Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Januari 2026

Balutan Adat dan Doa, Rasidi Aldo Gelar Acara Tujuh Bulanan Anak

 

CIREBON, FC — Upaya melestarikan tradisi budaya warisan leluhur, Rasidi Aldo menggelar acara Tujuh Bulanan kehamilan anaknya di Kampung Purwasari, Gang Anggur, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (7/1).

Acara adat tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Meski cuaca diguyur hujan, antusiasme keluarga, kerabat, serta warga sekitar tetap tinggi untuk menghadiri dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Tradisi tujuh bulanan merupakan salah satu budaya yang masih dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk doa dan harapan agar ibu serta calon bayi diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga proses kelahiran.

“Ini bukan sekadar acara keluarga, tetapi juga bentuk syukur sekaligus usaha kami untuk tetap menjaga tradisi budaya agar tidak hilang,” ujar  Rasidi Aldo di sela kegiatan. (Ara)


Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di lingkungan Kampung Purwasari.


Dengan digelarnya acara ini, diharapkan nilai-nilai budaya lokal tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Musrenbang Kelompok Rentan Tekankan Perhatian Serius Bagi Perempuan, Anak, Lansia, Dan Disabilitas

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, lansia (lanjut usia) dan penyandang disabilitas, melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelompok Rentan, Selasa (6/1/2026).

Bupati Cirebon, Imron menyampaikan, Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Dengan adanya Musrenbang yang membahas persoalan perempuan, anak, lansia, dan disabilitas, kami berharap di Kabupaten Cirebon ke depan akan lahir anak-anak yang kreatif, perempuan yang memahami hak dan kewajibannya, lansia yang mandiri dan berdaya, serta penyandang disabilitas yang mendapat perhatian dan dukungan penuh,” ujar Imron.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan publik.

Oleh karena itu, baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk hadir dan membantu mereka agar dapat berdaya dan bermanfaat.

“Kita tidak lagi membedakan. Semua adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang harus kita dukung dan kita layani sesuai dengan kebutuhannya,” tegasnya.

Imron juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan ramah disabilitas di berbagai fasilitas publik, termasuk di tingkat kecamatan.

Ia berharap ke depan, setiap kecamatan mampu menyediakan pelayanan yang memudahkan penyandang disabilitas dalam mengurus berbagai keperluan tanpa hambatan.

“Kami ingin ada pelayanan khusus disabilitas, supaya mereka tidak mengalami kesulitan saat memiliki keperluan, misalnya di kecamatan atau tempat pelayanan lainnya,” tambahnya.

Melalui Musrenbang Kelompok Rentan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif, adil, serta mampu menjawab kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas secara berkelanjutan. (Nur)








Pemkab Cirebon Carikan Solusi Penanganan Banjir Di Kecamatan Mundu

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti kejadian banjir yang melanda Kecamatan Mundu.

Sejumlah langkah koordinatif dilakukan guna mencari solusi penanganan banjir agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan dan peninjauan lapangan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dinas tingkat provinsi, perangkat daerah terkait, hingga para kuwu di wilayah Kecamatan Mundu.

Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi penyebab banjir serta perumusan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan hasil pendataan awal, banjir berdampak pada sedikitnya enam desa di Kecamatan Mundu.

Genangan air yang terjadi menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam menangani persoalan banjir di wilayah tersebut.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar banjir di Kecamatan Mundu tidak kembali terjadi,” ujar Jigus, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, penanganan banjir memerlukan kerja sama lintas sektor, karena permasalahan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan saling berkaitan dari wilayah hulu hingga hilir.

Faktor kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, serta penyumbatan aliran air oleh sampah menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

Selain langkah teknis, pemerintah daerah juga mendorong peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui para kuwu, masyarakat diimbau untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.

Dalam penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Cirebon memprioritaskan sejumlah titik rawan banjir, salah satunya kawasan Grand Pamengkang.

Di lokasi tersebut, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pihak pengembang serta instansi terkait untuk memastikan adanya tanggung jawab dalam penanganan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami akan melakukan penanganan secara kolaboratif dengan pemerintah provinsi, BBWS, dan pihak terkait lainnya,” kata Jigus.

Ke depan, Pemkab Cirebon akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan sinergi semua pihak, pemerintah daerah berharap permasalahan banjir di Kecamatan Mundu dapat ditangani secara efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (din)

Berkat Kepemimpinan Visioner Dr H Acep Komara Antarkan FEB UGJ Cirebon Menjadi Kampus Bertaraf Internasional

Kegiatan Short Course Inbound yang saat ini tengah berlangsung di FEB UGJ. Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa Universitas San Carlos, Filipina


CIREBON, FC — Nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon kian harum di kancah internasional. Sejumlah perguruan tinggi luar negeri banyak yang berkunjung melakukan studi banding dan kerjasama internasional dengan kampus dibawah kepemimpinan Dr H Acep Komara ini.

Di balik capaian tersebut, sosok Dr H Acep Komara, SE, MM, M.Si tampil sebagai figur sentral yang dengan visi, komitmen, dan kerja nyata berhasil membawa FEB UGJ melangkah jauh melampaui batas regional, bahkan nasional.

Di bawah kepemimpinannya, FEB UGJ tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul di tingkat lokal, tetapi juga dipercaya oleh dunia internasional sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, bisnis, dan budaya. Kepercayaan itu terus mengalir seiring obsesi besar dan konsistensi Dr H Acep Komara dalam membangun jejaring kerja sama global.

