Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 Juni 2025

Wouww... !! Siswi SDN 2 Krandon Curi Perhatian di Festival Talun Ngangeni

CIREBON, FC— Sosok Nada, siswi kelas IV SDN 2 Krandon, sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata dalam gelaran Festival Talun Ngangeni yang digelar meriah di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 

Dalam penampilannya, Nada menunjukkan bakat luar biasa dalam seni tari, dengan gerakan lincah, gemulai, dan penuh ekspresi yang memukau para penonton.

Tak hanya piawai menari, Nada juga menunjukkan sisi lain dari bakatnya yang jarang dimiliki anak seusianya yakni kemampuan melawak. Dengan karakter komedi yang spontan dan menghibur, Nada mampu membuat para penonton tergelak, termasuk para pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir.

Nada merupakan putri binaan Kuwu Desa Krandon, Warnawan, yang sejak dini memberikan perhatian dan ruang kepada anak-anak berbakat di desanya untuk berkembang. 

“Kami bangga memiliki generasi muda seperti Nada. Ini adalah bukti bahwa talenta anak desa juga bisa bersinar di panggung besar,” ujar Kuwu Warnawan dengan penuh haru.

Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Camat Talun Abdul Roup bersama istri, serta para Kuwu se-Kecamatan Talun dan warga masyarakat dari berbagai desa. 

Suasana festival terasa hangat, penuh kekeluargaan, dan kental dengan nuansa budaya lokal yang dibalut dalam semangat kebersamaan.

Penampilan Nada pun menjadi salah satu momen tak terlupakan di malam itu. 

Tak sedikit penonton yang mengabadikan aksinya dan mengunggahnya ke media sosial, menuai pujian serta komentar positif dari warganet.

Festival Talun Ngangeni tahun ini kembali membuktikan bahwa panggung seni budaya bukan hanya milik orang dewasa, tetapi juga menjadi ajang bagi anak-anak daerah untuk menunjukkan potensi luar biasa yang mereka miliki. (Ara)

Jumat, 27 Juni 2025

Fakultas Ushuluddin UIN Siber Cirebon dan Peneliti BRIN Lakukan Penelitian Jejak Rempah di Jalur Cimanuk Jawa Barat

CIREBON, FC – Rempah-rempah bukan sekadar bumbu dapur. Sejak dahulu, rempah telah menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, pengaruh budaya yang luas, dan fungsi medis yang beragam. 

Inilah yang mendorong kolaborasi penelitian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengkaji jejak perdagangan dan pemanfaatan rempah di wilayah timur Jawa Barat.

Penelitian lintas lembaga ini berfokus pada kawasan aliran Sungai Cimanuk yang melintasi tiga kabupaten, yaitu Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Kajian lapangan dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, dari 25 Juni hingga 8 Juli 2025.

Ketua tim peneliti, Sarjiyanto, menjelaskan bahwa penelitian ini mengusung tiga fokus utama: pengembangan warisan budaya, pemberdayaan sumber daya alam untuk ekonomi lokal, dan pengelolaan infrastruktur berbasis keberlanjutan. 

“Ketiga aspek ini menjadi pijakan penting agar riset tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan dampak konkret bagi masyarakat,” ujarnya.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan multidisipliner, memadukan metode arkeologi, sejarah, analisis literatur klasik, serta survei lapangan. Di sisi arkeologi dan sejarah, tim menelusuri situs-situs dagang lama dan pelabuhan sungai di kawasan seperti Cirebon dan Karangsambung.

Nanang Saptono, arkeolog dari BRIN, menegaskan pentingnya eksplorasi situs yang memiliki indikasi aktivitas perdagangan rempah. 

“Penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik di situs tertentu bisa menjadi petunjuk tentang pola distribusi rempah. Dari situ kita bisa membaca interaksi sosial-ekonomi, bahkan dinamika kekuasaan pada masa lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Sonny Chr. Wibisono menambahkan bahwa kajian literatur sejarah akan melibatkan naskah-naskah primer, termasuk dokumen penting seperti Suma Oriental karya Tomé Pires dan The Island of Java oleh Joseph Stockdale. 

