CIREBON FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag melepas 8 mahasiswa PLP Internasional di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Malaysia, Rabu, 06/09/2023.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 06 September 2023
Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag Lepas 8 Mahasiswa PLP Internasional
FDKI IAIN Cirebon Buka Kerjasama dengan Fakultas Filsafat UNPAR Bandung
CIREBON, FC - Fakultas Dakwah Dan Komumikasi Islam (FDKI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengadakan penandatanganan nota kesepahaman dengan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung.
Dr. Siti Fatimah, M.Hum menuturkan, kerjasama ini bertujuan untuk menambah wawasan objek riset dan pengabdian pada masyarakat berbasis moderasi dan toleransi beragama.
Menurutnya, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam bisa banyak belajar ke Universitas Parahyangan Bandung untuk menguatkan kajian ke-filsafat-an, dan akan berguna utk meluaskan wawasan pemikiran sebagai kader para dai masa depan.
“Kader dai yang toleran kepada sesama umat manusia, Kader Dai yang memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi dan bisa menghargai keragaman agama, budaya, dan keragaman lainnya,” pungkasnya. (din)
YIFOS Indonesia dan PSGA IAIN Cirebon Tandatangani Perjanjian Jangka Panjang
CIREBON, FC - Dua lembaga melakuka. Penandatanganan Perjanjian Jangka Panjang yakni Lembaga YIFOS Indonesia (Youth Interfaith Forum on Sexuality) dan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon.
Penandatanganan ini merupakan langkah penting dalam upaya bersama kedua lembaga untuk memajukan pemahaman dan pelaksanaan hak kesehatan seksual, hak reproduksi, serta pencegahan kekerasan seksual.
Perjanjian ini merupakan bukti nyata komitmen dari kedua belah pihak dalam upaya mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak kesehatan seksual dan hak reproduksi, terutama di kalangan pemuda.
Penandatanganan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara YIFOS Indonesia dan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam memajukan isu-isu penting ini dalam masyarakat.
Penandatanganan Perjanjian ini berlangsung dengan suasana yang penuh semangat, dan dihadiri oleh perwakilan dari kedua lembaga.
Dari pihak YIFOS Indonesia, perjanjian ini ditandatangani oleh Gemma, yang merupakan perwakilan dari YIFOS, dan Ael Napitupulu, juga sebagai perwakilan dari YIFOS. Sementara itu, PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon diwakili oleh Bu Masriah, selaku Kepala PSGA.
Isi dari Perjanjian Jangka Panjang ini mencakup berbagai aspek kerja sama antara kedua lembaga, termasuk pelaksanaan workshop, seminar, penelitian bersama, dan program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama kalangan pemuda, tentang pentingnya hak kesehatan seksual, hak reproduksi, dan pencegahan kekerasan seksual.
Selain itu, perjanjian ini juga mencakup komitmen untuk terus memegang teguh nilai-nilai keimanan dalam upaya memahami dan menerapkan hak-hak ini.
Bu Masriah, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya terkait penandatanganan perjanjian ini. Perjanjian ini, katanya, merupakan langkah konkret dalam memajukan isu-isu yang sangat penting dalam masyarakat.
"Kami berharap kerja sama ini akan membawa dampak positif yang besar dalam meningkatkan pemahaman dan perlindungan hak-hak kesehatan seksual dan hak reproduksi, terutama di kalangan pemuda. PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon sendiri membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkolaborasi maupun berkerjasama terkait isu-isu gender," paparnya.
Gemma, perwakilan dari YIFOS Indonesia, menyatakan, pihaknya sangat bersemangat mengenai kerja sama ini. Dengan bergabungnya dua lembaga yang berkomitmen untuk perubahan positif,
"Kami yakin bahwa kami dapat mencapai banyak hal yang baik bersama-sama. Perjanjian ini adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang kami untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan hak-hak individu," ucapnya.
Ael Napitupulu, juga dari YIFOS Indonesia, menambahkan, dalam perjanjian ini, pihaknya memahami bahwa hak dan kewajiban kita bukan hanya berdasarkan pada pandangan dunia, tetapi juga pada nilai-nilai keimanan. "
Kami berkomitmen untuk menjalankan kerja sama ini dengan integritas dan penuh rasa hormat terhadap semua individu," tuturnya.
Imelda Triadhari selaku ketua relawan PSGA berpesan dengan adanya perjanjian ini, saya merasa senang karena nantinya semakin banyak pula orang-orang yang bisa kita tolong.
"Pesan saya adalah jangan ragu untuk belajar lebih banyak tentang hak-hak kalian terkait kesehatan seksual dan reproduksi. Pengetahuan adalah kunci, dan semakin banyak yang kalian ketahui, semakin baik kalian dapat melindungi diri sendiri dan mendukung orang lain. Jangan takut untuk berbicara tentang isu-isu ini dan dukung upaya-upaya untuk mencegah kekerasan seksual. Bersama-sama, kita bisa menciptakan perubahan positif," ujarnya.