Salah satu bukti nyata dari pengakuan internasional tersebut adalah kegiatan Short Course Inbound yang saat ini tengah berlangsung di FEB UGJ. 

Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa Universitas San Carlos, Filipina, yang terdiri dari 17 perempuan dan 3 laki-laki, didampingi oleh seorang dosen pendamping. Program berlangsung selama 10 hari, mulai 5 hingga 14 Januari 2026, dan menjadi momentum penting bagi FEB UGJ dalam memperkuat internasionalisasi kampus.

Selama mengikuti short course, para mahasiswa asing tersebut mempelajari berbagai aspek pengetahuan bisnis serta budaya Cirebon secara khusus dan Jawa Barat secara umum. 

Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai ruang dialog lintas budaya yang memperkenalkan kekayaan dunia usaha dan budaya Nusantara kepada mahasiswa internasional.

“Melalui program ini, mahasiswa asing diharapkan memperoleh wawasan yang utuh tentang praktik bisnis di Indonesia sekaligus memahami kekayaan budaya bangsa yang menjadi identitas nasional,” ungkap Dr H Acep Komara dalam salah satu kesempatan.

Lebih dari sekadar program jangka pendek, kegiatan short course inbound ini merupakan bagian dari strategi besar FEB UGJ untuk memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan perguruan tinggi di kawasan Asia dan dunia. Strategi ini terbukti efektif, mengingat FEB UGJ telah mencatatkan berbagai aktivitas internasional lainnya.

Sejumlah capaian internasional yang berhasil diraih FEB UGJ antara lain pembukaan kelas internasional, pengiriman mahasiswa ke luar negeri untuk mengikuti short course, summer camp, student exchange, dan transfer kredit internasional, pelaksanaan visiting lecturer, PKM internasional, hingga keberhasilan mahasiswa FEB UGJ meraih prestasi juara dalam berbagai kompetisi internasional.

Keberhasilan menarik mahasiswa asing untuk belajar langsung di kampus FEB UGJ semakin menegaskan posisi fakultas ini sebagai kampus bertaraf internasional. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari visi global dan kepemimpinan transformatif Dr H Acep Komara yang secara konsisten mendorong FEB UGJ untuk terus beradaptasi dan berdaya saing di tingkat dunia.

Saat ini, FEB UGJ juga telah menjadi tujuan studi bagi mahasiswa asing jenjang S1 yang berasal dari tiga negara, yakni Sudan, Yaman, dan Timor Leste. Keberagaman ini memperkaya atmosfer akademik dan menjadi modal penting dalam membangun lingkungan pembelajaran multikultural.

Ke depan, FEB UGJ bertekad untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing dari berbagai negara, sekaligus memperluas jejaring kemitraan global. Dengan fondasi kepemimpinan yang kuat, program internasional yang berkelanjutan, serta kepercayaan dunia yang terus tumbuh, FEB UGJ optimistis mampu mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan ekonomi dan bisnis berkelas dunia.

Di tangan Dr H Acep Komara, FEB UGJ tidak sekadar bermimpi tentang internasionalisasi, tetapi telah membuktikannya melalui langkah nyata dan prestasi yang membanggakan. (din)

Selasa, 06 Januari 2026

Tinjau Tanggul Jebol di Kalijaga, Wakil Wali Kota Dorong Normalisasi Sungai dan Sinergi Lintas Sektoral

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan peninjauan langsung ke Perumahan Buana Kalijaga untuk melihat dampak kerusakan akibat jebolnya tanggul pembatas sungai, Selasa (6/1/2026). 

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan warga terkait banjir bandang yang dipicu oleh tingginya debit air kiriman serta sumbatan material dari wilayah hulu.

​Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta pihak terkait lainnya. 

Selain memantau kerusakan infrastruktur, Wakil Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga yang terdampak untuk memastikan kebutuhan darurat terpenuhi.

​"Kondisi ini dipicu oleh arus sungai yang sangat deras dan membawa material kayu besar dari hulu, sehingga memberikan tekanan luar biasa pada batas benteng perumahan," ujar Wakil Wali Kota di lokasi peninjauan.

​Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, tanggul yang jebol memiliki dimensi sekitar 16 x 2 meter. Kerusakan ini menyebabkan air sungai meluap dengan cepat ke area pemukiman warga. 

Sebagai langkah awal, Wakil Wali Kota telah menginstruksikan tim Damkar untuk membantu pembersihan lumpur di jalan-jalan komplek serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan teknis sungai.

"Pemkot Cirebon hadir untuk memberikan solusi. Kami sedang mengupayakan langkah darurat berupa pembangunan benteng atau tanggul sementara bersama masyarakat untuk menahan debit air agar tidak kembali masuk ke rumah-rumah warga," jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa solusi permanen yang dibutuhkan adalah normalisasi dan pelebaran sungai. 

Menurutnya, sedimentasi yang tinggi serta tumpukan sampah yang terbawa arus menjadi faktor utama penyebab dangkalnya sungai, sehingga tidak lagi mampu menampung volume air saat intensitas hujan tinggi.

"Masalah utama ada pada pendangkalan dan tumpukan sampah yang terbawa arus deras. Saya meminta masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Kita harus mulai dari hal kecil di lingkungan keluarga kita sendiri agar bencana seperti ini tidak terus berulang," tegasnya.

​Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak.  Wakil Wali Kota juga berharap sinergi antara pemerintah, pengembang, dan kesadaran kolektif masyarakat. 

"Sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang," pungkasnya. (Olan)