Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 03 Mei 2024

Humas IAIN Cirebon Ikuti Rakornas Kehumasan Besutan Kemenag RI di Bandung

H.M Arifin, Pranata Muda IAIN Cirebon saat mengikuti kegiatan Rakornas Kehumasan Bersama 160 Peserta di Lingkungan Kementerian Agama RI.


BANDUNG, FC - Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI menggelar acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kehumasan dengan tema “Humas Kemenag: Kompeten, Responsif, Inovatif, dan Sinergis (KeRIS)” di InterContinental Bandung Dago Pakar. 

Lebih dari 160 peserta dari berbagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama turut hadir dalam acara yang berlangsung dari 30 April hingga 3 Mei ini.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi sorotan adalah kegiatan outbound. Outbound merupakan bentuk pembelajaran yang dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan menggunakan permainan yang efektif untuk menggabungkan aspek fisik, mental, dan intelektual. Kamis, (02/05/2024).

Menariknya, outbound tidak hanya sekadar permainan biasa, melainkan juga merupakan sebuah metode inovatif yang lahir dari gagasan Dr. Kurt Hant, seorang cendikiawan Jerman. 

Dalam kegiatan outbound, peserta diajak untuk menguji berbagai keterampilan, mulai dari kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, hingga analisis situasi.

Ketua Panitia Outbound yang bertugas menilai, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan outbound ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga sebuah sarana untuk membangun komunikasi, kerjasama, dan kebersamaan di antara peserta dari berbagai provinsi.

Peserta dibagi ke dalam delapan kelompok tantangan, dimana setiap kelompok harus melewati serangkaian pos permainan yang menuntut kerjasama tim, kekompakan, serta kreativitas dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan. 

Mulai dari memindahkan gelas berisi air tanpa tumpah, memasukkan benda ke dalam tongkat, hingga menyusun baut dengan menggunakan sumpit, semua tantangan itu harus diselesaikan dengan kerjasama tim yang solid.

Salah satu aspek yang menarik dari kegiatan outbound ini adalah terbentuknya kolaborasi dan persahabatan antar peserta dari berbagai provinsi. Mereka tanpa terkecuali, saling membaur dan berinteraksi tanpa memandang asal daerah atau latar belakang mereka. 

Hal ini menegaskan bahwa dalam situasi apapun, kita semua adalah bagian dari “Humas Kementerian Agama” yang mengedepankan kerjasama dan kebersamaan.

Setelah selesai dengan kegiatan outbound, seluruh peserta, official, dan panitia kembali untuk beristirahat dan menyantap makan siang sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya. (din)

Pemkab Cirebon Salurkan Bantua. santunan Kepada PMI

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menyalurkan bantuan santunan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berpulang dalam keadaan bermasalah. Penyaluran tersebut secara simbolis dilakukan di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (3/5/2024).

Jumlah santunan yang diberikan kepada PMI tersebut sebanyak sembilan orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak tiga orang PMI dalam kondisi sakit dan enam lainnya meninggal dunia.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, penyaluran tersebut untuk meringankan beban PMI beserta keluarga yang mendapatkan masalah pascakembali dari negara penempatan.

“Bantuan bersumber dari dana APBD Kabupaten Cirebon,” kata Imron.

Imron menyebutkan, minat warga Kabupaten Cirebon menjadi PMI masih tinggi. Kondisi ini, membuat Kabupaten Cirebon menjadi salah satu kantong penyumbang pekerja migran terbesar di Indonesia.

Alasan masih banyak warga yang berminat menjadi PMI, lantaran penghasilan yang didapatkan lebih tinggi dibandingkan bekerja di dalam negeri.

Kondisi tersebut, kata Imron, terjadi karena kesempatan kerja di Kabupaten Cirebon terbatas.

“Silakan bekerja di luar negeri, tetapi gaya hidup harus diperhatikan, jangan sampai merubah gaya hidup,” pesan Imron.

Dibalik besarnya remitansi yang dikontribusikan PMI pada pembangunan, ancaman bagi para PMI masih cukup tinggi. Menurutnya, PMI Kabupaten Cirebon masih dihadapkan pada beberapa kasus. 

