Dr H Akso M.Pd, wisudawan berprestasi dengan predikat cumlaude dengan IPK 4.0 dan menjadi wisudawan XXVII IAIN Cirebon berusia tertua.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 24 Mei 2023
H. Akso M.Pd Menjadi Mahasiswa S3 Berprestasi Cumlaude di Wisuda XXVI IAIN Cirebon
Pemkab Cirebon Apresiasi Wajib Pajak Teladan Kabupaten Cirebon
KABUPATEN CIREBON -- Penerimaan pajak daerah selama ini, masih menjadi tulang punggung pendapatan asli daerah yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan.
Setiap pajak yang diterima, akan dimanfaatkan sebaik mungkin demi keberlanjutan pembangunan daerah yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), memberikan penghargaan dan apresiasi kepada wajib pajak (WP) teladan masa pajak tahun 2022.
Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2023 di Patra Cirebon Hotel & Convention, Jl. Tuparev No. J1, Kedawung, Kabupaten Cirebon.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Bapenda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Imron memberikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pembayaran pajak daerah. Ia menyebut, pembangunan bisa berlanjut dengan besarnya pajak yang disetorkan oleh WP.
"Sebagaimana kita ketahui bersama, pelaksanaan pemberian penganugerahan wajib pajak teladan tahun 2023 adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka apresiasi dan terimakasih pemerintah daerah kepada wajib pajak atas kontribusi yang begitu besar dalam hal pembayaran pajak, guna membantu kelancaran pembangunan di Kabupaten Cirebon," ujar Imron.
Dijelaskan Imron, demi keberlangsungan dan berjalannya program kegiatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cirebon, perlu anggaran yang besar.
Dirinya menyebutkan beberapa program kegiatan di Kabupaten Cirebon yang setiap tahun dilaksanakan, yang merupakan prioritas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Pertama, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin (pbi) setiap tahun dibutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp90.103.267.740 untuk 350.610 jiwa. Selanjutnya, pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur, setiap tahun tidak kurang dari Rp100.987.576.500," jelas Imron
"Dana Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 40 wilayah kecamatan se-Kabupaten Cirebon setiap tahun tidak kurang dari Rp70.343.851.316," lanjut Imron.
Di akhir sambutannya, Imron pastikan seluruh pendapatan yang diterima Pemerintah Kabupaten Cirebon, baik dari pajak daerah, retribusi daerah, dana bagi hasil pemerintah provinsi dan dana pemerintah pusat akan digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon.
"Sehingga, mari kita bersama untuk senantiasa meningkatkan dan menumbuhkembangkan kesadaran dalam pembayaran pajak," ungkap Imron.
"Mari kita bekerja cerdas, dilandasi dengan niat yang ikhlas untuk memajukan Kabupaten Cirebon, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan visi Kabupaten Cirebon yang dicita-citakan bersama," tutupnya. (din)
IAIN Cirebon Berkunjung Ke Malaysia, Sepakati Kerjasama Penguatan Program Kampus Siber Islam
MALAYSIA, FC - Madinah International University (MEDIU) Malaysia dan Jurusan BSA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyepakati tindak lanjut kerjasama dalam penguatan program kampus siber Islam dan kajian bahasa Arab Pesantren.
IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor Ke XXVI
Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Ke XXVI di Hotel Aston, Cirebon berjalan khidmat dan sukses.
Prosesi Wisuda Ke XXVI ini diikuti sebanyak 1.531 Wisudawan yang terbagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada hari ini dengan jumlah 758 wisudawan dan gelombang kedua sebanyak 773 Wisudawan digelar pada Kamis, 25 Mei 2023, bertempat di Hotel Aston Cirebon.
Prosesi Wisuda XXVI pada gelombang pertama sebanyak 758 Wisudawan ini, di antaranya Fakultas Syariah 220 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 249 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam sebanyak 207 orang dan Program Pascasarjana S2 sebanyak 69 orang serta S3 sebanyak 13 orang.
Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag dalam pidato Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXVI menekankan tentang Cyber University, Penguatan Digital Culture, dan Keberlanjutan Lulusan Menghadapi Tantangan Global.
