Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 21 September 2024

Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN Siber Cirebon Praktek Pengalaman Lapangan di Rutan Kelas 1 Cirebon

CIREBON, FC – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pengalaman praktis di bidang Bimbingan Konseling, sembilan mahasiswa semester 7 Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Cirebon memulai Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Rutan Kelas 1 Cirebon.

Kegiatan ini berlangsung dari 26 Agustus hingga 27 September 2024.

Mahasiswa yang mengikuti PPL ini antara lain Lailatus Saidah, Putty Hati Imany, Tiara Hoeroliyah Safitri, Dina Sulistiawati, Devy Fitriani, Fauziyah Nur Umamah, Leni Nurlaeni, Moh. Isro Mubarok, dan Andi Muhamad Amri. 

Mereka akan mendalami berbagai aspek layanan bimbingan dan konseling yang ada di Rutan Kelas 1 Cirebon, berinteraksi langsung dengan warga binaan, dan memahami dinamika kehidupan di dalam rutan.

Dr. Hj. Rina Rindanah, S.Ag., M.Pd., selaku pembimbing PPL, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa. 

"Kegiatan PPL ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman dan pengalaman praktis terkait kegiatan bimbingan konseling di lapangan. Ini sangat penting dalam mempersiapkan mereka menjadi konselor yang profesional," ujarnya.

Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Reinhards Indra Pitoy, Bc. IP., S.H., mengapresiasi kehadiran mahasiswa BKI dalam kegiatan ini. 

"Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kepada warga binaan," katanya.

Aji Krisnanto, A.Md.P, selaku pamong kegiatan PPL dan Kepala Subseksi Administrasi Perawatan Rutan Kelas I Cirebon, juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sangat membantu dalam berbagai kegiatan di rutan, mulai dari administrasi perawatan hingga bimbingan kepada warga binaan.

Lailatus Saidah, salah satu peserta PPL, mengungkapkan pengalaman uniknya selama menjalani PPL di Rutan Kelas 1 Cirebon. 

“Kami mengikuti berbagai kegiatan yang ada di rutan, baik kegiatan rutinan, bulanan, maupun tahunan. Kegiatan rutinan meliputi apel pagi bersama petugas, upacara bendera yang dilakukan oleh warga binaan, dan pramuka setiap Jumat,” ujarnya.

Untuk kegiatan bulanan, mahasiswa turut terlibat dalam pemeriksaan kesehatan warga binaan yang berada di sel mapenaling. Selain itu, kegiatan tahunan seperti peringatan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari pengalaman mereka di rutan.

“Selama PPL, kami dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Adper (Administrasi Perawatan), BHPT (Bimbingan dan Penyuluhan Terpadu), dan Bimgiat (Bimbingan Kegiatan). Pada bagian Adper, kami membantu dalam pendataan warga binaan dan bertugas di klinik," jelasnya.

"Di BHPT, kami mengikuti berbagai kegiatan bimbingan mental seperti Bintal Nasrani, Bintal Muslim, Bintal Anak-Anak, serta mengajar pembelajaran qiroati, bahasa Inggris, Mandarin, dan matematika,” kata Lailatus lagi.

Pada bagian Bimgiat, mahasiswa turut membantu proses kunjungan setiap hari Senin, Rabu, dan Kamis. 

Selain itu, mereka juga melaksanakan sesi konseling sebanyak dua kali seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat. 

“Konseli yang datang untuk sesi konseling memiliki beragam latar belakang kasus, mulai dari narkoba, sajam, hingga penggelapan uang,” tambahnya.

Pengalaman PPL ini memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa mengenai dinamika kehidupan di Rutan Kelas 1 Cirebon, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan bimbingan konseling yang efektif dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh warga binaan. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menjalani karier mereka sebagai konselor di masa depan.

Jumat, 20 September 2024

English Contest 2024: Membangkitkan Potensi dan Keterampilan Bahasa Inggris di Tingkat Nasional

CIREBON, FC – Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris, English Department Student Association (EDSA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sukses menggelar English Contest (E-Con) 2024, sebuah kompetisi bahasa Inggris tingkat nasional 

Acara yang berlangsung dari 3 hingga 20 September 2024 ini menarik peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP/MTs, SMA/MA/SMK, hingga Universitas.

