Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 23 Februari 2025

Mahasiswa UIN Siber Cirebon Luncurkan Aplikasi Poricare untuk Mitigasi Banjir

CIREBON - Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dari Jurusan Tadris Biologi yang tergabung dalam tim N2M dengan penuh semangat menyelenggarakan acara peluncuran aplikasi Poricare. 

Kegiatan ini menjadi tahap akhir implementasi inovasi mereka dalam ajang lomba Innovillage, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk mitigasi banjir. Sabtu, (22/02/2025).

Poricare merupakan sistem digital berbasis sensor dan pemetaan yang dirancang untuk mendukung pembuatan serta pemeliharaan biopori secara lebih efektif dan efisien. 

Acara peluncuran ini berlangsung di ruang kelas MA Nurul Huda Munjul dan dihadiri oleh berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap inovasi ini, termasuk masyarakat sekitar, siswa, para guru, Ketua Jurusan Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dosen pembimbing tim N2M Bambang Ekanara, M.Pd., pihak desa, serta mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB diawali dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan desa yang berharap aplikasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. 

Ketua Jurusan serta dosen pembimbing turut memberikan apresiasi atas kerja keras tim N2M dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis ilmu pengetahuan dan berdampak nyata di lapangan.

Selanjutnya, tim N2M memaparkan berbagai fitur unggulan dalam aplikasi Poricare, di antaranya:

1. Sensor Water Level - Memungkinkan pengguna untuk memantau ketinggian air tanah guna menganalisis efektivitas biopori dalam menyerap air hujan.

2. Peta Lokasi Biopori (Map) - Memudahkan pengguna untuk melihat lokasi biopori yang telah dibuat.

3. Sensor Curah Hujan - Memberikan informasi terkait intensitas curah hujan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi terbaik dalam mitigasi banjir.

Penerapan biopori sebagai solusi resapan air sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, yang bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang aman dan tangguh. 

Dengan fitur-fitur unggulan yang dimiliki, Poricare tidak hanya menjadi alat edukasi tetapi juga solusi nyata dalam membangun komunitas yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Tim N2M juga melakukan demonstrasi langsung mengenai cara kerja aplikasi Poricare. Peserta yang hadir dapat melihat secara langsung cara mengakses aplikasi, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, hingga fitur-fitur utama yang telah dikembangkan. 

Demonstrasi ini bertujuan agar masyarakat, terutama siswa dan perangkat desa, dapat memahami cara menggunakan aplikasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi presentasi dan demonstrasi. 

Para peserta menunjukkan minat besar terhadap inovasi ini, terutama dalam hal potensi implementasi Poricare di daerah lain yang menghadapi permasalahan banjir serupa.

Peluncuran aplikasi Poricare ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan aksi nyata untuk mengatasi permasalahan banjir dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis teknologi. 

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa, inovasi ini berpotensi berkembang lebih luas serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan.

Sebagai tim pengembang, tim N2M berharap aplikasi ini tidak hanya berhenti pada tahap perlombaan, tetapi juga dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah air, hijau, dan bebas banjir.

Jumat, 21 Februari 2025

Pemkab Cirebon Persiapkan Verifikasi ODF Oleh Tim Provinsi Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Sosialisasi Verifikasi Open Defecation Free (ODF) secara hybrid di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Jumat (21/2/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah persiapan sebelum verifikasi ODF oleh tim dari Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Februari 2025.

Dalam sambutan Bupati Cirebon Imron, yang dibacakan oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mochamad Syafrudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses sanitasi sebagai bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam persiapan verifikasi ODF ini,” katanya.

Ia menjelaskan, kesehatan adalah hak asasi setiap warga masyarakat, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa semua warga mendapatkan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak.

Oleh karena itu, Pemkab Cirebon harus berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.

Ia menambahkan, bahwa keberhasilan verifikasi ODF, merupakan bukti nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Sanitasi yang baik adalah faktor penting dalam mendukung kualitas hidup. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menjadi sumber utama penyebaran penyakit, seperti diare, kolera, dan kecacingan,” ujarnya.

Dengan adanya verifikasi ini, kata dia, dipastikan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon benar-benar terbebas dari kebiasaan tersebut.

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, untuk bersama-sama memastikan bahwa fasilitas sanitasi di setiap wilayah terus terjaga dan berfungsi dengan baik,” sambungnya.

