Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 Juni 2025

DPRD Setujui Perubahan Raperda Pembentukan Perangkat Daerah dan PPNS

CIREBON – DPRD Kota Cirebon menyetujui dua raperda dalam rapat paripurna di Griya Sawala, Senin (30/6/2025).

Kedua raperda itu adalah Raperda tentang perubahan atas perda Nomor 5/2021 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta Raperda tentang perubahan atas perda Nomor 1/2016 tentang Penyidik PNS.

Memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menyampaikan, kedua raperda tersebut telah dibahas Pansus DPRD dan Tim Asistensi Pemda Kota Cirebon, serta sesuai dengan peraturan DPRD Kota Cirebon Nomor 1/2025 tentang Tata Tertib DPRD.

“Seluruh proses pembahasan sudah dilakukan secara komprehensif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, kedua raperda ini juga telah memperoleh fasilitasi dari Gubernur Jawa Barat,” jelas Andrie.

Selanjutnya, kedua raperda tersebut akan menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola pemerintahan dan penguatan kapasitas kelembagaan di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

Andrie juga menyampaikan bahwa perubahan atas Perda Nomor 5/2021 bertujuan untuk menyesuaikan struktur dan fungsi perangkat daerah dengan dinamika kebutuhan layanan masyarakat serta arah kebijakan nasional.

Sementara itu, perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang PPNS diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penegakan peraturan daerah.

“Harapannya, kedua perda ini mampu memberikan dampak positif terhadap tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan ketertiban umum di Kota Cirebon,” ujarnya.

Ketua Pansus Raperda Perubahan Perda Nomor 5/2021, H Karso SIP menjelaskan perubahan tersebut bersfiat delegatif. Artinya, perintah dari PP Nomor 72/2019, Perpres Nomor 78/2021, serta Permendagri Nomor 7/2023.

Sehingga, beberapa pasal di dalam Perda Nomor 5/2021 mengalami perubahan. Di antaranya, perubahan tipe dinas daerah, dan perubahan nama badan daerah.

“Salah satunya Bappelitbangda, sebelumnya Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangun, Riset dan Inovasi Daerah atau Baperida,” tutur Karso.

Sementara, Ketua Pansus Raperda perubahan Perda PPNS, R Endah Arisyanasakanti mengatakan pembaruan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi, peran, dan fungsi PPNS di Kota Cirebon dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan berkeadilan.

Lebih lanjut, Endah menjelaskan bahwa dalam perubahan perda ini terdapat penyempurnaan tugas dan kewenangan hingga mekanisme pengangkatan pejabat PPNS yang bertujuan meningkatkan integritas dan efektivitas PPNS di berbagai perangkat daerah.

“Kami berharap ke depan PPNS tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga lebih responsif terhadap pelanggaran perda yang terjadi. Untuk itu, perda ini menjadi instrumen penting dalam membangun Kota Cirebon yang tertib dan berkeadilan,” ungkapnya

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi akan menginstruksikan kepada kepala perangkat daerah agar menjadikan peraturan tersebut sebagai ketentuan yang harus ditindaklanjuti.

Edo juga menyebut segera menyiapkan hal yang bersifat teknis yang nantinya dituangkan dalam peraturan walikota (Perwali).

“Sebagai tindak lanjut dari penetapan raperda tersebut, diharapkan kepala perangkat daerah terkait menjaidkan perda ini sebagai ketentuan yang harus dipedomani dan ditindaklanjuti,” katanya. (din)

Mahasiswa Antusias Ikuti Seminar Peningkatan Literasi Keagamaan Berbasis Modern

CIREBON, FC – Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Literasi Keagamaan Berbasis Moderasi”, Senin (30/6/2025) bertempat di Auditorium FEBI Lantai 4. 

Kegiatan ini menjadi ajang intelektual yang membuktikan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan pemikir masa depan bangsa.

Seminar yang dihadiri oleh para narasumber akademisi dan praktisi tersebut berlangsung dinamis. Suasana ruang seminar begitu hidup dengan partisipasi aktif dari para mahasiswa. Mereka saling bertanya, menyampaikan pendapat kritis, serta merespons isu-isu keagamaan dengan semangat moderasi.

Diskusi dalam forum ini tidak hanya berjalan satu arah, tetapi penuh dengan dialektika yang menunjukkan kualitas intelektual mahasiswa Syariah. Mereka membuktikan diri sebagai generasi penerus bangsa yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peduli terhadap isu-isu kebangsaan dan keagamaan.

“Seminar ini benar-benar sangat bermanfaat. Diskusinya hidup dan membuka cakrawala berpikir kami sebagai mahasiswa Syariah,” ujar salah satu peserta.

