This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 23 Oktober 2020
Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Komisi VIII DPR RI, H Satori Berharap Proses di Kemen-PAN RI Segera Turun
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Cirebon, Gelar Gebyar Bahasa Arab 2020
CIREBON, (fokuscirebon.com) - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Gebyar Bahasa Arab 2020 dengan mengundang pembicara Ahmad Makki Hasan. Pada kajian bahasa ini, diskusi hangat muncul di tengah tarikan revolusi industri 4.0 yang memaksa satu sisi pada penguasaan teknologi.
Selain itu, Ahmad Makki Hasan juga menyatakan bagaimana menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib kedua setelah bahasa Indonesia.
"Bukan mengesampingkan bahasa inggris, namun melihat mayoritas orang indonesia adalah muslim, akan sangat baik jika Bahasa Arab bisa dikuasai," jelas Makki.
Menurutnya, jika Bahasa Arab dapat menjadi bahasa internasional kedua yang wajib dikuasai masyarakat Indonesia, maka perkembangan sains-teknologi di Indonesia akan semakin berkembang pesat.
"Jika seorang muslim dapat dengan mudah memahami isi Al-quran karena menguasai Bahasa Arab, maka masyarakat akan mudah pula mendapatkan pengetahuan terkait sains - teknologi. Mengingat di dalam Al-quran terjabar jelas peradaban serta perkembangan dunia," ungkap pria yang karib disapa Ustad Makki ini.
Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh sejarah yang menjelaskan bahwa Bahasa Arab memiliki peran penting dalam peradaban dunia.
"Sebelum berkembangnya ratusan bahasa di dunia, bahasa arab sudah menjadi bahasa utama. Bahkan banyak bahasa di dunia yang terpengaruh dari Bahasa Arab," ujarnya.
Ahmad Makki Hasan juga menjelaskan, bahwa Bahasa Arab disusun karena banyaknya orang yang masuk Islam dan ingin belajar Bahasa Arab, sehingga disusunlah nahwu sorofnya. Tetapi soal mempelajarinya, ada satu sisi belajar nahwu sorofnya tapi satu sisi ada yang langsung belajar tata bahasanya.
"Dalam konteks apapun, diharapkan kita masih punya semangat untuk belajar bahasa Arab," ujarnya.
Terkait banyaknya pertanyaan audiens, soal bagaimana mempelajari Bahasa Arab, Ahmad Makki Hasan mengungkapkan bahwa semua itu tergantung mana yang dipilih dan disukai.
"Jadi belajar sendiri pada awalnya, mana yang disukai seperti tasrifan, atau dari bahunya, atau dari kesalahan kesalahan orang yang berbicara Bahasa Arab, lalu kita ingin memperbaikinya. Jadi tidak ada yang jelek orang mau belajar bahasa Arab dari sisi mananya," kata Makki.
Maka yang terpenting saat inj adalah, bagaimana memiliki semangat belajarnya, lalu kedepan jadilah pakar nahwu, pakar sorof dan pakar-pakar lain dalam Bahasa Arab ini. (din)
Kamis, 22 Oktober 2020
Bupati Cirebon : Yakin, Pesantren bisa Melewati Pandemi Covid 19
CIREBON, (fokuscirebon.com) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, menyelenggarakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020, dengan melaksanakan upacara HSN di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis 22 Oktober 2020. kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag.
Dalam sambutannya, Imron mengatakan, bahwa dirinya sangat yakin pesantren bisa melewati masa pandemi covid 19 ini dengan baik. Walaupun pesantren merupakan salah satu wilayah yang cukup rentan terpapar virus covid 19, namun banyak pesantren yang bisa menanggulanginya dengan baik.
“Walaupun dengan segala keterbatasan, namun pesantren memiliki kemampuan dalam melakukan penanganan dan pengendalian virus covid 19,” kata Imron.
Salah satu faktor utama keberhasilan pesantren dalam pengendalian covid 19, yaitu sikap kesederhanaan yang selalu diajarakan dalam kehidupan pesantren. Selain itu, Imron juga melihat para kiai dan pimpinan pesantren, sangat memiliki perhatian yang sangat besar terhadap kesehatan para santri.
Para kiai, ujar Imron, sangat mengutamakan kesehatan dan keselamatan para santri, yang berada di pondok pesantren. Walaupun pesantren sudah dirasa mampu dalam menangani covid 19, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon juga ikut berikhtiar bersama, untuk menanggulangi penyebaran virus covid 19 di pesantren.
“Kami juga ikut berikhtiar, agar para santri, kiai dan masyarakat, untuk bisa segera terlepas dari pandemi covid 19 ini,” ujar Imron.
Imron juga mengatakan, kesehatan dan keselamatan para santri sangat penting untuk diperhatikan. Karena menurut Imron, santri memiliki peran besar dalam berdirinya negara dan juga kemajuan negara saat ini. Kesehatan para santri, bisa ikut menunjang kemajuan dan pembangunan wilayah.
Oleh karena itu, Imron juga mengucapkan terima kasih kepada santri, atas kontribusi besarnya selama ini kepada Indonesia mupun Kabupaten Cirebon. Ia yakin, jika santri sehat, maka Indonesia akan kuat. “Santri sehat, Indonesia Kuat,” kata Imron. (Nur)
Usung Tema 'Santri Sehat Indonesia Kuat', KBNU Kecamatan Greged Peringati Hari Santri Nasional 2020
CIREBON, (fokuscirebon.com) - Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, di antaranya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ikut serta memeriahkan "Hari Santri Nasional 2020". Kamis, (22/20/2020)
Acara ini diselenggarakan di halaman Balai Desa Durajaya. Sama hal nya dengan Tema Hari Santri Nasional 2020, KBNU Kecamatan Greged mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat".