“Sumber-sumber ini akan memberikan perspektif sezaman tentang peta perdagangan dan pengaruh politik di kawasan tersebut,” katanya.

Riset ini juga dilengkapi dengan survei jalur darat dan sungai, khususnya sepanjang Cimanuk hingga Kawali. Menurut Libra Hari Inagurasi, kegiatan ini penting untuk mengidentifikasi infrastruktur niaga seperti pasar tradisional, pelabuhan sungai, serta rute transportasi yang pernah eksis. 

“Dari sini kita bisa memahami bagaimana sistem distribusi barang bekerja di masa lalu,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, menyebut bahwa keberadaan sungai menjadi kunci penting dalam mobilisasi komoditas berat pada masa lalu. 

“Dalam banyak manuskrip kuno Cirebon, disebutkan bahwa sungai menjadi tulang punggung transportasi. Ini bukan hanya soal niaga, tapi juga berkaitan dengan peradaban,” ujarnya.

Dosen sekaligus anggota tim peneliti, Tendi, menyoroti peran jalur perdagangan sebagai medium Islamisasi. Ia menyebut bahwa persebaran rempah juga membuka ruang interaksi antara masyarakat pesisir dan pedalaman. 

“Bukan hal mustahil jika para pedagang muslim yang awalnya datang untuk berniaga, kemudian turut menyebarkan ajaran Islam. Inilah yang menjelaskan bagaimana ajaran Islam bisa diterima di pedalaman Jawa Barat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu. 

Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan hasil riset yang komprehensif, relevan, dan memberi kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian warisan budaya lokal.

Penelitian ini menjadi langkah awal dalam memahami lebih dalam peran penting rempah-rempah dalam membentuk identitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah timur yang selama ini belum banyak terungkap dalam literatur sejarah arus utama. (Nurdin)

Kamis, 26 Juni 2025

Pemkab Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Kabupaten Cirebon ke Jambore Daerah Jabar 2025

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melepas kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon untuk mengikuti Jambore Daerah Jawa Barat 2025 yang digelar di Kabupaten Bekasi. Pelepasan kontingen itu digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (26/6/2025).

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, mengatakan bahwa sebanyak 70 anggota pramuka akan mewakili Kabupaten Cirebon di Kabupaten Bekasi pada Jambore Daerah Jawa Barat 2025.

Ia menyebut, kontingen Kabupaten Cirebon terbanyak kedua se-Jawa Barat, hanya kalah dari tuan rumah.

“Kami berharap jambore daerah ini menjadi ajang silaturahmi, ajang pembinaan dan pembentukan karakter dalam rangka menumbuhkan semangat kesatuan nasionalisme. Kemudian, ajang peningkatan disiplin,” ucap Erus usai melepas kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon.

Erus menegaskan, Jambore Daerah Jawa Barat 2025 bisa menjadi ruang menumbuhkan semangat untuk prestasi bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon. Ia berharap semua pelaksanaan berjalan lancar.

“Peserta ini terdiri dari pramuka penggalang dan didampingi pembina,” katanya.

Senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Waka Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Uisron.

Ia berahap Pramuka Kabupaten Cirebon menjadi inspirasi bagi remaja ataupun pelajar lainnya untuk berprestasi.

“Harapannya kita dapat melaksanakan, dan mendukung yang sedang melaksanakan jambore. Ini akan membawa warna kegiatan positif, adik-adik ini semoga menularkan ke temannya dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi muda,” kata Uisron yang juga menjabat sebagai Dandim 0620/Cirebon.

“Serta diharapkan bisa memberikan warna sendiri dalam mengisi kemerdekaan, serta melanjutkan tongkat estafet pembangunan di Kabupaten Cirebon,” ucapnya.(din)

Pemkab Cirebon Resmikan Bank Mini di SMPN 1 Weru

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan operasional bank mini di SMP Negeri 1 Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini sebagai langkah untuk menumbuhkan budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.

Peresmian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan bank BJB Cabang Sumber. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi gerakan “Satu Rekening Satu Pelajar”.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, menyebutkan pendirian bank mini di sekolah merupakan bentuk edukasi praktis mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.

“Ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah daerah dalam mendukung literasi finansial siswa. Melalui kerja sama dengan bank BJB, para pelajar bisa mengenal dan mempraktikkan aktivitas keuangan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Hafidz, saat ini sudah ada sembilan SMP di Kabupaten Cirebon yang menjalin kerja sama serupa. Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa dalam memahami sistem keuangan formal.

“Siswa bisa belajar secara langsung tentang transaksi perbankan sederhana, yang kelak akan bermanfaat dalam kehidupan mereka,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan tujuan utama dari pendirian bank mini adalah untuk membiasakan siswa gemar menabung secara teratur dan bertanggung jawab.

“Kalau dulu anak-anak menabung di celengan, sekarang kami ajak mereka menabung melalui rekening. Ini bagian dari upaya membentuk kebiasaan positif sejak usia dini,” ujarnya.

Ia berharap, orang tua juga ikut mendukung dengan rutin menyisihkan dana ke dalam rekening pelajar yang telah dibuat, sehingga dapat dimanfaatkan anak untuk kebutuhan pendidikan ke depan.

Sementara itu, CEO bank BJB Region III, Arris Mirawan, menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh program literasi keuangan di sekolah melalui penyediaan layanan dan edukasi perbankan yang sesuai dengan usia pelajar.

“Bank mini di sekolah ini adalah sarana pembelajaran yang efektif. Anak-anak diajak mengenal dunia keuangan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendorong inklusi keuangan,” tuturnya.

Arris menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi bank BJB dalam mendukung pendidikan karakter keuangan dan kemandirian ekonomi pelajar.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelajar tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak usia dini,” katanya. (Ara)

Cirebon Festival 2025 Resmi Dibuka, Wali Kota: Panggung Sinergi Budaya dan Ekonomi Rakyat

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi membuka gelaran Cirebon Festival (Cifest) 2025 pada di area gedung BAT, Jumat (26/6/2025) . 

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para staf ahli dan asisten serta jajaran kepala perangkat daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-598.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Asisten Deputi Inkubasi di Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia dalam pembukaan Cifest 2025. 

Wali Kota juga menegaskan bahwa Cirebon Festival 2025 bukan sekadar panggung hiburan, melainkan perayaan kebersamaan yang mencerminkan identitas Kota Cirebon.

“Cifest tahun ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan masyarakat bisa menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Ini bukan hanya festival seni atau bazar UMKM, tapi panggung semangat dan jati diri warga Kota Cirebon,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Wali Kota menyoroti bagaimana festival ini menghadirkan kekayaan seni, budaya, dan kreasi ekonomi kreatif masyarakat yang dikemas dalam nuansa inovatif dan terbuka.

“Cirebon Festival adalah wujud dari komitmen kami untuk merawat budaya lokal sambil mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini adalah ruang di mana nilai-nilai tradisi dan semangat kemajuan berjalan berdampingan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh warga dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh sukacita.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon yang juga Ketua Panitia Hari Jadi Cirebon ke-598, Iing Daiman, menjelaskan bahwa Cifest 2025 akan berlangsung selama tiga hari (27-29 Juni)  dengan ragam kegiatan yang menarik dan inklusif.

“Tahun ini kita hadirkan festival kuliner khas peranakan, yang di dalamnya termasuk menu Tionghoa halal, hidangan Arabian, hingga makanan tradisional lainnya. Ada juga layanan servis HP gratis, jalan santai berbatik, dan pertunjukan dari 18 perguruan tinggi,” jelas Iing.

Cifest 2025 juga akan menghadirkan parade budaya seperti Pesona Perempuan Berkebaya, penampilan Jawara IPSI, hingga peluncuran Cirebon Kopi Community yang akan membagikan 598 cangkir kopi secara gratis. 

“Kami menyiapkan 76 booth dengan konsep kolaboratif. Bukan hanya jualan, tapi menyatukan berbagai komunitas dan sektor ekonomi untuk saling mendukung dan tumbuh bersama,” tambah Iing.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Cirebon Festival 2025 menjadi penanda bahwa Kota Cirebon tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus bergerak maju sebagai kota kreatif dan inklusif. (din)