Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 07 Desember 2024

Komisi II DPRD Kota Cirebon Soroti Sejumlah Masalah di Pasar Tradisional

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon menemukan sejumlah permasalahan yang terjadi di pasar-pasar Kota Cirebon. Salah satunya adalah kian maraknya keberadaan pasar tumpah.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja komisi II DPRD bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, DKUKMPP Kota Cirebon, Satpol PP, dan Administrasi Umum Setda Kota Cirebon.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah SSos MAP menyebut, bahwa keberadaan pasar tumpah yang berada di luar wilayah pasar tradisional membuat perbedaan harga jadi lebih murah.

Hal itu disebabkan karena pelaku pasar tumpah tidak membayar retribusi kepada pemda, akan tetapi hanya membayar sewa kepada pemilik lahan.

Kendati demikian, ketika hal tersebut kian marak dapat dilakukan penertiban oleh petugas Satpol PP. Apalagi jika melihat status pasar tumpah masuk dalam kategori pedagang kaki lima.

“Contohnya di pasar Kramat, Gunung Sari. Itu pedagang (pasar tumpah) harganya lebih murah, daripada yang di dalam pasar tradisional. Seharusnya masuk di dalam, tetapi berjualan di luar pasar,” kata Handarujati bersama APPSI dan sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Cirebon di Griya Sawala, Kamis (7/11/2024).

Begitu pula dengan ketentuan retribusi di dalam peraturan walikota yang harus sudah disesuaikan. Sebab, pedagang mengaku keberatan dengan tarif Rp22 ribu untuk kios dan Rp9 ribu untuk los.

Meski begitu, Perumda Pasar Kota Cirebon memberikan kelonggaran dengan menyesuaikan kondisi pedagang sehingga tarif menjadi Rp10 ribu untuk kios dan Rp5 ribu untuk los.

“Hal ini menjadi bahan kami ke depan untuk berkomunikasi dengan pemda, agar merasionalisasikan target dan mengurangi resistensi ke depan,” tambah Andru, sapaan akrabnya.

Komisi II juga menyoroti perihal penataan pasar tradisional dan modern agar tercipta situasi yang perlu pembaharuan. Sebab, sampai saat ini pedagang pasar tradisional kian berkurang. Dari semula sejumlah 6000 pedagang, kini hanya tersisa 2500 pedagang.

Menurut Andru, pembahasan peraturan walikota terkait pasar tradisional dan modern dapat segera dilakukan, mengingat perwal tentang RDTR juga telah diterbitkan oleh pemda Kota Cirebon.

“Ke depan, kami akan meminta pemda untuk merevisi tentang toko modern tersebut. Pemda juga harus bisa mendengarkan aspirasi dari pedagang pasar, seperti berkaitan dengan jarak, jam operasional, termasuk mengundang pelaku usaha toko modern,” ungkapnya.

Andru juga berpesan agar keberadaan pasar tradisional dapat dilestarikan dengan pengelolaan yang baik, mulai dari kebersihan, ketertiban dan kemanan, agar pengunjung tetap nyaman berbelanja serta tak kalah saing dengan toko-toko modern.

Ia pun berkomitmen, DPRD akan menindaklanjuti permasalahan-permasalahan tersebut. Mengingat keberadaan pasar tradisional juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) potensial di Kota Cirebon.

“DPRD akan menindaklanjuti permasalahan ini, karena merupakan hal serius yang tengah dihadapi pedagang pasar di Kota Cirebon,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang dari Pasar Kramat, Siti Rahayu (48) berharap pihak terkait dapat meninjau langsung ke pasar-pasar tradisional di Kota Cirebon. Terlebih, penindakan pedagang di luar pasar yang makin banyak.

“Kita juga berharap Pak Direktur Perumda Pasar turun langsung. Karena dari 2012 itu saling lempar tanggung jawab. Kita juga sudah komunikasi ke satpol PP, walikota, mereka (pedagang pasar tumpah) mau masuk, asal bisa difasilitasi pemerintah,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketua APPSI Kota Cirebon Romy Arief Hidajat SE juga berharap agar keberadaan pasar tradisional harus tetap eksis, meski toko-toko modern pun kian banyak.

“Kami harapannya pasar tradisional harus dilesatarikan jangan dihilangkan, bagaimana pun juga karena suatu budaya, dan mengangkat perekonomian masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Rapat dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH, Sekretaris Komisi II Subagja dan anggota Komisi II Anton Octavianto SE MM MTr dan Abdul Wahid Wadinih SSos.

