Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 25 Juli 2023

Diskominfo Kabupaten Cirebon Maksimalkan Peran PPID

 

CIREBON -- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk meningkatkan keterbukaan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Salah satu upayanya adalah dengan melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkab Cirebon, Selasa (25/7/2023).

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd mengakui peran PPID selama ini belum maksimal. Padahal menurutnya, keterbukaan informasi merupakan sebuah tanggungjawab yang harus disediakan oleh pemerintah.

"Memang selama ini, menurut pandangan saya, peran PPID belum memuaskan. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan keterbukaan informasi sesuai amanat dalam peraturan perundangan," ujar Hilmy usai membuka kegiatan.

Disebutkannya juga, ada beberapa permasalahan krusial yang membuat tidak berjalannya peran PPID. Karena PPID melekat pada sekretaris OPD/SKPD, tambahnya, maka akan tidak berjalan efektif apabila terjadi pergeseran pejabat.

"Dengan demikian, akan kita formulasikan jika keterbukaan informasi ini akan tetap berjalan, meskipun adanya pergantian PPID," sambung Hilmy.

"Bisa juga kita dorong untuk semua masuk sistem, sehingga informasi apapun akan bisa tersampaikan tanpa terpengaruh perputaran," tambahnya.

Sementara itu, Kadiskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH., MH mengatakan, peserta kegiatan kali ini adalah seluruh PPID di lingkup Pemkab Cirebon. 

Dijelaskannya, peran Diskominfo dalam keterbukaan informasi ini bergantung pada kecepatan PPID dalam memberikan informasi.

"Kita juga akan menyiapkan sistem untuk menampung dan menyimpan semua informasi dan dokumentasi penting pemerintah, agar masyarakat bisa mengaksesnya," singkatnya.

Dalam kegiatan ini, selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon dan Kadiskominfo Kabupaten Cirebon, nampak hadir pula komisioner Komisi Informasi Daerah (KID) Kabupaten Cirebon sebagai pemateri. (din)

Minggu, 23 Juli 2023

Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 654 Cirebon, Ini Kata Wali Kota Cirebkn

KOTA CIREBON - Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-654 Cirebon, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyelenggarakan upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon, Rabu (19/7/2023).

Bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Cirebon, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menyampaikan, eksistensi Cirebon saat ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu dalam rentang waktu yang panjang.

Perjuangan dan keteladanan adalah nilai luhur yang harus tetap eksis dan menjadi kompas untuk melanjutkan arah pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Dalam suka cita peringatan hari yang paling bersejarah bagi kota yang kita cintai ini, sungguh tepat bagi kita untuk melakukan perenungan tentang apa yang telah, apa yang sedang dan apa yang akan kita lakukan untuk kemajuan Kota Cirebon,” ucap Eti.

Selama ini, kata Eti, seluruh elemen telah bersama-sama bekerja, mencurahkan setiap gerak dan pikiran kita dalam membangun Kota Cirebon dengan berpedoman pada visi yang telah ditetapkan, yaitu SEHATI: Kita Wujudkan Cirebon Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah.

“Kita harus selalu berbangga hati bahwa Cirebon sejak dulu adalah arena bagi para pejuang dan syuhada. Pangeran Walangsungsang dengan pandangan ke masa depan, melakukan babad alas tanah pesisir hingga berkembang menjadi pusat lalu lintas ekonomi,” tuturnya.

Dari fragmen kisah tersebut, lanjut Eti, dapat disimpulkan bahwa Cirebon adalah tempat tumbuhnya persatuan, terbinanya kerukunan dan terikatnya tujuan bersama dalam bingkai gotong royong.

“Tanah ini adalah tanah persatuan. Tempat hidup masyarakat yang berkomitmen untuk hidup beriringan, saling membantu dan bersama membangun tempat hidupnya,” paparnya.

Atas dasar itu, imbuh Eti, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengusung slogan ‘Cirebon Ngobeng Maning’. Karena mengingatkan bahwa kerja-kerja besar dalam pembangunan hanya dapat terwujud ketika dilaksanakan dengan semangat persatuan dan gotong royong.

“Ngobeng merupakan kearifan luhur yang dimiliki oleh kita. Sebagai wujud komitmen semua pihak yang senantiasa bersedia mengambil peran untuk menyukseskan pelaksanaan sebuah hajat besar,” terang Eti.

