Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 12 Februari 2022

FUAD IAIN Cirebon Mulai Lakukan Sosialisasi PDDIKTI

CIREBON - Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) mulai disosialisasikan. Hal itu mulai dilakukan oleh Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Sosialisasi PDDIKTI dan bimbingan teknis praktik ini sebagai cara melakukan pelaporan per semester.

Wakil Dekan (Wadek) I FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Arief Rachman MSi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti staf jurusan yang ada di FUAD, namun juga staf dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islah (FSEI), dan pascasarjana kampus setempat.
 
“Pada prinsipnya sosaslisai ini kepada staf, yaitu terkait data mahasiswa yang harus selalu diinput setiap semesternya agar data mahasiswa itu tercatat secara resmi sebagai mahasiswa Indonesia di Forlap Dikti,” jelas Arief, Selasa (12/2/2021).

Dengan melakukan pencatatan secara berkala, lanjut dia, pihaknya pun dapat memiliki pangkalan data yang valid, dari mulai jumlah mahasiswa hingga data-datanya. Sehingga, dengan data tersebut pihaknya dapat menyusun anggaran dan memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa.

“Karena, kalau tidak terdata maka mahasiswa tersebut tidak tercatat sebagai mahasiswa di Indonesia. Untuk itu, mahasiswa juga dituntut untuk memberikan data jika dibutuhkan, salah satunya untuk PIN atau Penomoran Ijazah Nasional. Sehingga, dari segi administrasi, mahasiswa pun dapat terlayani dan mempunyai status,” terang Arief.
 
Bahkan, menurut dia, dengan tercatatnya data mahasiswa di Forlap Dikti, proses legalisir ijazah pun akan tereduksi. Pasalnya, kata Arief, mahasiswa tidak perlu lagi membawa photo copy ijazah untuk melakukan proses administrasi pendaftaran atau keperluan lainnya, mereka cukup menyebutkan nomor maka data mahasiswa tersebut akan dapat dilihat.

Namun, diakuinya, dalam melakukan pendataan tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti lamanya membuka website Forla Dikti dan keterlambatan pengisian data mahasiswa. Untuk itu, kata Arief, hal ini dibutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dari mahasiswa, staf, dosen, maupun unsur pimpinan.

“Karena jika ada keterlambatan uploading data, maka untuk melakukan pengisian kembali itu susah. Kalau untuk akses, karena seluruh Indonesia kan mengakses, jadi mungkin agak lama membuka websitenya. Jadi, dalam tanda kutip, kita harus jeli memilih waktu kapan untuk mengakses,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap, melihat begitu pentingnya pencatatan data tersebut sehingga dapat menimbulkan suatu kesadaran dari semua pihak untuk melakukan penginputan data sesuai waktu yang telah ditentukan, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik.

"Harapannya, semoga timbul kesadaran menginput data secara digital dari semua pihak. Sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang prima kepada mahasiswa yang aktif dan berjalan dengan baik secara by system,” ucapnya.

Sementara itu, Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin MPdI menjelaskan, demi mendukung peningkatan kesadaran penginputan data tersebut pihaknya pun akan melakukan sosialisasi melalui media informasi yang dimiliki kampus.

“Insya Allah kita akan membantu menyosialisasikannya sesuai kewenangan kita di humas. Bantuan tersebut salah satunya dengan membuat pamflet terkait pentingnya penginputan data di Forlap Dikti. Pamflet tersebut akan kita share di media sosial yang dimiliki kampus yang dapat diakses seluruh mahasiswa dan Sivitas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sehingga kesadaran itu akan semakin tumbuh,” tandasnya. (din)

Kamis, 10 Februari 2022

Pelantikan Pengurus SEMA dan DEMA Institut, Ini Pesan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama pada kegiatan pelantika. Pengurus SEMA dan DEMA Institut, periode 2022, Kamis (10/2/2022).


CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag bersama Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa Institut periode 2022, bertempat di Gedung B Auditorium Pascasarjana, Kamis (10/2/2022). 

Selain Wakil Rektor III, hadir pula Kabag Akademik dan Kemahasiswaan serta Kasubag Kemahasiswaan. 

