Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 15 Juni 2025

Siliwangi Aquatic Club Cimahi Raih Juara Umum Kejurnas Finswimming 2025 Di Cirebon

CIREBON, FC - Siliwangi Aquatic Club Cimahi berhasil menjadi Juara Umum Ke 1 Dalam ajang Kejuaraan Nasional Finswimming Nomor Kolam Antar klub se-Indonesia 2025 di Kolam Renang Catherine Surya, Komplek Bima dengan meraih 26 Medali Emas, 11 Perak dan 15 Perunggu. 

Untuk Juara ke 2 diraih oleh Triton Diving Coub Bandung dengan torehan 11 Medali emas, 8 Perak dan 8 Perunggu, sedangkan di posisi ke 3 disabet oleh SDC Finswimming Club Sidoarjo Jatim dengan perolehan 8 Medali emas, 10 Perak dan 15 Perunggu. 

Untuk Tim tuan rumah yang diwakili oleh Sarwajala Club Cirebon bertengger di peringkat ke 12 dari total 36 Club Peserta dengan raihan 3 Medali emas, 7 perak dan 4 perunggu.

Usai pengalungan medali juara Danlanal Citebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla., selaku penyelenggara mengaku bangga akan animo dan antusias para peserta kejuaraan Finswimming Tingkat Nasional tersebut.

”Kami bangga sebagai tuan rumah kami telah mensukseskan kejuaraan inj dan banyak bibit - bibit atlet muncul dan hal itu akan menjadi sumber SDM atlet di daerah dan Indonesia kedepannya dan Kota Cirebon sendiri ini dekat dengan air sehingga Pengembangan Olahraga Air harus dioptimalkan dan lagi kan logo kota kita Udang ya harus semangat untuk mengembangkan hal itu,” ujar Danlanal Pada Minggu Malam (15/6/2025) usai penutupan kejuaraan 

Sementara itu Ketua Umum KONI Kota Cirebon Terpilih M Handarujati Kalamullah (Kang Andru) mengapresiasi akan gelaran kejuaraan Finswimming Tahunn2025 di Kota Cirebon.

”Ini ajang Bagus dan hal utu harus terus dioptimalkan dan kami KONI Kota Cirebon akan mendukungnya dengan baik, kita harus melakukan regenerasi atlet di Cabang Olahraga air ini dan kami yakin kedepan akan bisa,” ucap Kang Andru. 

Sementara itu Walikota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi Kejuaraan Nasional Finswimming Nomor Kolam Antar klub se-Indonesia 2025 di Kolam Renang Catherine Surya, Komplek Bima yang berlangsung selama 2 hari tersebut.

”Kejuaraan ini juga menjadi salah satu acara dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon serta HUT ke-80 TNI Angkatan Laut dan Ajang ini memperebutkan Piala Wali Kota dan Piala Komandan Lanal (Danlanal) Cirebon, menjadikannya panggung kehormatan sekaligus momentum penting bagi dunia olahraga selam Indonesia," katanya. (Ara)

MTQH ke-39 Jawa Barat Resmi Dibuka, Kota Cirebon Targetkan Masuk 10 Besar

BANDUNG - Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dengan menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang, Bandung, Minggu (15/6/2025). 

Pembukaan MTQH berlangsung meriah, dimeriahkan oleh pawai taaruf, penampilan paduan suara, hingga berbagai pertunjukan seni Islami dan secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadikan MTQH sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana spiritual untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan moral dan etika sosial.

"MTQH bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sebuah momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai Qurani dalam kehidupan. Saya berharap, Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kesadaran kolektif masyarakat Jawa Barat dan menjadi pedoman utama dalam bersikap, berperilaku, dan mengambil keputusan, terutama bagi para pemimpin," ujarnya.

MTQH ke-39 diikuti oleh total 1.136 peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 22 Juni 2025 dan mempertandingkan sembilan cabang lomba, di antaranya tilawah, qira’at, tahfidz, tafsir, fahmil quran, syarhil quran, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta hafalan hadits Nabi. 

