Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 02 Agustus 2024

Pemkab Cirebon Dorong Nilai Tambah Sektor Industri Dan Perdagangan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, serta instansi terkait di wilayah Ciayumajakuning guna meningkatkan nilai tambah sektor industri dan perdagangan.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menyampaikan, rapat ini membahas tentang promosi bersama untuk sektor perdagangan dan perindustrian.

“Kami bersama dengan Disperindag Jabar dan Ciayumajakuning membicarakan terkait promosi bersama untuk sektor perdagangan dan perindustrian,” ujarnya selepas rakor di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (1/8/2024).

Menurut Wahyu, penting untuk mengelola sektor ini secara terintegrasi, sehingga tidak terbatas pada satu daerah saja, melainkan dalam satu kawasan.

“Jadi, bagaimana kita bisa mengelola secara bersama, sehingga tidak parsial satu daerah, tetapi dalam satu kawasan. Sehingga diharapkan bisa lebih optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, rakor ini juga membahas langkah-langkah tindak lanjut untuk mengembangkan produk di masing-masing wilayah, meningkatkan indeks ekonomi, serta memperkecil indeks gini di wilayah Ciayumajakuning.

“Kami juga menetapkan sentra-sentra industri yang ada di Cirebon, seperti produk batik, makanan olahan, dan rotan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Jabar, Noneng Komara Nengsih menjelaskan, bahwa rakor ini bertujuan untuk melakukan promosi bersama pada sektor industri kecil.

“Ya, ini merupakan rakor se-Ciayumajakuning, untuk melakukan promosi bersama pada sektor industri kecil,” katanya.

Noneng juga mengungkapkan, pentingnya industri kecil memiliki akun Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS). Dengan memiliki akun tersebut, pelaku industri kecil bisa memperoleh berbagai fasilitas, salah satunya adalah mendapatkan sertifikat TKD secara gratis. “Kalau berbiaya, cukup mahal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepemilikan akun SIINAS juga memungkinkan pelaku industri kecil menjadi mitra dari pemerintah daerah, yang dapat membuka peluang lapangan kerja baru.

“Di Cirebon cukup banyak punya 70 sektor industri, Kuningan ada dua dan lain sebagainya,” tutup Noneng. (Ara)

Mahasiswi UIN Siber Cirebon Raih Prestasi di Ajang Golden Islamic Competition 2024

CIREBON, FC  – Siti Fatimah Khoeriyah, mahasiswi semester 4 dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kembali menorehkan prestasi gemilang. Siti Fatimah berhasil meraih Juara I dalam Lomba Vokal Sholawat pada ajang Golden Islamic Competition Tahun 2024.

Perlombaan bergengsi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Golden Islamic Competition dan telah diakui serta terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dengan legalitas AHU-002986.AH.01.30 Tahun 2022. 

Acara ini berlangsung dari tanggal 16 hingga 29 Juli 2024 dan mencakup berbagai kategori lomba seperti tulis puisi, tulis cerpen, baca puisi, lomba nasyid, melukis, cipta pantun, menggambar, poster, adzan, mewarnai, dan masih banyak lagi. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 29 Juli 2024.

Dalam persaingan yang ketat, Siti Fatimah mampu menunjukkan kemampuan vokalnya yang luar biasa dan memukau para juri serta penonton. Keberhasilannya ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga mengharumkan nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di kancah nasional.

“Saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Dukungan dari keluarga, dosen, dan teman-teman sangat berarti bagi saya,” ujar Siti Fatimah. “Saya berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berusaha dan berprestasi di bidang yang mereka minati.”

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H.Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih oleh Siti Fatimah.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Siti Fatimah. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi besar dan mampu bersaing di tingkat nasional. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka,” kata Dr Anwar Sanusi.

Prestasi Siti Fatimah dalam ajang Golden Islamic Competition ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Siti Fatimah, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia, serta siap berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara. (din)

Pemkab Cirebon-BPBD Jabar Siapkan Strategi Antisipasi Banjir Di Musim Hujan

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri rapat koordinasi terkait tindak lanjut bencana banjir bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Jumat (2/8/2024).

Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kecamatan Gegesik itu dihadiri juga BPBD Kabupaten Cirebon, camat, dan kuwu di wilayah terdampak banjir.

Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menjelaskan tentang pentingnya mengantisipasi bencana banjir di saat musim kemarau yang sedang dihadapi.