Sumanta dalam sambutannya mengatakan, atas nama pimpinan, lembaga dan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon pihaknya  mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus SEMA dan DEMA tahun 2022. Demikian juga ucapan terimkasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus SEMA dan DEMA tahun 2021. 

Menurut Sumanta, ada satu kenangan, atau satu karya yang telah diukir oleh pengurus tahun 2021. Di mana sudah membantu IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari sisi kemahasiswaan juga banyak ditorehkan prestasi-prestasi dari sisi akademik.  

"Alhamdulillah kampus kita terangkat namanya, dan mendapat penghargaan dari berbagai pihak, tentu saja ini dari kerja keras pengurus tahun 2021," katanya.

Untuk tahun 2022, lanjutnya, satu hal yang menjadi kegembiraan adalah dalam menata pengurus DEMA dan SEMA  terpilih dari kader-kader yang berprestasi. 

"Tadi Pak Warek III melaporkan kepada saya untuk jabatan ketua yaitu IP nya tidak kurang dari 3,25 dan untuk anggota IP nya 3.00, itu artinya kalian semua adalah orang-orang yang terpilih dan sebagai bibit-bibit unggul yang memiliki kecerdasan dan intelektual yang lebih dari rata-rata dibandingkan teman-teman sekalian," katanya. 

Kemudian yang membanggakan lainnya, kata Sumanta, adalah yang dipilih kader-kader muda di bawah semester 8. Ini artinya, ada suatu lompatan bagi para aktifis kampus di era 4.0 ini.

Kalau kita amati sejarah dari para pendahulu kita, para aktifis kampusnya  adalah generasi kolot atau generasi yang sudah kena DO. Berbeda dengan sekarang dengan sistem yang sudah dikembangkan di masa sekarang itu adalah sistem secara nasional yang dikendalikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Oleh karena itu, ada paradigma yang harus kita geser, antara aktifis pada masa dulu dengan aktifis pada masa sekarang. 

"Kalau dulu gagal studi itu sudah biasa, mereka sukses dengan dunia yang diikuti, baik dunia politik, dunia perdagangan, ekonomi dan lainnya. Tapi sekarang tidak demikian, pokok sekarang dilihat dari satu indikator atau variabel yang dirilis dari tema kegiatan ini, yakni inovatif. Siapa yang mampu berinovasi di era sekarang, maka itulah yang akan menjadi pemimpin yang sukses," tuturnya.

Variabel inovasi melalui indikator yang disebutkan tadi, lanjut Sumanta, seperti berprestasi secara akademik mampu mengasah keterampilan dari sisi psikomotorik. Afektivnya walau pun muda akan dihitung dalam berbagai segmen kehidupan kita.

"Tentu saya merasa bangga atas tuntutan pengurus DEMA - SEMA yang semakin tertib, diisi oleh orang-orang yang berprestasi, saya yakin dengan kecerdasan yang dimiliki, baik dari sisi intelektual, emosional dan spiritual akan mampu menata organisasi SEMA dan DEMA ini dengan baik," jelasnya.

Demikian juga, akan menjadi aktifis-aktifis yang kritis yang bisa memberikan masukan-masukan yang konstruktif bagi lembaga. Tidak justru sebaliknya melakukan sesuatu yang destruktif yang menghancurkan lembaga kita. 

"Kita harus bisa mengangkat citra lembaga kampus yang kita besarkan bersama. Kampus ini milik kita bersama, bukan milik rektor, bukan milik wakil rektor dan bukan milik dekan tetapi milik kita bersama, dan kita bagian yang senantiasa mengisi dari masa ke masa," tuturnya lagi.

Sumanta juga menjelaskan, bahwa sekarang ini sangat terbuka untuk menjadi ilmuan, yakni melalui upaya akselerasi, terbukanya literasi keilmuan di tengah kita, inilah kondisi obyektif yang kita hadapi sekarang ini. 

