Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 06 Januari 2025

Pemkab Gerak Cepat Tangani Banjir Di Desa Kedawung

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan banjir di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Senin (6/1/2025).

Rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon tersebut mengundang berbagai pihak terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Telkom, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Gas Negara (PGN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, Pemdes Kedawung, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Wahyu mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan respons Pemkab Cirebon terkait laporan yang dilayangkan Pemdes Kedawung.

“Rapat hari ini dengan berbagai pemangku kepentingan menindaklanjuti berbagai laporan dari Pak Kuwu Kedawung,” kata Wahyu usai rapat.

“Pada prinsipnya, di Desa Kedawung itu ada beberapa potensi banjir kalau terjadi hujan. Mencari solusi bagaimana area yang dilaporkan itu tidak lagi terjadi genangan,” ujarnya menambahkan.

Ia berharap, kesepakatan dalam rapat koordinasi bisa segera terealisasikan. Dalam forum itu, telah disepakati beberapa langkah untuk menanggulangi banjir yang terjadi di Kedawung.

Langkah ini menjadi komitmen Pemkab Cirebon bersama berbagai lembaga untuk menanggulangi banjir.

“Mudah-mudahan dalam beberapa waktu ke depan, kita bisa lakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Misal, BBWS kerjakan apa yang harus dikerjakan, dan lainnya mengerjakan apa yang harus dikerjakan,” tukas Wahyu.

“Sudah ada beberapa kesimpulan, dan semoga kita kerjakan dalam beberapa waktu ke depan,” tuturnya.

Komisi III DPRD Kota Cirebon Dorong Disdik Tingkatkan Pelayanan Pendidikan di Tahun 2025

 

CIREBON, FC – Komisi III DPRD Kota Cirebon mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di tahun 2025. Hal ini diungkapkan dalam rapat kerja Komisi III bersama Disdik di ruang serbaguna DPRD, Senin (6/1/2025).

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, M Yusuf, MPd, menekankan pentingnya peningkatan pelayanan pendidikan bagi masyarakat, mengingat masih adanya kasus anak putus sekolah meskipun jumlahnya tidak signifikan. Ia meminta Disdik untuk melakukan pendataan akurat sebagai bahan evaluasi.

“Kami mendorong agar pelayanan pendidikan lebih maksimal. Semua pihak harus sadar akan pentingnya pendidikan,” tegas Yusuf.

Selain itu, Komisi III juga menyoroti praktik sumbangan sekolah dengan nominal yang bervariasi yang dianggap memberatkan orang tua siswa. 

Yusuf meminta kebijakan ini dievaluasi dengan melibatkan sekolah, komite, dan orang tua siswa agar tidak menimbulkan keberatan di masyarakat.

Komisi III turut mengundang Dewan Pendidikan Kota Cirebon untuk berkolaborasi meningkatkan pelayanan pendidikan. 

Yusuf menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak agar pendidikan menjadi lebih inklusif dan tidak membebani masyarakat.

“Tidak cukup hanya Disdik yang bergerak. Kami mengingatkan agar semua pihak terlibat dan tidak membuat orang tua siswa merasa keberatan karena kemampuan masyarakat berbeda-beda,” tambahnya.

Anggota Komisi III, Leni Rosliani, SIP, menyampaikan keprihatinannya terhadap sekolah yang masih kekurangan siswa, baik negeri maupun swasta. Sistem zonasi dinilai memberikan dampak besar terhadap pemerataan jumlah siswa.

“Kami menerima keluhan, seperti sekolah Taman Siswa yang perlu perbaikan fisik, namun terkendala dana akibat jumlah siswa yang minim,” jelasnya.

Kepala Disdik Kota Cirebon, Kadini, SSos, MAP, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait program-program pendidikan, seperti PPDB, kurikulum, infrastruktur, hingga program makan bergizi gratis. 

Meski demikian, Disdik berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan dan melaksanakan rekomendasi Komisi III.

