Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 Juni 2025

Pemkot Cirebon Peringati Hari Lingkungan Hidup dengan Aksi Nyata, Dinas LH : 'Hentikan Polusi Plastik'

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kota dengan menggelar aksi nyata berupa kegiatan bersih-bersih dan edukasi lingkungan. 

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis pagi (5/6), dipusatkan di Area Gedung BAT, dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin apel bersama yang kemudian dilanjutkan dengan aksi pungut sampah plastik. 

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Ini adalah momen penting untuk kembali mengingatkan kita semua bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Usai apel, Wali Kota bersama jajaran perangkat daerah dan masyarakat melakukan aksi bersih-bersih sambil menyusuri kawasan Pasar Kanoman.

Di lokasi tersebut, mereka juga membagikan totebag kepada para pengunjung sebagai ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, Wali Kota meninjau kondisi kendaraan pengangkut sampah yang dinilai sudah tidak layak pakai.

“Beberapa mobil pengangkut sampah sudah tua dan tidak efisien. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita ganti agar pengelolaan sampah lebih optimal,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota mengajak seluruh warga untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan secara gotong royong.

“Cirebon adalah kota budaya, kota sejarah, dan kota jasa. Semua itu akan kehilangan makna jika kita hidup di lingkungan yang kotor. Masa depan kota ini ditentukan oleh cara kita memperlakukan alam hari ini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Yuni Darti, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah “Hentikan Polusi Plastik.”

Sebagai bentuk konkret, DLH membagikan totebag kepada pengunjung pasar sebagai simbol edukasi dan ajakan untuk meninggalkan kantong plastik sekali pakai.

“Kami juga terus mensosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya terkait pengurangan sampah plastik. Edukasi ini harus terus dijalankan hingga ke tingkat RW,” jelas Yuni.

DLH mencatat perkembangan positif dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini, terdapat 32 bank sampah aktif di Kota Cirebon yang berfungsi sebagai tempat pemilahan dan juga memberikan nilai ekonomi bagi warga. Selain itu, satu unit ATM Sampah telah mulai beroperasi, menyasar sekolah-sekolah dan pusat keramaian.

“Kami berharap ke depannya jumlah bank sampah dan ATM Sampah terus bertambah, demi mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” pungkas Yuni.

Perluasan Operasional BRT Trans Cirebon Butuh Kajian Komprehensif






CIREBON – Rencana perluasan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon ke wilayah aglomerasi Cirebon Raya mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Cirebon. Namun, agar perluasan trayek tersebut berjalan optimal dan tidak membebani keuangan daerah, dibutuhkan kajian komprehensif serta kerjasama lintas daerah.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno, SH, menegaskan bahwa operasional BRT saat ini masih bergantung pada subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, menurutnya, perlu strategi agar sektor transportasi ini bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) tanpa terus menerus mengandalkan anggaran pemerintah.

“Kami menaruh optimis kepada Dishub yang berkerja sama dengan PD Pembangunan untuk meningkatkan pengoperasian BRT Trans Cirebon agar optimal. Untuk itu, perlu ada kajian, kajian itu menyangkut perluasan trayek wilayah aglomerasi dan potensi-potensinya,” ujar Agung usai rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan PD Pembangunan di Griya Sawala, Rabu (4/6/2025).

Direktur PD Pembangunan, Panji Amiarsa, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki semangat yang sama untuk memperluas jangkauan BRT ke wilayah aglomerasi. Wilayah yang menjadi target perluasan meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Sumedang.

Ia juga mengakui masih adanya sejumlah tantangan dalam pengoperasian BRT, seperti minimnya fasilitas halte, jalur koridor yang belum maksimal, serta keterbatasan anggaran operasional.

