Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 30 Agustus 2023

Pemkab Cirebon Sambut Baik Masukan KPKdan Menjadi Bahan Evaluasi Kinerja Terkait Pengentasan Kemiskinan

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut baik pemberitaan terkait pengentasan kemiskinan yang dianggap kurang maksimal. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd menyebutkan, semua masukan akan dijadikan bahan evaluasi untuk kinerja yang lebih baik.

Dijelaskan Hilmy, selama ini ada beberapa permasalahan yang menjadi dasar perbedaan pandangan terhadap program pengentasan kemiskinan.

Salah satu masalah dasar adalah terkait data yang dimiliki setiap instansi. Ia menjelaskan, masih ada perbedaan data warga miskin yang dimiliki oleh Pemkab Cirebon dengan pihak lainnya.

“Dalam kesempatan ini, yang terpenting, semua masukan termasuk pemberitaan terkait penanganan kemiskinan ini akan kita jadikan bahan evaluasi terutama bagi internal Pemkab Cirebon sendiri,” ujar Hilmy.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan informasi kepada kami,” lanjut Hilmy, Rabu (30/8/2023).

Lebih jauh, Hilmy juga menyampaikan, Pemkab Cirebon akan melakukan komunikasi dengan Korsupgah KPK dan Kementerian Dalam Negeri terkait penanganan kemiskinan yang sesuai, termasuk data maupun kategori kemiskinan itu sendiri dengan Kementerian Sosial.

“Kategori kemiskinan itu kan ada miskin ekstrim, miskin biasa dan ada apalagi namanya, nanti kami komunikasikan dengan Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial," ungkap Hilmy.

"Kami juga akan meminta pihak internal kami, seperti Bappelitbangda, Inspektorat maupun Dinas Sosial untuk menyelaraskan data yang dimiliki dengan data yang dimiliki instansi atas. Siapa tahu, ada kesalahan teknis yang kami lakukan, sehingga menjadikan data itu berbeda,” tambahnya.

Disinggung mengenai angka dalam anggaran penanganan kemiskinan, Hilmy sebut dirinya tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia menyebut, sudah ada beberapa program yang dijalankan Pemkab Cirebon dalam upaya pengentasan kemiskinan itu sendiri.

“Soal angka pasti saya tidak berani menyebutkan, karena khawatir salah. Tapi intinya, Pemkab Cirebon sudah menggelontorkan anggaran untuk program pengentasan kemiskinan, seperti bantuan Rutilahu, bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, bantuan bagi warga terdampak pandemi, dan beberapa program lainnya, termasuk iuran JKN bagi masyarakat,” terangnya.

Di akhir, Hilmy berpendapat dengan program yang dijalankan, sudah berhasil menekan angka masyarakat miskin ekstrim di Kabupaten Cirebon.

“Sekali lagi, pernyataan ini bukan bantahan atas pemberitaan yang beredar, tetapi kami coba menyelaraskan saja. Kami akan lebih fokus lagi dalam program pengentasan kemiskinan ini,” tutupnya. (Ara)

Usaha Rotan Tegalwangi Bantu Atasi Pengangguran

KABUPATEN CIREBON -- Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si melakukan kunjungan kerja ke Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (30/8/2023).

Di Desa Tegalwangi, menurut Ayu--sapaan akrabnya, banyak ditemukan usaha kerajinan rotan rumahan yang berhasil dan sangat membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Cirebon.

"Di satu lokasi pembuatan kerajinan rotan ini, bisa mempekerjakan hingga 30 pegawai. Artinya, ini sangat membantu pemerintah dalam hal mengurangi pengangguran di Kabupaten Cirebon," kata Ayu. 

Ia meninjau langsung berbagai macam produk yang dihasilkan di Desa Tegalwangi ini dan cukup bervariasi. Tidak sedikit produk tersebut dihasilkan dari usaha rumahan yang dikelola oleh warga.

Ayu berjanji, pemerintah tentunya tidak tinggal diam, akan tetapi terus berupaya untuk membantu para pengusaha kecil agar dapat meningkatkan usahanya menjadi pengusaha yang lebih besar.

"Saya bangga, karena hasil karya warga Tegalwangi ini sudah diakui oleh mancanegara. Karena saat ini, penjualan kerajianan rotan ini bukan hanya dipasarkan di lokal saja, namun juga sudah ekspor," lanjut Ayu.

Banyaknya pengrajin rotan yang saat ini masih terus bertahan, meskipun sempat beberapa tahun dihantam pandemi Covid-19, namun mereka mampu melaluinya. 