Prosesi upacara ini dikomandoi oleh Satkoryon Banser Kecamatan Greged, Ust. Syahroni. Dan amanat pembina upacara disampaikan langsung oleh Ust. Satori, S.Pd selaku Ketua MWC NU Kecamatan Greged.
Kuwu Desa Durajaya, mengatakan, terimakasih sebanyak-banyaknya.
"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada keluarga besar NU Greged yang telah mempercayakan kepada Desa kami sebagai tuan rumah diacara Hari Santri ini," ucap Sukirman selaku Kuwu Durajaya.
Ia juga berharap, semoga NU di kacamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif.
"Saya berharap NU di kecamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif, baik dari MWC, muslimat, Ansor-Banser, Pagar Nusa, Fatyat, ISNU, JQH dan IPNU-IPPNU," harapnya.
Ketua MWC NU Kecamatan Greged juga mengatakan, dimasa pandemi ini mari kita tingkatkan Iman, tawakal, ridho dan menerima ketentuan dari Allah SWT.
"Kita harus berikhtiar, harus berusaha, itupun perintah Allah, Allah perintah Kepada kita, agar kita berusaha, berupaya melakukan sesuatu, untuk terhindar dari marabahaya tidak boleh kita menyerah begitu saja," jelasnya.
Dirinya juga mengajak kepada seluruh peserta upacara agar supaya tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Untuk itu, mari kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan, memakai handsanitizer, dan sebagainya. Itu semua bentuk ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Semoga wabah ini segera berlalu, agar kita bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya," ujarnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini berjalan lancar, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Dimar).
IAIN Cirebon Jadi Pelopor Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Virtual Berbasis Teknologi Informasi Pertama di Indonesia
CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dalam mendukung inovasi penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji di era pandemi Covid-19 dan pemanfaatan teknologi yang mutakhir, IAIN Syekh Nurjati melalui Center for Hajj and Umrah Studies mengembangkan Sertifikasi Haji Virtual berbasis IT.
Program sertifikasi pembimbing manasik haji dengan model pelatihan berbasis online, offline dan paperless. Hal ini mulai dilakukan dalam program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VII kerjasama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersama Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 19 s.d 30 Oktober tahun 2020 tersebut menggunakan metode blended learning, memadukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan.
Menurut Drs. H. Muzaki, M. Ag selaku direktur Center for Hajj and Umrah Studies pada sesi daring, peserta diwajibkan mengikuti semua mata pelatihan melalui aplikasi Webinar Zoom Meeting dan portal Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon di www.haji-sejati.or.id. yang dilaksanakan selama tujuh hari.
“ Sementara sesi luring dilaksanakan selama lima hari untuk materi yang bersifat praktik, seperti praktik manasik haji.” ungkap Muzaki.
Lebih lanjut, H. Mohammad Yahya, M.Hum selaku kordinator program menambahkan bahwa website yang dimiliki lembaganya terintegrasi dengan sistem yang mumpuni, meliputi proses perekaman kehadiran, sajian materi, proses penugasan, survei, penilaian dan monitoring yang semuanya dilakukan melalui teknologi informasi.
“Peserta tidak lagi repot untuk mencari materi, mengumpulkan tugas dan melihat evaluasi dirinya, karena semua dapat diakses melalui satu aplikasi digital,” terang Yahya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Dr. H. Adib, M.Ag Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, yang mengungkapkan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu membuat grand design kegiatan pelatihan di masa Pandemi Covid-19.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan Ke-VII Reguler ini menjadi starting point pelatihan pembimbing manasik haji dan umrah profesional berbasis daring-luring.
Hal ini dikuatkan oleh Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si, Kabid PHU Kemenag Jawa Barat dalam paparanya menuturkan bahwa pelaksanaan sertifikasi haji virtual dengan teknologi digital adalah yang pertama di Indonesia, dan Jawa Barat adalah pencetusnya. Dukungan konsep dan teknis kegiatan yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini.
Selain itu menurutnya, model pelatihan berbasis teknologi akan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan zaman yang dinamis.
“Permasalahan pembimbing haji yang tidak mampu menjalankan aplikasi-aplikasi haji Kemenag, harapanya tidak ada lagi. Pembimbing haji mampu melakukan akselerasi literasi teknologi dan setiap proses yang terkait dengan ibadah haji” Harap Ajam.
Antusiasme peserta terlihat melalui partisipasinya dalam penggunaan teknologi. Peserta yang didominasi oleh para Ulama, Kyai dan Pembimbing yang berpengalaman tersebut melalui proses pelatihan berbasis online dengan sangat baik.
H. Abdul Aziz Siswanto, salah satu peserta merasa bersyukur dengan model pelatihan seperti ini. Menurutnya, segalanya lebih mudah, dengan menyimak materi melalui konferensi virtual, dalam pembelajaran dan penugasan tidak memerlukan banyak kertas.
“Selanjutnya, kami yang belum paham dengan gawai akhirnya mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi online melalui bimbingan dari fasilitator dan panitia. Harapanya, ini tetap dipertahankan dan dikembangkan,” pungkasnya. (Jam)
