"Bagi adik-adik sekalian mudah mudahan dengan upaya kita bersama,  kita wujudkan cita-cita yang luhur bagi kemajuan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kampus yang membawa nama seorang ilmuan besar dan ini harus menjadi motivasi kita semua, dan kita harus bisa merawat warisan leluhur kita dan bisa mengorbitkan Cirebon bukan saja ditingkat regional dan nasional tetapi juga di tingkat global," tandas Sumanta dihadapan para pengurus SEMA dan DEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Tingkatkan Kemampuan dan Kecakapan Dosen, KPI-FUAD IAIN Cirebon Gelar Training Literasi Digital Nasional

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, H Aan Mohamad Burhanudin MA bersama para dosen pada kegiatan Training Literasi Digital Nasional.


CIREBON, FC -  Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon menggelar kegiatan Training Literasi Digital Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara AJI dan Google news inisiatif dan Jurusan KPI FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Demikian disampaikan Ketua Jurusan KPI, H.Aan Mohamad Burhanudin, MA, Kamis (10/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

"Ya, pesertanya adalah seluruh dosen KPI dan kami melaksanakan kegiatan ini selama dua hari, yakni kemarin Rabu dan hari ini, Kamis 10 Februari 2022," terangnya.

Aan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di ruang Jurusan KPI ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang  literasi digital agar akademisi mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait digital ethic, digital skill, digital culture, dan digital safety dengan baik. 

"Sehingga pemanfaatan teknologi informasi, bisa dilakukan dengan bijaksana dan untuk kepentingan yang  baik," jelas Aan.


Aan juga menjelaskan, pada kegiatan tersebut melibatkan dua pembicara, di antaranya Eviera Paramita Sandi, Ketua AJI Denpasar dan Jurnalis, dan Moch. Syaefudin, M.I.Kom. 

Sementara itu, kegiatan training yang dibuka oleh Ketua Jurusan KPI tersebut, berharap agar Dosen KPI dan akademisi memiliki kecakapan literasi digital agar mampu menjadi active learner dan active literer, serta bisa dengan bijak dalam berselancar di dunia maya. (din)

Raker HMJ KPI Angkat Semangat Kinerja dan Aktualisasi Melalui Program Kerja Pengurus

Rapat Kerja Pengurus HMJ KPI, IAIN Sykeh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC -Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam, telah melaksanakan Rapat Kerja (RAKER), pada Kamis, 10 Februari 2022 yang bertempat di Auditorium Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Lantai 4.

Adapun tema yang diambil dari Raker ini yaitu “Mengoptimalisasi Pengimplementasian Pengurus HMJ KPI yang Bersinergis, Berintegritas serta mampu Mengaktualisasikan Program Kerja dengan Relavan.

Tema ini bermaksud agar kepengurusan HMJ KPI pada periode ini bisa optimal dalam melaksanakan program kerja dengan lebih nyata, sehingga kedepannya HMJ KPI bisa lebih maju dan lebih baik lagi.

“Rapat kerja ini bertujuan untuk memfiksasi program kerja setiap bidang yang ada di HMJ KPI periode 2022-2023,” ucap Ketua Umum Lestari Setia Budi saat memberikan sambutan. 

Menurutnya, sebelum dilaksanakannya raker, pihaknya terlebih dahulu sudah melaksanakan pra-raker, selain itu juga agar semua pengurus HMJ KPI mengetahui proker bidang satu dengan bidang lainnya.

Dijelaskan, pada kegiatan ini, masing-masing pengurus tiap bidangnya memaparkan program kerja yang saat itu diawali oleh bidang Kominfo yang terdiri dari Public Relation dan Media, yang kedua dari bidang Kajian dan Keilmuan, kemudian dilanjut dari bidang Kewirausahaan, kemudian bidang Minat dan Bakat. Serta yang terakhir dari BPH Umum.

Pada kepengurusan HMJ KPI di periode 2022-2023 ini, terdapat bidang baru yaitu bidang Minat dan Bakat yang difokuskan untuk mengembangkan, mewadahi minat dan bakat mahasiswa KPI, terutama di lingkup media dan komunikasi.

