Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Februari 2023

Sejumlah Harga Bahan Pokok di Kabupaten Cirebon Mulai Alami Penurunan Harga

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag saat meninjau langsung harga pasar 


KABUPATEN CIREBON -- Sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon mulai mengalami penurunan harga. Seperti yang terjadi di Pasar Cipejeuh, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag yang memimpin langsung peninjauan harga pasar mengatakan, bahwa beberapa harga bahan pokok seperti beras, bawang, cabai dan lainnya sudah mengalami penurunan.

"Tadi kita cek harga pasar, ternyata harganya sudah alami penurunan," ujar Imron, Kamis (23/2/2023).

Imron menuturkan, pihaknya memang setiap minggu secara rutin melakukan pengecekan harga pasar. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi inflasi yang terjadi. Apalagi, ujar Imron, dalam waktu dekat ini akan masuk bulan puasa.

Pihaknya juga siap untuk melakukan operasi pasar, jika terdapat harga kenaikan bahan pokok yang signifikan. Pemkab Cirebon akan menggandeng Bulog untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

"Kalau harganya naik, kita nanti lakukan operasi pasar," kata Imron.

Juni (40), pedagang Pasar Cipejeuh menuturkan, bahwa harga bawang dan cabai sudah mulai alami penurunan. Ia menyebut, harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp30.000,00 per kilo, saat ini dijual dikisaran Rp20.000,00 per kilo.

Selain itu, harga cabai merah beauty yang sebelumnya mencapai Rp45.000,00 per kilo, saat ini sudah turun menjadi Rp36.000,00 per kilonya. Harga lainnya yang juga mengalami penurunan, yaitu bawang merah.

"Bawang merah sebelumnya Rp40.000,00 per kilo, sekarang Rp25.000,00 per kilonya," ujar Juni.

Walaupun banyak yang mengalami penurunan harga, namun ada juga yang mengalami kenaikan, seperti harga tomat dan harga cabai rawit.

Juni menyebut, harga tomat sebelumnya Rp7.000,00 per kilo, sekarang menjadi Rp10.000,00 per kilonya. Kenaikan juga dialami cabai kriting, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp40.000 00 per kilo, sekarang naik menjadi Rp60.000,00 per kilonya.

"Penurunan dan kenaikan harga ini, terjadi sejak seminggu lalu," sambung Juni. (Hanin)

Kunker ke Jakarta, Bupati Sambangi Kantor PBB dan Bappenas

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI di Jakarta, Rabu (22/02/2023).

Dalam kunjungan ke kantor PBB, Bupati Imron membahas mengenai penanganan stunting dan kemiskinan yang ada di Kabupaten Cirebon.

Pertemuan tersebut, salah satunya membahas tentang solusi yang bisa dilakukan untuk penanganan kasus tersebut.

"Tadi kita diterima oleh perwakilan dari PBB, membahas tentang stunting, kemiskinan dan gender," ujar Imron.

Sementara itu, kunjungan Bupati Cirebon ke Kantor Bappenas RI, didampingi juga oleh Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon. Kunjungan tersebut membahas tentang pembenahan infrastruktur di Kabupaten Cirebon.

Imron mengatakan, bahwa kunjungannya ke Bappenas bersama DPRD Kabupaten Cirebon itu, untuk mengusulkan adanya penambahan anggaran untuk infrastruktur jalan dan lainnya.

"Ke Bappenas, kita mengusulkan adanya peningkatan anggaran untuk infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lainnya," jelas Imron.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana menuturkan, bahwa kedatangannya bersama Bupati Cirebon ke Bappenas, untuk mendengarkan penjelasan arah kebijakan pusat dan provinsi.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan terkait kondisi infrastruktur di Kabupaten Cirebon yang membutuhkan dukungan dari pusat.

"Namun ada beberapa kriteria yang tidak bisa diakomodir oleh negara, yaitu dalam hal indeks keuangan fiskal daerah," kata Teguh.

Walaupun begitu, pihaknya tetap optimis dan akan terus mengusahakan infrastruktur di Kabupaten Cirebon menjadi yang terbaik. (Maulana)

Selasa, 21 Februari 2023

Rapat Paripurna DPRD Setujui Tiga Raperda Menjadi Perda


CIREBON – Rapat paripurna DPRD Kota Cirebon menyetujui tiga rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi peraturan daerah (perda), Senin (20/2/2023).