Rangkaian perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan pelajar serta mengembangkan potensi akademik dalam lingkungan kompetitif. 

Acara ini diselenggarakan di kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan antusiasme tinggi dari peserta dan pendukungnya.

Kompetisi terdiri dari kategori Spelling Bee dan Storytelling untuk SMP/MTs, Short Story Writing dan Speech untuk SMA/MA, serta Speech untuk Universitas. 

Peserta datang dari berbagai sekolah di Indonesia, termasuk SPK Kinderfield Highfield School Cirebon, SMAN 2 Bandar Lampung, SMP Santa Maria Cirebon, SMP Al-Azhar, MAS Darussalam Kasomalang, SMK Cendikia Kota Cirebon, SMAK Plus Penabur Cirebon, SMA Luhur Al-Kautsar, SMAN 1 Ciwaringin, MAN 3 Cirebon, IDN Boarding School Akhwat, SMP Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, MAN 2 Cirebon, hingga Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syekh Nurjati Cirebon, dan Universitas Majalengka.

Para peserta berkompetisi dengan semangat tinggi. Berikut adalah daftar pemenang dari setiap kategori:

Speech University: Juara pertama diraih oleh Nadia Indah Safhira (Universitas Pendidikan Indonesia), juara kedua oleh Dhiya Ghisya Aulia (UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon), dan juara ketiga oleh Miftah Rizki (Universitas Majalengka). Juara harapan: Alya Zafira (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Syaghiefah Khilda (UIN Sunan Kalijaga).

Spelling Bee: Juara pertama diraih oleh Nayla Felisha Nugraha (SMP Al-Azhar 5), juara kedua oleh Taqiyya Isy Karimah (SMP Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo), dan juara ketiga oleh Regina Martha Odelia Tantri (SPK Kinderfield Highfield School Cirebon). Juara harapan: Zavier Gibran Alfarezel (SMPIT Al-Mutazam 2 Kuningan), Akhdan Nizar Akmal Kusmardana (SMP Cirebon Islamic School), dan Affan Nararya Alghifary (MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan).

Storytelling: Juara pertama diraih oleh Abdurrahman Kahleef Akbar (MTS Husnul Khotimah 2 Kuningan), juara kedua oleh Sean Timothy Sutanto (SMPK Plus Penabur Cirebon), dan juara ketiga oleh Khanzanevay Fauziyyah Utoro (SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon). Juara harapan: Justin Victory Sutopo (SMPK Plus Penabur Cirebon) dan Jovita Valencia Effendi (SMPK Plus Penabur Cirebon).

Speech Senior High School: Juara pertama diraih oleh Valerie Geraldine Gunawan (SMAK Plus Penabur Cirebon), juara kedua oleh Amanda Pitter (SPK Kinderfield Highfield Cirebon), dan juara ketiga diraih oleh Jason Felix Kenzhie (SMAK Plus Penabur Cirebon). Juara harapan: Alyssa Davina Azzahra (SMAN 2 Bandar Lampung) dan Kinan Sahirah Abdullah (SMAN 1 Cirebon).

Short Story Writing: Juara pertama diraih oleh Annabelle Charlotte Effendi (SPK Kinderfield Highfield School Cirebon), juara kedua oleh Haridh Mubarok Khoerullah (SMA Al Islam Islamic Boarding School), dan juara ketiga oleh Ghumaisha (SMK IDN Boarding School Akhwat). Juara harapan: Nadhira Kamila (SMA Islam Al-Azhar Cirebon) dan Husna Zakiya (MA Al Hikmah Cirebon).

Acara ini tidak hanya menumbuhkan rasa percaya diri para peserta dalam kemampuan berbahasa Inggris mereka, tetapi juga memperluas jaringan antar sekolah dan universitas di Indonesia. Kompetisi ini memberikan ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berbicara di depan umum, serta kreativitas dalam penulisan cerita pendek.

Selain itu, E-Con 2024 berhasil memfasilitasi pembelajaran interaktif melalui sesi komentar dari juri yang menginspirasi generasi muda untuk lebih berani tampil dan berkompetisi di kancah nasional. Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk bersaing dalam kompetisi internasional di masa mendatang.

Salah satu peserta menyatakan, “I am very happy and excited to be able to attend this grand final. It feels amazing!” (Saya sangat senang dan excited bisa hadir di grand final ini. Rasanya sungguh luar biasa!), ujar Abdurrahman Kahleef Akbar dari MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan.

