Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Oktober 2023

Hasil Pilwu Serentak 2023, Muhammad Uto Hafid Terpilih Sebagai Kuwu Cirebon Girang

CIREBON, FC -  Rasa gembira dirasakan para tim sukses Pilwu Desa Cirebon Girang No urut 3. Mereka dengan suka cita meluapkan kebahagiaannya setelah  ini setelah Muhammad Uto Hafid setelah mampu meraup suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Kuwu Cirebon  Girang terpilih.

Kegembiraan ini telah membuktikan bahwa perjuangan tim sukses dalam memperjuangkan kandidatnya. 

Perjuangan tim sukses ini akhirnya membuahkan hasil, setelah calonnya mampu  mengungguli suara dari  4 calon lainnya. 

"Kami bersyukur pada Allah SWT yang telah meridhoi langkah kita, sehingga perjuangan ini membuahkan hasil yang membahagiakan. Kami juga turut mengucapkan terimakasih pada seluruh warga yang dengan tulus ikhlas menyumbangkan suara hak pilihnya pada sosok pemimpin baru Muhammad Uto Hafid,  semoga beliau dapat menjalankan amanah tugasnya dengan baik sesuai visi misinya dan mampu membangun pemerintahan dengan perubahan yang lebih baik," ucap para tim suksesnya.

Tim sukses lainnya, kepada media menyatakan, dengan terpilihnya kuwu  baru di pemerintahan desa Cirebon Girang, diharapkan desa kita lebih maju sesuai visi dan program yang digulirkan calon terpilih.  

"Tetapi yang lebih penting, jangan kecewakan kami semua warga masyarakat yang telah mendukungnya," tuturnya yang enggan disebut namanya.

Di sisi lain tokoh masyarakat, H.Amin menuturkan, demokrasi Pilwu sudah berakhir dengan lancar dan kondusif. Bahkan situasi pada hari pelaksanaan berjalan aman dan nyaman.


"Kami berharap dan memohon seluruh warga masyarakat di Desa Cirebon Girang terutama pada seluruh tim sukses dari seluruh para calon baik yang menang maupun yang kalah,  marilah kita untuk bergandengan tangan mempererat tali persatuan kesatuan untuk dapat saling menerima perbedaan politik dan pilihan, dengan tetap membangun rasa persaudaraan agar bisa kembali bersama untuk saling mengisi, membantu dan bahu membahu membangun kesatuan dan kemajuan di desa kita. Demikian juga ucapan selamat bagi yang terpilih dan jangan lupa setelah menjadi pemimpin," tandasnya. (Bambang HS)

Senin, 23 Oktober 2023

PT Astra Inisiasi Produk Turunan Tape Ketan Bakung Cirebon, Rasanya Bikin Lidah Ketagihan

 

Tape Ketan Bakung Cirebon menjadi makanan pilihan bagi wisatawan, kemanjaan rasa yang dipilih bikin badan rileks dan menyegarkan.


CIREBON, FC - Kabupaten Cirebon dengan segala potensi yang dimilikinya masih menjadi tempat yang menyenangkan bagi para wisatawan. Daerah yang berdekatan dengan kawasan pegunungan dan laut Utara, Kabupaten Cirebon banyak memiliki spot-spot dan sejumlah makanan serta minuman tradisional yang diburu setiap wisatawan.  

Seperti tape ketan Bakung Cirebon, kuliner ini bisa menggoyang lidah dan menghilangkan rasa haus yang meminumnya. Selain rasanya yang berbeda, Tape Ketan ini menjadi nikmat bila saat suhu dingin maupun udara panas tengah terik.

Kendati Tape Ketan ini dikenal banyak orang, namun tak sedikit juga masyarakat harus tahu nikmatnya Tape Ketan ini. Maka untuk memajukannya, masyarakat di Kecamatan Jambang melalui Sentra Tape Ketan Bakung Cirebon, Grow Up Institute dan PT Astra Inisiasi Pelatihan Inovasi Produk Turunan Tape Grow Up Institute bekerja Sama dengan PT. Astra menggelar pelatihan produk turunan tape bakung yakni “kue lumpur tape surge dan moci ketan tape”.

