Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 16 Juni 2025

Sinergi Bersama Kontra Radikalisasi, BNPT dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Bedah Buku Seri Tercerahkan dalam Kedamaian

 

CIREBON –Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersinergi dengan civitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar acara Bedah Buku Seri Tercerahkan dalam Kedamaian, dalam rangka memperkuat upaya pencegahan terorisme di Indonesia. 

Menurut Direktur Penegakan Hukum BNPT Brigjen Pol Sigit Widodo, S.I.K., kegiatan bedah buku penting dilaksanakan mengingat adanya temuan barang bukti buku bermuatan ekstrem yang disita dari para pelaku saat penangkapan oleh Densus 88. Sejumlah buku yang disita dari pelaku terorisme ini menjadi bukti masih terjadinya  proses radikalisasi melalui literatur dalam membentuk ideologi kekerasan. 

“Fakta empiris, dari proses penegakan hukum  tindak pidana terorisme selalu tidak lepas dan diawali dengan proses radikalisasi. Buku-buku radikal ini ditemukan dalam jumlah besar di lokasi penangkapan. Ini menunjukkan betapa kuatnya peran literatur dalam membentuk ideologi kekerasan,” tegasnya.

Brigjen Polisi Sigit menambahkan, sebagai langkah kontra radikaliasi terhadap buku radikal, BNPT bersama akademisi, peneliti, birokrat, dan mantan napiter, telah melakukan kajian menyeluruh terhadap 15 buku paling berpengaruh di kalangan kelompok teroris. Hasilnya, lahirlah dua buku reflektif dan edukatif: Tercerahkan dalam Kedamaian: Secercah Kisah Mantan dan Tercerahkan dalam Kedamaian: Menggali Akar Radikal Terorisme di Indonesia.

“Jika buku bisa digunakan untuk menyebar kebencian dan kekerasan, maka buku pula yang harus digunakan untuk menyebarkan kedamaian dan pencerahan,” ujarnya.

Melalui kegiatan bedah buku, dirinya berharap seluruh mahasiswa termasuk para dosen UINSSC dapat menjadi bagian dari upaya bersama melawan dan mencegah masuknya paham radikal terorisme di Indonesia. 

“Mari kita bangun kolaborasi yang tercerahkan dalam keikhlasan. Kita ingin Indonesia maju, damai, dan terbebas dari ideologi kekerasan,” katanya. 

Sementara itu Rektor UINSSC Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag. mendukung kegiatan bedah buku di kampusnya sebagai sinergi upaya pencegahan paham radikal terorisme.

"Kami sangat menyambut gembira kegiatan ini dan tentunya punya irisan dari peran utama kami yaitu dengan melakukan pendidikan dan pembelajaran disamping penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat. Tugas akademisi salah satunya publikasi ilmiah dan jalur yang paling cepat untuk mendoktrin orang itu melalui buku. Dan disinilah pentingnya kita mengkaji buku," katanya. 

Rektor UINSSC juga berharap agar para mahasiswa dapat memahami nilai - nilai lokal yang khas dengan sejarah berdirinya Cirebon yaitu nilai-nilai spritualisme dan multikulturalisme. 

"Nilai - nilai spritual dan multikulturalisme sangat erat dengan Cirebon. Nilai-nilai tersebut dapat dikaji kemudian ditarik kemasa kini untuk memitigasi radikal terorisme," ujarnya. (din)

Minggu, 15 Juni 2025

Siliwangi Aquatic Club Cimahi Raih Juara Umum Kejurnas Finswimming 2025 Di Cirebon

CIREBON, FC - Siliwangi Aquatic Club Cimahi berhasil menjadi Juara Umum Ke 1 Dalam ajang Kejuaraan Nasional Finswimming Nomor Kolam Antar klub se-Indonesia 2025 di Kolam Renang Catherine Surya, Komplek Bima dengan meraih 26 Medali Emas, 11 Perak dan 15 Perunggu. 

Untuk Juara ke 2 diraih oleh Triton Diving Coub Bandung dengan torehan 11 Medali emas, 8 Perak dan 8 Perunggu, sedangkan di posisi ke 3 disabet oleh SDC Finswimming Club Sidoarjo Jatim dengan perolehan 8 Medali emas, 10 Perak dan 15 Perunggu. 

Untuk Tim tuan rumah yang diwakili oleh Sarwajala Club Cirebon bertengger di peringkat ke 12 dari total 36 Club Peserta dengan raihan 3 Medali emas, 7 perak dan 4 perunggu.

Usai pengalungan medali juara Danlanal Citebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla., selaku penyelenggara mengaku bangga akan animo dan antusias para peserta kejuaraan Finswimming Tingkat Nasional tersebut.