Ketiga raperda tersebut yaitu, Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perumda BPR Kota Cirebon, dan Raperda tentang Urusan Pemerintahan yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana mengatakan, ketiga raperda tersebut sudah melewati pembahasan, baik di tingkat Pansus DPRD maupun dengan Tim Asistensi Pemerintah Daerah. Termasuk, sudah mendapat fasilitasi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Karena sudah menempuh aturan perundang-undangan, ketiga raperda tersebut sudah bisa dibawa ke tingkat paripurna untuk mendapatkan persetujuan DPRD dan wali kota,” ujar Ruri saat memimpin rapat paripurna.

Ruri menjelaskan, ketiga raperda tersebut merupakan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2022. Akan tetapi, baru bisa diparipurnakan pada tahun ini.

Mengingat, sesuai UU Nomor 13/2022 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, sebelum dibahas raperda harus dilakukan melalui proses harmonisasi dengan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat.

“Untuk itu, kami meminta kepada Pansus dan Tim Asistensi agar tepat waktu dalam penyelesaian pembahasan sesuai propemperda dan memperhatikan batas penyampaian fasilitasi raperda pada November 2023,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Cirebon Drs H Nasaruddin Azis SH menyampaikan, penetapan tiga raperda selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan membuat peraturan kepala daerah.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan kepada kepala perangkat daerah terkait untuk segera menyiapkan hal bersifat teknis dan regulasi yang dituangkan ke dalam peraturan kepala daerah.

“Saya berharap agar peraturan daerah ini menjadi ketentuan yang harus dipedomani dan ditindaklanjuti serta dikoordinasikan dengan para pihak yang berkepentingan,” katanya.

Untuk diketahui, sebelum penandatanganan pengesahan, masing-masing pansus raperda menyampaikan laporan akhir dalam rapat paripurna.

Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan dibacakan oleh Andi Riyanto Lie SE, Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perumda BPR Kota Cirebon dibacakan oleh M Noupel SH MH, dan Raperda tentang Urusan Pemerintahan yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah Kota Cirebon oleh Yusuf SPdI.

Bangun Ekonomi Berbasis Masjid, Kuwu Desa Kecomberan, Mastur Resmikan Gerai La Tahzan

PERESMAIN : Kuwu Desa Kecomberan, Mastur didampingi Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos S.Ag dan Ketua RW 05, Didi Supriyadi serta tokoh masyarakat Sumber Asri meresmikan Gerai La Tahzan melalui pengguntingan pita dan penyerahan nasi tumpeng.


FOKUS CIREBON, FC - Gerai La Tahzan, usaha ekonomi milik Masjid Jami' Al Muhajirin, Sumber Asri, kini sudah berdiri tegak dan kokoh di depan pintu masuk Perumahan. 

Gerai La Tahzan, merupakan usaha umat berbasis kemasjidan, dibangun sebagai kekuatan ekonomi berbasis masjid. Gerai La Tahzan merupakan hasil kolaborasi dari bidang bidang usaha Takmir Masjid Al Muhajirin dengan warga Sumber Asri.

Sehingga apapun kebutuhan warga Sumber Asri, mulai dari pembayaran token listrik, pasca pemakaian listrik, PDAM, PBB, Pulsa, Quota, minuman kemasan, Kopi hangat, air mineral galon  dan lainnya, semuanya sudah tersedia di Gerai La Tahzan ini. 

Dari Gerai Lahtazan ini, warga Sumber Asri akan dimanjakan tanpa harus lelah keluar komplek untuk melakukan pembayaran bagi kebutuhan rumah tangganya. 


"Insya Allah semua akan tersedia di Gerai La Tahzan ini, dan kami ingin gerai ini menjadi kekuatan ekonomi berbasis masjid, sehingga program memakmurkan masjid akan cepat terwujud," terang Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos S.Ag.

Selain itu kata Ustad  Gaos, usaha berbasis masjid ini, lahir dari kita, oleh kita dan untuk kita. Termasuk penjaga (pelayan) gerai, semua diberi keuntungan dari hasil penjualan dengan prosentase yang sudah dibuat dan disepakati.

Keuntungan di luar penjual (penunggu gerai) juga keuntungan hasil penjualan untuk kemakmuran masjid dan penyaluran program keumatan bersifat sosial di Perumahan Sumber Asri. 