“Kami terus berupaya mendata dan memperbaiki sekolah yang membutuhkan rehabilitasi. Saat ini, sudah 2,7 persen sekolah yang diperbaiki,” ujar Kadini.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, R Endah Arisyanasakanti SH, dan anggota lainnya, termasuk Indra Kusumah Setiawan AMd, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, dr Tresnawaty SPb, Rinna Suryanti ST, Prisilia, dan Rizki Putri Mentari SH.

Komisi III DPRD Kota Cirebon berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, komite, dan masyarakat dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cirebon di tahun 2025. (din)


Sabtu, 04 Januari 2025

Pemkab Cirebon Tindaklanjuti Keluhan Warga Desa Luwung Kencana

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bergerak cepat menanggapi aksi satir warga Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, yang menyoroti kondisi jalan rusak dengan menanam pohon pisang dan memasang tanda sindiran di tengah jalan.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, langsung turun ke lokasi bersama jajaran Forkopimda pada Sabtu (4/1/2025).

“Kami segera menindaklanjuti keluhan warga ini. Hari ini, kami bersama Kapolresta, Ketua DPRD, dan unsur Forkopimda lainnya meninjau langsung kondisi jalan. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap,” ujar Wahyu.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan melakukan perataan jalan dengan material sirtu (pasir dan batu) untuk menutup lubang dan mengatasi genangan air. Tahapan ini dijadwalkan dimulai pada Senin pekan depan.

“Ini supaya tidak ada lagi lubang-lubang yang tergenang air,” tukasnya.

Namun, perbaikan permanen berupa pengaspalan atau betonisasi membutuhkan waktu lebih lama, karena harus melalui proses lelang terlebih dahulu.

Selanjutnya, tutur Wahyu, revitalisasi permanen akan dilaksanakan melalui mekanisme lelang proyek yang ditargetkan mulai pada Maret 2025.

“Kami menyadari perbaikan ini tidak bisa selesai secara instan, tetapi beberapa titik prioritas akan kami tangani tahun ini. Kami mohon dukungan dan kesabaran masyarakat,” tambahnya.

Ia menegaskan, Pemkab Cirebon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Wahyu mengajak warga untuk bersama-sama mendukung upaya ini, agar prosesnya berjalan lancar dan tepat sasaran.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap menjaga kondusifitas selama proses perbaikan berlangsung.

“Mari kita sama-sama menjaga wilayah ini, dan mohon bersabar, karena ada beberapa tahapan prosedur yang harus dilakukan,” ungkap Wahyu.

Langkah cepat Pemkab Cirebon ini menjadi bukti nyata respons pemerintah daerah dalam menanggapi aspirasi masyarakat dan memperbaiki kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan bersama. (din)

Tim ABDIMAS LP2M UIN Siber Cirebon Dorong Digitalisasi UMKM : Kolaborasi Gen Z dan Praktisi Usaha dalam Program Inkubator Bisnis

CIREBON, FC - Tim ABDIMAS LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cirebon melalui program inovatif bertajuk “Inkubator Bisnis Bersama Gen Z dan Praktisi Usaha UMKM.” 

Program ini terdiri dari tiga tahapan utama: sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan diseminasi, yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa, wirausaha muda, dan pelaku UMKM lokal. Minggu, (04/01/2025).

Tahapan Program: Sosialisasi, FGD, dan Diseminasi

Tahap sosialisasi diawali dengan kunjungan ke berbagai lokasi UMKM di wilayah Kota Cirebon untuk memperkenalkan program ini. Selanjutnya, tiga sesi FGD digelar dengan pendekatan berbeda:

1. FGD 1 melibatkan para pelaku UMKM untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam pengelolaan usaha mereka.