“Perluasan trayek ini membutuhkan kajian yang komprehsnsif membahas trayek, regulasi, potensi pendapatan, serta biaya operasional. Untuk itu, kajian bersama dengan Pemprov Jabar dan daerah aglomerasi sangat diperlukan,” kata Panji.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Drs Andi Armawan, MSi, menjelaskan bahwa Kota Cirebon saat ini mengoperasikan 10 unit bus BRT hibah dari Kementerian Perhubungan. BRT Trans Cirebon mulai beroperasi pada 12 April 2021 dengan Koridor 1, namun hasil monitoring menunjukkan load factor (tingkat keterisian) masih sangat rendah.

Sebagai tindak lanjut, Dishub memperluas layanan ke wilayah selatan Kota Cirebon dengan membuka Koridor 2 yang diresmikan Gubernur Jawa Barat pada 19 Juli 2023.

Koridor 2 kini melayani kawasan strategis seperti pusat kuliner, destinasi wisata, area pendidikan, kantor pemerintahan, dan pusat perbelanjaan dengan tarif yang terjangkau.

Salah satu tantangan besar dalam pengembangan transportasi publik di Kota Cirebon adalah minimnya armada angkot layak jalan—hanya sekitar 5 persen angkot yang berusia di bawah 10 tahun. Selain itu, hanya sekitar 6 persen warga yang menggunakan transportasi umum sebagai moda utama mobilitas.

Hal ini menunjukkan urgensi pengembangan BRT Trans Cirebon sebagai solusi transportasi publik yang modern dan terintegrasi, sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik bagi masyarakat.

“Penataan jaringan trayek dan perluasan wilayah ini,kami akan sama-sama menghadap Pemprov Jawa Barat. Melihat kondisi riil di lapangan, biaya operasional BRT, setelah dihitung-hitung, kami hanya bisa mengoperasikan 3 BRT saja,” katanya.

Hadir pula saat rapat, Sekretaris Komisi I DPRD, Aldyan Fauzan Ramdlan, Anggota Komisi I lainnya, Andi Riyanto Lie, Ruri Tri Lesmana, Imam Yahya SFilI MSi, Cicih Sukaesih, Anita Tri Handayani. (Ara)

Distan Kabupaten Cirebon Berikan Ciri Hewan Qurban Sehat dan Layak Konsumsi

KABUPATEN CIREBON - Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon melalui UPTD Puskeswan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. 

Totalnya, hingga 28 Mei 2025, sebanyak 12.214 hewan kurban telah diperiksa. Lantas, bagaimana ciri hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi?

Menurut Distan Kabupaten Cirebon, hewan kurban yang sehat dan layak konsumi memiliki beberapa ciri. Berikut ciri-ciri hewan kurban sesuai prinsip kelayakan secara aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

"Aktif bergerak, Nafsu makan baik, Mata dan lubang-lubang tubuh (mulut, hidung, anus) bersih," terangnya.

Sementara itu, selain hewan layak konsumsi memiliki kondisi fisik yang sesuai dengan syarat, ada juga syarat lainnya yakni perihal umur. Untuk domba dan kambing minimal berumur 12 bulan. Sedangkan, sapi dan kerbau minimal berumur dua tahun

Distan Kabupaten Cirebon menegaskan, hewan yang telah memenuhi syarat akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta penandaan khusus, selama persediaan masih ada. 

Distan Kabupaten Cirebon juga menangani potensi penyakit hewan menular strategis seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease) melalui vaksinasi, pengobatan, penerapan persyaratan kesehatan hewan bagi hewan yang dilalulintaskan, komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat

Menurut data Distan Kabupaten Cirebon, hingga 28 Mei 2024, petugas telah memeriksa 12.214 ekor hewan kurban. Rinciannya, sebanyak 3.601 sapi yang telah diperiksa, sebanyak 8.414 domba, 197 kambing, dan dua ekor kerbau. Kepala Distan Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan mengatakan, kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan rutin setiap tahunnya.

