Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 18 Oktober 2019

Gali Penguatan Budaya Mutu, LPM Kediri Berdiskusi Dengan Prof Dr H Maksum Mukhtar MA


FOKUS KEDIRI - LPM IAIN Kediri menerima kunjungan dari Prof. Dr. H. Maksum Mukhtar, M.A. pada hari Jum’at, 18 Oktober 2019. Beliau merupakan dosen di IAIN Cirebon yang pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Cirebon dan asesor BAN PT. 
Kunjungan ini merupakan salah satu tugas yang diembankan kepada beliau selama 14 hari di IAIN Kediri. Dalam kunjungan ini, seluruh personil di LPM IAIN Kediri diberi kesempatan untuk menggali berbagai informasi terkait pengelolaan mutu. 
Kegiatan kunjungan ini dibuka oleh Ketua LPM Dr. Muniron, M.Ag. Kegiatan ini merupakan rangkaian tugas yang diberikan oleh Kemenag kepada Prof. Dr. H. Maksum Mukhtar, M.A.
Salah satu yang disampaikan oleh Prof. Maksum Mukhtar adalah perlunya pergeseran pemahaman tentang mutu. 
Mutu bukan merupakan bagian dari humaniora sosial, namun pengukuran yang bersifat eksak. Mutu terkait dengan peningkatan kualitas dari standar. Standar juga dibuat dengan indikator yang bersifat eksak. 
Sedangkan dosen IAIN sebagian besar berlatar belakang humaniora. Dengan demikian, LPM perlu menghilangkan unsur sosial dalam peningkatan mutu. Selanjutnya, salah satu tugas LPM terkait dengan mempersiapkan standar. 
Menurut Prof. Maksum, standar dapat diperoleh dengan melakukan benchmarking atau memilih best practices dari institusi lain. Namun, dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap filosofinya.
Hal lain yang dibahas dalam kunjungan Prof. Maksum ke LPM IAIN Kediri adalah tentang kurikulum. Kurikulum disiapkan tidak hanya tentang disiplin ilmu, namun juga perlunya analisis akan kebaharuan ilmu dan kebutuhan pasar atas lulusan program studi. 
Kurikulum juga diharapkan sudah memenuhi integrase keilmuan. Pelaksanaan integrasi keilmuan dapat diwujudkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan implementasinya. 
Dalam hal ini LPM yang menentukan standar perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. LPM tidak hanya berhenti mengukur hingga kelengkapan dokumennya, namun juga membuat standar bagaimana integrasi keilmuan dapat terlaksana. 
Selain itu, RPS yang telah dikumpulkan oleh dosen perlu diukur apakah muatan RPS sudah disesuaikan dengan kebaharuan ilmu dan kebutuhan pasar atas lulusan program studi.
Terakhir sebelum penutupan, Prof. Maksum mengemukakan bahwa LPM merupakan lembaga yang melayani tiap lembaga/unit di IAIN Kediri. 
Pelaksanaan pengukuran mutu, baik melalui Audit Mutu Internal (AMI) maupun survei, diharapkan agar mempermudah pengguna yang sedang dilayani. Dengan demikian, perlunya LPM menambah instrumen terkait layanan terhadap lembaga/unit di IAIN Kediri, demi LPM berbudaya mutu. 

Rabu, 16 Oktober 2019

Woww... Para Pedagang Kebanjiran Rejeki Wisuda IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON - Sukri (35), pedagang bunga hias tampak larut bersama lalu lalangnya kesibukan para pengantar wisudawan di area pintu masuk Hotel Aston, Rabu (16/10/2019).

Sukri mengaku sejak pagi pukul 06.00 WIB sudah standby mengambil posisi agar lapaknya mudah terlihat dan terjangkau keluarga wisudawan. Sambil tangan satu menenteng karangan bunga hias, Sukri tak bosan menawarkan jualanya ke setiap keluarga wisudawan yang melintas.

"Alhamdulillah, setiap wisuda IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, kami selalu kebagian berkahnya, jualan kami lumayan laris. Alhamdulillah rejeki ini bisa dibawa pulang ke rumah," akunya.

Hal senada disampaikan Rukiyah (44), penduduk asal Cirebon ini juga ikut mengais rejeki dari kegiatan wisuda IAIN Cirebon. Dirinya yang hanya ditemani satu anak cucu berusia (15), terus berkeliling menjajakan jualannya. Rasa lelah di raut wajahnya hilang seketika saat sejumlah uang tersodor dari tangan pembeli.

"Kami bersyukur, biasa ikut mencari rejeki di acara ini. Alhamdulillah bisa untuk jajan dan makan anak di rumah," terangnya. (din)

Jumat, 13 September 2019

DR.H.Sumanta M.Ag : Prof BJ Habibie Titipkan Ilmu, Iman dan Taqwa


FOKUS CIREBON - Rasa duka yang mendalam juga dirasakan oleh seluruh civitas akademika IAIN SNJ Cirebon atas wafatnya putra terbaik bangsa, Bachruddin Jusuf Habibie,
Presiden ke-3 RI yang  mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD, Rabu, 11 September 2019, dalam usia 83 tahun.