2. FGD 2 dilakukan bersama mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai mentor teknologi.

3. FGD 3 dilaksanakan di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Cirebon.

Sebagai puncaknya, kegiatan diseminasi digelar pada Minggu (4/1/2025) di Balai Desa Karyamulya dan beberapa tempat UMKM, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, wirausaha muda, dan pelaku usaha lokal.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan era digitalisasi yang memerlukan strategi pemasaran inovatif bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Kolaborasi antara Generasi Z yang memiliki kepekaan tinggi terhadap teknologi digital dengan praktisi bisnis berpengalaman menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem bisnis yang praktis dan saling mendukung.

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berperan sebagai mentor teknologi, membantu pelaku UMKM mengatasi kendala teknis. Praktisi bisnis lokal, di sisi lain, memberikan wawasan berbasis pengalaman untuk membantu UMKM mencapai target mereka.

Kegiatan utama meliputi pelatihan digital marketing, termasuk penggunaan marketplace, iklan di media sosial (Meta Ads), serta strategi pemasaran lainnya. Pelatihan ini dipandu oleh para ahli, termasuk Alif Ringga Persada, S.Si., M.Pd., Diana Djuwita, M.M., dan Haulah Nakhwatunnisa, SE., M.Si., dari tim ABDIMAS LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Selain pelatihan, program ini juga menyediakan pendampingan selama tiga bulan. Mahasiswa akan mendampingi pelaku UMKM dalam implementasi strategi digital yang telah diajarkan, membantu mereka menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Program ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan SDM lokal dan menekan tingkat pengangguran di Desa Karyamulya. 

Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan program ini, dengan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan.

Inisiatif ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek peningkatan kualitas ekonomi lokal. Dengan memahami dan mengimplementasikan digitalisasi, pelaku UMKM di Karyamulya dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan pengelolaan bisnis, dan mengatasi kendala utama seperti kurangnya akses teknologi dan minimnya pelatihan relevan.

Melalui program ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan perannya sebagai agen perubahan. Pendekatan inovatif yang memadukan teknologi dengan kolaborasi lintas generasi diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM lokal dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. (Aisyah)

Jumat, 03 Januari 2025

Resmi Dilepas, 610 Mahasiswa UIN Siber Cirebon Siap Menuju Generasi Emas di Dunia Kerja

CIREBON, FC – Dalam semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, resmi melepas 610 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Perbankan Islam (FEBI) untuk menjalani program magang selama enam bulan. 

Acara pelepasan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh para peserta magang, Dekan FEBI, dan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Jum’at, (03/01/2025).

Mahasiswa dari empat jurusan, yaitu Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Pariwisata Syariah, akan mengikuti program ini mulai Januari hingga Juni 2025. Program magang ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa di dunia kerja, baik di sektor usaha maupun industri, sebagai bagian integral dari kurikulum FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dr. H. Didi Sukardi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Perbankan Islam, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap program ini. 

“Kami berharap program magang ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di kampus. Selain itu, ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk mengembangkan soft skills dan hard skills yang relevan di dunia kerja, serta memperluas jaringan profesional,” ujarnya.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa peserta magang. “Ini adalah langkah nyata kami dalam mempersiapkan lulusan yang unggul dan kompetitif. Magang ini akan menjadi pengalaman tak ternilai yang mempersiapkan kalian untuk menghadapi tantangan dunia kerja,” tegasnya.

Rektor juga berpesan agar para mahasiswa menjaga sikap profesional, berdisiplin, dan membawa nama baik almamater. “Ingat, keberhasilan kalian di tempat magang tidak hanya mencerminkan kualitas diri, tetapi juga membawa citra positif bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” tambahnya.

Program magang ini menempatkan mahasiswa di berbagai perusahaan dan lembaga sesuai dengan bidang studinya. Dengan pengalaman praktis ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja dan memiliki daya saing global.

Para mahasiswa, dengan semangat tinggi, menyatakan kesiapan mereka untuk terjun langsung ke dunia kerja. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan dunia usaha dan industri, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.

Melalui program ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus membuktikan komitmennya untuk memberikan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, sesuai dengan visi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. (Nur)