Untuk diketahui, bahwa DSA Jamblang sudah melingkupi lima desa antara lain Desa Jamblang, Desa Sitiwinangun, Desa Wangunharja, Desa Bakung Lor dan Desa Bakung Kiduk. Masing-masing desa punya potensi dan keunikan yang saling terintegerasi.

Sementara Kecamatan Jamblang terutama desa Jamblang, Desa Wangunharja dan Bakung Lor merupakan desa binaan PT Astra dan Grow Up Institute. Dalam pelatihan ini Grow Up Institute membawa instruktur yang merupakan Praktisi Ahli Tentang Olahan Makanan. Pelatihan ini menjadi penting dikarenakan tape ketan bakung merupakan salah satu ciri khas Cirebon tentang produk kuliner. 

Tape ketan bakung perlu adanya inovasi karena produk tape ketan sudah sangat umum dan perlu adanya peningkatan hasil dari tape ketan sehingga produk tape ketan dapat bervariasi. 

Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi “harapan baru inovasi makanan khas” dalam produk olahan tape ketan bakung. Sehingga dapat menjadi variasi baru dalam mengkonsumi tape ketan.

Masyarakat yang terlibat dalam pelatihan berharap ilmu yang didapat bermanfaat dan produk turunan tape ketan bakung sebagai peluang usaha baru.

Produksi olahan Tape Bakung selain dijual langsung berupa tape ketan, kini tape ketan diolah kembali menjadi inovasi produk turunan baru diantaranya brownis tape ketan, lumpur surga tape, puding tape, permen tape.

Salah satu produk makanan hasil fermentasi tradisional Cirebon ialah tape ketan bakung. Secara historis, tape ketan bakung sudah ada Cirebon masih menjadi kerajaan. Pertama kali dibuat istri para raja untuk persembahan para pengikutnya.

Tape Ketan Bakung merupakan jajanan khas yang hanya diproduksi di Cirebon, tepatnya di Kecamatan Jamblang. Terbuat dari beras ketan dan ragi yang dibungkus daun pisang, tape ketan bakung dibuat melalui proses fermentasi yang cukup lama, sehingga menghasilkan rasa unik, manis dan asam.

Tape ketan bakung tak hanya bisa dimakan langsung, melainkan dapat disajikan untuk toping seperti es krim, kue, maupun minuman yang menyegarkan.

Ciri khas dari tape bakung sendiri yaitu warna ketan yang hijau. Warna tersebut berasal dari daun katuk yang kaya akan manfaat. Seperti mencegah infeksi bakteri, mencegah obesitas, mempercepat penyembuhan dan mencegah sambelit.

Ciri khas lainnya terletak pada rasanya yang manis, asem dicampur aroma khas dan tekstur nyang lembut dan kenyal.

Keunikan lainnya yang membedakan dari jenis tape ketan lainnya, terletak pada proses fermentasi ketan yang sudah dicampurkan dengan ragi tape khas Cirebon.

Proses pembuatannya, dimulai dari pemilihan ketan yang telah dibersihkan dan direndam dalam air selama beberapa jam. Setelah itu, ketan ditiriskan dan dikukus hingga matang. Adonan ketan selanjutnya dibungkus dalam daun pisang selama beberapa hari hingga menjadi lengket.

Saat ini tape ketan bakung sudah menjadi sangat popular dan menjadi buah tangan wajib bagi wisatawan yang berkunjung di Cirebon. Terlebih saat menjelang Ramadan atau Idul Fitri. Para penjual tape ketan bakung akan banjir menerima pesanan.

