Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 Oktober 2024

Pemkab Cirebon Tinjau Kondisi Sungai Guna Pencegahan Banjir

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus berupaya mencegah banjir dengan meninjau sejumlah sungai di wilayah timur di daerah itu pada Kamis (10/10/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menyatakan bahwa fokus penanganan saat ini adalah pembangunan kolam retensi dan normalisasi sungai di berbagai titik. Pembangunan kolam retensi akan ditinjau untuk empat lokasi strategis.

“Untuk Sungai Ciberes, selain Bendungan Ambit, kami juga berencana membangun kolam retensi di area Waled-Asem. Hal ini bertujuan agar aliran air tidak langsung masuk ke Bendungan Ambit, tetapi terlebih dahulu tertampung di kolam retensi,” ujar Wahyu.

Selain itu, Pemkab Cirebon menjalin kerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat untuk penanaman 12 ribu pohon, guna mengurangi risiko erosi dan memperbaiki daya serap air tanah.

“Kami juga membangun lima titik sumur resapan sebagai langkah mitigasi banjir,” tambahnya.

Terkait Sungai Cisanggarung, Wahyu menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan normalisasi sejak Mei 2024, dengan fokus pada perbaikan tanggul yang rusak.

“Beberapa tanggul yang jebol sedang dalam proses perbaikan, sementara di daerah Pabedilan dan Losari, peninggian tanggul akan dilakukan pada Januari 2024, mencakup sembilan desa,” jelasnya.

Rencana pembangunan kolam retensi akan dimulai minggu depan, termasuk penentuan lokasi dan kedalaman yang dibutuhkan. “Kami berharap, upaya ini dapat mengurangi risiko banjir, terutama saat musim hujan mendatang,” pungkasnya. (din)

Duta Besar RI di Ankara Terima Kunjungan Muhibah 3 Dosen FUA UIN SIber Syekh Nurjati Cirebon


ANKARA - Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menerima kunjungan Muhibbah dari tiga dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU), di Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berlokasi di Hilal, Sukarno Cd. No:24 D:1, 06550 Çankaya, Ankara-Turki. Jum’at, (11/10/2924).

Dalam sambutannya, Duta Besar menyampaikan apresiasinya atas kedatangan para dosen FUA UINSSC ke Ankara-Turki. Pertemuan dimulai dengan perkenalan, ramah tamah, serta diskusi mengenai prosedur dalam menjalin kerjasama dengan universitas-universitas di Turki.  

“Kedepan, Pemerintah berencana mengirim banyak mahasiswa dari tingkat S1 hingga S3 ke Turki, terutama dalam bidang teknologi, sains, dan kerjasama universitas berbasis industri yang dapat dikembangkan dalam sector riil, baik Indonesia maupun Turki”, ungkap Dubes Purnama. 

Saat ini, Kedutaan Besar Indonesia sedang melakukan inventarisasi universitas-universitas Turki yang memiliki program-program unggulan di bidang-bidang tersebut, tambahnya. 

H. Rijal Mahdi, Lc., MA, Dosen Bahasa dan Sastra Arab di Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dari Duta Besar. 

“Kunjungan kami ke Ankara bertujuan untuk mempresentasikan hasil penelitian dalam Kongres Bahasa, Sastra, dan Budaya Internasional ke-18 yang diadakan di Haci Bayram Veli University” imbuh Rijal. 

“Selain kegiatan presentasi di kongres tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga berkomitmen untuk mengembangkan hubungan kemitraan dengan berbagai universitas di luar negeri” pungkas Rijal. 

Sementara itu, Syahrul Kirom, M.Phil, dosen Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam menjelaskan bahwa upaya ini diharapkan dapat memperkuat jaringan akademis dan meningkatkan kolaborasi dalam bidang pendidikan dan penelitian. 

“Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam menjalin kerjasama internasional yang bermanfaat bagi berbagai pihak” ungkap Kirom. Dengan semangat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, delegasi FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat menjalin hubungan yang lebih erat dan produktif di masa depan.

Pertemuan antara dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan Duta Besar RI untuk Turki sangat terasa hangat, mirip dengan pepatah Minangkabau “Gayung Bersambut, Kata Berjawab”. 

H. Amin Iskandar, dosen Jurusan Ilmu Hadis (ILHA), juga merupakan alumni Al-Azhar Mesir kampus tempat Duta Besar menamatkan S1 di Jurusan Syariah wal Qanun Al-Azhar Mesir tahun 1999, yang membuat suasana pertemuan semakin akrab. 

Kunjungan muhibah ini tidak hanya memperkuat hubungan, tetapi diharapkan juga menciptakan peluang berbagi pengalaman dan pengetahuan. Suasana yang hangat dan saling mendukung ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara UIN Siber Syekh Nurjati dengan berbagai pihak dan mitra di Luar Negeri. (Ara)

Perkuat Jaringan, SMSI Kabupaten Cirebon Lakukan Konsolidasi dan Silaturrahmi Bersama Para Pimpinan Media Online

Konsolidasi SMSI dengan Para Pimpinan Media Online



FOKUS CIREBON – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Cirebon, Jumat siang, (11/10/2024), menggelar acara konsolidasi dan silaturahmi yang dihadiri oleh para pimpinan media online di Cirebon. 

