Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 10 Mei 2025

Mahasiswa SPI UIN Siber Cirebon Lakukan Studi Lapangan Mata Kuliah Apresiasi Seni Ke Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon

CIREBON, FC – Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) kelas 6A Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan studi lapangan mata kuliah Apresiasi Seni di sentra kerajinan gerabah Desa Sitiwinangun, Kec Jamblang, Kab Cirebon, pada Kamis, 8 Mei 2025. 

Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Yunita Dwi Jayanti, M.Pd.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami nilai-nilai artistik dan sejarah dari kerajinan gerabah, yang telah lama menjadi identitas budaya khas Desa Sitiwinangun. 

Para mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses pembuatan gerabah secara teknis, tetapi juga menelusuri sejarah desa tersebut sebagai pusat pengrajin gerabah yang kini berkembang menjadi desa wisata berbasis budaya lokal.

Dalam penjelasannya, dosen pendamping Yunita Dwi Jayanti menekankan pentingnya pembelajaran seni secara langsung di lapangan. “Apresiasi seni tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas. 

Melalui studi lapangan ini, mahasiswa bisa mengalami sendiri bagaimana nilai seni itu hidup dan diwariskan dalam masyarakat,” ujarnya.

Desa Sitiwinangun sendiri merupakan salah satu sentra pengrajin gerabah tertua di Cirebon yang masih aktif hingga kini. Nama desa ini memiliki makna filosofis yang kuat. ‘Siti’ berarti tanah dan ‘winangun’ berarti dibentuk atau dibangun. 

Hal ini mencerminkan kegiatan utama masyarakatnya yang sejak zaman dahulu membentuk tanah menjadi karya seni bernilai tinggi, yaitu gerabah.

Selama kegiatan, mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai proses pembuatan gerabah mulai dari pemilihan tanah liat, teknik pembentukan dengan alat tradisional, pengeringan alami, hingga pembakaran di tungku terbuka. 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak berinteraksi langsung dengan pengrajin lokal dan mencoba sendiri membentuk gerabah sederhana, sebuah pengalaman yang membuka wawasan baru tentang proses kreatif seni tradisional.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Aisyah Nurul Fadilah, mengungkapkan antusiasmenya, ia melihat langsung dan mencoba membuat gerabah sendiri membuat dirinya lebih memahami bagaimana nilai seni dan budaya itu terbentuk dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis lapangan seperti ini sangat relevan dengan karakter ilmu humaniora yang menekankan pentingnya interaksi langsung dengan objek budaya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dosen dan antusiasme mahasiswa dalam kegiatan studi lapangan ini. Ini adalah bentuk nyata dari pendidikan kontekstual yang membumi dan bernilai. Seni dan budaya adalah bagian penting dari peradaban Islam yang perlu terus dikaji dan dilestarikan,” ujar Anwar Sanusi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian seni tradisional sebagai bagian dari khazanah peradaban Islam dan budaya Nusantara. 

Studi lapangan ini juga menjadi refleksi bahwa seni bukan hanya ekspresi estetika, melainkan juga simbol peradaban, identitas, dan kearifan lokal yang perlu dijaga dalam menghadapi era modernisasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) ke dalam kurikulum, serta mendukung mahasiswa untuk lebih aktif mengenal dan mencintai budaya lokal Indonesia. (din)

Jumat, 09 Mei 2025

Mahasiswa UIN Siber Cirebon Lolos Sertifikasi Nasional Video Editor, Tunjukkan Potensi Kreatif di Ajang VISION Kabupaten Bandung

BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Abdul Rofi, mahasiswa semester 8 Program Studi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau yang lebih dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU). 

Rofi berhasil lolos dalam Sertifikasi Video Editor bertajuk VISION (Video Editor Certification Program) yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung pada 6–7 Mei 2025 di Gedung Pusat Kreasi Destinasi Pariwisata (PKDP) Kabupaten Bandung.

Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 24 peserta dari kalangan pelaku ekonomi kreatif yang sebelumnya telah melewati tahap seleksi ketat. 