Menurut Prof Aan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat ini dalam proses transformasi kelembagaan menjadi Cyber Islamic University (CIU) sebagaimana Keputusan Dirjenpedis No.1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI Berbasis Siber (Digital University) dan menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU) sebagaimana Keputusan Kemenkeu RI No. 252/KMK. 05/2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Salatiga pada Kementerian Agama sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan pola PK BLU.
Fakta ini tentunya tidak lepas dari program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua. Kehadiran Cyber Islamic University ini untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespon kebutuhan di lapangan.
Menurut Prof Aan, transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.
IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki kekuatan sebagai perguruan tinggi yang diberikan kepercayaan oleh Kementerian Agama RI untuk bertransformasi menjadi CIU dalam pembelajaran online secara penuh dengan menghadirkan Program Studi S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam tahun 2021. Jumlah mahasiswa 2021 dan 2022 mencapai 2200 orang dari seluruh propinsi Indonesia. Seluruh mahasiswa diberikan beasiswa selama menempuh studi melalui program LPDP (Basori, 2022).
Dijelaskan, tahun 2023 ini, program PJJ Non-PAI akan dibuka 7 Program Studi yang telah diusulkan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam untuk memberikan akses luas kepada seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah terpencil, terluar, dan terdalam. Program unggulan ini telah memposisikan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara daring. Pendidikan Jarak Jauh ini akan dikembangkan pula pada beragam bidang ilmu dari program studi yang menyelenggarakan pembelajaran offline dengan akreditasi unggul, baik jenjang pendidikan sarjana, magister, sampai doktor untuk merespon kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi industri global saat ini.
"CIU merupakan universitas dengan program kuliah yang sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan mengusung prinsip keterbukaan untuk pendidikan bagi semua orang di seluruh Indonesia dan luar negeri. Lulusan program ini memiliki prospek kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi digital dan memiliki keterampilan mumpuni untuk menjadi seorang profesional dalam bidang ilmunya. Hal ini tentu tak lepas dari sarana-prasarana dan proses pembelajaran yang didukung dengan teknologi yang canggih," papar Rektor Prof Aan, IAIN Cirebon.
Prof Aan menjelaskan, dalam konteks evolusi universitas, perguruan tinggi telah mengalami tiga generasi: universitas abad pertengahan, universitas riset (universitas tipe Humboldt), dan universitas wirausaha berteknologi tinggi dan sains.
Sekarang ini, kata Prof Aan, fenomena yang ada menunjukkan evolusi akademik dan pendidikan tinggi pada universitas generasi ke-4, yaitu universitas online dan digital. Sebagian besar karena pandemi COVID-19, yang meluncurkan revolusi digital di bidang akademik dan pendidikan tinggi.
Permintaan pendidikan tinggi dalam skala global, katanya, telah mempengaruhi semua sistem pendidikan dan negara di seluruh dunia akibat penurunan ekonomi dan kebangkitan pendidikan digital.
Pergolakan digital saat ini di sektor pendidikan dimotivasi oleh kenaikan biaya, peningkatan daya saing, dan peningkatan harapan, sehingga organisasi perlu mempersiapkan masa depan dengan menggunakan teknologi dan data baru untuk mengubah proses dan memodernisasi system.
Kebutuhan mahasiswa yang sekarang ini hidup dengan budaya digital menjadi paling penting sehingga melahirkan universitas siber. Istilah “dunia maya” dapat didefinisikan sebagai “ruang informasi jaringan, tetapi yang, dari bagian dalam komputer ke layar, mencapai kita dalam bentuk bahasa-bahasa yang dikenal: lisan, maya, bunyi dan segala campurannya. Jadi dunia maya hanyalah cara metaforis untuk menamai internet, jaringan dari jaringan.
IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan platformi CIU adalah universitas sebagai tempat dunia maya. Universitas sebagai ekspresi identitasnya yang melibatkan aktor manusia dan non manusia menunjuk tempat di dunia maya.