Selain menjadi camilan, tape ketan bakung juga dapat digunakan untuk membuat kue tradisional seperti serabi ketan dan klepon.

Mengenai penamaan Es tape keta bakung ternyata kata bakung sendiri berasal dari sebuah tempat yaitu Desa Bakung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Minuman ini memiliki perpaduan rasa manis dan asam. 

Adapun rasa manis nya berasal dari daun katuk sehingga terasa lebih alami, sedangkan rasa asamnya berasal dari ketan yang sudah di fermentasi.

Dalam pengolahannya ternyata membutuhkan waktu yang tidak sebentar, kurang lebih 4 jam untuk fermentasi ketan. Termasuk di dalamnya terdapat beberapa teknik khusus sehingga bisa menghasilkan citarasa yang pas.


Es tape ketan bakung tak hanya menghiasi berbagai kuliner khas Cirebon, bahkan minuman ini sudah melegenda karena sudah ada sejak dulu. Dan salah satu nya diciptakan oleh masyarakat desa Bakung dengan mengolah tape ketan.

Es Tape Ketan Bakung menjadi minuman favorit masyarakat Cirebon karena memiliki rasa yang khas serta manis alami. Selain itu harga dari es tape ketan bakung sangat terjangkau.

Jadi bagi anda yang sedang berkunjung ke Cirebon jangan lupa untuk menikmati sensasi kesegaran Es Tape Ketan Bakung cirebon.

Jumat, 20 Oktober 2023

 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) berubah bentuk menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) yang insya Allah berdasarkan informasi  SK Perpresnya akan keluar dalam waktu dekat atau tepatnya mudah-mudahan pas di hari santri nasional. ujar ReKtor IAIN Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani saat menyambut Direktur Diktis Prof Dr Zainul Hamdi dan Ibu Ana Hasbie  Juru bicara Menteri Agama RI di Cirebon.

Dengan lahirnya Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC)  dari rahim Kementerian Agama, maka salah satu program prioritas Menteri Agama RI Gus Yaqut Kholil Qoumas telah tercapai dengan baik, mahasiswa UIN Siber tersebar di 37 Provinsi di Indonesia.  ujar Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Zainul Hamdi saat memberikan konfirmasi di Cirebon, Jum’at (13/10/2023)

Menurutnya, perubahan bentuk ini harus diikuti dengan adanya transformasi keilmuan dan digitalisasi campus secara menyeluruh agar kiprah UIN Siber di masyarakat semakin mendunia. “Perubahan bentuk ini juga dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi keilmuan Agama Islam dengan sains serta mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,” terangnya. “Semoga cita-cita dan harapan mulia ini terwujud” harapnya. Makanya kami datang selain untuk mengevaluasi sarana prasarana, server, bandwith, LMS, SIM, SDM dan lainnya.

Pada kesempatan berbeda, juru bicara Menteri Agama RI ibu Ana Hasbie berharap agar perubahan bentuk ini diikuti dengan adanya perubahan peningkatan mutu dan kualitas. Penguatan bidang Sarpras, SDM Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sangat penting terlebih khusus learning menejemen sistemnya harus bagus, mudah diakses dan fleksibel.

“Kampus UIN siber syekh nurjati harus mampu menyelenggarakan integrasi keilmuan agama Islam dan sains yang memiliki distingsi atau pembeda terhadap prodi yang ada pada perguruan tinggi lain. kerja kolektif, kolegial dan prosedural bisa cepat juga transformasi. Tidak ada yang merasa dilangkahi, dan saling respek. Semoga menjadi “lesson learn” untuk kita semua, pentingnya memperkuat sinergitas,” lanjut Ana.

Perubahan bentuk kelembagaan IAIN menjadi UIN Siber harus menjadi momentum perubahan mindset dari seluruh pimpinan, dosen, tenaga pendidik, dan stakeholders, sehingga mampu mengantarkan sebagai wolrd class university,” imbuh Rektor.

