Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 12 Mei 2025

Hasil Perjuangan Panjang, Prodi Tadris IPS UIN Siber Cirebon Sukses Raih Akreditasi UNGGUL dari LAMDIK

CIREBON — Prestasi gemilang kembali diraih oleh Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Prodi ini berhasil meraih peringkat akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) melalui Surat Keputusan Nomor 553/SK/LAMDIK/Ak/S/V/2025 tertanggal 6 Mei 2025, dengan masa berlaku hingga 5 Mei 2030.

Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting dalam transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang sebelumnya berstatus IAIN. 

Akreditasi unggul ini merupakan hasil panjang dari proses peningkatan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan, yang dimulai dari konversi peringkat A ke UNGGUL oleh BAN-PT pada 27 Agustus 2024 dan berlaku sampai 22 Desember 2025.

Tak berhenti sampai di sana, Hj. Yetti Nurizzati, M.Si., selaku Ketua Jurusan Tadris IPS menyampaikan bahwa pihaknya terus melanjutkan proses reakreditasi ke LAMDIK untuk menjamin keberlanjutan status unggul di masa mendatang. 

"Kami masih berjuang menyusun LKPS dan LED yang diajukan ke LAMDIK pada 20 Desember 2024 sebagai antisipasi berlakunya instrumen akreditasi baru pada tahun 2025," ungkapnya.

Momen visitasi asesor lapangan (AL) pada 18–19 Maret 2025, yang bertepatan dengan 18–19 Ramadhan 1446 H, menjadi titik spiritual sekaligus motivasi besar bagi tim akreditasi. Dengan semangat Ramadan, seluruh tim task force bekerja keras dan cerdas dalam melengkapi dokumen serta menghadirkan kualitas terbaik dari prodi Tadris IPS.

Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kombinasi ikhtiar akademik dan spiritual. 

"Ikhtiar ini kami lanjutkan dengan ikhtiar jalur langit. Bersama doa seluruh civitas akademika UIN SSC, akhirnya keluarlah SK akreditasi unggul ini. Semoga membawa berkah bagi kita semua. Aamiin," ujarnya penuh haru.

Dengan nilai akreditasi 367, Prodi Tadris IPS kini resmi menyandang status unggul hingga tahun 2030. Ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis digital di Indonesia yang mampu bersaing secara nasional dan global.

Wali Kota Cirebon Lepas 353 Jamaah Haji Kloter 10 KJT Menuju Tanah Suci

CIREBON – Sebanyak 353 jamaah haji asal Kota Cirebon secara resmi dilepas keberangkatannya menuju Tanah Suci oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada Senin (12/5/2025). 

Acara pelepasan berlangsung di Markas Korem 063/SGJ dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta jajaran pejabat terkait. 

Para jamaah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Kertajati (KJT), yang selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Indramayu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberangkatan para tamu Allah tersebut. 

“Izinkan saya mewakili seluruh masyarakat Kota Cirebon mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Dari sekian banyak umat Islam, Bapak dan Ibu adalah yang terpilih, yang mendapat undangan khusus dari Allah SWT,” ujar Wali Kota dengan penuh haru.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut pengendalian diri dan penguatan akhlak. 

“Menjadi tamu Allah berarti menjaga lisan, hati, dan perilaku. Jaga kebersamaan, saling bantu dan hormat. Karena hakikat ibadah haji mencerminkan kehidupan bersama yang harmonis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh jamaah untuk memperkokoh niat, menguatkan tekad, dan menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya membawa serta doa-doa terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Cirebon. 

“Di tempat-tempat mustajab, mohonkanlah agar daerah kita senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari musibah,” ucapnya.

Tak lupa, Wali Kota menyampaikan harapannya agar para jamaah diberi kesehatan dan keselamatan selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji. “Kami semua mendoakan Bapak dan Ibu sekalian kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Ibadah Haji (PPIH) Kota Cirebon, H Asep Fauzy Firmansyah, menjelaskan bahwa jamaah haji tahun ini terdiri dari 190 perempuan dan 163 laki-laki.

 “Kloter 10 KJT juga dilengkapi dengan tujuh petugas, termasuk pemandu, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah,” ungkapnya.

Menurut Asep, jamaah termuda dalam kloter ini berusia 18 tahun. Proses persiapan keberangkatan dilakukan secara terorganisir demi memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh jamaah selama berada di asrama.

