Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 April 2021

Fifi Novianty, Alumni IAIN Cirebon Jadi Lulusan Magister Tercepat dan Terbaik di UIN Yogyakarta

FIFI NOVIANTY, M.Sos., alumni Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kembali berhasil lulus debfan predikat cumlaude di UIN Jogyakarta.

FOKUS CIREBON, FC - Pipi gadis cantik ini kembali merona. Setelah berhasil meraih gelar S1 dengan predikat cumlaude di IAIN SNJ Cirebon pada beberapa tahun lalu, kini kembali merajut sukses dengan predikat cumlaude di S2 nya di UIN Jogyakarta.

Pada tahun 2019 lalu, dia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon hanya dalam waktu 3,5 tahun dan menyabet predikat cumlaude.

Setelah lulus S1, Fifi langsung melanjutkan S2 dengan jurusan yang sama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dia berhasil masuk ke kampus itu melalui jalur prestasi dan kini telah dinyatakan lulus di jenjang S2-nya hanya dalam waktu 1,5 tahun dan kembali menyabet predikat cumlaude.

Atas prestasinya itu, gadis cantik kelahiran Cirebon ini pun berhasil menyandang predikat mahasiswa terbaik dan lulus tercepat Program Magister KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2021.

Di masa perkuliahan, Fifi menjadi asisten salah satu dosen Universitas Gajah Mada (UGM) dan ditunjuk menjadi asisten dosen untuk mengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagai asisten, dia mendapat tugas, seperti mengurus penyusunan dan publikasi jurnal terindeks scopus maupun mengajar di sejumlah kelas di UIN Yogyakarta.

Tidak hanya itu, Fifi pun membantu penyusunan sejumlah buku yang kini telah menjadi karya UGM. Seperti buku yang berjudul “Jurnalisme Muslim” dan buku Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM berjudul Universitas Gadjah Mada Berkhidmat Secara Manusiawi di Jalan Pengabdian kepada Masyarakat.

“Alhamdulillah, Bapak Ketua Prodi KPI S2 UIN Yogyakarta juga memberi kepercayaan kepada saya untuk mengajar di beberapa kelas S1 di UIN Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta,” jelas Fifi, Rabu (7/4/2021).

Dia mengaku, tugas sebagai asisten tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk dirinya. Karena, Fifi harus mengatur waktu dengan baik agar kewajibannya sebagai mahasiswa dan asisten dosen dapat dikerjakan dengan baik.

“Meski dengan banyak pekerjaan yang saya emban semasa kuliah, tapi Alhamdulillah perkuliahan saya tidak terganggu bahkan bisa menjadi lulusan tercepat dan terbaik. Yang penting harus bisa mengatur waktu agar semuanya dapat dikerjakan dengan baik dan terpenting jangan menunda-nunda pekerjaan, seperti tugas maupun revisian. Karena bagi saya jika menunda itu sama saja menunda kelulusan. Kuncinya itu aja,” ujarnya.

Bahkan, ungkap Fifi, kesempatan untuk menjadi asisten peneliti dan asisten dosen tersebut menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Pasalnya, dirinya bisa mendapat kesempatan mengerjakan berbagai hal yang luar biasa bersama orang-orang yang hebat dan mendapat ilmu yang sangat berharga.

“Saya mau mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosen S2 KPI UIN Yogyakarta, terutama kepada Bapak Kaprodi Dr. Hamdan Daulay, M.Si., M.A serta dosen UGM dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bapak Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D yang telah membimbing Tesis saya dengan sangat sabar dan luar biasa banyak sekali ilmu yang saya dapatkan,” tuturnya.

Juga, imbuh dia, kepada Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Bapak Dr. Hajam, M.Ag yang selalu menyemangati dirinya hingga bisa melewati segala rintangan dan sampai di posisi ini. Fifi mengungkapkan, mereka adalah orang-orang luar biasa yang telah membentuk pribadinya hingga seperti ini.

Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Hamdan Daulay, M.Si., M.A., memaparkan, proses perkuliahan yang Fifi jalani sebenarnya sama saja dengan mahasiswa lainnya. Hanya, kata dia, yang membuat cepat atau lambatnya perkuliahan adalah penyusunan penelitian sebagai tugas akhir.

“Proses perkuliahannya sama dengan yang lain, karena kita itu paket 4 semester, itu sudah ada paketnya. Semua mahasiswa sama, sama-sama rajin. Hanya proses pengerjaan tesis saja yang membedakan,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hajam, M.Ag mengungkapkan, dirinya telah mengenal Fifi sejak dia menempuh jenjang S1 di kampus setempat. Bahkan, dirinya pun mengetahui suka duka dan perjuangan anak pertama dari empat bersaudara ini untuk menyelesaikan perkuliahannya.

