Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 15 Oktober 2021

Bupati Cirebon Lantik 104 Pejabat


FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag melantik 104 pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jumat (15/10/2021).

Berdasarkan pantauan, pengambilan sumpah jabatan tersebut secara simbolis dilakukan kepada 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon 2b. Sementara, ratusan pejabat lainnya dilantik secara virtual.

Bupati Cirebon mengatakan, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif sesuai dengan tahapan yang terdiri dari seleksi administrasi, assesment, dan wawancara.

Selain itu, hasil seleksi ini pun mendapatkan surat dari komisi aparatur sipil negara nomor: b-3558/kasn/10/2021 tanggal 13 Oktober 2021 tentang Rekomendasi hasil uji kompetensi dalam rangka rotasi/mutasi Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon

"Pejabat yang terpilih pada pelantikan ini semoga akan menjadi motivasi untuk senantiasa berkiprah dan mengabdikan diri selaku ASN, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggung jawab sebagai seorang pejabat," kata Imron.

Imron mengatakan, pelantikan hari ini dilakukan dengan metode virtual. Hal tersebut dilakukan merupakan salah satu langkah dalam meminimalisasi berkumpulnya atau berkerumunnya sejumlah atau banyak orang dalam satu lokasi. 

Menurut Imron, mutasi ini merupakan hal biasa dalam suatu organisasi pemerintahan, karena merupakan tuntutan organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. 

"Dinamika dalam penataan sistem pemerintahan daerah, adalah untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat guna tercapainya kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon," katanya.

Pasca pelantikan ini, seluruh pejabat harus melakukan adaptasi, pelajari dan pahami terhadap tugas pokok dan fungsi jabatan, serta bangun koordinasi, komunikasi dan kerja sama efektif secara berjenjang, baik dengan pimpinan ataupun dengan atasan. 

"Hal yang harus dilakukan para pejabat ini, utamanya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi saat ini pandemi Covid-19 belum selesai," katanya.

Berikut 11 pejabat tinggi pratama eselon 2b di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon yang dilantik; Pertama, Drs. Abraham Muhammad, M.Si sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan.

Kedua, Dra. Ita Rohpitasari, M.Si, sebagai Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Ketiga, Muhyidin sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Keempat, Drs.Iyan Ediyana, MM.,M.Si sebagai Inspektur di Inspektorat. Kelima, dr. H Budi Setiawan Soenjaya MM sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan. Keenam, Asep Pamungkas, SP, MP sebagai Kepala Dinas Pertanian. Ketujuh, Iwan Ridwan Hardiawan, S.Sos., M.Si sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kedelapan, Hj. Eni Suhaeni, SKM., MKes sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak. Kesembilan, Dr. Deni Nurcahya, ST., MSi sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Kesepuluh, Ir.H. Avip Suherdian, MT sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kesebelas, Ir. Iwan Rizki sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).  (din)

Kabupaten Cirebon Jadi Tuan Rumah Seleksi Administrasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar


FOKUS CIREBON - Kabupaten Cirebon menjadi tempat Seleksi Administrasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2021 di Aula Pancawarna Kantor DPMD, Jumat (15/10/2021). 

Pada Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar ini, Posyandu Desa Ciawi Asih Kecamatan Susukan Lebak mewakili Kabupaten Cirebon. 

Dalam paparannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD ) Kabupaten Cirebon Drs. Erus Rusmana, M.Si, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Panitia Lomba Posyadu Tingkat Jabar yang sudah memilih Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah perlombaan Seleksi Administrasi Posyandu untuk wilayah Ciayumajakuning. 

"Terimakasih atas penunjukan DPMD sebagai tempat dilaksanakannya penilaian adminisatasi tingkat Provinsi Jawa Barat khususnya wilayah Ciayumajakuning," katanya. 

Erus menjelaskan, Kabupaten Cirebon memiliki Jumlah Posyandu sebanyak 2.660 posyandu yang tergabung dengan Kelompok Kerja Oprasional (Pokjanal). 

"Di Kabupaten Cirebon memiliki Bayi umur 0 sampai 11 tahun mencapai  48.749 atau 2.2 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Cirebon, untuk balita dari Umur 12 tahun sampai 59 bulan mencapai 143.110 atau  6.3 persen, serta ibu hamil  berjumlah 53.612 orang atau sekitat 2.5 persen," katanya. 

Erus mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah banyak menerbitkan peraturan bupati atau surat edaran terkait pemerintahan desa yang bersangkutan dengan Posyandu. 