Di samping itu, sambung Eti, pada era disrupsi sekarang ini menuntut untuk meninggalkan ego sektoral. Perubahan terjadi begitu cepat dan persaingan begitu ketat. Sehingga tumbuhkanlah karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah dan berani untuk mengkreasikan hal-hal baru.

Perlu diingatkan kembali, pelaksanaan pembangunan sekecil apapun menuntut adanya konsolidasi dan sinergi dari seluruh kekuatan yang ada. Ini adalah kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan dan tantangan yang ada di masa mendatang.

Eti menambahkan, bahwa kepemimpinan Nashrudin Azis dan Eti Herawati menyampaikan terima kasih atas segala dukungan, kerja sama dan sinergi dari banyak pihak selama kepemimpinan kami.

“Kami memohon maaf apabila masih banyak harapan dan keinginan masyarakat Kota Cirebon yang belum terpenuhi dalam masa kepemimpinan kami. Di ujung masa kepemimpinan ini, kami berharap darma bakti kami selama ini dapat diterima oleh segenap masyarakat Kota Cirebon,” katanya.

Seusai upacara, Pemda Kota Cirebon memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang turut berkontribusi atas pembangunan dan kemajuan Kota Cirebon, mulai dari bidang keterbukaan informasi, seni budaya, hingga sosial dan lingkungan. (Anisa)

BRINGAZ Cirebon Raya Gelar Anniversary Ke 30

KABUPATEN CIREBON - Brigade Intellectual Socializer (BRINGAZ) Cirebon Raya gelar Anniversary Ke 30 di daerah Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, Minggu (23/07/2023).

BRINGAZ mengangkat tema "Mewujudkan Pemuda yang Berintelektual dengan Menjunjung Nilai nilai Sosial bagi Negara dan Bangsa" ke 430 menuju kedewasaan dan kematangan. Ketua umum BRINGAZ Yuddi mengatakan Anniversary itu merupakan untuk memilih tujuan organisasi yang lebih baik lagi.

“BRINGAZ akan mengambil jalan lebih mengedepankan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Yuddi, saat ini BRINGAZ bukan lagi klub motor melainkan sudah bertransformasi menjadi organisasi masyarakat.

“Secara garis besarnya BRINGAZ sudah berusia 30 Tahun, BRINGAZ akan lebih baik lagi karena sekarang diwadahi menjadi Organisasi Masyarakat (Ormas),” ucapnya.

Selain itu, menurut Yuddi, pihaknya memiliki misi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang tergabung di dalam organisasi.

“Kedepannya kita akan mengubah sumber daya manusia yang menjadi lebih baik dengan harapan minimal merubah ekonomi untuk anggota sendiri khususnya untuk kelompok,” jelasnya.

“Kami pengurus akan ikut berpartisipasi dalam membina karakter anggota ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.

Selama ini menurut Yuddi, banyak berandalan jalanan yang menggunakan kendaraan bermotor, yang merasa masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan ikut berpartisipasi demi menjaga ketertiban dan keamanan.

“Kami mendukung pihak kepolisian dalam menindak komunitas-komunitas gank motor yang meresahkan dan menganggu ketertiban masyarakat umum,” tegasnya.

Diketahui, kegiatan Anniversary tersebut, BRINGAZ Cirebon Raya, selain potong tumpeng juga mengadakan bakti sosial berupa Santunan kepada 20 Anak Yatim Piatu. (Red/rls)

Hadiri Haul Mbah Kuwu Cirebon, Ini Kata Bupati Imron

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si., bersama unsur Forkopimda menghadiri acara Haul Mbah Kuwu Cirebon di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Minggu (23/7/2023).

Dalam kegiatan tersebut rombongan Bupati Imron bersama Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K., MH, Dandenpom III/3 Cirebon, Letkol Cpm Mudhofar, para kepala perangkat daerah dan para Kuwu se-Kabupaten Cirebon melakukan doa bersama di makam Mbah Kuwu Cirebon.

Imron berharap dengan adanya kegiatan ini, dirinya mengajak para kuwu untuk mengambil suri tauladan dari perjuangan Pangeran Cakrabuana untuk menjadi spirit bagi para kuwu di Kabupaten Cirebon.