Diantaranya kekerasan, penipuan, jeratan hutang, penelantaran anak, perceraian hingga gangguan kejiwaan, yang hingga saat ini belum tertangani secara baik.

“Intinya, para PMI harus mengecek ke Disnaker untuk memperoleh informasi mengenai penyalur resmi. Hal ini dilakukan, agar PMI tetap mendapatkan perlindungan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP, M.Si mengatakan, jumlah warga yang bekerja ke luar negeri terus bertambah.

Pada 2022, lanjut Novi, jumlah warga Kabupaten Cirebon yang menjadi PMI sebanyak 7.539. Sementara pada 2023, Disnaker mencatat, jumlah warga mengalami peningkatan menjadi 10.545 orang.

“Dominasi negara penempatan, yaitu Taiwan,” kata Novi.  (Ara)

Kamis, 02 Mei 2024

Peringati Hardiknas 2024, Rektor IAIN Cirebon Tekankan Pentingnya Kelanjutan Program 'Merdeka Belqjar'

CIREBON, FC -Seiring dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar upacara bendera di halaman rektorat. Kamis, (02/05/2024).

Dalam pidatonya, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag., menekankan pentingnya kelanjutan program “Merdeka Belajar”. Menurutnya, semangat program ini tidak hanya sekadar memberikan kesempatan belajar, tetapi lebih dari itu, adalah upaya memanusiakan manusia dengan memberi ruang pembelajaran sesuai dengan keragaman karakter siswa.

Peringatan Hardiknas ini sangat khusus karena bertepatan dengan hari kelahiran tokoh pendidikan Indonesia, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara, dalam perjuangannya, senantiasa memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi semua kalangan, termasuk anak-anak kaum pribumi saat Indonesia masih di bawah cengkraman kolonial Belanda.

“Merdeka Belajar berangkat dari semangat memanusiakan manusia. Saya mendukung program ini untuk dilanjutkan,” tegas Rektor Aan Jaelani.

Menurutnya, tugas mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi amanah yang tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, semangat “Merdeka Belajar” dinilai sangat penting dan relevan dalam konteks pendidikan Indonesia saat ini.

“Merdeka Belajar memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Mereka dapat memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan potensi masing-masing. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar serta mempercepat kemajuan bangsa,” tambah Rektor.

Dalam rangka memeriahkan Hardiknas 2024, Kementerian Agama juga telah menyebarkan edaran kepada berbagai lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan, untuk menyelenggarakan upacara bendera dan kegiatan lainnya. Semua pihak diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam memperingati hari penting ini.

Dengan semangat “Merdeka Belajar” yang terus menggelora, diharapkan pendidikan di Indonesia akan semakin berkualitas dan inklusif bagi semua anak bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional! (din)

Rabu, 01 Mei 2024

Pemda Kabupaten Cirebon Peringati MayDay 2024

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Buruh Internasional (MayDay) tahun 2024 bertempat di area parkir Stadion Watubelah Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (1/5/2024).

Imron mengatakan, pada peringatan tahun 2024 kali ini mengusung tema “MayDay 2024: Kerja Bersama Wujudkan Pekerja/Buruh yang Kompeten” serta tagline “MayDay is Terampil Day”, bertujuan menggugah kesadaran kita bersama bahwa saat ini, perjuangan terbaik pekerja/buruh untuk meningkatkan kesejahteraannya adalah dengan meningkatkan skill atau keterampilan.

“Hal ini akan menimbulkan efek keberlanjutan kepada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi nasional, hingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Imron.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas iklim investasi di Kabupaten Cirebon, mengingat sudah banyak investor yang masuk ke Kabupaten Cirebon.

“Tentunya, harus ada kerjasama antara pemerintah, buruh dan juga pengusaha. Kalau ada permasalahan di perusahaan, lebih baik diselesaikan dengan cara mediasi, baik melalui serikat buruhnya maupun pemerintah,” ujar Imron.