“Saat ini kita menghadapi musim kekeringan (kemarau). Pompa sudah mulai berfungsi meskipun belum seluruhnya, karena hanya di beberapa tempat saja yang airnya masih cukup. Yang harus kita antisipasi adalah jangan sampai fokus mengatasi kekeringan, tapi lupa terhadap antisipasi di musim hujan,” ujarnya.

Wahyu menyebut, normalisasi sungai sebaiknya dilaksanakan di musim kemarau. Jadi, lanjut dia, saat musim hujan tiba, sungai mampu menampung air meskipun debitnya besar.

“Jadi, saat musim hujan, sungai kita sudah mampu menampung air, walaupun debit air besar. Oleh karena itu, kita antisipasi sekarang,” tambahnya.

Dalam rapat ini, ia juga menyinggung soal tanggul yang jebol akibat bencana banjir sebelumnya. Saat itu, Pemkab Cirebon bersama pihak terkait menangani tanggul yang jebol.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon membutuhkan intervensi berbagai pihak untuk bisa menangani banjir.

Ia pun meminta detail dari BPBD Jabar, BPBD Kabupaten Cirebon, camat, serta kuwu terkait titik-titik yang terdampak banjir. Sehingga, lanjut dia, langkah-langkah untuk mengantisipasi banjir bisa segera diambil.

“Kita harus sama-sama diskusi, ada BPBD Provinsi Jabar bersama jajaran, kemudian ada BPBD Kabupaten Cirebon, camat, dan kuwu di wilayah ini. Kita buat kesimpulan dan petakan titik permasalahan terkait banjir tersebut,” katanya.

Selanjutnya, titik-titik permasalahan ini akan dihubungkan dengan kewenangan masing-masing, baik itu pusat, provinsi, maupun Kabupaten Cirebon.

“Dari titik itu, kita akan lakukan tindak lanjut di kabupaten, hingga provinsi dan pusat. Mudah-mudahan musim kekeringan tidak panjang. Kita harus segera antisipasi, mengingat sebentar lagi masuk musim hujan,” jelas Wahyu.

Normalisasi sungai dan muara menjadi langkah penting yang harus segera dikoordinasikan dan dilaksanakan. “Normalisasi adalah hal yang harus ditindaklanjuti, baik sungai maupun di muara. Karena ini, membagi kewenangan, koordinasi harus dilakukan, agar bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar, Anne Hermadianne Adnan mengatakan, rapat koordinasi berkaitan dengan mitigasi bencana pada musim hujan. Pihaknya bersama Pemkab Cirebon fokus melaksanakan normalisasi sungai.

“Ini dulu, karena ini kan soal perubahan perilaku masyarakat, yang dulu ada empati untuk gotong royong, sekarang kan sudah mulai terkikis. Akhirnya membuang sampah sembarangan, tidak membersihkan sungai, akhirnya jadi masalah,” kata Anne usai rapat.

Anne juga menjelaskan soal anomali cuaca yang terjadi di Indonesia. Tahun lalu, lanjut Anne, terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan terlalu lama. Namun, pada tahun ini berdasarkan musim kemarau akan lebih pendek.

“Tahun ini, Juli dan Agustus kemarau. September sudah masuk hujan. Mumpung belum masuk musim hujan, kita lakukan mitigasi, supaya tidak terdampak ke masyarakat,” tukasnya.

“Contohnya, kemarin gagal panen. Kemarin 10 hektare (sawah gagal panen) dampak kebanjiran, seperti itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, rapat koordinasi bersama BPBD Jabar tersebut dihadiri para camat, yakni dari Kecamatan Gegesik, Susukan, Kaliwedi, dan Arjawinangun. Kemudian, dihadiri pula oleh para kuwu dari Desa Jagapura Wetan, Jagapura Kidul, Jagapura Lor, dan Jagapura Kulon. (Ara)

Kamis, 01 Agustus 2024

Kelompok KKN 158 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Kelompok KKN Desa Cikeusal Institut Pesantren Babakan Kolaborasi Program Kegiatan

CIREBON, FC - Gagas isu kepedulian pendidikan dan kesehatan masyarakat Desa  Cikeusal, 24 mahasiswa dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) dan IPEBA lakukan sosialisasi pendidikan karakter dan donor darah, Selasa-Rabu, 30-31 Juli 2024. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan kualitas hidup, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Tubagus Fajar Setiadi, Koordinator pelaksana kegiatan asal UINSSC, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari oleh kesamaan pandangan antara kelompok KKN UINSSC dan IPEBA mengenai kebutuhan masyarakat Desa Cikeusal.