“Pemeriksaan ante mortem dan post mortem, baik sebelum dan sesudah pemotongan. Secara pelaksanaan sudah melakukan pemriksaan sebanyak 12.214 ekor,” kata Alex Suheriyawan saat sambutan di acara pemriksaan hewan kurban di Desa Kubang, Kecamatan Talun, Senin (2/6/2025).

Alex mengatakan, pemeriksaan hewan kurban merupakan pelayanan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Forkopimda untuk memastikan masyarakat melaksanakan ibadah kurban sesuai rukun Islam. 

Selain itu, Pemkab Cirebon juga mendorong suksesnya pelaksanaan kurban yang berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. 

Melalui upaya ini, Distan Kabupaten Cirebon berharap pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat, serta masyarakat memperoleh daging yang layak konsumsi. (Hafid)

Mengenal Lebih Dekat Wisata Mbesaran Hijau di Kabupaten Brebes

 

fokuscirebon.com - Mbesaran Hijau adalah salah satu destinasi wisata menarik yang terletak di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Objek wisata ini menawarkan pengalaman yang kaya akan sejarah dan edukasi. Lokasinya yang strategis, berada di sebelah selatan jalur Pantura, membuatnya mudah diakses.

Dengan tiket masuk yang terjangkau, hanya lima ribu rupiah, Mbesaran Hijau menjadi pilihan favorit bagi keluarga, terutama bagi warga Kecamatan Jatibarang dan sekitarnya.

Mbesaran Hijau memiliki potensi wisata yang sangat besar. Lokasinya yang berdekatan dengan Pabrik Gula Jatibarang menambah daya tarik tersendiri. 

Di dalam area wisata ini, terdapat rumah dinas Gubernur Jenderal Belanda yang ikonik dan memiliki nilai estetika, yang tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga sering digunakan untuk berbagai upacara, seperti Hari Olahraga Nasional, apel siaga pengawas pemilu, dan pengukuhan Sinok Sitong kabupaten brebes dan lain sebagainya. 

Gedung ini memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Jatibarang sebagai wujud objek peninggalan belanda di masa lampau.

Di Mbesaran Hijau, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman unik dengan menunggang kereta api ala zaman kolonial Belanda. 

Dulu, tempat ini merupakan pusat komoditas tebu, di mana tebu dari petani dikirim melalui kereta api untuk diolah di Pabrik Gula Jatibarang yang didirikan pada tahun 1842 oleh NV Mij tot Exploitatie der Suiker Onderneming, yang dimiliki oleh Otto Carel Holmbreg, seorang pria berkebangsaan Belanda.

Pada saat ini, Mbesaran Hijau telah mengalami banyak perubahan menarik. Terdapat patung binatang seperti zebra, jerapah, dan unta yang dapat menarik perhatian anak-anak. 

Selain itu, area ini dilengkapi dengan play ground yang lengkap dan area parkir yang luas, memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Fasilitas lain yang tersedia termasuk kolam renang yang cocok untuk berenang bersama keluarga, pasir kinetik, terapi ikan, ayunan, serta kamar mandi dan kantin yang memadai. Semua fasilitas ini menjadikan Mbesaran Hijau sebagai agro wisata yang lengkap.

Di sekitar Pabrik Gula Jatibarang tersebut, terdapat juga Cafe Cerobong, di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh objek wisata dari atas cafe sambil menyaksikan lalu lintas kendaraan yang berlalu-lalang setiap harinya.

Pengunjung disini juga dapat menikmati hidangan berupa kopi dan desert model kekinian, sangat rekomended sebagai tempat untuk bercengkerama dan mengobrol santai dengan keluarga maupun orang tercinta.

Sebagai warga masyarakat Kecamatan Jatibarang, kita perlu mendukung pengembangan potensi pariwisata ini. Dukungan dari pemerintah dinas pariwisata setempat, para sarjana ilmu sejarah, sejarawan, budayawan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting. 