“Kami sangat bangga dengan antusiasme para peserta yang tidak hanya datang dari Cirebon, tetapi dari berbagai kota di Indonesia. Kami berharap acara ini bisa menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus ajang silaturahmi antar pelajar dan mahasiswa,” ujar M. Ulul Yazidane, Ketua Umum EDSA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kamis, 19 September 2024

Lewat Workshop, SPI UIN Siber Cirebon Siap Tingkatkan Daya Saing Internasional


CIREBON, FC – Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), semakin mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing internasional. 

Pada Kamis, 19 September 2024, SPI mengadakan Workshop Manajemen Risiko dan Peta Risiko yang diselenggarakan di Auditorium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dengan dihadiri oleh 35 peserta terdiri dari dosen dan tenaga administrasi dari berbagai unit kerja. 

Ketua pelaksana, Haulah Nakhwatunnisa, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko di lingkungan kampus. 

"Sebanyak 35 peserta terdiri dari dosen dan tenaga administrasi dari berbagai unit kerja mengikuti workshop ini, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan operasional universitas," ujarnya.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag, dalam sambutannya menekankan bahwa manajemen risiko adalah langkah strategis yang harus dikuasai oleh setiap institusi pendidikan untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas di era digital. 

"Dengan manajemen risiko yang baik, kita bisa lebih siap menghadapi tantangan global dan meningkatkan daya saing di kancah internasional," tegasnya saat membuka acara.

Acara ini dipandu oleh Agus Nurohman Sidiq, S.H., yang memastikan jalannya kegiatan berjalan lancar dan interaktif. Narasumber utama dalam workshop ini adalah Dr. Siti Maghfiroh, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., CTA., QIA., CRA., CRP., CRMP., CPOF., CHRP, dosen dari UNSOED dan juga pakar manajemen risiko dengan pengalaman luas. 

Dalam penyampaiannya, Dr. Siti Maghfiroh membahas pentingnya penerapan manajemen risiko di lingkungan perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.

"Manajemen risiko yang efektif bukan hanya tentang mengatasi masalah, tetapi juga bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan universitas di masa depan," ujar Dr. Siti Maghfiroh. 

Ia juga memberikan panduan tentang bagaimana menyusun peta risiko yang terintegrasi dengan operasional universitas, dengan tujuan untuk mengantisipasi dampak negatif sekaligus memaksimalkan peluang yang ada.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam upaya menciptakan tata kelola universitas yang lebih baik dan tangguh dalam menghadapi risiko, sejalan dengan visinya sebagai universitas Islam berbasis siber yang mendunia. (din)

Pascasarjana UIN Alaudin Makasar Gelar Benchmarking Ke Pascasarjana UIN Siber Cirebon

CIREBON, FC - Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar benchmarking ke Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, atau yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Kegiatan benchmarking ini berlangsung pada Rabu, 18 September 2024, di Ruang Sidang Pascasarjana UIN SSC, dengan tujuan memperdalam pemahaman tentang implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., serta sejumlah Kaprodi dari berbagai program studi (PAI, MPI, HKI, Ekos, SPI, PMI, dan PJJ). Jajaran pimpinan lainnya seperti Kepala PPID, Kasubbag TU Pascasarjana, dan tenaga kependidikan turut hadir untuk menyambut rombongan delegasi dari UIN Alauddin Makassar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, bersama timnya yang terdiri dari Dr. H. Abdul Rahman Sakka,Lc.,M.Pd.I.,, Dr. Syamsuddin, S.Ag., M.Pd.I., Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd., dan Dr. Habib, SKM., M.Kes.

Dalam sambutannya, Prof. Jamali memaparkan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang telah resmi beralih status dari IAIN menjadi UIN Siber sesuai dengan Perpres No. 60 Tahun 2024, yang diterbitkan pada 21 Mei 2024. Ia menekankan bahwa UIN SSC telah menjadi bagian dari pilot project Kementerian Agama RI dalam pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), yang hingga kini telah melahirkan enam program studi PJJ, termasuk PJJ PAI Magister.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari inisiatif ini. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di UIN SSC telah dirancang untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa, memungkinkan mereka untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa batasan jarak,” tutur Prof. Jamali. Ia juga menyampaikan bahwa model PJJ yang dikembangkan UIN SSC telah menjadi acuan bagi banyak kampus lain di Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi yang tinggi atas sambutan hangat dari sivitas akademika UIN SSC. Ia menekankan bahwa benchmarking ini merupakan bagian dari upaya UIN Alauddin untuk mempelajari lebih dalam tentang penerapan sistem PJJ, yang hanya dimiliki oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“Kami sangat tertarik dengan pengembangan PJJ yang sudah berhasil diterapkan di sini. Ini adalah inovasi luar biasa yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital,” ujar Prof. Hasyim.