"Mudah-mudahan, Kabupaten Cirebon yang sudah dikenal dari pengrajin rotannya bisa tetap eskis dan tetap bertahan dan jangan dipandang sebelah mata," tuturnya.

Di akhir, ia juga mengharapkan, mudah-mudahan dari sektor kerajinan rotan ini dapat membantu pemerintah daerah, juga dapat menjadi roda penggerak ekonomi, terutama desa setempat agar terus berkembang.

"Mudah-mudahan, kerajinan rotan yang ada di Desa Tegalwangi ini bisa terus bertahan dan berkembang, sehingga bisa ikut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengembangkan perekonomian daerah," harapnya.

Selain meninjau pengrajin rotan di Kecamatan Weru, dirinya berkesempatan pula menabur 30 ribu benih ikan di Kali Jetis dan melanjutkan kunjungan kerjanya untuk meninjau tumpukan sampah di Kali Tumpang, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. (din)

Pengukuhan 11 Guru Besar IAIN Cirebon Dihadiri Direktur Diktis dan Bupati Cirebon

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof DR H Aan Jaelani M.Ag melakukan penyematan pada acara pengukuhan 11 Guru Besar IAIN Cirebon.



FOKUS CIREBON, FC - Sebelas Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon dikukuhkan. Pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Diktis Kementerian Agama RI dan Bupati Cirebon. 

Pengukuhan dilangsungkan di ruang Auditorium Pascasarjana IAIN Cirebon, Lantai 3, oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag didampingi Direktur SDM Dikti Kemendikbud RI, Rabu, (30/8/2023).

Selain Direktur Diktis Kemenag RI, Direktur SDM Dikti Kemendikbud RI, dan Bupati Cirebon, hadir pada kegiatan ini, Kapolres Cirebon, Kejaksaan Negeri Cirebon, dan pejabat tinggi serta para tamu undangan lainnya.

Ke 11 Guru Besar tersebut di antaranya Prof. Dr. H. Slamet Firdaus, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Tafsir), Prof. Dr. H. Sumanta, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf), Prof. Dr. H. Ilman Nafi'a, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Agama), Prof. Dr. H. Farihin, M.Pd (Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Pendidikan), Prof. Dr. H. Achmad, M.A (Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Hukum Islam), Prof. Dr. H. Suteja, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam), Prof. Dr. Hajam, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf).

Selanjutnya adalah Prof. H. Didin Nurul Rosidin, Ph.D (Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam), Prof. Dr. H. Ahmad Asmuni, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Islam), Prof. Dr. H. Kosim, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Fikih), Prof. Dr. Hj. Huriyah, M.Pd (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris).

Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg mengungkapkan, dengan dikukuhkannya 11 guru besar ini akan meningkatkan kualitas pendidikan di IAIN Cirebon. Terlebih IAIN Cirebon ini masih berproses transformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Indonesia (UINSSI).

"Bertambahnya guru besar ini, selain akan mendongkrak akselerasi kampus menuju UINSSI, juga akan meningkatkan akreditasi jurusan, fakultas, maupun lembaga," terangnya.

Sementara menurut Bupati Cirebon, H Imron MAg yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut mengatakan, keilmuan guru besar ini diharapkan dapat diterapkan di masyarakat, sehingga dapat membawa Indonesia dan Kabupaten Cirebon menjadi lebih baik lagi.

“Berdasarkan hasil penelitian kepada 11 guru besar IAIN Cirebon ini, itu sangat bagus-bagus sekali,” kata Bupati Imron kepada wartawan usai menghadiri pengukuhan.

Untuk itu, Bupati Imron menginginkan adanya kerjasama antara Pemkab Cirebon dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cirebon.

“Ini untuk membangun Kabupaten Cirebon. Sebab saya yakin, di perguruan tinggi banyak orang-orang pintar yang bisa menggali potensi Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Pasalnya, menurut Bupati Imron, untuk membangun suatu daerah perlu keilmuan.
“Maka ilmu yang ada di perguruan tinggi ini mari bekerjasama mengurai potensi-potensi yang ada untuk Kabupaten Cirebon yang berkemajuan,” katanya.


Di momen Dies Natalis Ke-58 ini, Bupati Imron berharap, IAIN Cirebon bisa menjawab tantangan zaman, permasalahan sosial, dan permasalahan masyarakat.

“Ini semoga bisa ditangani dan untuk menanganinya perlu kerja sama antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah,” terangnya. (din)

11 Guru Besar di IAIN Cirebon Dikukuhkan, Karangan Bunga Ucapan Selamat dan Sukses Berdatangan

FOKUS CIREBON, FC - Hari ini 11 Guru Besar di  IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dikukuhkan, ucapan selamat dan sukses berupa karangan bunga pun berdatangan, Rabu, (30/8/2023).