Tujuannya adalah mendukung dan meningkatkan kompetensi insan kreatif di era digital. Dalam program ini, peserta mendapatkan Bimbingan Teknis pada hari pertama dan menjalani Uji Kompetensi Sertifikasi pada hari kedua.

“VISION adalah ruang tumbuh bagi para editor video lokal karena kreativitas perlu difasilitasi agar mampu memberi dampak yang lebih besar,” ungkap Abdul Rofi dalam sesi wawancaranya.

Sebagai relawan editor aktif di Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD) UIN Siber Cirebon serta pengelola media sosial Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber selama hampir dua tahun, Rofi menilai sertifikasi ini sebagai batu loncatan penting menuju dunia profesional. 

Ia menyampaikan terima kasih kepada kampusnya atas dukungan yang terus diberikan terhadap minat dan bakat mahasiswa di bidang videografi.

“Saya sangat berterima kasih kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Sertifikasi ini bukan hanya tentang belajar teknis editing, tapi juga soal menyampaikan gagasan dan cerita yang bermakna,” tambah Rofi.

Sambutan apresiatif datang dari Ir. Gunawan Ramli, M.Kom selaku perwakilan PT. LSP Digital Teknologi, lembaga penyelenggara sertifikasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penilaian sertifikasi meliputi attitude (sikap), knowledge (pengetahuan), dan skill (kemampuan).

“Kehadiran kami adalah bentuk komitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di sektor kebudayaan dan pariwisata yang kini turut bertransformasi ke arah digital,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Sofiyurahman, S.St.Par, MM, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif.

“Ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di industri kreatif. Peserta dibekali keahlian serta sertifikat resmi yang diakui secara nasional,” ucapnya.

Pada sesi Bimbingan Teknis, peserta mendapat materi langsung dari praktisi multimedia nasional, Dr. Sugata Salim, S.TH., M.M., M.Ag., MOS, yang membawakan materi mulai dari dasar scriptwriting, perencanaan produksi, hingga praktik membuat video sesuai standar industri.

Dalam sesi uji kompetensi, Abdul Rofi mempresentasikan karya videonya yang berjudul “TEKO: Teh dan Kopi untuk Semua Cerita”, yang dapat disaksikan melalui tautan Instagram Reel.

“Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa membuat video bukan hanya soal visual yang bagus, tapi juga konsep, cerita, dan bagaimana ide dikemas secara profesional,” tutup Rofi.

Keikutsertaan Rofi dalam sertifikasi ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tapi juga aktif dalam mengasah keterampilan digital kreatif untuk menyongsong masa depan industri kreatif nasional.

Bukti Transparan dan Akuntabel Dalam Tata Kelola Keuangan, UIN Siber Cirebon Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-Turut

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan negara. 

Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, kampus yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU) ini berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) tahun 2022, 2023, dan 2024.

Opini tertinggi dalam audit keuangan ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, yang secara independen menilai laporan keuangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Opini WTP menjadi indikator kuat bahwa lembaga ini telah memenuhi standar tertinggi dalam akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika dan jajaran pengelola keuangan yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membangun tata kelola yang profesional dan terpercaya.

“Opini WTP ini bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah wujud nyata dari budaya kerja yang akuntabel, kolaboratif, dan transparan. Kami bangga dapat menjaga kepercayaan publik dalam pengelolaan dana negara, khususnya di sektor pendidikan tinggi,” ungkap Prof. Aan.

Pencapaian tiga tahun berturut-turut ini semakin menegaskan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri yang adaptif dan responsif, terutama dalam menghadapi era digitalisasi keuangan dan penguatan peran BLU sebagai lembaga layanan publik yang efisien dan berdaya saing.

Lebih dari sekadar catatan keuangan, keberhasilan ini juga mencerminkan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus bergerak maju dalam mendukung reformasi birokrasi dan sistem manajemen berbasis teknologi.