Hubungan antara dosen dan mahasiswa akan dimediasi oleh perangkat teknologi, hanya mungkin terjadi interaksi antara aktor manusia dan non-manusia. Faktanya, tanpa sinyal internet, tanpa berfungsinya semua perangkat elektronik yang diperlukan untuk membangun hubungan antara manusia, kelas, kuliah, dan lainnya, tidak akan terjadi.
Pembentukan jaringan aktor manusia dan non-manusia (teori actor-jaringan) ini akan menghasilkan universitas dunia maya. Universitas siber seperti konsep “cyberplace” atau “tempat” diskusi dan apropriasi pengetahuan, konsep penelitian dan pengembangan ide ini, ketika ditransfer secara keseluruhan ke dunia maya, memunculkan refleksi tentang pentingnya fisik universitas.
Sementara istilah cyber university dapat dijelaskan dengan konsep network society yang mengilustrasikan peran universitas dalam proses konstruksi dan penyebaran pengetahuan. Perguruan tinggi sebagai agen utama diseminasi inovasi sosial karena suatu generasi demi generasi muda melalui tahapan ini dengan mengetahui cara-cara baru untuk berpikir, administrasi, bertindak dan komunikasi, dan membiasakan diri dengan mereka.
Adanya perubahan dalam cara membangun dan mengelola pengetahuan universitas selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa inovasi pendidikan diadaptasi melalui universitas.
Model pendidikan yang efisien selalu berkaitan dengan visi masyarakat yang bentuknya berupa universitas sebagai tempat virtual. Dunia maya memperluas kemungkinan hubungan antara semua yang terlibat, baik aktor manusia maupun non-manusia. Dalam masyarakat berjejaring, beberapa proses di tingkat global berlangsung dalam jaringan seperti komunikasi, ekonomi, hubungan sosial dan, tentu saja, pendidikan.
Konsep masyarakat jaringan menempatkan model pendidikan jaringan sebagai prioritas, sehingga konsep pendidikan jaringan (network education) sebagai proses sosialisasi dan pengembangan otonomi yang bertujuan untuk integrasi sosial dan melibatkan perolehan pengetahuan, keterampilan, dan nilai.
Oleh karena itu, universitas siber terlibat dalam jaringan ini dan berdasarkan proses pengunggahan yang mendalam, universitas pasti ditempatkan di ruang virtual sebagai salah satu roda gigi jaringan pendidikan ini.
Dalam perencanaan universitas siber di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dibutuhkan perhatian khusus pada kebutuhan pasar untuk membuat keputusan tentang dukungan atas program akademik dan program apa saja yang akan kehilangan sumber daya (Lee & Im, 2006), termasuk analisis keberhasilan universitas siber yang terkait dengan indeks kepuasan bidang akademik dalam bentuk kesuksesan individu pada mahasiswa (Bae & Woo, 2019) dan kesejajaran universitas dengan tempat kerja dan kebutuhan mahasiswa untuk memimpin studi mereka sendiri dalam mencapai kesuksesan akademik (Lee & Jeon, 2020).
Untuk memenuhi tujuan tersebut, universitas siber harus mempertimbangkan desain antarmuka seluler untuk kenyamanan mahasiswa dalam kegiatan akademik (Joo et al, 2014), memiliki perpustakaan akademik yang secara global dapat memenuhi kebutuhan pendidikan akademik dan pembelajaran berkelanjutan (Kunneke, 2004), dan bahkan memiliki alur pembelajaran bagi pembelajar untuk kesuksesan diri (self-efficacy) di university (Kim, 2020).
Sistem perkuliahan pada universitas mengalami transformasi dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring pada masa pandemi Covid-19 yang menekankan pentingnya teknologi digital dalam perkuliahan (Rapanta et al., 2020), seperti belajar dari rumah melalui media dengan pemanfaatan teknologi digital (Pannen, 2021.
Percepatan transformasi digital menyebabkan perubahan pada banyak aspek kehidupan termasuk cara mengajar dan belajar di kampus akibat pandemic (Rospigliosi, 2020; Jaelani & Hanim, 2020).
Pada universitas siber, pembelajaran membutuhkan improvisasi untuk meningkatkan media yang digunakan dalam penyampaian materi perkuliahan melalui pembuatan video online, modul online, dan media lainnya (Lange & Costley, 2020).