“Mari kita tunjukkan kepedulian kita, dengan turut serta dalam pemenuhan kebutuhan sanitasi berupa jamban sehat bagi masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, menjelaskan bahwa deklarasi ODF Kabupaten Cirebon telah dilakukan pada 27 Desember 2024 lalu.

Deklarasi ini merupakan pernyataan kepala daerah, bahwa masyarakat Kabupaten Cirebon telah terbebas dari perilaku BABS.

“Kini, kami bersiap untuk proses verifikasi oleh Tim Verifikator ODF Provinsi Jawa Barat,” ungkap dia.

Verifikasi ODF akan berlangsung dalam tiga tahap. Pada 24 Februari 2025, dilakukan verifikasi dokumen secara daring yang melibatkan kepala daerah, kepala perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta kepala desa/kelurahan.

Selanjutnya, pada 25 Februari 2025, tim akan turun ke lapangan untuk meninjau kondisi di 12 kecamatan dan desa/kelurahan yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria.

Seperti, desa pertama dan terakhir yang mendeklarasikan ODF, desa rawan BABS, serta desa dengan akses jamban tertinggi dan terendah.

Terakhir, pada 26 Februari 2025, hasil verifikasi akan diplenokan dan dipresentasikan kepada pemerintah daerah.

Edi menyampaikan, berbagai persiapan telah dilakukan sebelum pelaksanaan verifikasi, termasuk koordinasi dengan 60 petugas kesehatan lingkungan puskesmas pada 18 Februari 2025 dan diskusi lintas sektor dengan Bagian Kesra, perangkat daerah terkait, serta BAZNAS pada 19 Februari 2025.

“Kami berharap dengan adanya verifikasi ini, Kabupaten Cirebon benar-benar bisa mendapatkan pengakuan sebagai daerah bebas BABS,” ungkapnya.

“Selain itu, status ODF ini juga menjadi pintu masuk untuk verifikasi Kabupaten/Kota Sehat tahun 2025,” pungkasnya. (din)

Kamis, 20 Februari 2025

Usai Resmi Dilantik, Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati Berkomitmen Wujudkan Visi Kota Cirebon Tahun 2029

 

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melantik 961 kepala daerah terpilih dalam acara serentak yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/1/2025). Pelantikan ini mencakup 33 gubernur-wakil gubernur, 363 bupati-wakil bupati, serta 85 wali kota-wakil wali kota dari seluruh Indonesia.

Di antara kepala daerah yang dilantik, Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon untuk periode 2025-2030.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa acara pelantikan serentak ini merupakan momen bersejarah dalam pemerintahan Indonesia. "Saudara-saudara saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat," ujar Prabowo.

Ia juga mengingatkan para kepala daerah yang baru dilantik agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat, serta berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu, Prabowo menekankan bahwa meskipun para kepala daerah berasal dari berbagai latar belakang politik, agama, dan suku, mereka semua merupakan bagian dari satu bangsa besar, Indonesia. 

"Kita telah lahir dalam keluarga besar nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi kita satu," tegas Prabowo.

Prabowo menilai, para kepala daerah yang dilantik ini telah melaksanakan suatu kampanye yang tidak ringan. Untuk itu, lanjut Prabowo, kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja keras. 

"Saudara telah turun ke rakyat, saudara telah minta kepercayaan rakyat dan alhamdulillah saudara berhasil meraih kepercayaan rakyat masing-masing. Harus membela kepentingan rakyat, dan berjuang untuk perbaikan hidup masyarakat," pesannya.

Usai pelantikan, Effendi Edo menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan visi terwujudnya Kota Cirebon Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman dan Berkelanjutan Tahun 2029. 

"Semoga ini awal dari komitmen kerja bersama untuk Kota Cirebon yang lebih baik. Kami mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam mewujudkannya," ujar Edo.

Edo juga menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat akan terus dijaga. Ia berkomitmen untuk terus berdialog dengan warga, serta menerima kritik dan saran demi kemajuan kota. “Selama itu untuk kebaikan Kota Cirebon saya menerima kritik, saran dan masukan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida, turut menyatakan kesiapannya untuk bekerja bersama Edo dalam menata pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik. “Kami akan saling mendukung untuk mewujudkan visi SETARA, dan kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Cirebon,” ujarnya. (din)



Pemkab Cirebon Tekankan Keberlanjutan Program Dalam Pelantikan Bupati Definitif

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala perangkat daerah menyaksikan Pelantikan Kepala Daerah (KDH) dan Wakil Kepala Daerah (WKDH) secara serentak tahun 2025.

