Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 19 Januari 2024

Bupati Imron Ajak Seluruh Perangkat Daerah Memperbaiki SDM dan Tingkatkan Kapasitas di Bidang Pemerintahan dan Birokrasi

KABUPATEN CIREBON, FC Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar pembinaan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) bersama Kejari dan Polresta Cirebon di Hotel Aston Cirebon, Jum’at (19/1/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, Perwakilan Kejari Kabupaten Cirebon, Sekda, Dr. H. Hilmy Riva’i serta para kepala perangkat daerah.

Imron mengajak kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk memperbaiki diri, mulai dari sisi sumber daya manusia, agar bisa ditingkatkan kapasitasnya, sehingga tercipta SDM yang kompeten di bidang pemerintahan atau birokrasi.

“Kita ketahui bersama, bahwa di Kabupaten Cirebon sedang mengalami banyak peristiwa yang cukup memprihatinkan, seperti runtuhnya beberapa bangunan yang belum lama ini selesai dibangun,” ujarnya.

“Bahkan bangunan yang baru saja diresmikan, yaitu Gapura Alun-alun Pataraksa, belum selesai proses pemeriksaan, sudah disusul kembali dengan runtuhnya gapura yang berada disebelahnya,” ungkap Imron.

“Tidak lama setelah itu, ada kabar beberapa bangunan sekolah juga runtuh. Berkaca pada kejadian di atas, kita harus sesegera mungkin melakukan evaluasi secara mendalam,” tambahnya.

Ia berharap, dalam peningkatan kapasitas SDM, bisa menghasilkan pegawai ASN yang paripurna dan profesional, yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang baik, termasuk taat kepada aturan hukum.

“Tentu, kita semua di jajaran Pemda, tidak menginginkan siapapun berurusan dengan aparat penegak hukum (APH), atau terjerat kasus-kasus hukum terkait dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sehingga kita perlu tahu apa yang harus dilakukan, hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Imron, tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) secara umum dapat diartikan sebagai konsep pemerintahan yang bersih, baik dan berwibawa.

“Untuk itu, dalam tata kelola pemerintahan yang baik, diperlukan adanya transparansi, akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi, pemerintahan yang responsif, komitmen, penegakkan aturan, serta kerja sama yang baik dengan berbagai pihak,” imbuhnya. (din)

Rabu, 17 Januari 2024

Kondisi Bangunan Kantor SDN 2 Sampiran Terlihat Rapuh dan Membahayakan

PRIHATIN : Bangunan kantor SDN 2 Sampiran, Kecamatan, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon terlihat tidak layak huni dan karena rapuh dapat membahayakan.


CIREBON, FC - Pendidikan dasar bagi anak anak sebagai generasi penerus bangsa yang diperoleh dari pendidikan salah satunya Sekolah Dasar (SD), harus menjadi perhatian serius para pegiat pendidikan, baik itu guru, kepala sekolah, orang tua, masyarakat l, termasuk bupati, maupun Kepala Dians Pendidikan.

Karena belajar bukan hanya mengantarkan ilmu pengetahuan kepada anak anak, tetapi juga belajar salah satunya dapat dipengaruhi oleh suasana belajar yakni ruangan yang bersih dan nyaman. 

Hal itu disampaikan oleh salah satu pegiat pendidikan Kabupaten Cirebon, Bambang HS, yang peduli terhadap pendidikan generasi penerus dengan mendapatkan pendidikan yang baik dan benar. 

Namun Bambang sangat prihatin ketika melihat ada salah satu sekolah dasar dengan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi Ruang belajar anak serta para guru dan kepala sekolah. Betapa tidak, ruangan yang seharusnya nyaman untuk belajar, untuk mengkoreksi nilai dan menjalankan tugas-tugas keguruan maupun tugas-tugas sekolah, ternyata dipandang kurang layak dan dipastikan tidak nyaman. 

Padahal peran seorang guru dan kepala sekolah sangat berarti bagi maju mundurnya kualitas pendidikan, apalagi berada di pendidikan dasar. Namun dengan kondisi bangunan kantor yang demikian tidak layak untuk dihuni atau ditempati itu, akan berdampak besar terhadap kinerja para guru dan kepala sekolah.

"Ruang kantor Guru SDN 2 Sampiran sangat memprihatinkan kondisinya, di mana atap bangunannya sudah rapuh, dan sewaktu-waktu bisa Ambruk," tutur Bambang HS kepada media, Rabu, (17/1/2024).

Untuk itu, Bambang HS berharap, agar ada perhatian dari dinas terkait untuk peduli dan melihat langsung serta memperbaiki agar bangunan tersebut terlihat layak dan nyaman untuk membangun kinerja para guru dan kepala sekolah.