“Waktu S1 dulu toko orang tua Fifi itu terbakar dan itu membuat stabilitas perkuliahan Fifi terganggu. Tapi itu menjadi titik balik, dengan penuh semangat Fifi bangkit. Agar bisa tetap berkuliah Fifi berjualan roti di kampus sambil kuliah. Dia menjajakan roti ke teman-temannya dan dosen-dosen, dan saya menjadi salah satu pelanggan setianya juga,” ungkapnya.

Hajam mengaku, dirinya merasa bangga atas kegigihan Fifi tersebut hingga dia berhasil menyelesaikan S2. Untuk itu, kata dia, Fifi ini dapat menjadi contoh yang baik untuk ditiru oleh mahasiswa-mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah dan selalu semangat menghadapi berbagai kesulitan.

“Yang berbeda dari Fifi ini adalah semangatnya. Mudah-mudahan ini bisa dicontoh yang lain. Semoga Fifi juga tidak hanya berhenti di S2, saya inginnya Fifi melanjutkan S3. Selalu semangat dan terus melakukan yang terbaik,” harapnya. (din)

Rakernas Kementerian Agama, Kampus UISSI IAIN Cirebon Menjadi Tranding



CIREBON, FC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon tengah dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) menjadi perbincangan, khususnya di lingkungan Kementerian Agama. 

Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Saefudin Zuhri MAg mengungkapkan, perbincangan tersebut terkait ditunjuknya kampus ini menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).

"Mengapa tranding, karena dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri seluruh komponen di Kementerian Agama, Pak Menteri mengungkapkan tekadnya untuk mendirikan UISSI dan disebutkan Cirebonnya,” ungkap Saefudin dalam acara Penyelarasan Kurikulum dan Proposal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) kampus setempat di salah satu hotel di wilayah Kuningan, Rabu (7/4/2021).
 
Untuk itu, kata dia, hal ini merupakan mandat yang sangat luar biasa, karena disebutkan di dalam rakernas saat pembukaan. 

Bahkan, lanjut Saefudin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama pun menyampaikan capaian kinerja sekaligus strategi pencapaian kinerja di Kemenag pada tahun 2021 ini.

Karena itu, dari 7 agenda capaian itu, salah satu agendanya adalah pendirian UISSI di IAIN Cirebon. Itu jelas-jelas tertulis di situ, sehingga saat tanya jawab terungkap bahwa pendirian kampus siber ini tidak hanya untuk kampus keagamaan Islam, tapi juga di dalam lembaga pendidikan yang lain. 

"Jadi dapat dipahami, keinginan pendirian siber ini tidak hanya di lingkungan PTKIN, tapi juga di perguruan tinggi keagamaan yang lainnya juga,” ucapnya.
 
Berdasarkan target ketua UISSI, Saefudin menerangkan, pada Agustus 2021 ini proses perkuliahan berbasis siber harus sudah dimulai, yaitu yang menjadi pilot projeknya pada prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Untuk itu, bagi kita ada 7 hari kerja, tidak ada hari libur karena waktu yang sudah sangat mendesak. Ditambah lagi menjelang bulan puasa.

"Mungkin di bulan puasa ini ada beberapa hal kita berbagi dengan yang lain. Untuk itu sebelum bulan puasa mesti kita merampungkan tahapan-tahapan itu,” jelasnya. (Nur).


Selasa, 06 April 2021

Tingkatkan Kreatifitas Mahasiswa, HIMMAPIS IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Jurnalistik


FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (HIMMAPIS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung via google meet.

Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan Kecerdasan dan Kreatifitas Mahasiswa melalui Pers dan Jurnalistik" itu digelar Selasa, (6/04/2021).

Ketua Pelaksana, Khoirun Nisa Amarsya mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud implementasi dari program kerja HIMMAPIS periode 2021/2022.

"Berhubung saya anggota dari infokom, maka saya tergugah mengadakan kegiatan ini. Karena kegiatan ini merupakan salah satu momentum bagi Mahasiswa untuk bisa memahami teknik dasar jurnalistik dan bisa mengembangkan kreatifitasnya dalam tulis menulis," katanya.

Ia mengaku, setelah acara ini akan diadakan follow up guna mengasah kemampuan para peserta.

Respon positif dilontarkan juga oleh Ketua HIMMAPIS Abdul Khanan. Menurutnya kegiatan ini dapat menarik perhatian Mahasiswa mengenai dunia Pers dan Jurnalistik. 