Semangat kebersamaan dan tanggung jawab akademik dalam menyuarakan moderasi beragama menjadi sorotan utama. Seminar ini diharapkan mampu memperkuat komitmen mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan literasi keagamaan di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sekaligus mempertegas peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menciptakan tatanan masyarakat yang damai dan inklusif. (din)

Mahasiswa Syariah UIN Siber Cirebon Selenggarakan Seminar Nasional Literasi Keagamaan Berbasis Moderasi

CIREBON, FC – Fakultas Syariah (FASYA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Nasional Peningkatan Literasi Keagamaan bagi para mahasiswanya, pada Senin, 30 Juni 2025. 

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Pemahaman Turats Berbasis Moderasi” ini digelar di Auditorium FEBI Lt.4, dan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah untuk membangun kesadaran intelektual dan spiritual mahasiswa dalam memahami warisan keilmuan Islam (turats) secara lebih mendalam, kontekstual, dan moderat di tengah tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah menegaskan bahwa seminar ini merupakan pengejawantahan dari visi FASYA yang terangkum dalam semangat FASYA SEHATI: Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive. 

“Kami ingin mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu menampilkan wajah Islam yang sejuk, toleran, dan relevan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, peneliti, hingga tokoh pemikir Islam yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu turats dan moderasi beragama. 

Dalam paparannya, para pembicara menekankan pentingnya memahami turats bukan hanya sebagai teks historis, namun juga sebagai sumber nilai yang bisa dikontekstualisasikan untuk kehidupan modern.

Mahasiswa peserta seminar tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Tak sedikit dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi kritis, dan mencatat poin-poin penting dari pemaparan narasumber.

Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat karakter moderat di kalangan mahasiswa, khususnya dalam membangun sikap toleran, inklusif, dan dialogis di tengah kemajemukan bangsa.

Dengan terlaksananya seminar ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan komitmennya sebagai garda depan dalam membina generasi muslim intelektual yang berkarakter dan berwawasan luas, sejalan dengan semangat Syariah untuk Peradaban. (din)

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UIN SSC Ucapkan Selamat kepada Dr. H. Susari, MA atas Amanah Baru

CIREBON, FC – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses kepada Dr. H. Susari, MA atas amanah barunya sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

PKBH UIN SSC mendoakan agar Dr. Susari senantiasa diberikan kelancaran dan kekuatan dalam mengemban tugas mulia tersebut. Harapan besar disematkan agar beliau mampu membawa kemajuan, serta menghadirkan pelayanan akademik yang unggul, akuntabel, dan penuh integritas.

"Mari terus bersinergi demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkeadilan," demikian bunyi pesan dari PKBH UIN SSC yang disampaikan secara resmi.

Penunjukan Dr. Susari sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem tata kelola dan pelayanan di lingkungan kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan visi UIN SSC sebagai perguruan tinggi berbasis digital dan moderasi beragama. (din)

Minggu, 29 Juni 2025

Peneliti BRIN dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Cirebon Berkolaborasi Meneliti Jejak Rempah-Rempah di Jawa Barat

 

CIREBON - Rempah adalah bagian tumbuhan, seperti biji, kulit, akar, atau daun, yang memiliki aroma atau rasa kuat dan digunakan dalam masakan untuk menambah cita rasa, aroma, dan terkadang sebagai pengawet. 

Selain itu, rempah-rempah juga dapat digunakan untuk tujuan pengobatan. Karena daya aromanya itu, rempah seringkali disebut sebagai tumbuhan aromatik. Betapa penting dan bergunanya rempah, sehingga sejak dahulu tanaman ini menjadi primadona bagi masyarakat di Jawa Barat bagian timur untuk dimanfaatkan.

Eksistensi rempah sebagai komoditas yang bermanfaat itu kemudian menarik minat para peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengkaji jejak produksi dan perniagaannya. 

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengungkap pola distribusi rempah di wilayah ini, kontribusi jalur sungai dan darat terhadap dinamika perdagangan, serta interaksi kekuasaan lokal dengan pedagang asing yang memengaruhi tata niaga dan sistem distribusi.

Studi BRIN dalam meneliti jejak rempah dan perniagaannya di Jawa Barat bagian timur ini akan difokuskan di sepanjang aliran Sungai Cimanuk di tiga daerah kabupaten, yaitu: Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Pelaksanaan kajian lapangan awal ini akan berlangsung selama hampir 2 minggu, dari tanggal 25 Juni sampai dengan tanggal - 8 Juli 2025.