 Dengan konsistensi meraih WTP, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat mutu layanan pendidikan tinggi berbasis keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan, sebagai kontribusi nyata dalam membangun SDM unggul untuk masa depan Indonesia. (din)

Polresta Cirebon Amankan 4.118 Knalpot Tak Sesuai Spesifikasi, Siap Dijadikan Monumen Edukasi

 

CIREBON – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon mengamankan sebanyak 4.118 unit knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis selama periode Januari hingga April 2025. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penertiban kendaraan dalam rangka mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, mengungkapkan bahwa ribuan knalpot tersebut diamankan hasil razia yang digelar secara rutin oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Polsek di bawah naungan Polresta Cirebon.

“Hasil pelaksanaan razia yang kami lakukan terkait Kamseltibcarlantas, Polresta Cirebon berhasil mengamankan sebanyak 4.118 knalpot yang tidak sesuai spesifikasi,” ujar Kombes Pol Sumarni dalam keterangan resminya.

Tak hanya sekadar penindakan hukum, Polresta Cirebon juga merencanakan langkah edukatif yang unik. Ribuan knalpot yang disita rencananya akan disulap menjadi sebuah monumen sebagai pengingat dan edukasi bagi masyarakat agar tidak lagi menggunakan knalpot bising yang melanggar aturan.

“Nantinya, sebagian dari knalpot yang diamankan akan kami jadikan tugu atau monumen sebagai simbol edukasi agar masyarakat tidak lagi menggunakan knalpot yang tidak sesuai spek,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa penggunaan knalpot tidak standar tidak hanya melanggar ketentuan lalu lintas, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum, kenyamanan, bahkan keamanan masyarakat.

Upaya ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polresta Cirebon dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan tertib serta meningkatkan kesadaran hukum di tengah masyarakat. (din)

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Rutin

 

CIREBON – Ribuan botol minuman keras (miras) hasil dari operasi rutin yang ditingkatkan dimusnahkan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon. Pemusnahan ini digelar usai konferensi pers yang berlangsung di Mapolresta Cirebon pada Kamis (8/5/2025), dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Sumarni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya menjelang transformasi Kabupaten Cirebon sebagai kawasan industri yang ramah investasi.

"Total miras pabrikan yang kami musnahkan hari ini sebanyak 4.974 botol dengan nilai taksiran mencapai Rp258.440.000. Selain itu, terdapat pula 4.310 botol miras tradisional jenis ciu senilai Rp86.200.000, serta 1.342 liter tuak senilai Rp6.710.000 yang ikut dimusnahkan," ujar Kapolresta.

Barang bukti tersebut merupakan hasil dari operasi rutin malam hari yang dilakukan oleh jajaran Satres Narkoba dan fungsi lainnya di lingkungan Polresta Cirebon sepanjang Mei 2025. 

Selain memusnahkan miras, pihak kepolisian juga memaparkan keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa konsumsi miras tidak hanya merusak kesehatan, namun juga kerap menjadi pemicu berbagai tindakan kriminal di masyarakat. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan dan menjauhi penyalahgunaan barang terlarang.

"Mari kita bersama-sama ciptakan Kabupaten Cirebon yang aman, kondusif, dan ramah bagi investor. Jangan ragu melaporkan tindak kejahatan melalui layanan Call Center 110 atau WhatsApp pengaduan di nomor 08112497497," tegasnya.

Pemusnahan miras ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi dan unsur Forkopimda, antara lain Kasdim 0620 Kab. Cirebon Mayor Arm. Zulhkan, Kasi Pengelolaan Barang Bukti Kejari Cirebon Santoso, SH, MH, Sekdishub Kab. Cirebon Yayan Sunarya, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan. Hadir pula para pejabat Polresta Cirebon seperti Kasat Resnarkoba AKP Heri Nurcahyo, Kasi Propam Iptu Enjay Sonjaya, dan Kasi Humas Ipda Ivan Arief Munandar, serta para Kanit Sat Resnarkoba dan awak media.

Dengan kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat dan peredaran miras serta narkotika dapat ditekan secara signifikan di wilayah hukumnya. (din)