”Kami bangga sebagai tuan rumah kami telah mensukseskan kejuaraan inj dan banyak bibit - bibit atlet muncul dan hal itu akan menjadi sumber SDM atlet di daerah dan Indonesia kedepannya dan Kota Cirebon sendiri ini dekat dengan air sehingga Pengembangan Olahraga Air harus dioptimalkan dan lagi kan logo kota kita Udang ya harus semangat untuk mengembangkan hal itu,” ujar Danlanal Pada Minggu Malam (15/6/2025) usai penutupan kejuaraan 

Sementara itu Ketua Umum KONI Kota Cirebon Terpilih M Handarujati Kalamullah (Kang Andru) mengapresiasi akan gelaran kejuaraan Finswimming Tahunn2025 di Kota Cirebon.

”Ini ajang Bagus dan hal utu harus terus dioptimalkan dan kami KONI Kota Cirebon akan mendukungnya dengan baik, kita harus melakukan regenerasi atlet di Cabang Olahraga air ini dan kami yakin kedepan akan bisa,” ucap Kang Andru. 

Sementara itu Walikota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi Kejuaraan Nasional Finswimming Nomor Kolam Antar klub se-Indonesia 2025 di Kolam Renang Catherine Surya, Komplek Bima yang berlangsung selama 2 hari tersebut.

”Kejuaraan ini juga menjadi salah satu acara dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon serta HUT ke-80 TNI Angkatan Laut dan Ajang ini memperebutkan Piala Wali Kota dan Piala Komandan Lanal (Danlanal) Cirebon, menjadikannya panggung kehormatan sekaligus momentum penting bagi dunia olahraga selam Indonesia," katanya. (Ara)

MTQH ke-39 Jawa Barat Resmi Dibuka, Kota Cirebon Targetkan Masuk 10 Besar

BANDUNG - Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dengan menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang, Bandung, Minggu (15/6/2025). 

Pembukaan MTQH berlangsung meriah, dimeriahkan oleh pawai taaruf, penampilan paduan suara, hingga berbagai pertunjukan seni Islami dan secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadikan MTQH sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana spiritual untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan moral dan etika sosial.

"MTQH bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sebuah momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai Qurani dalam kehidupan. Saya berharap, Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kesadaran kolektif masyarakat Jawa Barat dan menjadi pedoman utama dalam bersikap, berperilaku, dan mengambil keputusan, terutama bagi para pemimpin," ujarnya.

MTQH ke-39 diikuti oleh total 1.136 peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 22 Juni 2025 dan mempertandingkan sembilan cabang lomba, di antaranya tilawah, qira’at, tahfidz, tafsir, fahmil quran, syarhil quran, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta hafalan hadits Nabi. 

Tema yang diangkat yakni "Cahaya Al-Quran, Spirit Lebih Bedas Menuju Jawa Barat Istimewa," menggambarkan harapan besar agar Al-Qur’an menjadi cahaya penuntun dalam membangun peradaban masyarakat Jawa Barat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati dan jajaran pejabat terkait dari Pemerintah Kota Cirebon. Kehadiran ini bertujuan memberikan semangat serta dukungan langsung kepada 55 kafilah yang mewakili Kota Cirebon.

Wali Kota turut menyampaikan harapannya kepada para peserta dari Kota Cirebon agar mampu berprestasi dan membawa nama baik daerah. Ia menilai partisipasi dalam MTQH adalah wujud nyata dari pembinaan generasi muda yang berakhlak Qurani dan cinta terhadap ilmu agama.

"Keikutsertaan Kota Cirebon dalam MTQH ke-39 ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen kami dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kami hadir langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh kafilah, dan berharap mereka bisa tampil optimal serta meraih hasil terbaik," ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon menargetkan masuk dalam 10 besar peraih prestasi terbaik dalam MTQH kali ini. Namun lebih dari sekadar capaian kompetisi, partisipasi Kota Cirebon diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai keislaman dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di segala bidang. (din)



Pemkot Cirebon Dukung Pelestarian Budaya Lewat Kirab Haul Pangeran Pulasaren

CIREBON, FC - Pemerintah Kota Cirebon mendukung penuh terhadap pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Kirab Seni dan Budaya dalam rangka Haul Pangeran Pulasaren yang dilaksanakan di lingkungan Keraton Kacirebonan, Minggu (15/6).

Kegiatan kirab secara resmi dilepas oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir bersama Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio, Ketua Panitia Hari Jadi Kota Cirebon Iing Daiman, tokoh budaya Jajat Sudrajat, serta jajaran pemerintahan Kecamatan Pekalipan dan Kelurahan Pulasaren.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan bahwa peringatan Haul Pangeran Pulasaren tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon. Ia menegaskan bahwa momen ini dirancang agar tidak hanya bersifat seremoni pemerintahan semata, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.