“Jamaah akan memasuki Bandara Kertajati pada 13 Mei 2025 dan kepulangan jamaah dijadwalkan pada 23 Juni 2025. Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran dan keselamatan selama menunaikan ibadah. Mari kita doakan agar mereka kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya. (din)



Sabtu, 10 Mei 2025

Wali Kota Cirebon Tegaskan Komitmen Kolaborasi dalam Munas APEKSI VII

SURABAYA - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo dan jajaran kepala perangkat daerah mengikuti rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)  di Surabaya, 6-10 Mei 2025. 

Kegiatan Munas APEKSI VII dihadiri oleh 98 Wali Kota dari berbagai penjuru Indonesia. Munas ke-VII APEKSI ini menjadi momen strategis dalam mempererat kerja sama antar kota guna merespons tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, saat membuka kegiatan Munas APEKSI VII yang digelar di Exhibition Hall Grand City, Surabaya.

“Para kepala daerah perlu menjalin hubungan yang selaras demi menjaga stabilitas serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan yang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sinergi antara pemimpin daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi hal yang sangat penting,” ujar Bima Arya.

Ia juga menegaskan bahwa Munas APEKSI ini merupakan ajang penting bagi para wali kota untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah.

“Forum ini juga menjadi sarana untuk memperluas cakupan inovasi serta memperkuat komitmen dalam membangun kota yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebagai mantan Ketua Umum APEKSI, Bima Arya turut menyoroti pentingnya efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi bukan hanya soal pengurangan biaya, tetapi merupakan langkah investasi jangka panjang untuk membentuk tata kelola keuangan daerah yang lebih sehat. 

"Contohnya, efisiensi dalam perjalanan dinas mampu menurunkan beban anggaran dari Rp44 triliun menjadi Rp34 triliun, sedangkan biaya seremonial turun dari Rp48 triliun menjadi Rp45 triliun,” jelasnya.

Selain sidang pleno, rangkaian kegiatan juga mencakup berbagai forum tematik seperti Forum Komunikasi Digital, Forum Lingkungan Hidup, Forum Kepala Bappeda, program untuk istri wali kota (Ladies Program), pameran Indonesia City Expo, serta karnaval budaya yang menampilkan keragaman tradisi dari seluruh nusantara.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Munas APEKSI ini dan menekankan peran penting forum tersebut dalam menemukan solusi bersama untuk tantangan pembangunan daerah.

“Munas APEKSI adalah kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi antar kota. Lewat forum ini, kita dapat bertukar pengalaman, strategi, dan mendorong terobosan pelayanan publik yang lebih baik. Kami di Kota Cirebon selalu terbuka untuk kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Keterlibatan aktif Kota Cirebon dalam Munas ini mencerminkan komitmen pemerintah kota untuk memperluas jaringan antar daerah serta mendukung transformasi pelayanan publik yang adaptif dan inovatif. 

Kehadiran para wali kota, termasuk dari Cirebon, menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi untuk menciptakan kota yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (din)



Mahasiswa SPI UIN Siber Cirebon Lakukan Studi Lapangan Mata Kuliah Apresiasi Seni Ke Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon

CIREBON, FC – Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) kelas 6A Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan studi lapangan mata kuliah Apresiasi Seni di sentra kerajinan gerabah Desa Sitiwinangun, Kec Jamblang, Kab Cirebon, pada Kamis, 8 Mei 2025. 

Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Yunita Dwi Jayanti, M.Pd.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami nilai-nilai artistik dan sejarah dari kerajinan gerabah, yang telah lama menjadi identitas budaya khas Desa Sitiwinangun. 

Para mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses pembuatan gerabah secara teknis, tetapi juga menelusuri sejarah desa tersebut sebagai pusat pengrajin gerabah yang kini berkembang menjadi desa wisata berbasis budaya lokal.

Dalam penjelasannya, dosen pendamping Yunita Dwi Jayanti menekankan pentingnya pembelajaran seni secara langsung di lapangan. “Apresiasi seni tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas. 

Melalui studi lapangan ini, mahasiswa bisa mengalami sendiri bagaimana nilai seni itu hidup dan diwariskan dalam masyarakat,” ujarnya.

Desa Sitiwinangun sendiri merupakan salah satu sentra pengrajin gerabah tertua di Cirebon yang masih aktif hingga kini. Nama desa ini memiliki makna filosofis yang kuat. ‘Siti’ berarti tanah dan ‘winangun’ berarti dibentuk atau dibangun. 

Hal ini mencerminkan kegiatan utama masyarakatnya yang sejak zaman dahulu membentuk tanah menjadi karya seni bernilai tinggi, yaitu gerabah.