Acara ini bertujuan untuk melakukan pendataan ulang perusahaan media dan memperkuat solidaritas antar anggota serta membahas isu-isu terkini dalam dunia media siber. Sedikitnya, 18 perusahaan media sudah tergabung di SMSI Kabupaten Cirebon dan masih akan bertambah lagi.

Demikian dikatakan Ketua SMSI Kabupaten Cirebon, Toto M Said yang menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar media.

“Konsolidasi ini bukan hanya untuk memperkuat jaringan, tetapi juga untuk berbagi informasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan. SMSI Kabupaten Cirebon siap berkolaborasi dalam rangka penguatan media dan pemberitaan,” ujar Toto. 

Dalam pertemuan tersebut, Toto juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh media siber, seperti berita hoaks dan tantangan dalam menjaga etika jurnalistik. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas anggota dalam menghadapi dinamika dunia media saat ini.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tukar pikiran dalam rangka menyusun agenda dan kegiatan SMSI di Kabupaten Cirebon kedepan. Anggota yang hadir cukup antusias berbagi pengalaman dan ide-ide untuk pengembangan SMSI ke depan. 

Acara ini menunjukkan komitmen SMSI Kabupaten Cirebon untuk terus berkontribusi dalam pengembangan media siber yang berimbang dan berkualitas. (dina)

Kamis, 10 Oktober 2024

Pemkab Cirebon Komitmen Wujudkan Pemerintahan Bersih Dari Korupsi

CIREBON - Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menegaskan komitmen Pemkab Cirebon untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi yang digelar di ruang rapat Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (9/10/2024).

Rapat ini diadakan dengan tujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Dalam sambutannya, Wahyu menyatakan pentingnya sinergi antara Pemkab Cirebon dan KPK untuk memastikan pengelolaan pemerintahan yang lebih baik.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik melalui digitalisasi, terutama di sektor kesehatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, digitalisasi merupakan langkah strategis untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan yang disediakan oleh pemerintah.

Wahyu juga menambahkan, bahwa upaya ini tidak hanya fokus pada aspek pelayanan, tetapi juga pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan.

Ia berharap, dengan sinergi yang baik, Pemkab Cirebon dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencegah potensi korupsi.

Sementara Direktur Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Wilayah II KPK RI, Bahtiar Ujang Purnama, memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemkab Cirebon dalam memberantas korupsi.

“Kami melihat banyak upaya positif dari Pemkab Cirebon dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan,” ujar Bahtiar.

Menurut Bahtiar, Kabupaten Cirebon meraih skor 67 dalam penilaian potensi korupsi. Skor ini menunjukkan bahwa daerah ini sudah berada pada jalur yang tepat, meskipun masih harus waspada terhadap berbagai potensi penyimpangan.

“Penting bagi Pemkab Cirebon untuk terus berinovasi dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang efektif antara pemerintah dan publik, akan membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

KPK juga mendorong Pemkab Cirebon untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan tentang program dan kebijakan yang telah dilaksanakan.

“Dengan informasi yang memadai, masyarakat akan lebih memahami upaya yang dilakukan pemerintah dan terlibat aktif dalam pengawasan,” ujarnya.

