Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 September 2020

Harlah Ke VIII HMJ IFTAQ IAIN Cirebon Gelar Webinar Nasional

FOKUS CIREBON, FC - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) Ke-VIII, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Webinar Nasional.

Acara yang berlangsung via Zoom Cloud Meeteng itu mengusung tema “Tafsir Inklusi: Penghormatan Terhadap Kaum Difabel” Minggu, (27/9/2020).

Menurut Ketua HMJ IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil, bahwa memang kegiatan webinar ini merupakan  salah satu dari beberapa rangkaian harlah. 

“Sebelumnya memang telah diadakan beberapa lomba, yakni Musabaqah Tilwatil Qur’an (MTQ) Virtual, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) Virtual, dan beberapa lomba karya ilmiah lainnya,” ucapanya.

Lebih lanjut, rangkaian akhir diisi dengan kegiatan bakti sosial ke komunitas Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) yang ada di Cirebon.

“Tema Webinar ini memang rekomendasi dari Kepala Jurusan, tujuannya memang untuk memberi motivasi agar mereka merasa sama dengan kita, mempunyai hak yang sama,  mempunyai cita-cita yang sama dan impian yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, MA, M.S.I mengaku, berterima kasih kepada narasumber yang telah meluangkan waktu untuk dapat mengisi Webinar ini.

“Diangkatnya tema ini karena  memang ada mahasiswa dari kalangan difabel, berdasarkan ketika saya menjadi dosen pembimbing lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN), terlebih pada era covid ini belum ada yang peduli terhadap mereka,” kata Maimun.

Ia juga berterima kasih kepada HMJ, menurutnya ini merupakan salah satu kreatifitas dari mahasiswa dengan menghadirkan juru bahasa isyarat

“Harapannya dari jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini mempunyai juru bahasa isyarat, dengan demikian yang memiliki kebutuhan husus dapat mendapatkan ilmu dari mahsiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,” tandasnya.

Gus Ulil Abshar Abdalla, selaku narasumber pertama mengaku senang sekali dan merasa terhormat karena bisa hadir dalam diskusi ini

“Tema ini memang jarang dibahas oleh kalangan pesantren, dan juga kalangan akademis, saya sangat mengapresiasi acara ini,” katanya.

Ia menegaskan, Tema fiqih disabilitas ini penting sekali dimasukkan percakapan mengenai diskursus fiqih di Indonesia, karena isu mengenai difabilitas menjadi isu terpenting, sampai-sampai sudah ada deklarasi PBB terkait isu ini.

“Tema ini penting pada perencanaan kota di dunia, Jika ada fasilitas tidak ramah bagi difabel, maka dipersoalkan, itu merupakan suatu kesadaran peradaban manusia yang menarik,” ujar Gus Ulil Abshar Abdalla.

Sebetulnya, lanjut dia, istilah difabel di dalam fiqih itu tidak dikenal secara spesifik, tidak ada bab khusus. Dan saya kira harus jujur isu disabilitas muncul dari kalangan sekuler sebenarnya

Narasumber lainnya, Dr. Syarullah Iskandar, MA mengatakan, Forum ini sangat berharga, dan saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini

“Isu difabel memang isu yang harus didekati dengan pendekatan Al-Qur’an, karena pendekatan lain telah ditempuh,” papar pengasuh Pon. Pes Bayt Al-Qur’an Pusat Studi Al-Qur’an Jakarta.

Ia berharap, Mudah mudahan dari jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tfasir  bisa berkontribusi juga

“Dalam Tafsir Maudhui atau tematik terdapat 2 bentuk, yakni Minannasi ilal waqi’ atau teks ke realitas, dan Ini yang sering kita lakukan,” ulasanya. 

Juga ada Minal waqi ilan nas, Kata Syahrullah, yakni dari realita ke teks, ini agak berat karena tidak mempunyai kata kuncinya. 