"Nilai-nilai perjuangan Mbah Kuwu Cirebon ini, kita ambil dan kita laksanakan tentunya. Karena kuwu harus menjadi agen perubahan dalam kemajuan masyarakat  dan desanya," kata Imron.

Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali mengatakan, kegiatan Haul Mbah Kuwu Cirebon rutin dilakukan setiap 1 Muharam atau Tahun Baru Islam.

"Alhamdullilah kegiatan Haul ini sukses dilaksanakan, Bupati bersama Forkopimda dan para kuwu hadir untuk memanjatkan doa bersama," ujar Muali.

Muali berharap, agar kegiatan ini menjadi keberkahan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. "Kita memanjatkan doa untuk seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon yang lebih baik, dan untuk agenda Pilwu agar berjalan dengan lancar," sambungnya.

Ia menjelaskan, untuk rangkaian Haul Mbah Kuwu Cirebon sendiri, selain doa bersama di makam Mbah Kuwu Cirebon di Talun, ada juga doa bersama di Makam Sunan Gunung Jati.

"Selain doa bersama di Makam Mbah Kuwu Cirebon di Talun, kita juga panjatkan doa di Makam Sunan Gunung Jati dan terakhir nanti di tanggal 28 Juli ada pagelaran seni dan budaya di Alun-alun Palimanan Cirebon," imbuhnya. (din)

Bersama Gubernur Jawa Timur, Bupati Cirebon Hadiri Harlah Muslimat NU Ke 77

KABUPATEN CIREBON - Pada momentum Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-77 tahun 2023 kali ini mengusung tema “Menguatkan Peran Muslimat NU dalam Pembangunan Peradaban” sekaligus melaunching peran Muslimat NU sebagai bunda asuh anak stunting. 

Agenda yang dihadiri Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si beserta jajaran berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Minggu (23/7/2023).

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi program yang digagas oleh Muslimat NU ini. Bahkan, pihaknya menyambut baik apa yang dilakukan oleh Muslimat NU, yaitu melaunching bunda asuh bagi anak-anak stunting di Kabupaten Cirebon. 

Imron berharap, kerjasama ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu menekan angka stunting di Kabupaten Cirebon. 

"Harapan saya kepada Muslimat NU, bahwa MoU ini memang benar-benar terlaksana sampai ke daerah-daerah, karena stunting perlu pendampingan dari keluarga," harap Imron.

Imron mengaku, anak bisa menjadi stunting biasanya terjadi pada orangtua yang kurang mengerti cara menangani dan perilaku perhatian terhadap anak. 

"Maka, dengan adanya Muslimat NU menjadi bunda asuh ini, diharapkan edukasi kepada masyarakat ini jadi lebih maksimal, dan angka stunting di Kabupaten Cirebon bisa lebih cepat turun," ujar Imron.

Lebih lanjut Imron mengatakan, menangani anak-anak stunting dan ibu hamil muda itu perlu penyuluhan dan bimbingan lebih, agar mereka mengerti. 

"Seperti apa yang diungkapkan Ketua Umum PP Muslimat NU, bahwa dalam kehidupan awal itu bukan berarti lahir, tapi ketika awal bercampurnya hormon, lalu 40 hari menjadi janin, itulah kehidupan pertama yang harus diperhatikan supaya ketika melahirkan nanti sehat," pungkasnya. 

Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengungkapkan, pada agenda ini ada substansi yang diusung, yaitu bagaimana ibu-ibu Muslimat NU ini bisa menjadi bunda asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting, mulai dari proses bulan timbang dan seterusnya, juga bisa mengintervensi dengan berbagai asupan gizi yang dibutuhkan.

"Ranting dan anak ranting Muslimat NU tadi sudah dikukuhkan untuk mereka bersiap menjadi bunda asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting. Apalagi, partnership Muslimat NU adalah dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di daerah sudah nyambung dari dulu, dan sekarang dengan DPPKBP3A," kata Khofifah.

"Mereka yang bisa memberikan partnership dengan apa yang menjadi tugas besar bangsa Indonesia hari ini, antara lain adalah menurunkan stunting lebih signifikan lagi di tahun-tahun yang akan datang," pungkasnya. (din)