Sementara itu, dengan penandatanganan Perjanjian Jangka Panjang ini, diharapkan kedua lembaga akan dapat bekerja sama dengan lebih efektif dalam mencapai tujuan bersama mereka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak kesehatan seksual, hak reproduksi, dan pencegahan kekerasan seksual.
Langkah ini menciptakan dasar yang kuat untuk kolaborasi yang berkelanjutan dan dampak positif dalam masyarakat.
Kedua lembaga berharap bahwa perjanjian ini akan menjadi contoh bagi organisasi lain untuk memprioritaskan isu-isu penting ini dan menjalin kemitraan yang kuat dalam rangka menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan generasi yang akan datang. (Red/Tria)
Luncurkan Program MANTAP, Drs Yudi Rasudi Siap Bangun Kemajuan dan Kesejahteraan Warga Cirebon Girang
Siapa dia ?, Dia adalah Drs Yudi Rasudi, balon Kuwu Desa Cirebon Girang yang memiliki visi terwujudnya desa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Visi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini di mana Drs Yudi Rasudi ingin menyatukan itikad dan pemikiran antara masyarakat, pemerintah dan ulama yang berlandaskan sifat religuitas untuk mencapai pemerintahan desa yang Mandiri, Aman, Nyaman, Transparan, Adil dan Peduli (MANTAP).
"Saya bangga dengan Motto kerja bapak Yudi Rasudi, dan saya yakin melalui program MANTAP ini, Desa Cirebon Girang akan lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera," ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Program MANTAP Drs Yudi Rasudi ini, bertujuan ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan pelayanan ini tidak terhalang oleh waktu dan tempat (kapan saja dan di mana saja) dan tidak akan membeda-bedakan, semua sama dan harus terlayani.
"Prinsipnya, semua masyarakat akan diberikan pelayanan yang sama. Inilah cara kerja saya untuk masyarakat, karena pelayanan tidak boleh pilih kasih, pandang sayang," terang Drs Yudi Rasudi.
Sehingga kata Yudi Rasudi, misi yang merupakan penjabaran atau program kerja yang akan dilaksanakan untuk pencapaian apa yang tertuang di dalam visi, akan tercapai dengan baik.
Drs Yudi Rasudi juga ingin membangun kemajuan desa melalui pendekatan-pendekatan lainnya. Semua indikator akan dilihat dan dilakukan, agar program kerja yang sudah dicanangkan bisa berjalan baik di pemerintahan desa maupun di masyarakat Cirebon Girang.
"Membangun desa dan masyarakat harus dengan visi dan program, dan saya siap membangun kemajuan desa dan masyarakat dengan visi dan program yang akan saya gulirkan. Mari kita bersama wujudkan desa dan masyarakat yang MANTAP," ungkap Drs Yudi Rasudi, menutup perbincangan dengan media. (Bambang)
Bupati Cirebon Acungkan Jempol untuk Layanan Green Service Polresta Cirebon
KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi layanan Green Service yang digulirkan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Kelakuan Baik Catatan Kepolisian (SKCK).
Imron menuturkan, program yang sudah digulirkan oleh Polresta Cirebon sejak 2022 ini, terbukti membantu Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mengatasi permasalahan sampah.
“Program Polresta Cirebon ini sangat hebat sekali. Sampah ini adalah permasalahan, salah satunya bisa menjadi wabah penyakit,” kata Imron saat menghadiri acara Upgrading Green Service Polresta Cirebon di Mapolresta Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (5/9/2023).
Kabupaten Cirebon, lanjut Imron, dalam upaya menangani permasalahan sampah, memanfaatkan dua tempat pembuangan akhir sampah (TPAS), yakni di Gunung Santri, Kecamatan Palimanan dan di Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng.
Imron menambahkan, untuk TPAS Kubangdeleg masih dalam tahap proses perampungan. Diharapkan, bisa beroperasi dalam waktu dekat.
“Berharap, masyarakat harus sama-sama menjaga lingkungan. Harus menjaga alam beserta isinya, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang merusak alam ini,” ujar Imron.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H menuturkan, Layanan Green Service awalnya hanya memiliki 10 bank sampah. Saat ini, sudah mempunyai 27 bank sampah.
Penanganan sampah, kata Arif, Kabupaten Cirebon semakin berjalan secara maksimal.
“Dalam layanan Green Service, masyarakat bisa membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam pembuatan SIM dan SKCK menggunakan sampah plastik,” kata Arif.
Nasabah bank sampah memiliki layanan prioritas di Satpas Polresta Cirebon. Nantinya, tidak perlu mengantre, mendapatkan tempat duduk prioritas, hingga proses penerbitan SIM dan SKCK lebih cepat.
Arif mengajak, masyarakat lebih peduli lagi dalam menjaga keindahan, kelestarian, dan ekosistem alam, khususnya dari pencemaran sampah plastik. (Nrd)