Turut hadir Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Cirebon M Arif Kurniawan ST, Dirut Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Drs Sekhurohman, perwakilan DKUKMPP Kota Cirebon, dan sejumlah pedagang pasar di Kota Cireblon. (Silmy)


Jumat, 06 Desember 2024

Atasi Inflasi Pemkab Cirebon Adakan Gerakan Pangan Murah

KABUPATEN CIREBON — Dalam upaya mengatasi inflasi dan menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Kedawung, Kamis (5/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diusung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

Menurutnya, GPM adalah program berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.

“Kegiatan ini sudah dilakukan di 21 titik, dan ini merupakan yang ke-22. Ini menjadi bukti nyata, bahwa pemerintah Kabupaten Cirebon serius dalam menjaga ketersediaan bahan pokok yang berpengaruh pada inflasi,” ujar Hilmy.

Meskipun inflasi di Indonesia tinggi, Kabupaten Cirebon berhasil mempertahankan angka inflasi di bawah 2 persen, bahkan cenderung mendekati deflasi.

Meski demikian, Pemkab Cirebon tetap proaktif, berkoordinasi dengan Bulog dan pengusaha bahan pokok untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, seperti beras, minyak goreng, daging, dan terigu, tetap terjangkau.

“Dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, masyarakat diuntungkan, dan ini juga mempermudah mereka untuk mendapatkan bahan pokok tanpa harus pergi jauh ke pasar besar,” tambahnya.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi juga menyoroti keberhasilan GPM yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami memastikan ketersediaan pasokan pangan mencukupi hingga akhir tahun ini, terutama beras. Kami bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan stok aman, bahkan untuk tahun 2025 kami berharap ada lebih banyak titik GPM yang bisa dilaksanakan,” jelas Erus.

Salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan program ini adalah aksesibilitas bagi masyarakat.

Dengan harga yang lebih murah dan distribusi yang lebih dekat, GPM diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terlebih pada saat cuaca buruk yang berpotensi mengganggu pasokan pangan.

Ke depan, program ini tidak hanya akan terus dilaksanakan, tetapi juga diperluas dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa dan kerja sama dengan unsur TNI-POLRI.

“Di Kabupaten Cirebon, tidak ada lagi desa yang rawan pangan. Kita akan terus mendukung dengan memperkuat ketahanan pangan di setiap desa,” pungkasnya. (din)

HIMAPA PIAUD STAI Kuningan Gelar Piknik Keakraban di Woodland, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

KUNINGAN, FC – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMAPA) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) menggelar kegiatan Piknik Keakraban (PIKRAB) di destinasi wisata alam Woodland, Kuningan pada Kamis, 5 Desember 2024. 

Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga unsur pimpinan kampus, dan berlangsung meriah dengan penuh kehangatan.

Ketua pelaksana, Ayi Hendayani, menjelaskan bahwa PIKRAB dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota HIMAPA, terutama mahasiswa baru. 

“Ini lebih dari sekadar rekreasi. PIKRAB menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkuat solidaritas, dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam organisasi,” ujar Ayi.

Ketua HIMAPA, Rita, menambahkan bahwa PIKRAB telah menjadi tradisi HIMAPA setiap kali menyambut mahasiswa baru. 

“Kami ingin HIMAPA menjadi keluarga kedua bagi seluruh mahasiswa PIAUD. Kegiatan seperti ini membantu menciptakan kenyamanan dan semangat baru dalam perkuliahan,” ungkap Rita.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua IGRA PC Jalaksana, Ai Nunung Nurani, M.Pd., yang menilai PIKRAB sebagai simbol semangat kolaborasi. 

“Kegiatan ini adalah cerminan nyata bagaimana HIMAPA mampu mengintegrasikan nilai akademik dan sosial. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini,” kata Ai Nunung.

Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, ME., juga turut memberikan apresiasi. Menurutnya, PIKRAB bukan hanya sekadar piknik, tetapi menjadi strategi dalam membangun hubungan baik antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan. 

“HIMAPA telah menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Semoga kegiatan ini terus menjadi tradisi untuk memperkuat persaudaraan,” ujar Dedy.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Jurusan PIAUD, Mar’atus Salamah, M.Pd. Ia berharap PIKRAB menjadi ruang sinergi positif antara mahasiswa dan dosen. 