Rapat yang berkonsep semi formal ini dihadiri oleh SEMA F, DEMA F, dan Demisioner HMJ KPI dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di KPI ini, kita memiliki dua aspek penting yaitu dakwah dan komunikasi, yang mana nantinya, kedua hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan platform yang ada, kita bisa memanfaatkan Media Sosial yang sudah menjadi alat untuk berdakwah. (Red/Eva)

Rabu, 09 Februari 2022

Tanamkan Jiwa Mahasiswa Inovatif dan Produktif di Kepengurusan Baru, HMJ IQTAF Gelar Rapat Kerja Pengurus

Raoat kerja Pengurus HMJ IQTAF IAIN Syekh Nurjati Cirebon usung tema 'Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif'.


CIREBON, FC - Ketua Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, MA, M.Si secara resmi membuka rapat kerja (Raker) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (09/02/2022), 

Kegiatan bertema "Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif", berharap di masa mendatang, melalui kepengurusan yang baru, HMJ IQTAF terus berkembang, terus mengepakkan sayapnya dan mengayomi elemen-elemen di dalamnya serta menjadi lebih baik dari periode-periode sebelumnya.

Alfath Pangestu Danar, selaku Ketua Umum periode 2022-2023 menyampaikan permintaan maaf apabila kurang maksimalnya acara disebabkan pandemi Covid Omnicron, yakni varian baru yang memaksa keadaan untuk tetap menjaga jarak dan menghindari keramaian. 

Di samping itu, Alfath juga menegaskan bahwa Rapat Kerja ini merupakan jembatan awal untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki lembaran lama dalam masa kepemimpinan yang sekarang. 

Dengan Program Kerja yang mantap, kreatif, dan inovatif, diharapkan mampu mendirikan pondasi yang kuat, teguh, dan utuh dalam kepengurusan.

"Mohon maaf dalam penyelenggaraan raker ini kurang maksimal, misalnya pengurus yang hadir sedikit karena adanya pembatasan. Semoga untuk kepengurusan yang selanjutnya bisa lebih baik dalam penyelenggaraan setiap prokernya." ucap Alfath.

Kemudian dalam sambutan berikutnya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Omar Qad Panity, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan pesan berupa harapan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) dapat selalu menjadi orang-orang yang selalu berpikir tentang ide.

"Meng-upgrade HMJ dengan program kerja yang sistematis, memiliki badan otonom jurnal dan tetap melaksanakan protokol kesehatan." ucap Omar.

"Rapat kerja itu analoginya seperti sholat, kita sholat harus rapat dan lurus, maka dengan rapat ini kita saling merangkul, mengajak bukan mengejek, saling merapatkan dan lurus, maksudnya kita punya satu tujuan, satu vision di bawah pimpinan nahkoda Ketum Alfath bersama pengurusnya," tambahnya.

Setelah itu, ada beberapa pesan dari Wakorwil Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits se-Indonesia (FKMTHI) yang turut hadir dalam acara, Abdul Aziz Shutadi, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya raker ini, diharapkan HMJ IQTAF lebih baik dan lebih maju.

"Setiap program-program harus selaras dengan visi dan misi jurusan. Lalu, program-program yang dilaksanakan pun harus sesuai kebutuhan mahasiswanya itu sendiri. Dalam pembuatan program kerja, perhatikan masa depan mahasiswa, masa depan organisasi, dan masa depan lembaga institut." ucap Aziz.

"Mahasiswa Tafsir Hadits membuat program kerja harus bisa menjawab tantangan masyarakat, misalnya radikalisme, kekerasan seksual, dan politisasi ayat Al-Qur'an. Mahasiswa Tafsir Hadits harus bisa berperan dalam mengatasi hal tersebut," tambahnya.

Pada waktu yang sama, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A, M.S.I, juga menyampaikan pentingnya menjadi pribadi yang produktif, dengan slogannya "just do it" diharapkan HMJ IQTAF mampu menghasilkan karya yang luar biasa dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam program kerja ini, mahasiswa hanya menyepakati program-program yang sudah dirancang dengan pengesahan program kerja. Untuk HMJ IQTAF sendiri sudah memiliki sound system dan kamera untuk menunjang kegiatan HMJ kedepannya," ucap Maimun.

"Semuanya harus kreatif, inovatif, dan mempunyai rasa memiliki. Hal yang terpenting adalah just do it, kegiatan HMJ harus disampaikan kepada dunia, dan wadahnya harus dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak biasa dan mampu menjadi harapan bangsa kedepannya," tambahnya. (din)