"Saya yakin, bu Yesi Yusnianingsih juga akan sepemikiran dengan saya, sebab kondisi kantornya sudah sangat tidak layak untuk ditempati sebagai layaknya kantor. Apalagi sekarang sedang musim hujan ditakutkan ada hal-hal yang tidak diinginkan, maka sebelum terjadi lebih baik segera oleh dinas terkait dibangun dan diperbaiki agar kantor guru tersebut lebih layak dan lebih nyaman untuk bekerja," pintanya. 


Bambang juga menegaskan, walau dengan kondisi bangunan kantor guru di SDN 2 Sampiran yang tidak layak, tetapi para guru dan kepala sekolah tetap menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, hanya terkadang ada rasa takut akan bahaya dari kondisi bangunan yang sudah rapuh ini. (din)

LPTK IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Pengukuhan Guru Profesional Dengan Kelulusan 95,62 Persen

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag saat memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta PPG yang lulus, di acara Pengukuhan Guru Profesional Dalam Jabatan Tahap 2, di Hotel Prima, Kita Cirebon.



FOKUS CIREBON, FC - Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan pengukuhan Guru Profesional Dalam Jabatan (DalJab) tahap 2, Rabu, 17 Januari 2024. 

Kegiatan pengukuhan ini berlangsung khidmat di ruang auditorium salah satu hotel di Kota Cirebon dan dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat PTKI Pengembangan Agama RI, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Para Wakil IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon, Direktur Pascasarjana IAIN Cirebon, Para Dekan di lingkungan IAIN Cirebon, para Wakil Dekan, Kabag TU FITK, Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi PPG, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Seksi PAI, Kepala Penmad sewilayah 3 Cirebon, Kepala BAZNAS dan tamu undangan lainnya.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Dr H Saifudin, M.Ag menegaskan, bahwa kegiatan pengukuhan ini dihadiri oleh 168 guru dan merupakan yang tertinggi sepanjang pelaksanaan PPG yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan prosentase kelulusan sekitar 95,62 persen.

Dr H Saifudin, M.Ag menjelaskan 168 guru ini terdiri dari mata pelajaran PAI 93 guru, mata pelajaran Fiqih 16 guru, mata pelajaran Akidah Akhlak 22 guru, mata pelajaran Qur’an Hadist 20 Guru, mata pelajaran Bahasa Arab 2 Guru, dan mata pelajaran SKI 15 guru.

Mereka peserta yang lulus, lanjutnya,  berasal dari daerah yang tersebar di 15 Kab/Kota (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, Sumedang, Bogor,Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pekalongan, Karawang, Kota Binjai, Tangerang, Brebes).

"Yang saat ini dikukuhkan, lulus 131 dari 137 atau 95,62 persen. Jumlah kelulusan ini berdasarkan Mata Pelajaran PAI, Qur’an Hadist, Akidah Akhlak dan SKI, lulus 72 dari 77 atau 93,5%, Lulus 14 dari 14 atau 100%, Lulus 16 dari 16 atau 100%,  Lulus 15 dari 15 atau 100%. Kemudian Fikih lulus 14 dari 15 atau 93,3%, Retaker lulus 37 dari 44 atau 84 %. Sedang total Retaker saat ini, atau peserta yang belum lulus sebanyak 16 orang," paparnya.

Dr H Saifudin M.Ag juga menegaskan, bahwa LPTK IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melahirkan 1.315 Guru Profesional sejak tahun 2021.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jalenai M.Ag dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta PPG yang dikukuhkan sebagai Guru Profesional Dalam Jabatan Tahap 2.

Prof Aan secara tegas menyatakan bahwa perubahan mendesak terkait digitalisasi perguruan tinggi dan rencana transformasi lembaga menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), adalah suatu keniscayaan. 


“Digitalisasi ini tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga merupakan jalan menuju terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif dan inovatif. Jadi jadikan media digital itu sebagai media pembelajaran," tuturnya. 

Rektor Aan juga berpesan, kepada para alumni, agar semua teori yang sudah diperoleh harus menjadi basik atau dasar kuat kita, sehingga nuansa  akademik menjadi bagian penting saat kita mengajar, baik itu dalam bersikap,  berprilaku dan lainnya, yang semua itu berbasis pada pendidikan yang kita dapatkan. (din)

Selasa, 16 Januari 2024

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkab Cirebon Akan Perbanyak Ruang Berekspresi

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bakal memperbanyak ruang berekspresi. Upaya tersebut dilakukan, untuk mencegah aksi kekerasan dan gangguan ketertiban masyarakat yang dilakukan oleh geng motor.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) untuk memberikan ruang bagi yang ingin menyalurkan minat dan bakat.

Menurut Ayu–sapaan akrab Wabup Cirebon, jenis kenakalan remaja di Kabupaten Cirebon, diantaranya mengkonsumsi minuman beralkohol, vandalisme, hingga tawuran.

“Sesungguhnya, mereka itu kreatif, tetapi wadahnya saja yang kurang. Pemerintah Kabupaten Cirebon akan mengarahkan bakat apa yang bisa mereka kembangkan,” kata Ayu saat menghadiri Seminar Area Stage Art di Pasar Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (16/1/2024).