Acara tersebut berlangsung di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, pada Kamis (20/2/2025).

Dalam kesempatan itu, Wahyu menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan Imron serta Agus Kurniawan Budiman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon definitif periode 2025-2030.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama, selama masa jabatannya sebagai Pj Bupati sekitar 9 bulan tiga hari di Kabupaten Cirebon.

“Banyak hal yang telah kami lakukan bersama, namun ada juga yang masih belum terselesaikan. Mudah-mudahan program yang belum tuntas dapat dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati definitif,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Cirebon atas dukungan dan partisipasi mereka dalam pembangunan daerah.

Selain itu, ia memohon maaf, jika selama masa jabatannya masih terdapat hal yang belum optimal dalam upaya memajukan Kabupaten Cirebon.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, dan mudah-mudahan ke depan Kabupaten Cirebon semakin maju, gemilang, dan menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Wahyu berharap, Bupati dan Wakil Bupati Cirebon definitif mampu menyelesaikan berbagai tantangan daerah, termasuk infrastruktur, investasi, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, irigasi, serta penanganan stunting, kemiskinan, dan pengangguran.

“Saya menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam mengatasi persoalan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan pelantikan serentak ini merupakan momen bersejarah bagi Indonesia.

Sebanyak 961 kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan walikota, dilantik serentak di Istana Merdeka Jakarta oleh kepala negara.

“Ini menunjukkan, Indonesia memiliki demokrasi yang hidup dan dinamis. Saudara-saudara yang telah terpilih berasal dari latar belakang berbeda dan telah berhasil meraih kepercayaan rakyat,” kata Presiden Prabowo.

Ia mengingatkan para kepala daerah yang baru dilantik, bahwa mereka adalah pelayan rakyat yang harus mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

Presiden juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman suku, agama, dan latar belakang politik.

“Saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat. Tugas saudara adalah membela kepentingan rakyat dan memperjuangkan kesejahteraan mereka,” tegasnya. 

Rabu, 19 Februari 2025

Pelantikan PWI Kota Cirebon, Pj Wali Kota Ajak Pers Dukung Ketahanan Pangan

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon mengajak Pers Dukung Ketahanan Pangan, hal itu disampaikan pada acara Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2025 serta pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon periode 2024-2027 ya g berlangsung di Balai Kota Cirebon, Rabu, 19 Februari 2025.

Acara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Dr. Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, S.I.P., M.Si., serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma'ruf Nuryasa, A.P., M.M.

Peringatan Hari Pers Nasional kali ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi besar insan pers dalam memberikan informasi yang mendidik, menjaga transparansi, serta memperjuangkan hak-hak publik melalui pemberitaan yang objektif dan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Cirebon mengucapkan selamat kepada pengurus PWI yang baru dilantik dan berharap agar mereka dapat menjaga serta meningkatkan kualitas organisasi.

"Semoga PWI Kota Cirebon semakin solid dalam memberikan peran yang positif bagi dunia pers dan pembangunan daerah," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus PWI sebelumnya yang telah berkontribusi dalam mengembangkan dunia jurnalistik, menjaga kebebasan pers, serta mendukung pembangunan di Cirebon dan Indonesia. Pj Wali Kota menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka dalam memajukan sektor jurnalistik.

Tema peringatan Hari Pers Nasional tahun ini adalah "Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa". Pj Wali Kota menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas negara, sehingga pers memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu terkait sektor pertanian dan pangan.

"Pers dapat memastikan kebijakan pemerintah berjalan dengan baik dengan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, serta mendorong kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan," jelasnya.

Ia juga mengajak pers untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya bertani dan memanfaatkan potensi alam guna mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.

"Mari kita berkolaborasi untuk menciptakan ketahanan pangan yang mandiri di Cirebon," tambahnya.

Selain itu, Pj Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pers dalam pembangunan daerah. Pers yang profesional dan berintegritas sangat diperlukan untuk mendukung berbagai program pro-rakyat, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah Kota Cirebon selalu membuka ruang untuk berdialog dengan para wartawan, karena masukan dan kritik konstruktif dari media sangat membantu pemerintah dalam bekerja lebih baik lagi," tuturnya.

Ketua PWI Kota Cirebon juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan pers atas dedikasi dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas.

"Semoga kerja sama yang baik antarwartawan dapat terus terjalin, dan pers tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran serta berkontribusi dalam pembangunan Cirebon," harapnya. (din)