Adapun tim peneliti yang tergabung dalam riset ini adalah tim kolaborasi BRIN dengan kepakaran dalam bidang arkeologi sejarah, etnoarkeologi, pemetaan, kebumian, maritim, dan sejarawan dari Prodi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon serta dibantu beberapa personil/sumber daya dari Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga, Kabupaten Sumedang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Ketua Tim Peneliti, Sarjiyanto, menyatakan bahwa penelitian kolaborasi ini meliputi tiga aspek strategis, yaitu: Pengembangan Keberlanjutan Warisan Budaya; Pemberdayaan Sumber Daya Alam untuk Ekonomi Lokal; dan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan Berkelanjutan. 

Ketiga aspek itu merupakan pelbagai elemen penting yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian agar penelitian tersebut relevan, efektif, dan memberikan dampak positif yang nyata.

Untuk memandu peneliti dalam mencapai tujuan penelitian secara efektif, maka penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin dengan kolaborasi beberapa metode utama, yang antara lain: Metode Arkeologi dan Sejarah; Analisis Literatur Sejarah; dan Survei Lapangan.

Dalam Metode Arkeologi dan Sejarah, tim peneliti melakukan Eksplorasi situs arkeologis di pelabuhan sungai dan pusat dagang, seperti halnya di daerah Cirebon dan Karangsambung. Eksplorasi ini dilakukan untuk menemukan jejak perdagangan dan struktur sosial-ekonomi dari kawasan tersebut. 

Menurut Nanang Saptono, tim peneliti dari unsur BRIN, penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik, dapat memberikan petunjuk mengenai pola distribusi komoditas tersebut.

"Eksplorasi jejak arkeologis rempah itu menjadi penting karena akan memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah perdagangan, budaya, dan peradaban manusia di kawasan tersebut. Jejak arkeologis rempah, dapat mengungkap informasi penting tentang rute perdagangan kuno, interaksi antarbudaya, dan bagaimana rempah-rempah mempengaruhi perkembangan ekonomi, sosial, dan politik masyarakat di masa lalu," ungkap Nanang.

Sedangkan dalam analisis Literatur Sejarah, Sonny Chr. Wibisono selaku anggota tim riset menjelaskan bahwa peneliti akan melakukan studi terhadap sumber-sumber primer untuk menelusuri pola perdagangan dan kontribusi kekuasaan politik. 

"Sejumlah catatan kuno, seperti Suma Oriental yang dibuat oleh Tomé Pires dan catatan di masa kolonial seperti The Island of Java yang disusun oleh Joseph Stockdale, akan dikaji secara komprehensif untuk melihat dinamika rempah dalam perspektif sumber sezaman," jelas Sonny.

Libra Hari Inagurasi menambahkan bahwa metode riset ini dilengkapi dengan kegiatan Survei Lapangan. Kegiatan dalam tahap ini dilakukan dengan memetakan jalur darat dan sungai dari Cimanuk hingga Kawali agar bisa mengidentifikasi pola distribusi komoditas dan hubungannya dengan jaringan kekuasaan. 

"Data dari survei ini akan memberikan informasi tentang infrastruktur perdagangan, seperti pelabuhan sungai, pasar, dan jalur transportasi tradisional," ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa sejumlah manuskrip kuno Cirebon memberi informasi tentang urgensi aliran sungai dalam perniagaan masyarakat di masa lalu. 

"Secara logika, untuk memuat barang berat di masa itu sangat sulit. Oleh karenanya, manusia memanfaatkan sungai. Nah, informasi ini bisa kita simpulkan dari bacaan-bacaan kita terhadap naskah-naskah kuno Cirebon," jelas Anwar.

Dosen di Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Tendi, yang menjadi bagian tim peneliti dalam riset ini, menganggap bahwa pemetaan wilayah persebaran dan perniagaan rempah di aliran Sungai Cimanuk turut menjelaskan bagaimana interaksi penduduk pedalaman dan pesisir bisa terjadi. Melalui jalur niaga ini pula, proses Islamisasi berlangsung dan mengungkapkan penerimaan masyarakat terhadap agama "dari Tanah Arab" tersebut.

"Bagaimanapun, kita tidak dapat memungkiri bahwa jalur perdagangan membuka jalan bagi masyarakat Islam yang telah mapan di pesisir untuk masuk ke tengah masyarakat pedalaman. Semula kepentingannya mungkin hanya untuk berniaga, tapi lama kelamaan menyertainya dengan aktivitas penyebaran agama, agar eksistensi para pedagang muslim di sana bisa menjadi lebih terjaga," tutup Tendi. (din)