“Saya telah mengarahkan panitia agar perayaan kali ini bersifat lebih terbuka dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dan hari ini, hal itu mulai tampak nyata, khususnya di Kelurahan Pulasaren,” ucap Wali Kota.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang tetap antusias mengikuti kirab meski cuaca cukup menyengat. Wali Kota berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan ke depannya, bahkan menjadi daya tarik budaya yang lebih luas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari warga, kelurahan, hingga kecamatan yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik. Semoga ke depan, kegiatan ini bisa tumbuh lebih besar dan menarik lebih banyak perhatian,” tambahnya.

Sementara itu, Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat menyampaikan bahwa kirab ini merupakan inisiatif positif dalam menjaga kearifan lokal dan memperkuat spiritualitas masyarakat.

“Kirab Haul Pangeran Pulasaren menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus potensi daya tarik wisata Cirebon. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan masuk dalam kalender budaya kota,” ungkap Sultan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak keraton, tokoh budaya, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Cirebon di tingkat nasional dan internasional. 


Wamen P2MI Secara Resmi Luncurkan LPK Berbasis Pesantren Pertama di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Sebuah langkah baru dalam pemberdayaan pesantren dan peningkatan kualitas tenaga kerja migran resmi dimulai di Kabupaten Cirebon.

Launching Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang berbasis pesantren digelar di Pondok Pesantren Gedongan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/6/2025).

LPK ini menjadi yang pertama di Kabupaten Cirebon yang menjalin kerja sama langsung dengan pihak Jepang.

Peresmian LPK tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmadi Tawalla.

Dalam sambutannya, Dzulfikar menekankan pentingnya nilai moral pesantren yang menjadi bekal utama bagi santri yang akan bekerja di luar negeri, terutama di Jepang.

“Pesantren itu punya satu nilai plus, yaitu basis moral yang kuat. Harapan kami, moralitas ini menjadi landasan paling dasar bagi para santri ketika mereka ditempatkan di luar negeri,” ujar Dzulfikar.

Ia menambahkan, para pekerja migran yang berasal dari lingkungan pesantren diharapkan tetap menjaga gaya hidup dan pergaulan yang baik selama berada di negeri orang, serta mampu membawa perubahan positif ketika kembali ke kampung halaman.

Lebih lanjut, Dzulfikar menyampaikan bahwa dengan penempatan kerja di luar negeri, para pekerja bisa meningkatkan keterampilan, menambah jejaring, serta memperluas wawasan.

Hal ini, menurutnya, sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan kualitas penempatan dan perlindungan pekerja migran sejak kementeriannya naik kelas dari badan menjadi kementerian.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk kepolisian dan Kemendagri, agar informasi terkait migrasi tenaga kerja dapat tersebar hingga ke tingkat kepala desa,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar seluruh akun media sosial Kementerian P2MI aktif 24 jam dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan informasi atau pengaduan.

Menurut Dzulfikar, pendekatan digital ini telah berhasil menjangkau berbagai kasus migran yang sebelumnya menjadi sorotan, seperti kasus pekerja di Kamboja dan Myanmar.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyambut baik hadirnya LPK berbasis pesantren ini.

Pria yang akrab disapa Jigus ini menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pelatihan dan perlindungan bagi warga Kabupaten Cirebon yang ingin bekerja ke luar negeri.

“Alhamdulillah, saya mewakili Pak Bupati hadir langsung di acara launching ini. Pak Bupati sangat mengapresiasi Pesantren Gedongan yang telah membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas,” ujar Jigus.

Menurutnya, hadirnya LPK berbasis pesantren yang menjalin kerja sama dengan Jepang merupakan yang pertama di Kabupaten Cirebon.

Pemerintah Kabupaten Cirebon sendiri, kata Jigus, terus mendorong peningkatan jumlah pekerja migran yang memiliki skill dan kesiapan moral.

Bahkan, di tahun ini, Pemkab Cirebon telah memberangkatkan sebanyak 130 orang ke Jepang melalui skema yang difasilitasi langsung oleh pemerintah daerah.

“Kita ingin ke depan, tidak ada lagi persoalan-persoalan hukum ataupun perlindungan terhadap tenaga kerja kita. Karena itu, pelatihan, pendampingan hukum, dan kolaborasi dengan pesantren sangat penting,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan, Kyai Ade, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi pelopor pesantren, yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing secara global.

“Ponpes Gedongan ini pernah mewakili Jawa Barat dalam lomba sains bidang kimia tingkat nasional. Kami terus bertransformasi menjadi pesantren enterpreneur yang membekali santri dengan skill dunia kerja, termasuk bahasa asing seperti Jepang,” ujarnya.

Ia menyebut, hadirnya LPK berbasis pesantren ini merupakan bagian dari visi besar Pesantren Gedongan untuk mencetak generasi santri yang mandiri, kompeten, dan siap bersaing di kancah internasional. (din)