Pada universitas siber, indikator kelangsungan akademik mahasiswa antara lain adanya ruang belajar offline, lokasi fasilitas pendukung studi, dan tingkat dukungan universitas pada program (Lee & Yoel, 2015), seperti kursus online yang diberikan sepenuhnya kepada mahasiswa (Costley et al, 2017), blended learning yang dikenal dengan cross dan mixed-mode learning yang menggabungkan metode pedagogis online dan tatap muka (Gaol & Hutagalung, 2020), dan setiap mahasiswa memiliki afiliasi pribadi dengan anggota lain dari universitas siber dengan parameter integrasi akademik untuk pengembangan kompetensi (Choi & Kim, 2018), sehingga ketidakjujuran akademik harus dihilangkan karena dapat menurunkan kualitas pendidikan (Costley, 2017, 2019).
Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, universitas siber dapat mempersiapkan desain instruksional yang memudahkan mahasiswa dalam memahami pembelajaran seperti video tutorial-kuliah (Costley et al., 2017), menyusun model untuk evaluasi metrik bagi mahasiswa, dosen, lembaga, dan jenis pendidikannya yang berfokus pada pembuatan layanan dunia maya untuk pemantauan dan pengelolaan sumber daya dan proses produksi yang akurat untuk mencapai kualitas produk yang dibutuhkan (Hahanov & Chumachenko, 2015).
Visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul untuk Semua Tahun 2030 memiliki makna pemenuhan akses yang luas bagi seluruh masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi pada program pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang ditandai juga dengan masifnya budaya digital bagi keseluruhan aktivitas akademik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2030, CIU ini diharapkan memiliki kontribusi yang nyata secara nasional dan internasional yang ditunjukkan denngan pendidikan bermutu dan keunggulan kompetensi lulusan yang turut berkontribusi dalam mewujudkan 17 SDGs (Sustainable Development Goals) atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) sampai tahun 2030.
Dalam pencapaian visi ini, nilai-nilai yang terkandung pada istilah “SIBER” adalah S = Sustainability (Keberlanjutan), I = Innovative (Inovasi Digital), B = Be Sincere (Menjadi Ikhlas Beramal), E = Environmental harmony (Keharmonisan Lingkungan), dan R = Resilience (Ketangguhan). Nilai-nilai siber ini jika dimaknai menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon secara berkelanjutan bertujuan membentuk profil lulusan dengan kompetensi digital yang inovatif sesuai bidang keilmuan, memiliki keikhlasan beramal dalam kebekerjaan, adaptif dan responsif dalam mewujudkan lingkungan sekitar secara harmonis, dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Untuk mencapai visi tersebut, strategi IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah melakukan inovasi dalam pendidikan futuristik dengan memperkuat kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui pengembangan model-model pendidikan dengan platform digital; pengembangan manajemen mutu akademik pada jenis pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang memberikan layanan luas pada seluruh masyarakat, membangun platform akademik berbasis Artificial Intelligence dan Big Data melalui Gedung Siber dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan integrasi keilmuan yang mengembangkan ilmu-ilmu keislaman pada seluruh rumpun ilmu pada kurikulum dan moderasi beragama untuk menghadirkan keberagaman dan persatuan pada semua kalangan, menyiapkan program universitas yang terintegrasi dengan upaya perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menghasilkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja, dan meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha untuk pengembangan kewirausahaan akademik, inovasi, dan terwujudnya budaya digital bagi peningkatan produktivitas dan kemandirian yang mendukung pendidikan inklusif bagi semua orang.
"Kami atas nama pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan terimakasih yang tulus dan mendalam atas kepercayaan Bapak/Ibu selaku orang tua mahasiswa yang telah mempercayai institusi sebagai tempat pendidikan dari para mahasiswa. Banyak hal yang memiliki kekurangan terutama dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran ataupun layanan akademik lainnya kepada para mahasiswa. Kami menyadari dengan berharap Bapak/Ibu dapat memaafkan kekurangan dan kealfaan tersebut," ucapnya.
IAIN Cirebon mengembalikan para mahasiswa yang berbahagia sekarang ini, setelah menempuh studi dengan ragam tantangan, hambatan, bahkan pengorbanan yang besar.