Maksimalkan Penyerapan Produksi Bawang Merah, Pemkab Cirebon Bentuk BUMD Pangan October 12, 2024 Bupati Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pangan. BUMD ini bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen bawang merah dari petani. Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya mengatakan, pembentukan BUMD pangan merupakan langkah jangka panjang untuk memaksimalkan pertanian. Ia juga mengatakan, bahwa proses pembentukan BUMD sedang dalam tahap pembahasan. Ia menjelaskan, tujuan pembentukan BUMD pangan ini adalah untuk menjamin kelancaran distribusi komoditas bawang merah, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami mengupayakan untuk membentuk BUMD pangan. Sehingga hasil panen petani melimpah, bisa ditangani pemda,” kata Wahyu usai meninjau produksi bawang merah di Desa Pabuaran Lor, Kecamatan Pabuaran, Kamis (10/10/2024). Berdasarkan data yang ada, potensi lahan pertanian bawang merah di Kabupaten Cirebon mencapai 4.000 hektare, tersebar di tujuh kecamatan, dengan produktivitas lahan sekitar 10 ton per hektare. Wahyu menambahkan, hasil panen bawang merah dari Kabupaten Cirebon tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat. “Kita juga menyuplai pasokan komoditas ini tidak hanya di Kabupaten Cirebon, namun untuk beberapa wilayah lainnya juga,” sambungnya. Ia optimistis, pembentukan BUMD pangan ini dapat menjadi solusi untuk menangani hasil panen yang melimpah, serta memberikan dampak positif bagi petani di Cirebon. Selain itu, Pemkab Cirebon juga telah berdialog dengan para petani untuk mencari solusi atas berbagai masalah, termasuk keterbatasan akses pengairan yang sering terjadi selama musim kemarau. “Kami berupaya mencari solusi, agar masalah pengairan ini tidak mengganggu siklus panen petani,” tambahnya. Dengan adanya BUMD pangan, Pemkab Cirebon berharap, harga bawang merah di pasar dapat lebih stabil, serta memastikan ketersediaan stok hasil panen yang melimpah, sehingga tidak ada produk yang terbuang. “Ini juga merupakan bagian dari kebijakan pengendalian inflasi, mengingat bawang merah merupakan salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi di Cirebon,” tutupnya. (DISKOMINFO) CirebonKabupaten CirebonPemkab CirebonPj Bupati CirebonWahyu Mijaya Share: Pemkab Cirebon Tinjau Kondisi Sungai Guna Pencegahan Banjir Harapan Pj Bupati Cirebon di Masa Kampanye Pilkada Serentak 2024 Search … Search Berita Terbaru Pj Bupati Cirebon Apresiasi Gerakan 1.000 Paket Sembako TNI/Polri Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Pj Bupati Cirebon Apresiasi Gerakan 1.000 Paket Sembako TNI/Polri Pj Bupati Cirebon Apresiasi Program BSMSS di Desa Jatipancur Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Pj Bupati Cirebon Apresiasi Program BSMSS di Desa Jatipancur Kesbangpol Kabupaten Cirebon Jalin Sinergitas Lintas Lembaga untuk Ciptakan Kondusifitas Pilkada 2024 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Kesbangpol Kabupaten Cirebon Jalin Sinergitas Lintas Lembaga untuk Ciptakan Kondusifitas Pilkada 2024 Kategori Artikel (9) Bupati (158) Ekonomi (20) Government (184) Pendidikan (4) Perangkat Daerah (104) Sekretaris Daerah (31) Sosial & Kesehatan (32) Umum (46) Wakil Bupati (28) Wisata & Budaya (12) Tags 2024Bayi kembar SiamBudayaCirebonDinas Ketahanan Pangan dan PerikananDinas SosialDinkesDinsosDiskominfoDiskominfo Kabupaten CirebonDisnakerDisporaDKPPDLHEkonomiIdul AdhaIkanInflasiInovasiJawa BaratJobfairJob fairKabupaten CirebonKapolresta CirebonKesbangpolKesehatanKurbanLebaranMudikMudik 2024Pemkab CirebonPencakerPerikananPj Bupati CirebonPMIPolresta CirebonRakorRapat PimpinanRapimRokok ilegalSapiSekretaris DaerahSeniStuntingWahyu Mijaya

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pangan. BUMD ini bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen bawang merah dari petani.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya mengatakan, pembentukan BUMD pangan merupakan langkah jangka panjang untuk memaksimalkan pertanian. Ia juga mengatakan, bahwa proses pembentukan BUMD sedang dalam tahap pembahasan.

Ia menjelaskan, tujuan pembentukan BUMD pangan ini adalah untuk menjamin kelancaran distribusi komoditas bawang merah, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami mengupayakan untuk membentuk BUMD pangan. Sehingga hasil panen petani melimpah, bisa ditangani pemda,” kata Wahyu usai meninjau produksi bawang merah di Desa Pabuaran Lor, Kecamatan Pabuaran, Kamis (10/10/2024).

Berdasarkan data yang ada, potensi lahan pertanian bawang merah di Kabupaten Cirebon mencapai 4.000 hektare, tersebar di tujuh kecamatan, dengan produktivitas lahan sekitar 10 ton per hektare.

Wahyu menambahkan, hasil panen bawang merah dari Kabupaten Cirebon tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat.

“Kita juga menyuplai pasokan komoditas ini tidak hanya di Kabupaten Cirebon, namun untuk beberapa wilayah lainnya juga,” sambungnya.

Ia optimistis, pembentukan BUMD pangan ini dapat menjadi solusi untuk menangani hasil panen yang melimpah, serta memberikan dampak positif bagi petani di Cirebon.

Selain itu, Pemkab Cirebon juga telah berdialog dengan para petani untuk mencari solusi atas berbagai masalah, termasuk keterbatasan akses pengairan yang sering terjadi selama musim kemarau.

“Kami berupaya mencari solusi, agar masalah pengairan ini tidak mengganggu siklus panen petani,” tambahnya.

Dengan adanya BUMD pangan, Pemkab Cirebon berharap, harga bawang merah di pasar dapat lebih stabil, serta memastikan ketersediaan stok hasil panen yang melimpah, sehingga tidak ada produk yang terbuang.

“Ini juga merupakan bagian dari kebijakan pengendalian inflasi, mengingat bawang merah merupakan salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi di Cirebon,” tutupnya. (din)