Menurutnya, desa ini memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan, terutama dalam aspek pendidikan dan kesehatan.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan mandiri,” ujarnya. Tubagus menambahkan bahwa sinergi antara kedua institusi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Husni Tsabit, Koordinator pelaksana kegiatan asal IPEBA menambahkan, bahwa program edukasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan karakter. 

Program ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan pra-loka karya, penyusunan langkah-langkah pelaksanaan, hingga penyediaan bahan-bahan yang diperlukan dan teknis pelaksanaan. 

"Kami berharap masyarakat lebih memperhatikan pentingnya pendidikan karakter, yang akan disampaikan melalui seminar-seminar yang kami adakan,” kata Husni. 

Ia juga menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi penting bagi pembangunan masyarakat yang beretika dan berintegritas.

Program donor darah yang diadakan di Desa Cikeusal pada Rabu 31 Juli tersebut didukung oleh pihak Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Kota Cirebon. Program tersebut merupakan kegiatan kali pertama dan mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. 

Salah satu warga yang ikut serta mendonorkan darah menyatakan bahwa masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini. “Ini kegiatan pertama bagi kami, tapi alhamdulillah masyarakat sangat antusias,” ungkap salah satu pendonor. 

Selain warga, aparatur pemerintah Desa Cikeusal juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, hal tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa UINSSC dan IPEBA.

Kepala Desa Cikeusal juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini dan berharap kegiatan donor darah dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membantu orang-orang yang membutuhkan. 

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga masyarakat Desa Cikeusal tergerak untuk terus melaksanakan kegiatan donor darah,” ujarnya. 

Kepala desa menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima donor, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat desa.

Program edukasi dan donor darah yang diadakan oleh mahasiswa UINSSC dan IPEBA di Desa Cikeusal berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kesehatan. 

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pemberdayaan masyarakat desa yang lebih baik. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Cikeusal dapat lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, serta terus melanjutkan kegiatan-kegiatan positif yang telah dimulai oleh mahasiswa KKN UINSSC dan IPEBA. (Ara)

Komitmen Pemkab Cirebon Lindungi RT, RW Dan BPD Melalui BPJS Ketenagakerjaa

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (31/7/2024).

Dalam nota kesepakatan itu, Pemkab Cirebon mendaftarkan RT, RW, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri penandatanganan nota kesepakatan bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon selalu berkomitmen mendukung dan siap bersinergi untuk menjamin perlindungan kerja terhadap RT, RW, dan BPD.

“Pada prinsipnya, niat kebaikan kenapa tidak kita sinergikan bersama. Prinsipnya, bagaimana tenaga kerja kita berhak mendapatkan perlindungan, agar sama-sama melindungi mereka,” ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon siap bekerja sama untuk membahas lebih lanjut terkait perlindungan terhadap RT, RW, dan BPD bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyebut, pembayaran iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk RT, RW, dan BPD mulai dilakukan pada Agustus 2024.

Jumlah RT dan RW di Kabupaten Cirebon yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 12.300 jiwa. Sementara itu, untuk BPD yang terdaftar sebagai peserta sekitar 3.000 jiwa.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Novri Annur menjelaskan, mengapresiasi komitmen Pemkab Cirebon yang telah mendaftarkan RT, RW, dan BPD sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa atau UU Desa.

“Alhamdulillah, perangkat non-ASN di Kabupaten Cirebon sudah terlindungi. Insyaallah teman-teman RT, RW dan BPD ter-cover (BPJS Ketenagakerjaan),” kata Novri.

Novri mengatakan, perangkat paling penting dan pertama dalam struktur pemerintahan adalah RT dan RW. Sehingga, lanjut dia, pemerintah melindungi mereka dengan mendaftarkan sebagai peserta BPJS.

Ia juga menyampaikan, tren positif kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Cirebon. Ia menyebut, 90 persen lebih perusahaan di Kabupaten Cirebon telah mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“PR kita ke depan adalah melindungi tenaga kerja bukan penerima upah, seperti tukang becak, penjual nasi, petani, dan lainnya,” ucapnya.