Selama kegiatan, mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai proses pembuatan gerabah mulai dari pemilihan tanah liat, teknik pembentukan dengan alat tradisional, pengeringan alami, hingga pembakaran di tungku terbuka. 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak berinteraksi langsung dengan pengrajin lokal dan mencoba sendiri membentuk gerabah sederhana, sebuah pengalaman yang membuka wawasan baru tentang proses kreatif seni tradisional.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Aisyah Nurul Fadilah, mengungkapkan antusiasmenya, ia melihat langsung dan mencoba membuat gerabah sendiri membuat dirinya lebih memahami bagaimana nilai seni dan budaya itu terbentuk dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis lapangan seperti ini sangat relevan dengan karakter ilmu humaniora yang menekankan pentingnya interaksi langsung dengan objek budaya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dosen dan antusiasme mahasiswa dalam kegiatan studi lapangan ini. Ini adalah bentuk nyata dari pendidikan kontekstual yang membumi dan bernilai. Seni dan budaya adalah bagian penting dari peradaban Islam yang perlu terus dikaji dan dilestarikan,” ujar Anwar Sanusi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian seni tradisional sebagai bagian dari khazanah peradaban Islam dan budaya Nusantara. 

Studi lapangan ini juga menjadi refleksi bahwa seni bukan hanya ekspresi estetika, melainkan juga simbol peradaban, identitas, dan kearifan lokal yang perlu dijaga dalam menghadapi era modernisasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) ke dalam kurikulum, serta mendukung mahasiswa untuk lebih aktif mengenal dan mencintai budaya lokal Indonesia. (din)

Jumat, 09 Mei 2025

Mahasiswa UIN Siber Cirebon Lolos Sertifikasi Nasional Video Editor, Tunjukkan Potensi Kreatif di Ajang VISION Kabupaten Bandung

BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Abdul Rofi, mahasiswa semester 8 Program Studi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau yang lebih dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU). 

Rofi berhasil lolos dalam Sertifikasi Video Editor bertajuk VISION (Video Editor Certification Program) yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung pada 6–7 Mei 2025 di Gedung Pusat Kreasi Destinasi Pariwisata (PKDP) Kabupaten Bandung.

Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 24 peserta dari kalangan pelaku ekonomi kreatif yang sebelumnya telah melewati tahap seleksi ketat. 

Tujuannya adalah mendukung dan meningkatkan kompetensi insan kreatif di era digital. Dalam program ini, peserta mendapatkan Bimbingan Teknis pada hari pertama dan menjalani Uji Kompetensi Sertifikasi pada hari kedua.

“VISION adalah ruang tumbuh bagi para editor video lokal karena kreativitas perlu difasilitasi agar mampu memberi dampak yang lebih besar,” ungkap Abdul Rofi dalam sesi wawancaranya.

Sebagai relawan editor aktif di Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD) UIN Siber Cirebon serta pengelola media sosial Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber selama hampir dua tahun, Rofi menilai sertifikasi ini sebagai batu loncatan penting menuju dunia profesional. 

Ia menyampaikan terima kasih kepada kampusnya atas dukungan yang terus diberikan terhadap minat dan bakat mahasiswa di bidang videografi.

“Saya sangat berterima kasih kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Sertifikasi ini bukan hanya tentang belajar teknis editing, tapi juga soal menyampaikan gagasan dan cerita yang bermakna,” tambah Rofi.

Sambutan apresiatif datang dari Ir. Gunawan Ramli, M.Kom selaku perwakilan PT. LSP Digital Teknologi, lembaga penyelenggara sertifikasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penilaian sertifikasi meliputi attitude (sikap), knowledge (pengetahuan), dan skill (kemampuan).

“Kehadiran kami adalah bentuk komitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di sektor kebudayaan dan pariwisata yang kini turut bertransformasi ke arah digital,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Sofiyurahman, S.St.Par, MM, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif.

“Ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di industri kreatif. Peserta dibekali keahlian serta sertifikat resmi yang diakui secara nasional,” ucapnya.

Pada sesi Bimbingan Teknis, peserta mendapat materi langsung dari praktisi multimedia nasional, Dr. Sugata Salim, S.TH., M.M., M.Ag., MOS, yang membawakan materi mulai dari dasar scriptwriting, perencanaan produksi, hingga praktik membuat video sesuai standar industri.

Dalam sesi uji kompetensi, Abdul Rofi mempresentasikan karya videonya yang berjudul “TEKO: Teh dan Kopi untuk Semua Cerita”, yang dapat disaksikan melalui tautan Instagram Reel.

“Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa membuat video bukan hanya soal visual yang bagus, tapi juga konsep, cerita, dan bagaimana ide dikemas secara profesional,” tutup Rofi.

Keikutsertaan Rofi dalam sertifikasi ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tapi juga aktif dalam mengasah keterampilan digital kreatif untuk menyongsong masa depan industri kreatif nasional.