"Jurnalistik memang sangat penting khususnya bagi mahasiswa, karena Mahasiswa memiliki dua peran yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai penulis," kata Abdul.

Artinya, lanjut Abdul, jurnalistik sendiri bukan hanya sekedar penyampaian berita, tapi memang seharusnya dimiliki oleh seluruh mahasiswa. Karena teknik jurnalistik juga dapat digunakan dalam karya ilmiah lain.

Ia melanjutkan, kegiatan ini merupakan suatu tuntutan dan memang kebutuhan bagi seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa MPI.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Jurusan Taqiyuddin merespon secara positif Talkshow ini. Paling tidak, kata dia, pemateri dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa MPI

"Bagus sekali materinya, pematerinya juga saya kira sudah berpengalaman. Begitu yang pernah saya lakukan saat jadi tutor/praktek jadi wartawan," pungkasnya. 

Sementara itu, Fasfah Sofhal Jami, selaku narasumber pada Talkshow kali ini menympaikan bahwa teknik dasar jurnalistik terdapat harus mengandung unsur 5W dan 1H.

"Saya kira kita semua sudah familiar sama istilah 5W 1H, karena pelajaran ini sebenarnya sudah diajarkan dalam bangku sekolah. Namun kali ini kita akan mengaitkannya dalam jurnalistik dasar," kata Fasfah

Menjadi pewarta itu, lanjut dia, harus jujur dan apa adanya, kita meliput sesuai fakta yang ad saja, tidak perlu ditambah-tambahin

"Ada banyak manfaat dalam mengkaji jurnalistik, selain kita belajar bagaimana meliput dan mempublikasikan sebuah berita, teknik jurnalistik juga dapat digunakan dalam penulisan karya ilmiah," tandasnya. (din)


Senin, 05 April 2021

Kabupaten Cirebon Layak Peroleh Penghargaan Anugerah Parhita Ekapraya Tingkat Utama

FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon optimistis akan meraih penghargaan utama Anugerah Parhita Ekapraya (APE) tahun 2021 dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak. 

"Pada tahun 2016 sampai 2018 Pemkab Cirebon mendapat penghargaan Anugerah Parhita Ekapraya (APE) tingkat Madya. Sehinga tahun 2021 ini diharapkan mendapatkan penghargaan ke tingkat utama," kata Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsing, SE, M.Si saat sambutan pada acara Verifikasi Lapangan dalam rangka pemberian penghargaan utama Anugerah Parhita Ekapraya (APE) tahun 2021 di Kantor Setda, Senin (5/4/2021). 

Ayu mengatakan, Pengarusutamaan Gender atau biasa disebut PUG merupakan strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan  gender dalam sejumlah aspek kehidupan  manusia. 

"Dalam pelaksanaan di Kabupaten Cirebon ini tertuang dalam kebijakan perundang-undangan, antara lain Peraturan Bupati Cirebon Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender," kata Ayu panggilan akrabnya. 

Ayu menjelaskan, selama ini Pemkab Cirebon sudah menindaklanjuti peraturan bupati tentang rencana aksi daerah tentang Pengatusutamaan gender. 

"Kami sudah membentuk pokja PUG, Vocal Point, penyusunan rancangan responsif gender, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PUG, serta sosialisasi PUG di tingkat OPD, kecamatan, desa maupun kelurahan," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Perlindungan Anak (DPPKBPA) Kabupaten Cirebon, Iyan Ediyana  mengatakan, selama ini Pemkab Cirebon sudah melakukan kesetaraan gender. Bahkan, secara tidak sadar semua dinas sudah melakukannya. 

"Kami contohkan, misalkan Dinas Lingkungan Hidup mereka membuat taman bermain anak. Di situ harus masuk hak perempuan, laki-lakinya serta hak anaknya serta hak disabilitasnya. Semua unsur harus ada," katanya. 

Ia pun mengungkapkan, selama ini banyak kalangan masyarakat maupun dinas belum paham terkait kesetaraan gender. Bahkan menurutnya, gender itu identik kebanyakan  dengan perempuan. 

"Secara regulasi perbup tentang kesetaraan gender sudah ada dan juga dari sisi implemantasi di lapangan sudah dilakukan. Kalau untuk tingkat desa belum ada baru di tingkat Kabupaten Cirebon," kata Iyan.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Yuningsih mengatakan, pihaknya mendorong Pemkab Cirebon untuk kesetaraan gender di tingkat SKPD. Di mana sekarang dari 25 SKPD baru tiga orang yang dijabat oleh perempuan. 