Sebelum Perpes UIN Siber Syekh Nurjati terbit, para pihak secara intensif melakukan pertemuan untuk membahas PMA tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) UIN agar kampus bisa membuka Fakultas baru dan prodi-prodi PJJ lainnya baik S1 maupun S2.

Ketua Jurusan PJJ PAI, Dr. Moh Ali Hafid, M.Pd.I menyampaikan bahwa pilot projek Menteri Agama RI telah dilaksanakan dengan baik sesuai arahan pak Rektor, pak Dirjen, pak Direktur maupun pak Dekan FITK, dan telah melakukan transformasi digital secara bertahap dan sistematis di prodi PJJ PAI, baik LMS, peningkatan kualifikasi dan skill SDM, conten creator, penyusunan modul dan proses peningkatan mutu dalam pelayanan Pendidikan jarak jauh ini. ujar Ali

Kamis, 19 Oktober 2023

Bupati Imron Launching SiDITA, PAD Retribusi Tenaga Kerja Asing Bakal Meningkat

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mengapresiasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) yang sudah membuat inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag saat melakukan launching Sistem Digitalisasi Retribusi Tenaga Kerja Asing (SiDITA) di Hotel Patra Cirebon, Kamis (19/10/2023). 

Menurut Imron, apa yang dilakukan oleh Disnaker ini sangat bagus, apalagi bisa menunjang PAD yang lebih tinggi. "Ini merupakan inovasi yang dibuat oleh Kadisnaker, dimana kedepan PAD untuk retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA) bisa meningkat," katanya.

Ia mengungkapkan, pada era globalisasi saat ini, Indonesia masih memerlukan investor asing, dan sebagai negara anggota World Trade Organization (WTO), yang harus membuka kesempatan masuknya TKA.

Imron juga mengatakan, trend keberadaan TKA yang berdomisili dan bekerja di Kabupaten Cirebon semakin meningkat jumlahnya dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023.

"Keberadaan TKA yang meningkat, diharapkan menjadi daya ungkit terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi penggunaan TKA," lanjutnya.

Dijelaskan Imron, bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Permenaker Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, serta Perda Kabupaten Cirebon Nomor 4 Tahun 2022 tentang Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

"Pemberi kerja yang mempekerjakan TKA, dikenakan retribusi untuk pengesahan RPTKA perpanjangan bagi TKA yang bekerja di lokasi, dalam satu kabupaten/kota dengan nilai retribusi besarnya US$100 (seratus dollar Amerika Serikat) per jabatan per orang per bulan," jelas Imron.

Sehingga, kata Imron, untuk meningkatkan PAD dari sektor retribusi penggunaan TKA di Kabupaten Cirebon adalah melalui inovasi sistem pembayaran retribusi yang lebih mudah.

"Biasanya, transaksi pembayaran yang dilakukan secara manual dengan langsung mendatangi loket pada bank persepsi yang ditunjuk pemerintah daerah (bank BJB), tetapi belum memberikan kemudahan layanan pembayaran, yang berakibat pada capaian target penerimaan pendapatan retribusi daerah," ungkap Imron.

"Sehingga, dengan diterapkan inovasi sistem pembayaran digitalisasi melalui virtual account SiDITA ini, kami optimis, pada tahun anggaran 2024 dapat melebihi target penerimaan," sambungnya.

"Karena inovasi ini, dapat memangkas alur transaksi pembayaran secara manual dan transaksi dapat dilakukan dimanapun pun, kapan pun, dan dari bank mana pun, sehingga lebih efisiensi waktu dan tenaga," tambahnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan, jumlah TKA di Kabupaten Cirebon saat ini tercatat sebanyak 412 orang. 

Ratusan TKA tersebut berasal dari 21 negara yang bekerja pada 70 perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon. 