“Seperti halnya mencari birokrasi dalam Al-Qur’an. Namn dapat mencari beberapa ayat, kemudian cari poinnya, dan merumuskan dengan merujuk kitab yang mutabar,” kata Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Ia melanjutkan, di dalam kekurangan pasti punya kelebihan, istilah difabel lebih pas dari pada penggunaan bahasa cacat.

“Keterbelakangan tidak membatasi berkarya, Contohnya Mahmud Ayub, yang dapat mengkritik disertasi M. Quraish Shihab dan agak berat  bagi pak Quraish itu ternyata tuna netra,” ujarnya.

Contoh lain, Lanjut dia, ada pengarang tafsir Al-Kasyaf Zamakhsyari yang ternyata termasuk difabel

“Di dalam Al-Qur’an ada terdapat pembahasan difabel, bukan cocoklogi, tetapi kita berupaya objektif, agar diteruskan menjadi kasjian berbagai perspektif,” tandasnya.

Narasumber terakhir, Dr. Arif Maftuhin, M.Ag, M.A.I.S menyampaikan, dirinya akan memaparkan apa yang tidak disebutkan oleh pemateri lain.

Ia memaparkan bahwa terdapat beberapa paradigma disabilitas, yakni Religius model atau melihat isu difabel sebagai intervensi Tuhan

“Kemudian yang kedua, Medical Model, atau menganggapnya sebagai penyakit, pendekatatan Penggunaan paradigm medis ini di semua lini kehidupan akan bahaya,” ujar Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia melanjutkan, paradigm lainnya yaitu Social model. Yakni melihat dengan Konstruksi sosial, dan yang berikutnya ada Identity Model.

“Kita bandingkan produk tafsir Buya Hamka menggunakan bahasa buta, sedangkan M. Quraish Shihab menggunakan kata tuna netra, karena memang waktu itu belum ada bahasa tunanetra,” ata Arif. (Fas)

Sabtu, 26 September 2020

Tingkatkan Kesadaran Berorganisasi, HMJ BSA FUAD Gelar Upgrading pengurus


FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HIMA) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon gelar Upgrading pengurus periode 2020-2021. Sabtu, (26/09/2020).

Upgrading ini bertemakan Meningkatkan Kesadaran Berorganisasi dan Mempererat Tali Silaturahmi yang di selenggarakan di kawasan Taman Bima dan dihadiri oleh pengurus HMJ BSA serta Demisioner.

Ketua pelaksana, Azzah Tuslihun Nadiyah, mengatakan, semoga HMJ BSA bisa lebih maju dan unggul.

"Dengan meningkatkan rasa kekeluargaan antar pengurus, semoga langkah awal ini, HMJ BSA untuk satu periode kepengurusan bisa lebih maju dan unggul." ucapnya saat di wawancarai wartawan.

Azzah berharap, semoga agenda kepengurusan ini bisa berjalan dengan kondusif.

"Semoga semua agenda kedepan bisa berjalan dan tidak ada kendala, meskipun memang diadakan dalam kondisi pandemi, semoga dengan acara ini menjadi titik tolak HMJ BSA untuk berkembang lebih baik dalam menjalankan kepengurusan" tegasnya.

Acara tersebut berjalan dengan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (man)

Jumat, 25 September 2020

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dua Perangkat Desa Cirebon Girang, Tingkatkan Kinerja Aparatur dan Pelayanan

FOKUS CIREBON, FC - Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jum'at, (25/9/202) menggelar kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah perangkat desa baru. Kegiatan yang dihadiri unsur Muspika ini, berjalan khidmat dan sederhana.

Kuwu Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE menyatakan, ini sebagai kegiatan biasa dalam tatanan kepemerintahan dan ini dalam rangka peningkatan kinerja dan percepatan pelayanan. 

"Ini adalah penyegaran saja, agar ada pelayanan yang lebih maksimal," ucapnya.