"Jadi, selain untuk pedagang (pelayan), hasil keuntungan juga untuk kemakmuran masjid (berjalannya program masjid), dan program-program keagamaan serta sosial lainnya. Maka kami sangat mengharapkan, agar warga bisa semuanya mendukung, mensuport usaha ini agar semua program keagamaan dan keumatan dari masjid bisa berjalan baik," ujar Ustad Gaos.

Sementara itu, Gerai La Tahzan yang diresmikan secara langsung oleh Kuwu Mastur, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, memberikan sinyal kuat menuju ekonomi keumatan yang maju di kemudian hari.

"Tapi semua tergantung masyarakat Sumber Asri, karena konsumen utama kami adalah warga Perumahan Sumber Asri, apakah nantinya maju atau tidak, karena masjid hanya menyiapkan program agar ada kebangkitan ekonomi berbasis masjid," tambah Ustad Gaos lagi.

Hal senada diungkapkan Seksi Bidang Usaha, Ustadz H Syakur, bahwa Gerai La Tahzan ini diharapkan bisa menuntaskan persoalan-persoalan keumatan di Perumahan Sumber Asri, terutama di bidang ekonomi. 

"Mudah-mudahan, ke depannya jika usaha ini maju, Gerai La Tahzan bisa ikut serta membantu dan menuntaskan persoalan sosial, yakni ekonomi keumatan, sehingga dari usaha dari masjid ini bisa membantu dan bermanfaat bagi kita semua," terang H Syakur yang dibenarkan oleh wakil seksi usaha, Lihin Solihin.


Ustadz Syakur, juga berterimakasih kepada semua pihak, baik pengurus DKM maupun Pengurus RW dan RT serta warga Sumber Asri yang sudah bersama-sama mewujudkan dengan membangun Gerai La Tahzan hingga sekarang sudah membuka usahanya.

"Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Takmir DKM Al Muhajirin, Ketua RW 05, Ketua-Ketua RT tokoh masyarakat, dan warga Sumber Asri yang sudah bergotong-royong mewujudkan Gerai La Tahzan dan sekarang usahanya sudah berjalan," ungkapnya. (din)


Pengurus Askot PSSI 2022-2026 Dilantik, Diharap Bawa Berprestasi

KOTA CIREBON – Kepengurusan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Cirebon masa bakti 2022-2026 harus mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama Kota Cirebon.


Sejalan dengan itu, Askot PSSI Kota Cirebon diminta untuk serius melakukan pembinaan terhadap pemain sepak bola sejak usia dini hingga menjadi pemain profesional.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menghadiri pelantikan pengurus Askot PSSI Kota Cirebon masa bakti 2022-2026 oleh PSSI Asprov Jawa Barat, di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, Senin (20/2/2023).

“PSSI Kota Cirebon harus mampu menaungi dan membina seluruh tim sepak bola di Kota Cirebon. Agar prestasi yang ditargetkan bisa tercapai,” kata Eti.

Kepada jajaran pengurus yang terpilih, pihaknya mengingatkan bahwa pengukuhan bukan hanya melegalkan kepengurusan. Namun harus mampu menumbuhkan kesadaran dalam menjalankan misi dan tanggung jawab.

“Masyarakat menaruh harapan besar kepada PSSI Kota Cirebon untuk dapat mengharumkan nama daerah melalui prestasi sepak bola yang membanggakan,” ujarnya.

Menurut Eti, sepak bola merupakan cabang olahraga yang populer di masyarakat. Dalam konteks kejuaraan, sepak bola Kota Cirebon masih membutuhkan dukungan untuk membina atlet dalam meningkatkan prestasi.

“Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI, KONI, serta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membina atlet-atlet sepak bola sejak sejak usia dini. Sehingga tercipta prestasi yang berkelanjutan pada setiap jenjang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Cirebon, H. Zaenal Muttaqin menargetkan, cabang olahraga sepak bola mampu lolos babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, sehingga dapat berlaga pada Porprov 2026 di Kota Bogor.

“Cabang olahraga sepak bola harus mampu mengharumkan nama Kota Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat, bahkan nasional,” tutur Zaenal.

Oleh sebab itu, pihaknya bakal menggelar kompetisi yang diikuti klub sepak bola dari usia dini sampai remaja. Kompetisi ini untuk menggali potensi pemain sepak bola di Kota Cirebon.

“Dalam waktu dekat akan kami rumuskan bersama kepengurusan yang baru untuk mengadakan kompetisi berjenjang,” katanya. (din)