Tema yang diangkat yakni "Cahaya Al-Quran, Spirit Lebih Bedas Menuju Jawa Barat Istimewa," menggambarkan harapan besar agar Al-Qur’an menjadi cahaya penuntun dalam membangun peradaban masyarakat Jawa Barat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati dan jajaran pejabat terkait dari Pemerintah Kota Cirebon. Kehadiran ini bertujuan memberikan semangat serta dukungan langsung kepada 55 kafilah yang mewakili Kota Cirebon.

Wali Kota turut menyampaikan harapannya kepada para peserta dari Kota Cirebon agar mampu berprestasi dan membawa nama baik daerah. Ia menilai partisipasi dalam MTQH adalah wujud nyata dari pembinaan generasi muda yang berakhlak Qurani dan cinta terhadap ilmu agama.

"Keikutsertaan Kota Cirebon dalam MTQH ke-39 ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen kami dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kami hadir langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh kafilah, dan berharap mereka bisa tampil optimal serta meraih hasil terbaik," ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon menargetkan masuk dalam 10 besar peraih prestasi terbaik dalam MTQH kali ini. Namun lebih dari sekadar capaian kompetisi, partisipasi Kota Cirebon diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai keislaman dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di segala bidang. (din)



Pemkot Cirebon Dukung Pelestarian Budaya Lewat Kirab Haul Pangeran Pulasaren

CIREBON, FC - Pemerintah Kota Cirebon mendukung penuh terhadap pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Kirab Seni dan Budaya dalam rangka Haul Pangeran Pulasaren yang dilaksanakan di lingkungan Keraton Kacirebonan, Minggu (15/6).

Kegiatan kirab secara resmi dilepas oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir bersama Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio, Ketua Panitia Hari Jadi Kota Cirebon Iing Daiman, tokoh budaya Jajat Sudrajat, serta jajaran pemerintahan Kecamatan Pekalipan dan Kelurahan Pulasaren.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan bahwa peringatan Haul Pangeran Pulasaren tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon. Ia menegaskan bahwa momen ini dirancang agar tidak hanya bersifat seremoni pemerintahan semata, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.

“Saya telah mengarahkan panitia agar perayaan kali ini bersifat lebih terbuka dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dan hari ini, hal itu mulai tampak nyata, khususnya di Kelurahan Pulasaren,” ucap Wali Kota.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang tetap antusias mengikuti kirab meski cuaca cukup menyengat. Wali Kota berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan ke depannya, bahkan menjadi daya tarik budaya yang lebih luas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari warga, kelurahan, hingga kecamatan yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik. Semoga ke depan, kegiatan ini bisa tumbuh lebih besar dan menarik lebih banyak perhatian,” tambahnya.

Sementara itu, Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat menyampaikan bahwa kirab ini merupakan inisiatif positif dalam menjaga kearifan lokal dan memperkuat spiritualitas masyarakat.

“Kirab Haul Pangeran Pulasaren menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus potensi daya tarik wisata Cirebon. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan masuk dalam kalender budaya kota,” ungkap Sultan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak keraton, tokoh budaya, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Cirebon di tingkat nasional dan internasional. 


Wamen P2MI Secara Resmi Luncurkan LPK Berbasis Pesantren Pertama di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Sebuah langkah baru dalam pemberdayaan pesantren dan peningkatan kualitas tenaga kerja migran resmi dimulai di Kabupaten Cirebon.

Launching Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang berbasis pesantren digelar di Pondok Pesantren Gedongan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/6/2025).

LPK ini menjadi yang pertama di Kabupaten Cirebon yang menjalin kerja sama langsung dengan pihak Jepang.

Peresmian LPK tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmadi Tawalla.

Dalam sambutannya, Dzulfikar menekankan pentingnya nilai moral pesantren yang menjadi bekal utama bagi santri yang akan bekerja di luar negeri, terutama di Jepang.

“Pesantren itu punya satu nilai plus, yaitu basis moral yang kuat. Harapan kami, moralitas ini menjadi landasan paling dasar bagi para santri ketika mereka ditempatkan di luar negeri,” ujar Dzulfikar.

Ia menambahkan, para pekerja migran yang berasal dari lingkungan pesantren diharapkan tetap menjaga gaya hidup dan pergaulan yang baik selama berada di negeri orang, serta mampu membawa perubahan positif ketika kembali ke kampung halaman.