"Ada surat Edaran Bupati no 141/05/DPMD  tanggal 7 januari tahun 2019, perihal evaluasi raperdes dan optimalisasi dana desa tahun anggaran 2019, diimbau agar para kuwu mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan posyandu untuk penyediaan PMT minimal 100 ribu per posyandu, insentif kader posyandu 75 ribu per bulan dan pengadaan alat kesehatan sesuai dengan kebutuhan," katanya. 

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga telah memberikan bonus kepada posyandu di wilayahnya yang berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat maupun Nasional. 

"Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon memberikan bantuan keuangan sebagai hadiah sebesar Rp106.500.000, itu sesui Peraturan Bupati Cirebon ," ujar Erus. 

Selain itu, kata Erus, posyandu di Kabupaten Cirebon banyak mendapatkan penghargaan tingkat Provinsi Jawa Barat. 

"Kami pernah Juara 1 Puskesmas ramah anak tingkat Provinsi Jabar, pada tahun 2019 mendapatkan anugerah posyandu award sebagai pembina posyandu terbaik tingkat Jabar untuk Bupati Cirebon, kemudian Kabupaten Inspiratif dalam penanganan stunting terintegrasi tingkat Provinsi Jabar," katanya.

Ia berharap, pada perlombaan posyandu tingkat Provinsi Jabar ini Kabupaten Cirebon menjadi juara pertama. 

"Kami menyakini kalau posyandu Desa Ciawi Asih sesuai hasil penilaian Kabupaten Cirebon sangat layak untuk mewakili Jawa Barat ke tingkat Nasional," kata Erus. (din)

Peletakan Batu Pertama Shelter PMKS Bukti Komitmen Pemda Kota Cirebon


CIREBON - Wali Kota Cirebon lakukan peletakan batu pertama pembangunan shelter Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Peletakan batu pertama shelter PMKS sekaligus bukti komitmen Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon terhadap penanganan permasalahan sosial. 

“Hari ini, kita melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan shelter PMKS Dinas Sosial Kota Cirebon,” tutur Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., usai melakukan peletakan pertama pembangunan shelter PMKS, Jumat (15/10/2021). 

Peletakan batu pertama ini merupakan momentum diterapkannya sebuah strategi yang integratif dalam penanganan penanggulangan PMKS di Kota Cirebon.

“Sekaligus bukti komitmen Pemda Kota Cirebon untuk menanggulangi PMKS,” tegas Azis.

Shelter PMKS ini nantinya difungsikan sebagai tempat transit sementara atau unit gawat darurat (UGD) sosial. Selama berada di shelter PMKS ini warga binaan akan mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, perawatan kesehatan, alat-alat mandi, pakaian. Nantinya pekerja sosial,, dokter, psikolog, psikiater akan melakukan wawancara dan evaluasi untuk mengetahui kemana PMKS ini dirujuk.

Pada kesempatan itu Azis juga menegaskan bahwa permasalahan PMKS harus dilakukan secara terpadu. “Tidak bisa sendiri-sendiri,” tutur Azis. 

Dikarenakan PMKS merupakan permasalah sosial yang pemecahannya harus dicari bersama-sama. “Hampir saja shelter ini kena refocusing. Padahal kebutuhan akan shelter ini tidak bisa ditunda lagi. yaitu untuk penanganan PMKS di Kota Cirebon,” tutur Azis. 

Terlebih pandemi Covid-19  tidak saja berdampak pada segi kesehatan namun juga memporak-porandakan perekonomian sehingga menimbulkan sejumlah permasalahan sosial.

Karena pentingnya keberadaan shelter, tahun depan anggaran untuk pembangunan shelter PMKS tahap kedua akan kembali digelontorkan.

“Bersyukur ada ibu kadis sosial dan pejuang-pejuang sosial yang memiliki semangat untuk membantu orang lain. Mereka memiliki kepedulian atas sesama,” tutur Azis. 

Selanjutnya Azis juga berharap agar pembangunan shelter PMKS ini dapat berjalan dengan lancar serta dapat segera difungsikan sebagaimana mestinya. “Sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial masyarakat Kota Cirebon,” tutur Azis.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon, Dra. Santi Rahayu, M.Si., menjelaskan pihaknya segera membuat petunjuk teknis penggunaan shelter PMKS ini. 

“Nanti kita buat standar operasional prosedur penggunaan shelter, berapa hari. Biasanya maksimal 3 hari,” tutur Santi. 

Keberadaan shelter, lanjut Santi, penting untuk penanggulangan permasalahan sosial di Kota Cirebon.

Salah satu contohnya saat mereka menerima jompo di malam hari baik dari polisi maupun siapa pun. “Bisa saja jompo itu sudah pikun, terlantar, kesasar dan lainnya,” tutur Santi. 