Kegiatan yang ini, kata Ruslani,  juga dikemas secara sederhana, karena memang disesuaikan dengan kondisi pandemi covid 19.

Kuwu Ruslani berharap pada perangkat desa yang baru untuk dapat melaksanakan tugas atau pelayanan dengan baik pada masyarakat.

"Saya ucapan terimaksih kepada Bapak Camat dan jajaran nya, juga kepada seluruh yang hadir serta lembaga desa, serta para perangkat desa serta undangan yang hadir hingga terlaksananya acara ini dgn lancar," terangnya.

Kuwu Cirebon Girang juga  mohon maaf pada pihak kecamatan,  karena desa nya  sempat tertunda dalam melaksanakan Musrembang Desa, sehubungan adanya renov kantor (ruangan desa).

Ruslani juga berpesan kepada kedua perangkat barunya yakni saudara Teguh dan saudari Siti Khotimah untuk menjalankan amanah dengan sebaik mungkin.

Pihaknya juga percaya pada kedua perangkat baru ini untuk dapat bekerja sama dengan kuwu dalam setiap menjalanka. kan tugas atau pekerjaan di pemerintahan desa, karena pada dasarnya tugas di desa tidak sama dengan pekerjaan di luar yang ada batas waktu nya.

"Jika di desa tidak mengenal waktu, boleh di kata siang malam siap melayani masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Sementara menurut Camat Talun, Tarsidi MPd, bahwa dalam suatu pergantian perangkat desa, itu hal yang biasa. Sebab bisa terjadi karena kekosongan perangkat desa.

"Karena masa jabatan habis (faktor usia), ada pengunduran diri atau hal lainnya, maka kuwu bersama BPD bermusyawarah untuk segera menggantikan yang baru. Untuk itu, kami mengucapkan selamat kepada perangkat desa yang baru," ucapnya. 


Sementara itu, kegiatan yang berlangsung khidmat ini, selain dihadiri Camat Talun Tarsidi MPd juga hadir Ketua BPD Desa Cirebon Girang, Shafi'i serta sejumlah tokoh masyarakat. (Bambang)


Soal Layanan Transportasi Aman, Ini Kata Bupati Cirebon

SUMBER, FC Transportasi masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Selain faktor jalaan, kendaraan yang kurang laik jalan pun terkadang mengundang masalah baru.

Untuk itu, Bupati Cirebon, H Imron meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon meningkatkan perannnya dalam menciptakan layanan transportasi yang aman, nyaman dan sehat. 

"Tidak bisa dilihat pada satu siisi, seperti halnya jalur Tol yang memiliki fasilitas jalan yang baik dan mulus, malah hampir setiap hari terjadi kecelakaan,” ucapnya.

Imron juga berharap, Dishub bisa memaksimalkan pemeriksaan kendaraan, agar keselamatan saat berkendaraan, bisa lebih terjamin. 

"Dishub sangat berperan dalam keselamatan transportasi. Salah satunya melalui pemeriksaan kendaraan,” tandasnya. (nur)

Kamis, 24 September 2020

Rahman Haru Dan Gembira Ikuti Prosesi Wisuda Online Di Tengah Masa Pandemi Covid 19

FOKUS CIREBON, FC - Rahman, wisudawan IAIN SNJ Cirebon menyatakan rasa harunya sekaligus gembira bisa mewisuda dirinya bersama mahasiswa lain, walau harus dilakukan secara online, Kamis (24/9/2020).

Pria berkacamata ini, hanya bisa mengikuti aturan kampus, karena memang kampus pun mengikuti anjuran pemerintah lantaran masih dalam masa pandemi covid 19.

"Ya pasti haru mas, karena ini masa di mana kami harus mengikuti wisuda secara online, karena prosesinya harus berjauhan dan semua harus mengikuti protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi covid 19," paparnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg, menyatakan bahwa prosesi wisuda online ini baru pertama bagi IAIN Cirebon karena di tengah masa pandemi covid 19. 