Dengan kesadaran akan potensi pariwisata yang ada, diharapkan Mbesaran Hijau dan Pabrik Gula Jatibarang dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang edukatif, kaya akan nilai sejarah, dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Selain itu, pengembangan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, sehingga Mbesaran Hijau dapat bersaing dengan destinasi wisata lainnya dan menjadi contoh yang baik bagi kemajuan pariwisata di Provinsi Jawa Tengah.

Penulis : Rizki Saputro S.Hum

Rabu, 04 Juni 2025

Wali Kota Cirebon Pastikan Hewan Qurban Aman dan Sehat Jepang Idul Adha 2025

 PRESS RELEASE


Wali Kota Cirebon Pastikan Hewan Kurban Aman dan Sehat Jelang Iduladha


CIREBON – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1446 H, Pemerintah Daerah Kota Cirebon melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi hewan kurban yang dijual di sejumlah titik di wilayah kota.

Pemantauan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi oleh Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), perangkat daerah terkait, serta unsur Forkopimda, Selasa (3/6/2025).

Kegiatan monitoring dilakukan di wilayah Kecamatan Kesambi dan Harjamukti yang diketahui menjadi lokasi aktivitas jual beli hewan kurban cukup tinggi menjelang Iduladha. 

Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau langsung kandang-kandang penjual hewan kurban untuk memastikan kelayakan, kebersihan, dan kesehatan hewan yang dijajakan.

Wali Kota menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang telah diperiksa oleh tim medis DKP3 dalam kondisi sehat dan layak untuk disembelih pada hari raya nanti. Menurutnya, setiap hewan yang dinyatakan sehat telah diberi label sebagai tanda lolos pemeriksaan.

“Alhamdulillah, kami sudah melakukan monitoring dan hasilnya cukup meyakinkan. Para dokter hewan sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan hewan-hewan yang dinyatakan sehat diberi label khusus. Insyaallah aman untuk dijadikan hewan kurban di Kota Cirebon,” ujar Wali Kota.

Ia juga menegaskan bahwa hewan yang belum cukup umur atau belum memenuhi syarat sah untuk kurban, tidak diperkenankan untuk dijual. Hal ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menjaga kualitas dan kelayakan hewan kurban di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, mengungkapkan bahwa hingga hari ini jumlah hewan kurban yang telah diperiksa cukup signifikan. Dari hasil pengumpulan data, sudah lebih dari 2.000 ekor domba, sekitar 300 sapi, dan lebih dari 200 kambing yang dinyatakan sehat dan cukup umur untuk kurban.

“Total ada 93 pedagang hewan kurban yang telah kami pantau hingga saat ini, dan jumlahnya masih akan terus bertambah hingga H-1 Iduladha. Semua hewan yang telah diperiksa sejauh ini dalam kondisi layak dan tidak ditemukan penyakit menular,” ujar Elmi.

Elmi juga menyampaikan bahwa DKP3 tidak hanya fokus pada pemeriksaan hewan sebelum penyembelihan, tetapi juga akan melakukan pengawasan ketat pada aspek keamanan pangan saat pelaksanaan kurban berlangsung. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan pada daging hasil pemotongan untuk memastikan tidak ada yang terkontaminasi.

Sebagai langkah preventif lainnya, DKP3 Kota Cirebon telah menggelar pelatihan khusus bagi juru sembelih halal dari berbagai Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan proses penyembelihan sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan masyarakat.

“Pelatihan ini kami lakukan agar proses penyembelihan nanti benar-benar memenuhi prinsip halal dan higienis. Kami ingin memastikan bahwa dari hulu ke hilir, kurban tahun ini berjalan sesuai standar,” tambah Elmi.

Dengan langkah-langkah pengawasan dan pelatihan yang dilakukan secara menyeluruh ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap pelaksanaan kurban tahun ini bisa berlangsung dengan aman, tertib, dan memenuhi kaidah keagamaan serta kesehatan. 

Masyarakat pun diimbau agar membeli hewan kurban dari tempat-tempat penjualan resmi yang telah diawasi oleh pemerintah daerah. (Ara)