Dengan adanya shelter PMKS ini, jompo tersebut dapat diinapkan sementara sebelum diwawancarai oleh petugas sosial untuk penanganan lanjutannya. 

“Setelah diasessment, kita bisa tahu nanti keluarganya. Kita kembalikan ke keluarganya atau kita antar keluar kota jika keluarganya di luar kota,” tutur Santi. Ditargetkan shelter PMKS tahap satu selesai Desember 2021 mendatang. (din)

Wakil Wali Kota Cirebon Hadiri Kegiatan ISCFE di Yogyakarta

Wakil Wali Kota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON - Mewakili Walikota Cirebon, Wakil Wali Kota, Dra Hj Eti Herawati hadiri kegiatan Indo Smart City Forum and Expo (ISCFE) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Yogyakarta. 

"Tema yang diusung adalah membangun ekosistem smart city berkelanjutan bagi penanggulangan pandemi Covid-19," kata Eti, Jum'at (15/10/2021).

Eti juga menegaskan, bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan kita pentingnya untuk membangun kembali ekosistem smart city yang sebelumnya sudah dicetuskan. 

"Hingga ke depannya, smart city tidak hanya mengedepankan penerapan aplikasi namun lebih jauh yaitu perubahan perilaku. Kita bersama-sama maju untuk Indonesia juara," tandasnya. (din)

Pemkot Cirebon Sambut Hadirnya Kapal Riset Canggih Korea Selatan di Perairan Cirebon Kerjasama

FOKUS CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon sambut hadirnya kapal riset canggih kerja sama Indonesia-Korea Selatan di perairan Cirebon. Dengan pemetaan di perairan Cirebon, pembangunan di wilayah pesisir dapat lebih terencana dengan baik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai menghadiri kunjungan kerja Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea, Moon Seong-Hyeok di kampus ITB Cirebon dan di Dermaga Pelindo II, Jalan Ambon, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021) menjelaskan Pemda Kota Cirebon sangat mengapresiasi kehadiran kapal riset “ARA” yang canggih ini. 

“Kami sangat berharap kapal riset canggih ini bermanfaat untuk penataan ruang pantai dan laut yang ada di Kota Cirebon,” tutur Agus.

Terlebih, lanjut Agus, Pemda Kota Cirebon juga telah meminta agar prioritas pemetaan dilakukan di wilayah perairan Cirebon. Sehingga dapat dilihat dengan jelas kontur dan pergerakan pantai di Kota Cirebon. Melalui pemetaan ini dapat dilakukan perencanaan untuk pengembangan perairan di Cirebon. 

“Walaupun pantai jadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi, tapi juga menjadi bagian dari pemerintahan administrasi kota. Apalagi saat ini rencana detail tata ruang (RDTR) kita juga tengah disusun,” tutur Agus.

Agus melihat terdapat sejumlah permasalahan di perairan Cirebon. Salah satunya tingkat sedimentasi yang terlalu tinggi. Sehingga akhirnya membentuk tanah-tanah timbul. 

“Kita harapkan dengan riset yang akan dilakukan bisa didapatkan solusi untuk mengatasi permasalahan ini,” tutur Agus.

Sementara itu Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA., Chairman Advisory Board Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) menjelaskan kedatangan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea ini untuk melihat langsung kerjasama riset yang dilakukan dengan Indonesia. 

“Salah satu kecanggihan yang dimiliki yaitu memiliki laboratorium,” ungkap Safri. 

Kapal riset tersebut juga dapat melihat profil dasar laut hingga kedalaman 50 meter serta dilengkapi dengan 5 drone yang dapat memetakan daerah pantai. 

“Kapal ini telah diberikan ke ITB dan akan memetakan perairan Cirebon terlebih dahulu,” tutur Safri. 

Dengan mengetahui data secara detail, maka merancang kota khususnya di daerah perairan dapat dilakukan dengan baik pula.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo II, Guna Mulyana, menjelaskan mereka hanya sebagai penyedia fasilitas untuk kapal riset tersebut. 

“Namun kami juga merupakan bagian dari maritim. Ini juga memberikan kontribusi buat pelabuhan Cirebon,” tutur Guna.

Keberadaan kapal riset tersebut dapat menunjukkan Pelabuhan Cirebon dapat berkembang ke arah mana.

Indonesia memiliki kerja sama riset teknologi kelautan dan perikanan dengan Korea Selatan sejak lama. Di bawah payung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dengan Kementerian Samudera Perikanan Republik Korea, terciptalah Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) pada 14 September 2018. 

Pusat penelitian tersebut menjalankan riset bersama antara Indonesia dan Korea, program pendidikan serta pelatihan di bidang kemaritiman. (Heri)