Kegiatan benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan mengenai PJJ, tetapi juga memperkuat hubungan akademik antar kedua institusi. Diskusi mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan program studi berbasis jarak jauh menjadi fokus utama, yang diharapkan mampu memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam mengembangkan program pendidikan yang lebih inklusif dan modern.

Acara yang berlangsung hingga siang hari ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) antara Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan jarak jauh dan memperkuat sinergi kelembagaan di masa depan.

Benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi lebih erat antara kedua perguruan tinggi, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. (din)

Hadiri Forum Rektor PTKIN di Jakarta, Ini Kata Rektor UIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag

CIREBON, FC - Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU), menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berlangsung pada 17-19 September 2024 di Jakarta. 

Acara ini mengangkat tema sentral “Penguatan Kelembagaan Melalui Peningkatan Akreditasi Perguruan Tinggi”, yang menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan daya saing akademik di PTKIN.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan kepegawaian di era jabatan fungsional (JF) turut dibahas secara mendalam. Beberapa isu penting yang dibahas meliputi kenaikan pangkat, mutasi, dan rotasi pegawai, serta penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Isu-isu ini dipandang krusial untuk menunjang akreditasi program studi dan lembaga perguruan tinggi.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia di lingkungan PTKIN untuk mendukung target akreditasi institusi. 

“Kunci keberhasilan akreditasi tidak hanya terletak pada aspek akademis, tetapi juga pada manajemen sumber daya yang profesional. Kenaikan pangkat dan mutasi pegawai harus dikelola dengan baik, sesuai dengan kebutuhan institusi,” ujarnya.

Menurut Prof. Dr. Slamet Wahyudi Dewan Ekskutif BAN-PT, Permendikbudristek 53/2023 merupakan landasan penting bagi perguruan tinggi dalam menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. 

“Akreditasi adalah bentuk penilaian mutu perguruan tinggi yang dilakukan sesuai dengan kriteria Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), dan ini harus didukung dengan SPMI yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Prof. Slamet.

Prof. Slamet juga menyoroti pentingnya sinergi antara SPMI dan manajemen perguruan tinggi untuk mencapai akreditasi yang optimal. 

SPMI, menurutnya, mencakup proses penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi, yang menjadi fondasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. 

“Implementasi SPMI harus diintegrasikan dalam manajemen perguruan tinggi, dan data serta informasi terkait SPMI harus akurat melalui PD Dikti,” tambahnya.

Prof. Slamet, menekankan bahwa otonomi perguruan tinggi dalam mengelola mutu pendidikan sesuai dengan pasal 62 dan 63 UU Dikti adalah aspek penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di masa depan. 

“Penjaminan mutu bukan hanya soal akuntabilitas, tetapi juga tentang menciptakan sistem pendidikan yang transparan dan terukur, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Forum ini menjadi wadah bagi para rektor PTKIN untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan akreditasi, terutama dalam konteks penjaminan mutu pendidikan tinggi. 

BAN-PT sebagai lembaga yang berwenang dalam pengembangan sistem akreditasi juga menjadi topik diskusi, di mana akreditasi dipandang sebagai indikator utama dalam mengukur kualitas perguruan tinggi.

Melalui diskusi ini, diharapkan PTKIN dapat terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan menjalankan prinsip-prinsip SPMI yang otonom, terstandar, akurat, berkelanjutan, dan terdokumentasi.

Kegiatan Forum Rektor ini dihadiri oleh para rektor PTKIN se-Indonesia, yang bersama-sama mencari solusi untuk memperkuat kelembagaan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. 

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat menjadi pedoman bagi PTKIN dalam meningkatkan mutu dan akreditasi perguruan tinggi, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (din)