Di momen Hari Buruh Internasional ini, dirinya berharap, buruh dengan pengusaha harus menyatu, selain dapat bekerja sama, hak dan kewajiban buruh harus selalu dipenuhi.

“Jangan sekali-sekali menahan hak buruh, tunaikan selalu hak dan kewajiban buruh,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si mengatakan, pemerintah mendukung inisiasi dari aliansi buruh Kabupaten Cirebon, momentumnya adalah dari buruh untuk buruh.

Novi mengungkapkan, bahwa untuk memuliakan buruh, tidak hanya menyampaikan pendapat (unjuk rasa), tetapi juga melalui kegiatan sosial semacam ini.

“Juga, tugas pemerintah adalah mengawal terus proses dalam rangka meningkatkan kompetensi para pekerja, mulai dari pra, pelaksanaan sampai dengan purna hingga pensiun,” jelas Novi.

Ketua DPK Apindo Kabupaten Cirebon, Ir. Asep Sholeh Fakhrul Insan menambahkan, dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan dapat menciptakan iklim yang baik.

Menurutnya, hal ini merupakan sebuah harmonisasi yang indah, buruh dan perusahaan kondusif. Sehingga, investor mau datang ke Kabupaten Cirebon.

Tentunya, lanjut Asep, kegiatan ini menjadi magnet bagi investor untuk Kabupaten Cirebon.

“Ketika investor banyak yang melirik Kabupaten Cirebon, maka peluang bagi para bekerja juga banyak,” kata Asep. (Hanin)

Selasa, 30 April 2024

Prahum IAIN Cirebon Berperan Aktif dalam Rakornas Kehumasan 2024: Sinergi dan Inovasi Bersama Sekjen Kementerian Agama RI

FOKUS CIREBON, FC - Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I., Pranata Humas Ahli Muda dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menjadi salah satu peserta dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kehumasan dengan tema “Humas Kemenag: Kompeten, Responsif, Inovatif, dan Sinergis (KeRIS)” di InterContinental Bandung Dago Pakar. 

Acara yang digelar Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI ini, berlangsung mulai dari 30 April hingga 3 Mei, menarik lebih dari 160 peserta dari berbagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama. Selasa, (30/04/2024).

Dalam Rakornas tersebut, hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Sekjen Kemenag RI Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Wibowo Prasetyo Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik, serta Akhmad Fauzin, S.Ag., M.Si., Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian RI.

Mohamad Arifin mengungkapkan, “Rakornas Kehumasan ini diikuti oleh sekitar 160 peserta dari berbagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama, termasuk Kanwil, PTKN, Asrama Haji, Balai Diklat Keagamaan, dan Balai Litbang Keagamaan, serta unit esolan I pusat.”

Kegiatan Rakornas Kehumasan ini direncanakan akan dibagi menjadi tiga komisi yang berfokus pada berbagai aspek penting. Komisi I akan membahas Tata Kelola Website Kementerian, Komisi II akan menyoroti Media Sosial dan Aktivasi Sahabat Religi, sementara Komisi III akan mengupas Pembinaan Pranata Humas dan Penguatan Hubungan Antarlembaga. Arifin menambahkan.

Dalam Rakornas Kehumasan, Akhmad Fauzin, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian RI, menyoroti pentingnya sinergi dalam komunikasi publik di seluruh satker di bawah Kementerian Agama. “Kita memiliki hampir 700 pranata humas di seluruh Indonesia, dari Kanwil, hingga Balai Litbang Keagamaan. Mereka adalah SDM Kementerian Agama yang perlu kita jaga dan perhatikan,” ujarnya.

Sementara itu dalam Rakornas, Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani, Sekjen Kemenag RI, menegaskan peran strategis humas dalam mendukung program Kementerian Agama. “Humas Kementerian Agama harus KISS (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Simpel) serta KeRIS (Kompeten, Responsif, Inovatif, dan Sinergis)."

Partisipasi aktif Pranata Humas IAIN Cirebon dalam Rakornas Kehumasan menunjukkan komitmen sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong inovasi dan sinergi dalam komunikasi publik, yang menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat citra dan komunikasi Kementerian Agama kepada masyarakat. (din)