Lebih lanjut, Dzulfikar menyampaikan bahwa dengan penempatan kerja di luar negeri, para pekerja bisa meningkatkan keterampilan, menambah jejaring, serta memperluas wawasan.

Hal ini, menurutnya, sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan kualitas penempatan dan perlindungan pekerja migran sejak kementeriannya naik kelas dari badan menjadi kementerian.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk kepolisian dan Kemendagri, agar informasi terkait migrasi tenaga kerja dapat tersebar hingga ke tingkat kepala desa,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar seluruh akun media sosial Kementerian P2MI aktif 24 jam dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan informasi atau pengaduan.

Menurut Dzulfikar, pendekatan digital ini telah berhasil menjangkau berbagai kasus migran yang sebelumnya menjadi sorotan, seperti kasus pekerja di Kamboja dan Myanmar.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyambut baik hadirnya LPK berbasis pesantren ini.

Pria yang akrab disapa Jigus ini menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pelatihan dan perlindungan bagi warga Kabupaten Cirebon yang ingin bekerja ke luar negeri.

“Alhamdulillah, saya mewakili Pak Bupati hadir langsung di acara launching ini. Pak Bupati sangat mengapresiasi Pesantren Gedongan yang telah membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas,” ujar Jigus.

Menurutnya, hadirnya LPK berbasis pesantren yang menjalin kerja sama dengan Jepang merupakan yang pertama di Kabupaten Cirebon.

Pemerintah Kabupaten Cirebon sendiri, kata Jigus, terus mendorong peningkatan jumlah pekerja migran yang memiliki skill dan kesiapan moral.

Bahkan, di tahun ini, Pemkab Cirebon telah memberangkatkan sebanyak 130 orang ke Jepang melalui skema yang difasilitasi langsung oleh pemerintah daerah.

“Kita ingin ke depan, tidak ada lagi persoalan-persoalan hukum ataupun perlindungan terhadap tenaga kerja kita. Karena itu, pelatihan, pendampingan hukum, dan kolaborasi dengan pesantren sangat penting,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan, Kyai Ade, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi pelopor pesantren, yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing secara global.

“Ponpes Gedongan ini pernah mewakili Jawa Barat dalam lomba sains bidang kimia tingkat nasional. Kami terus bertransformasi menjadi pesantren enterpreneur yang membekali santri dengan skill dunia kerja, termasuk bahasa asing seperti Jepang,” ujarnya.

Ia menyebut, hadirnya LPK berbasis pesantren ini merupakan bagian dari visi besar Pesantren Gedongan untuk mencetak generasi santri yang mandiri, kompeten, dan siap bersaing di kancah internasional. (din)

Sabtu, 14 Juni 2025

Lepas 55 Kafilah Kota Cirebon Menuju MTQH Jabar, Sekda : Lebih dari Lomba, Ini Jalan Dakwah dan Pembinaan Akhlak

CIREBON – Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, secara resmi melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Kota Cirebon untuk berlaga pada MTQH XXXIX Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, Sabtu (14/6/2025). 

Acara pelepasan ini berlangsung khidmat di Masjid Al-Kautsar Setda Kota Cirebon dan turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Sutikno, serta para orang tua peserta dan jajaran pemerintah kota.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh anggota kafilah yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama proses persiapan. 

Ia menyebutkan bahwa keberangkatan mereka bukan sekadar untuk meraih juara, tetapi membawa misi yang lebih besar sebagai duta-duta Qur’ani dari Kota Cirebon.

“Kepada Kafilah Kota Cirebon, kalian berangkat membawa harapan banyak orang. Bukan hanya untuk menang, tapi juga untuk menunjukkan bahwa Kota Cirebon punya generasi yang memiliki kemampuan, karakter, dan semangat juang yang luar biasa,” ujarnya.

Sekda juga menekankan bahwa MTQH bukanlah ajang perlombaan biasa, melainkan wahana pembinaan akhlak dan spiritualitas. 

“Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis bukan semata lomba. Lebih dari itu, ini adalah wahana bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa kita, selaku umat Islam, terus menjaga dan memuliakan kitab suci sebagai pedoman hidup,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Cirebon akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang dapat memperkuat fondasi spiritual masyarakat. Lebih lanjut, 

Sekda mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan semangat dalam menjalani kompetisi ini. Sebagai duta Qur’ani, kata Sekda, harus bisa menjaga kekompakan, adab, dan tetap rendah hati di manapun berada. 

