi, yaitu pemberantasan sindikasi penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI).
"Mari kita bersama sikat sindikat dan oknum penyalur PMI ilegal," ujar Ketua BP2MI, Benny Rhamdani.
Benny menyebut, bahwa PMI adalah bagian dari VVIP. Karena menurutnya, PMI telah menyumbangkan devisa kepada negara sebesar Rp 150,9 triliun dan menjadi penyumbang devisa ke-4 terbesar di Indonesia.
Oleh karena itu, ujar Benny, sudah saatnya kepala daerah ikut berperan dalam memberikan perlindungan terhadap para pekerja migran. Karena sangat banyak pekerja migran yang menjadi korban penempatan ilegal.
"Terutama masyarakat di desa, banyak yang menjadi korban sponsor ilegal," ujar Benny.
Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag menyambut baik adanya kerjasama dengan BP2MI ini. Imron mengatakan, bahwa dalam kerjasama ini bukan hanya perlindungan saja, melainkan juga terkait peluang kerja dan penyelenggaraan pendidikan, serta pelatihan bagi pekerja migran.
Imron menyebut, bahwa kerjasama ini juga sejalan dengan program pembangunan daerah dalam mengentaskan kemiskinan melalui peluang kerja.
"Kerjasama ini juga, memberikan peluang kerja lebih luas kepada masyarakat Cirebon, terutama yang hendak bekerja di luar negeri," kata Imron.
Kedepannya, Imron meminta kepada Disnaker untuk bisa memberikan informasi peluang kerja di luar negeri kepada masyarakat berikut prosedurnya.
Dengan adanya soialisasi yang diberikan oleh Disnaker ini, warga Kabupaten Cirebon diharapkan bisa bekerja di luar negeri dengan prosedural yang resmi dan legal.
"Sehingga nantinya, bisa meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran," Imron menambahkan.
Sementara itu, Kepala Disnaker Novi Hendrianto menambahkan, bahwa pada tahun 2022 tercatat sebanyak 9.000 lebih warga Cirebon yang memilih bekerja di luar negeri. Dan mayoritas pekerja migran asal Kabupaten Cirebon, memilih Taiwan sebagai negara tujuan.
Novi juga mengakui, bahwa angka kasus yang menimpa pekerja migran asal Kabupaten Cirebon juga masih cukup tinggi. Pada tahun 2022 ini, pihaknya mencatat ada sebanyak 51 laporan kasus yang menimpa pekerja migran.
"Kasusnya kebanyakan karena menjadi pekerja non prosedural (ilegal)," ujar Novi.
Untuk mengantisipasi kasus terhadap pekerja migran kembali terjadi, Novi berharap adanya sinergitas antar instansi, mulai dari desa hingga pemerintah pusat.
Dengan adanya sinergitas itu, diharapkan nantinya kasus yang menimpa pekerja migran bisa diminimalisir dan bisa segera tertangani. "Kalau sinergitas ini bisa terjalin, maka angka kasus bisa ditekan," sambung Novi. (Hafid)
Selasa, 20 Desember 2022
Hati-hati Ada Penipuan Mengatasnamakan Bupati Cirebon
KAB.CIREBON - Penipuan dengan mengatasnamakan pimpinan daerah, saat ini sedang marak terjadi. Salah satunya, penipuan yang mengatasnamakan Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag.
Merujuk pada akun instagram @cirebonkabsaberhoaks yang dikelola oleh Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, terdapat nomor whatsapp 08970130704 yang mengatasnamakan Bupati Imron.
Nomor tersebut menghubungi pengelola masjid di Kabupaten Cirebon dan menawarkan bantuan pembangunan. Dalam komunikasi itu, nomor tersebut mengaku sebagai Bupati Cirebon.
Dalam narasi yang diposting oleh akun @cirebonkabsaberhoaks, disebutkan bahwa nomor tersebut dipastikan bukan milik Bupati Imron. Selain itu, bupati juga tidak pernah menawarkan bantuan melalui Whatsapp dan tidak pernah meminta nomor rekening untuk penyaluran bantuan, apalagi uang balas jasa.
"Nomor tersebut bukan milik Bupati. Selain itu, Bupati tidak pernah menawarkan bantuan dengan meminta nomor rekening atau uang balas jasa," tulis akun @cirebonkabsaberhoaks.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, sekaligus penanggungjawab Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan menuturkan, bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), dipastikan bahwa nomor tersebut bukan milik Bupati Imron.
"Sudah dipastikan, nomornya bukan milik Pak Bupati," ujar Nanan, Selasa (20/12/2022).
Nanan juga meminta kepada warga yang mendapatkan WA dari nomor yang mengatasnamakan bupati, untuk tidak mempercayainya. Karena menurutnya, saat inu cukup banyak modus penipuan yang terjadi di dunia maya.
Jika warga ragu terhadap informasi yang didapatkan, bisa langsung menghubungi Saber Hoaks Kabupaten Cirebon melalui akun medsos, atau mitra yang sudah menjalin kerjasama.
"Nanti akan kami bantu untuk verifikasi kebenarannya," kata Nanan.
Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Cirebon, Akhmad Rofahan menambahkan, bahwa modus penipuan dengan menyaru sebagai pimpinan daerah, cukup banyak.
Namun jika melihat perkembangan kasus yang ada, mayoritas pelaku nantinya akan meminta nomor rekening kepada calon korban, dengan dalih ingin mengirimkan bantuan.
"Pelaku nanti biasanya akan meminta nomor rekening korban," kata Rofahan.
Karena merasa akan menerima bantuan, korban kemudian mengirimkan nomor rekening kepada pelaku.
Rofahan melanjutkan, pelaku nantinya akan mengirimkan resi transfer palsu kepada korban dan menyatakan sudah melakukan transfer.
Namun nantinya, pelaku berdalih kelebihan transfer, sehingga korban diminta untuk mengembalikan kelebihan transfer itu kepada rekening pelaku.
"Jika korban tidak jeli, maka korban akan langsung transfer uang yang dianggap kelebihan. Padahal yang ditransfer adalah uang miliknya sendiri," kata Rofahan.
Oleh karena itu, Rofahan juga mengajak masyarakat untuk bisa memahami terkait keamanan digital. Hal ini, untuk mencegah menjadi korban kejahatan digital. (din)