Menurut kabar, sejumlah pejabat tinggi negara mulai pusat hingga daerah akan datang menghadiri kegiatan pengukuhan ke 11 Guru Besar tersebut.

Ke 11 Guru Besar  tersebut di antaranya Prof. Dr. H. Slamet Firdaus, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Tafsir) 
Prof. Dr. H. Sumanta, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf) 
Prof. Dr. H. Ilman Nafi'a, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Agama) 
Prof. Dr. H. Farihin, M.Pd (Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Pendidikan) 
Prof. Dr. H. Achmad, M.A (Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Hukum Islam) 
Prof. Dr. H. Suteja, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam).
 
Selanjutnya, Prof. Dr. Hajam, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf) 
Prof. H. Didin Nurul Rosidin, Ph.D (Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam), Prof. Dr. H. Ahmad Asmuni, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Islam) 
Prof. Dr. H. Kosim, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Fikih) 
Prof. Dr. Hj. Huriyah, M.Pd (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris).

Pengukuhan 11 Guru Besar dilangsungkan di Gedung Pascasarjana, IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Ruang Auditorium lantai 3.

Tampak seluruh civitas akademika sibuk mengatur persiapan pelaksanaan pengukuhan tersebut, mulai dari pimpinan hingga staff dan scurity. 


Pranata Muda, Humas IAIN Cirebon H.M. Arifin, M.Pd.I mengatakan, berbagai persiapan sudah dilakukan dengan baik, termasuk bagaimana menempatkan kendaraan roda dua dan roda empat bagi para tamu undangan dari berbagai instansi. 

"Semua sudah dilakukan dengan baik, agar pelaksanaan terasa nyaman, dan semua sudah ditempatkan pada tempatnya masing-masing, dengan tujuan agar kegiatan berjalan lancar dan sukses," terang H. Arifin kepada awak media. (din)

Sabtu, 26 Agustus 2023

Hadiri Haul K.H. Aqil Siroj ke-34, Wapres Sebut Pesantren Menjadi Pusat Dakwah

Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin pada acara Haul KH Aqil Siroj Ke 34 dan Tasyakuran Khotmil Quran di Ponpes KH Aqil Siroj, Kempek, Kabupaten Cirebon.



KABUPATEN CIREBON - Wakil Presiden, K.H. Ma’ruf Amin menyebutkan, pesantren menjadi salah satu pusat dakwah yang sangat penting untuk terus mengkaji dan menyebarkan tuntunan yang terdapat dalam Qur'an dan hadist, utamanya menghadapi  perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Wapres (RI) Haul K.H. Aqil Siroj ke-34 dan Tasyakur Khotmil Qur’an serta Juz Amma di Pondok Pesantren (Ponpes) Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/8/2023).

“Pesantren ini juga menjadi semacam transmitter, penyambung pandangan-pandangan ulama terdahulu dan pandangan ulama-ulama belakangan (dalam menyikapi kondisi terkini). Kalau tidak, konslet (pemahaman masyarakat)," tutur Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, peran pesantren dan ulama dalam memadukan pandangan di masa lalu dan masa kini adalah sebagai peredam kebingungan kesalahpahaman penafsiran di masyarakat.

"Di pesantren inilah transmisi ini disambungkan, sehingga ilmu orang dulu dan ilmu orang sekarang itu tidak terjadi konslet, tidak terjadi kesalahpahaman dan tabrakan. Kalau terjadi tabrakan-tabrakan, itu tidak mesantren dia, tidak mengalami transmisi, tidak paham," tambahnya.

Dalam acara tersebut, orang nomor 2 di Republik Indonesia ini berharap, almarhum K.H. Aqil Siroj mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala dan jasanya dalam membangun pesantren dapat diteruskan oleh para generasi penerus tanpa putus.

“Semua para pendiri pesantren, para pejuang yang dahulu mereka telah menaruh sesuatu, menegakkan suatu tonggak milestone, dan kita kembangkan menjadi tempat yang menjadikan keberkahan, kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkas Ma'ruf.


Dalam kunjungannya ke Ponpes KHAS Kempek, Wapres RI didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, Pembina Pondok Pesantren KHAS Kempek K.H. Said Aqil Siroj dan Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek K.H. Musthofa Aqil Siroj.

Selain itu, hadir pula Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wakil Presiden Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah, M. Azis, Robikin Emhas, Zumrotul Mukaffa, dan Arif Rahmansyah Marbun, serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachma. (din)