Bahkan kata Novi, pihaknya mampu mencapai terget PAD sektor penarikan retribusi penggunaan TKA di Kabupaten Cirebon. "Capaian retribusi Oktober 2023, dari target Rp1 Miliar kini  sudah tercapai Rp2,5 Miliar, artinya lebih dari 255 persen capaiannya," jelas Novi.

Ia menambahkan, bahwa sistem digital SiDITA ini merupakan pelayanan berbasis virtual account pertama yang dilaunching dari kota/kabupaten se-Jawa Barat. 

"Sistem digital SiDITA ini untuk mempermudah pembayaran retribusi pembayaran TKA yang bekerjasama dengan bank BJB. Sehingga nantinya, perusahaan yang mempekerjakan TKA bisa memanfaatkan program ini dengan mudah," imbuhnya. (Ara)

Rabu, 18 Oktober 2023

Diskominfo Kabupaten Cirebon Luncurkan Sistem Pelayanan Informasi Terpadu (Sipiter)

KABUPATEN CIREBON - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon terus melakukan inovasi dalam mempermudah layanan berbasis elektronik. Terbaru, Diskominfo Kabupaten Cirebon meluncurkan Sistem Pelayanan Informasi Terpadu (Sipiter), bertempat di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (18/10/2023).

Peluncuran Sipiter ini merupakan Laporan Proyek Perubahan Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH., MH yang tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Tahun 2023. 

Launching ini dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon yang sekaligus mentor, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon.

Dalam aplikasi tersebut, terdapat beberapa layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas maupun ASN di lingkungan Pemkab Cirebon. Sehingga, Sipiter ini juga merupakan integrasi beberapa layanan elektronik yang selama ini masih tersebar di Perangkat Daerah masing-masing dijadikan dalam satu wadah layanan secara terpadu.

Bupati Imron menyambut baik inovasi yang dilakukan ini. Menurutnya, semangat reformasi birokrasi berbasis elektronik ini bisa cepat tercapai dengan adanya integrasi layanan.

"Dengan adanya sistem ini, maka masyarakat cukup dipermudah, karena semua layanan masyarakat sudah terpadu ada disitu dalam satu layanan website. Semoga inovasi ini juga bisa memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi masyarakat secara umum maupun ASN," ujar Imron.

Namun, Imron juga meminta kepada semua instansi di Pemkab Cirebon untuk ikut berperan aktif dalam memperbaharui data yang ada dalam sistem. Karena, menurutnya, tanpa adanya kerjasama, maka sistem yang baik tidak akan berjalan dengan baik.

"Perangkat daerah juga harus ikut membantu, karena pada dasarnya, semua ini untuk mempermudah layanan kepada masyarakat," tambahnya.

Di tempat sama, Sekda Kabupaten Cirebon juga menyebut inovasi ini sangat sejalan dengan amanat Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE. 

"Kita berharap, masyarakat bisa memanfaatkan website Sipiter ini untuk mendapatkan berbagai layanan yang dibutuhkan. Efektif, efisien dan transparan adalah semangat kita dalam memberikan pelayanan," singkatnya.

Sementara itu, Kadiskominfo Kabupaten Cirebon sebut masih ada beberapa permasalahan yang menjadi kendala dalam pengembangan website Sipiter ini. Menurutnya, penyempurnaan dari website akan terus diupayakan oleh pihaknya, sehingga kedepan website Sipiter akan bermanfaat secara penuh.

"Ada beberapa perangkat daerah yang belum menyerahkan data layanan informasi berbasis elektroniknya, sehingga saat ini website Sipiter kedepannya akan dilakukan pembaharuan secara berkelanjutan," ungkap Bambang.

"Harapan saya, semoga website Sipiter ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dan ASN yang hendak mendapatkan pelayanan melalui media elektronik. Karena kalau diibaratkan, Sipiter ini merupakan rumah bagi berbagai aplikasi layanan informasi berbasis elektronik yang disediakan oleh Pemkab Cirebon," imbuhnya. (Ara)