"Semoga Allah swt selalu memberikan kemudahan, kelapangan, dan kemaslahatan bagi para alumni untuk mengamalkan ilmu yang telah dimiliki, serta mengembangkan kompetensi sesuai keilmuan masing-masing dalam berkontribusi merajut kebersamaan, keberagaman, dan persatuan dalam kehidupan kebangsaan, seiring dengan berharap akan keberkahan pada kebekerjaan yang diraih mulai hari ini, esok, dan masa depan," tandasnya (din)
Pemkab Cirebon Sambut Baik Karya Bakti Kodim 0620 di Desa Kedongdong Kidul
CIREBON, FC - Pemkab Cirebon menyambut baik program Karya Bakti yang digagas oleh Kodim 0620/Kabupaten Cirebon di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/5/2023).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Wakil Bupati, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Afriandy Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol, serta unsur Forkopimda secara resmi membuka acara Karya Bakti.
Bupati Imron mengatakan, pelaksanaan kegiatan Karya Bakti ini merupakan bukti wujud kepedulian dan komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat.
"Ini merupakan upaya dalam mensejahterakan masyarakat, sesuai dengan tema program Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, yaitu Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat," kata Imron.
Imron menyebut, dipilihnya Desa Kedongdong Kidul sebagai lokasi yang pertama Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon ini, mengingat kondisi riil (nyata) desa yang belum tersentuh pembangunan secara optimal, karena infrastruktur desa belum memadai atau infrastruktur masih perlu diperbaiki, ditingkatkan dan dikembangkan.
"Berangkat dari kondisi inilah, berbagai program telah diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam rangka membantu masyarakat desa, agar lebih mudah mendapatkan akses peningkatan taraf hidup yang layak. Salah satunya melalui program Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon ini, dengan pendekatan pemberdayaan sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Imron.
Sedangkan alasan kedua, kata Imron, lokasi Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar untuk dibina menjadi kekuatan pertahanan Sehingga, dengan hadirnya program ini, diharapkan mampu menumbuhkembangkan dan merekatkan jiwa persatuan dan kesatuan.
Disinggung soal anggaran, Imron mengatakan, anggaran program Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon berasal dari Anggaran Pemkab Cirebon. Anggaran tersebut diperuntukkan, baik untuk kegiatan fisik maupun non fisik selama kegiatan.
"Kalau untuk kegiatan fisik, ada pembangunan jalan lingkungan, pembangunan gazebo, rehab mushola, rutilahu, hotmix jalan, pipanisasi air bersih, pembangunan sarana pendidikan (Paud), penanaman pohon untuk pelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat," lanjut Imron.
"Sedangkan untuk kegiatan non fisik, meliputi penyuluhan perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBSh), penyuluhan tentang kesehatan produksi, penyuluhan tentang bahaya kebakaran, penyuluhan tentang kesehatan produksi dan pengobatan massal dan lainnya," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Afriandy Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol mengatakan, dalam kegiatan Karya Bakti ini, pihaknya melibatkan 200 personel TNI AD.
Menurutnya, para anggota tersebut akan melakukan kegiatan, baik fisik maupun non fisik selama 30 hari di Desa Kedongdong Kidul.
"Waktu pengerjaan Karya Bakti ini 30 hari, namun sebagian sudah dikerjakan saat pra Karya Bakti. Ada pekerjaan yang sudah berjalan 30 hingga 70 persen, jadi, kemungkinan pengerjaan program ini selesai lebih awal," kata Afriandy.
Ia menjelaskan, dipilihnya Desa Kedongdong Kidul ini, karena desa tersebut memiliki potensi ekonomi yang tinggi, namun tidak didukung dengan kondisi infrastruktur yang memadai.
"Kita lihat alam di Desa Kedongdong Kidul cukup bagus, hanya aksesnya masih rusak, sehingga kita bantu dengan program Karya Bakti ini. Setidaknya perekonomian dan pariwisata bisa tumbuh dan bisa membuat masyarakat disana bisa lebih sejahtera," ungkapnya. (din)