“Saya bangga dengan HIMAPA yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter melalui kegiatan sosial seperti ini,” jelas Salamah.


Berbagai aktivitas menarik mewarnai PIKRAB, seperti permainan kelompok, diskusi ringan, hingga penjelajahan alam Woodland. Keindahan alam Kuningan menjadi latar sempurna untuk mempererat kebersamaan antar peserta.

HIMAPA STAIKU berharap keberhasilan PIKRAB 2024 ini menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Selain memperkuat solidaritas, acara ini menjadi bukti bahwa HIMAPA berkomitmen membangun ikatan emosional dan rasa kekeluargaan dalam lingkungan kampus. (din)

Kamis, 05 Desember 2024

Perkuat Kerjasama, Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Adakan Seminar : Bahas AI, Islam dan Realitas Kekinian

CIREBON, FC - Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar dengan tujuan membuka wawasan mahasiswa tentang AI, Islam dan realitas kekinian. Seminar ini menghadirkan Wakil Rektor I UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafiah, M.Ag, yang memberikan pandangan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi kampus dalam menghadapi perubahan zaman.

Prof. Ilman menekankan bahwa perubahan luar biasa di era digital membawa konsekuensi besar, sehingga civitas akademika harus beradaptasi. "Kampus ini tidak boleh melupakan studi keilmuannya, tetapi juga harus menambahkan unsur siber dalam setiap programnya," ujar Prof. Ilman.

Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi seluruh mahasiswa, tanpa memandang jurusan. "Prodi seperti Tafsir Hadis pun harus menjadi ahli IT," tambahnya.

Prof. Ilman juga menyampaikan harapan agar ke depan, kegiatan ini menjadi jembatan untuk program pertukaran mahasiswa, seperti studi S2 ke Australia, serta kolaborasi riset bagi dosen. "Kami mengapresiasi Fakultas Syariah atas penyelenggaraan seminar ini, dan berharap semua mahasiswa mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini," tuturnya.

Sementara itu, pembicara utama dalam seminar ini, Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Associate Professor dan Deputy Director CILIS (Centre for Islamic Law and Society), memaparkan pentingnya memahami teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam konteks Islam. "AI memiliki dua sisi, positif dan negatif. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan dan tujuan kita," ujar Prof. Nadirsyah. 

Ia juga membahas dampak media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook terhadap masyarakat, yang bisa menjadi peluang atau tantangan tergantung cara menyikapinya. Banyak hal yang dibahas pada momen seminar ini, bersama Lala Bumala, Prof Nadirsyah banyak memberikan pengetahuan terkait keunggulan dan kelemahan siber atau AI bagi masyarakat.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Prof. Dr. Nadirsyah Hosen sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam memberikan pencerahan kepada mahasiswa dan civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (din)

UIN Siber Cirebon dan Radio Elshinta Bangun Kolaborasi Mengasah Kompetensi Era Digital

CIREBON, FC – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  memperkuat kerja sama strategis dengan Radio Elshinta melalui kunjungan resmi yang dilakukan oleh Wakil Dekan Naila Farah, Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Arief Rachman, serta Sekretaris Jurusan Abdu Zikrillah.

 Kunjungan ini menjadi langkah konkret untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen di era digital. Kamis, (05/12/2024).

Kegiatan diawali dengan tur singkat ke ruang produksi Radio Elshinta, termasuk studio siaran, ruang podcast, tim media sosial, hingga ruang editing dan rekaman. Selain itu, pihak Elshinta memperkenalkan sejarah perjalanan mereka sebagai radio berita terkemuka di Indonesia, beserta sederet pencapaiannya.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kelanjutan program magang mahasiswa serta pelatihan dosen. Remon Fauzi, Sekretaris Redaksi Elshinta, menyambut positif kerja sama ini dengan membuka kuota magang bagi 4-8 mahasiswa setiap periode. 

Ia menekankan bahwa pengalaman magang di Elshinta memberikan nilai tambah karena karya mahasiswa akan dipublikasikan di berbagai platform resmi Elshinta, seperti situs web dan media sosial, disertai sertifikat resmi sebagai pengakuan profesional.

Lebih dari itu, Radio Elshinta juga menawarkan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa, meliputi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita, teknik menulis berita yang efektif, hingga pelatihan voice over.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam berharap dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi pengalaman praktis maupun kompetensi profesional. Kerja sama ini menjadi langkah signifikan dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas unggul yang mendunia. (din)