Menurut Rektor IAIN SNJ Cirebon, DR H Sumanta Hasyim M.Ag, kepergian Bapak Tekonologi ini tak hanya meninggalkan kisah kesetiaannya dengan sang istri, Hasri Ainun Habibie. Prestasi gemilang BJ Habibie yang terukir semasa hidupnya juga memberikan warisan tersendiri bagi bangsa dan dunia.

"Beliau bukan saja meninggalkan pengetahuan teknologi, tetapi juga pembuka kran demokrasi di Indonesia serta yang masih teringat dalam benak saya adalah menitipkan tiga hal, yakni Ilmu, Iman dan Taqwa," ujarnya, Jum'at (13/9/2019).

Menurut Sumanta, jargon IMTAK ini merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lalu Pak Habibie juga memberikan banyak nasehat saran yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. "Seperti jika ingin maju maka belajarlah dari orang yang lebih maju," katanya.

Tak hanya itu, lanjut Sumanta, sosoknya menjadi teladan dan tauladan bagi semua, yakni bangsa Indonesia. Sosok Habibie adalah negarawan sejati, yang bisa berdiri di mana-mana, tidak tersekat oleh agama, suku, ras dan golongan yang berdiri.

"Selamat jalan Pak Habibie, ilmu pengetahuan, sosok dan karyamu untuk negara, akan selalu dikenang bangsa sepanjang masa," tuturnya. (din)

Kamis, 08 Agustus 2019

IAIN SNJ Cirebon Gelat Workshop Persiapan Surveillance ISO 9001:2015


FOKUS CIREBON - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Workshop Persiapan Surveillance ISO 9001:2015 di Hotel Grand Tryas Cirebon, Kamis dan Jumat, (08 s/d. 09 Agustus 2019).
Adib selaku Wakil Rektor II dalam sambutannya mengharapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan, perlu ditingkatkan dalam 2 (dua) hal, yaitu hubungan dengan Allah (habluminallah kholifah hablumminannas), yaitu dalam hubungannya melayani masyarakat dan mahasiswa. 
"Sebagai sebuah perguruan tinggi keagamaan kita tidak lepas dari keterkaitan secara horizontal dengan sesama manusia. Kita nyatakan bahwa apa yang kita lakukan ini adalah bagian dari amanah sebagai pengelola perguruan tinggi, tentunya harus maksimal dalam melayani mahasiswa dan masyarakat pada unitnya masing-masing," ujar Adib.
Adib juga menambahkan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi di wilayah Cirebon terus berusaha untuk meningkatkan layanannya. "Standar ISO adalah bagian dari indikator mutu layanan sebuah lembaga. 
Maka ada ukuran dalam memberikan layanan, salah satunya melalui standar ISO 9001:2015. Standar ISO yang telah diraih harus terus dipertahankan dan diimplementasikan di lapangan terutama terhadap layanan terhadap mahasiswa dan masyarakat," ungkapnya.
The International Organization for Standardization (ISO) merupakan salah satu badan penetap standar internasional untuk mengukur mutu sebuah organisasi atau lembaga. 
Setiap lembaga yang ingin bersaing secara global dapat diukur kredibilitasnya dengan standar ISO. Lembaga yang telah memiliki sertifikat ISO akan lebih berpeluang memenangkan persaingan pasar global. Pasalnya, lembaga tersebut telah memiliki jaminan kualitas produk (barang atau jasa) dari ISO sehingga layak mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
Kartimi, Ketua LPM dalam sambutannya menjelaskan tujuan kegiatan workshop kali ini, "Workshop Persiapan Surveillance ISO 9001:2015 sangat penting dilakukan, tujuannya yaitu untuk melanjutkan ISO 9001:2015 yang telah diperoleh oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tahun 2018. 
ISO 9001:2015 dapat mendorong lembaga dalam mengikuti persaingan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, apalagi saat ini kita memasuki era persaingan nasional dan internasional," jelasnya.
Suliswiyadi selaku narasumber mengungkapkan harapannya bagi IAIN Syekh Nurjati setelah diselenggarakannya workshop. 
"IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus dapat membangun kultur sistem manajemen mutu dalam tata kelola perguruan tinggi. Dalam akreditasi dengan 9 kriteria, memberikan perspektif baru jika mutu bukan hanya bergantung pada LPM saja. Mutu itu harus bergerak di semua lini dan unit kerja sebuah perguruan tinggi. 
Jika IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah berkomitmen terkait kesadaran mutu, maka niscaya IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan menjelma menjadi sebuah perguruan tinggi keagamaan yang unggul," pungkasnya.