Kendati demikian, ini tidak mengurangi kegembiraan para wisudawan, yang sudah mampu menyelesaikan program studinya.

Sumanta juga menjelaskan, bahw diusianya yang ke-55 tahun, IAIN Syekh Nurjati telah mampu mendapatkan beragam prestasi yang membanggakan. Segenap civitas akademika senantiasa berupaya untuk mengukuhkan IAIN Syekh Nurjati sebagai Universitas  yang Unggul dan Terkemuka dalam Pengembangan integrasi keilmuan berbasis kearifan lokal. 

Beberapa capaian yang membanggakan IAIN Syekh Nurjati pada tahun 2020 antara lain; Peringkat 102 nasional PT se Indonesia, peringkat 9 PTKIN dan peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi Webometrics. 

Peringkat 4 IAIN yang paling diminati di Indonesia dengan pendaftar SPAN-UMPTKIN tahun 2020 sebanyak 6458 mahasiswa baru. 

Kemudian peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi SINTA sebagai perguruan tinggi paling produktif dalam karya penelitian. Selain capaian transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati pada tahun 2021 mendatang.

"Tentu kita patut bersyukur dan berbangga karena mampu menjadi lulusan perguruan tinggi negeri dengan sederetan prestasi. Hal ini tentu tidak dapat diraih tanpa adanya perjuangan dari berbagai pihak," terangnya. 

Sumanta juga menjelaskan, wisuda virtual ini adalah bagian dari pelayanan yang diberikan IAIN Syekh Nurjati, ini tidak lain adalah upaya untuk tetap menjaga esensi sebuah kelulusan dan membuat momen wisuda menjadi hal yang istimewa dan bermakna.

Demikian juga bahwa IAIN Syekh Nurjati tidak pasif dalam memberikan pelayan terbaik pada masa pandemi, sesungguhnya keinginan kita bersama wisuda offline, dengan menumpahkan ekspresi kebahagiaan bersama orang tua, handaitolan, para undangan dan seluruh sivitas akademika sebagai tahadduts binni’mah, akan tetapi kata pepatah maksud hati memeluk gunung apadaya tangan tak sampai. 

"Kita mengedepankan sebuah kaidah “mencegah kemudorotan lebih dikedepankan dari pada mencari kemaslahatan” katanya 

Terkait transpormasi kelembagaan, Sumanta menyampaikan, bahwa pada tanggal 9 September 2020 kita telah melakukan presentasi proposal alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati. 

Assesment yang dilakukan berdasarkan ketentuan PMA Nomor 20 tahun 2020 menempatkan kita pada tingkat kelayakan untuk bertransformasi dan InshaAllah dengan doa kita bersama pada tahun 2021 kita akan resmi beralih status.

Untuk memberikan pelayanan prima kepada sivitas akademika dan masyarakat, perubahan tata kelola kelembagaan Satker PNBP menjadi BLU pun dilakukan. Untuk mewujudkan invensi, kreativitas, inovasi dan kemandirian lembaga. 

Namun pada sisi yang lain, alumni IAIN Syekh Nurjati juga merupakan agen perdamaian dan islam yang menyejukkan. Wawasan moderasi beragama yang dipelajari perlu terus disebarkan kepada setiap lapisan masyarakat. 

Signifikansi ini paling tidak dilandasi oleh tiga tujuan mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). Kedua, pemahaman bahwa pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis, sehingga kontekstualisasi adalah keniscayaan, tidak justru terjebak pada teks yang melahirkan cara beragama yang ekslusif. Ketiga, tanggung jawab kita untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari siapa saja yang ingin merongrong kehormatanya.

"Ini merupakan tantangan kita bersama bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial ini menjadi life style bagi masyarakat khususnya generasi milenial yang tengah lelap dengan pola kehidupan disruptif," kata Sumanta. (nur)