Ayu menyebutkan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan generasi emas. Hal ini dilakukan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, yang diharapkan oleh semua regenerasi.

“Anggota legislatif, bupati maupun wabup, pada generasi mendatang akan dijabat oleh anak-anak yang saat ini masih remaja,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Ayu, pemerintah daerah mengharapkan generasi muda di Kabupaten Cirebon bisa lebih pandai bergaul, agar tidak terjerumus ke dalam dunia kenakalan.

Menurutnya, kenakalan remaja menjadi salah satu penyebab terjadinya pengganguran.

“Tingkat pengangguran masih tinggi, walau saat ini sudah turun. Namun, hal ini menjadi salah satu penyebab dari kenakalan remaja. Kalau saja kita bisa membuka lapangan pekerjaan, saya rasa akan berkurang (pengangguran),” tutup Ayu. (din)

Rektor IAIN Cirebon Prof Dr H Aan Jalenai M.Ag Kukuhkan Lima Guru Besar

Pengukuhan Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2024

FOKUS CIREBON, FC - Lima Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari berbagai rumpun keilmuan dikukuhkan oleh Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag pada sidang senat terbuka, Selasa, 16 Januari 2024, di ruang Auditorium Pascasarjana IAIN syekh Nurjati Cirebon. 

Kelima Guru Besar tersebut yakni, Prof Dr Aris, M.Pd bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Islam, Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Umum, Prof Dr Asep Kurniawan M.Pd, bidang keilmuan : Manajemen Pendidikan Islam, Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, bidang keilmuan : Pendidikan Biologi dan Prof Dr Widodo Winarso, M.Pd.I bidang keilmuan : Psikologi Pendidikan Islam.

Pada kegiatan pengukuhan ini, kelima guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang diawali oleh Prof. Dr. Aris, M.Pd dengan judul “Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Persepektif Alquran”.

Dalam orasinya, Prof Dr Aris ,M.Pd,  Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam ini menjelaskan bahwa ada delapan prinsip pendidikan Islam. Dirinya juga menyatakan bahwa  aktifitas belajar sebagai aktifitas menuntut ilmu diharapkan bisa sukses, meskipun harus berhadapan dengan berbagai rintangan. Kemudian dalam pemaparan orasinya Prof Dr Aris M.Pd menjabarkan dari delapan prinsip pendidikan Islam tersebut.

Selanjutnya, orasi kedua disampaikan oleh Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag. pidato ilmiahnya bertemakan "Analisis Teoritis Pemberantasan Kemiskinan Melalui Pendekatan Pendidikan Islam," 

Menurut Prof Dr Yayat Supriyatna, kemiskinan masih menjadi masalah besar bagi umat Islam di berbagai belahan dunia Islam. Faktor-faktor penyebabnya di antaranya faktor alam, kolonialisme - akibat penjajahan, faktor siosio kultural akibat sikap apatis. Kemudian rendahnya budaya menabung, faktor daerah yang terisolasi, faktor stuktural akibat kekuasaan ekonomi yang tidak adil, pemilikan lahan dan modal yang monopoli.

Dalam pokok pikiran orasi tersebut, Prof Yayat menyampaikan beberapa solusi, yakni dari rendahnya budaya menabung, solusinya adalah budaya wajib investasi, hidup hemat, rajin menabung, mengurangi hidup konsumtif dan budaya berhutang tidak produktif.

Kemudian orasi ilmiah ketiga dilanjut oleh Prof Dr Asep Kurniawan, M.Ag dengan judul "The collapse of democrtaic principles in implementing schoool based management in silamic elementary svhools durung the Covid 19 pandemic".

Orasi ilmiah berikutnya disampaikan oleh Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, M.Pd dan orasi ilmiah terakhir oleh Prof Dr Widodo Winarsoz M.Pd.I. 

Setelah kelima guru besar menyampaikan pidato ilmiahnya, selanjutnya dilanjut pengukuhan guru besar oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag mengatakan dan kegiatan pengukuhan guru besar ini menyatakan, bahw dengan bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan IAIN Cirebon harus menjadi spirit dan daya juang kampus bagi penyelenggaraan perguruan tinggi.

"Kita akan menunggu output, oncoma dan impact dari para guru besar untuk berkarya, berinovasi melakukan pengabdian kepada masyarakat dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang bukan hanya sekadar memberikan kontribusi positif untuk kampus, tapi impactnya yang jauh lebih besar khususnya kepada seluruh masyarakat,” terang Prof Aan.

Kata Prof Aan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 860 Tahun 2021, IAIN Cirebon ditetapkan menjadi pilot project untuk berubah atau bertransformasi menjadi universitas siber atau universtias digital (UINSSC).

Hadir pada kegiatan pengukuhan guru besar ini, Dirjen Dikti RI, Pj Walikota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, serta sejumlah pejabat Pemda dan juga tamu undangan lainnya. (din)