"Untuk eselon II baru tiga orang yang menjabat. Kita mendorong untuk bisa mengimbangi minimalnya kalau tidak 30 pesen ya bisa 20 persen. Makanya kalau 25 SKPD, minimalnya tujuh orang perempuan yang menjabat kepala dinas," katanya. 

Yuningsih mengungkapkan, kalau Kabupaten Cirebon layak mendapatkan penghargaan Anugrah Parhita Ekapraya (APE) tahun 2021 tingkat utama. 

"Kita yakin Kabupaten Cirebon mendapat penghargaan tingkat utama. Karena kita sudah lengkap. ini semua terpenuhi semua pengurus pengarusutamaan gendernya. Karena kita sudah punya perda tentang perlindungan perempuan dan anak itu perda tahun 2018," katanya. (din)

Tiga Hari, FITK IAIN Cirebon Intensif Membahas MBKM di Workshop

FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan workshop MBKM.


CIREBON, FC- Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar workshop di Grage Sangkan Hotel & SPA Kuningan, Senin-Rabu (5-7/4/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dalam rangka membahas Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.
 
Wakil Dekan I FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sutejo MAg menjelaskan, workshop tersebut terkait pengembangan kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar. Pasalnya, kata dia, konsep tersebut merupakan sudah menjadi tuntutan di era modern ini.

“Boleh dibilang Indonesia ini selalu tertinggal di bidang pendidikan, tapi itu biar yang sudah-sudah dan ini ada terobosan baru,” kata Sutejo.

Karena, lanjut dia, harus diakui lembaga pendidikan hampir tidak dapat menciptakan lulusan yang siap bekerja. Untuk itu, dengan adanya kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar, mahasiswa bisa belajar satu semester di jurusan berbeda, tetapi masih dalam satu kampus dan satu fakultas.
 
“Kemudian dua semester magang, itu sebenarnya yang merdeka belajar. Tapi magang juga tolong dicatat bukan wajib, karena kalau wajib itu artinya tidak bebas. Kemudian ada keterbimbingan, yaitu ada magang dan dibimbing, sehingga ketika mereka akan selesai menjadi seorang sarjana diusahakan sudah memiliki pekerjaan,” paparnya.

Dengan begitu, katanya, dapat meminimalisir pengangguran, karena semua lulusan memiliki basic pengalaman bekerja saat kuliah, baik kuliah di dalam maupun di luar kampus. Tidak hanya mahasiswanya, dosennya pun dituntut berkarya di luar kampus.

“Selama ini dosen kita kan tahunya rumah kampus rumah kampus, gak pernah dikenal di luar. Kampus merdeka dan merdeka belajar ini salah satu manfaatnya dosen dikenal di luar. Tidak hanya dikenal di luar, bekerja di luar, tapi karyanya juga dinikmati oleh orang luar dan direkognisi oleh dunia internasional,” terangnya.

Menurut Sutejo, salah satu penghambat perkembangan dunia pendidikan di Indonesia adalah tidak dimulainya pembentukan karakter saat proses pembelajaran di kampus. Kemudian selain mengajar, dosen-dosen pun harus melakukan komunikasi dengan mahasiswanya.
 
“Harus ada persepsi, sebelum mengajar harus ada motivasi. Mengapa kamu belajar MK saya? Apa manfaatnya nanti? Sehingga terbentuk MK (mata kuliah) itu. Sehingga itu akan indah jika kita telah memiliki kepribadian sejak awal,” tuturnya.

Untuk itu, kata dia, workshop ini adalah finalisasi. Pasalnya, pembahasan terkait hal tersebut sudah lama menjadi pembahasan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

“Bahkan sudah dibentuk tim resmi, diskusi intens berhari-hari sama dengan tim UISSI sebelum ada UISSI. Cuman kesempatan dikerjakan di luar baru sekarang, karena musim pandemi,” katanya.

Sementara itu, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin MPd memaparkan, tujuan kegiatan ini adalah terkait dengan tujuan fakultas tersebut, yaitu kurikulum ini secara bertahap bisa dilaksanakan dan diimplementasikan. Untuk itu, pihaknya pun perlu menyamakan persepsi tentang kurikulum tersebut.

“Tentang apa itu MBKM (merdeka belajar dan kampus merdeka), bagaimana MBKM itu diterapkan, kemudian pengaturan proporsi dalam arti berapa semester mahasiswa kita kuliah di luar prodi, kemudian dosen-dosennya juga harus dipersiapkan, karena ini sifatnya adalah baru,” Ucapnya. (din)