"Insyaallah dengan usaha dan doa, hasil terbaik akan kita raih. Kami dan seluruh masyarakat Kota Cirebon mendoakan agar keberangkatan kafilah dapat terlaksana dengan baik, diberikan kesehatan, keselamatan, dan bisa pulang dengan membawa kebanggaan untuk kita semua. Selamat jalan, selamat berjuang," tuturnya.

Sementara itu, Aspemkesra Kota Cirebon, Sutikno, menjelaskan bahwa kafilah yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi berjenjang, dimulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. 

“Kami telah melakukan pembinaan intensif dan seleksi yang ketat demi menjaga kualitas peserta. Ini bukan proses yang singkat, tetapi rangkaian panjang yang kami awali dari MTQ tingkat kelurahan hingga ke tingkat kota,” jelasnya.

Menurut Sutikno, kafilah Kota Cirebon tahun ini berjumlah 55 orang yang akan berlaga di berbagai cabang lomba, termasuk Tilawah Qur’an, Qira’at Qur’an, Tahfizh Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Kaligrafi, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, dan Hadist. Mereka akan bertanding di Soreang, Kabupaten Bandung, mulai tanggal 15 hingga 22 Juni 2025.

Sutikno juga mengapresiasi para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka. 

“Kami sampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mengantarkan dan terus mendampingi putra-putrinya. Dukungan keluarga sangat penting dalam keberhasilan mereka,” tuturnya. (din)



Jumat, 13 Juni 2025

Menteri Lingkungan Hidup Tinjau TPA Kopiluhur, Dorong Transformasi Sistem Pengelolaan Sampah Kota Cirebon

CIREBON – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur yang terletak di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Jumat (13/6/2025). 

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendorong perbaikan tata kelola sampah di daerah, khususnya dalam transformasi sistem dari open dumping menuju sanitary landfill.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Yuni Darti, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam laporannya, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di wilayahnya masih menghadapi beberapa tantangan utama, terutama dalam hal pengangkutan dan ketersediaan alat berat di TPA.

“Terima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Sekda Jawa Barat atas perhatian dan dukungannya. Di lapangan, kami masih menemui kendala dalam pengangkutan sampah dari TPS ke TPA," ujar Wali Kota.

Tidak hanya itu, lanjut Wali Kota, kondisi armada pengangkut sudah tua dan butuh peremajaan. Begitu juga alat berat di TPA.

"Namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar sampah dari TPS dapat terangkut seluruhnya ke TPA,” ungkap Wali Kota.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Cirebon rutin melaksanakan kegiatan bebersih lingkungan di tingkat kelurahan dan kecamatan setiap pekan. 

"Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan mulai tumbuh. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menekankan pentingnya penguatan pengelolaan sampah di tingkat hulu, seperti pemilahan di TPS 3R, lingkungan sekitar, hingga rumah tangga. Ia berharap upaya ini dapat menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

“Kalau hanya mengandalkan pengelolaan di hilir, biayanya akan sangat tinggi. Kota Cirebon harus memaksimalkan pengelolaan di sumbernya. Sampah makanan dari rumah tangga harus ditekan seminimal mungkin," ujar Herman.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam arahannya meminta Pemerintah Kota Cirebon segera menyusun desain perubahan sistem pengelolaan sampah dari open dumping menjadi sanitary landfill. Menurutnya, Kota Cirebon sebagai kota perdagangan dengan karakter masyarakat yang heterogen memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan sampah.

“Kami sudah meminta Pemkot Cirebon untuk menyusun desain sistem baru dan langsung mengeksekusinya. Kami paham penanganan sampah di setiap daerah berbeda-beda. Karena itu, pendekatan operasional harus disesuaikan dengan karakter masyarakat," tuturnya.

Menteri LH juga menekankan penerapan TPS 3R. Ia mengimbau bahwa jangan sampai seluruh beban sampah hanya dipikul di hilir, karena biayanya sangat tinggi. 

"Penguatan sistem di hulu harus menjadi prioritas,” tegas Hanif.

Ia juga berharap ke depan pengelolaan sampah di Cirebon dapat bertransformasi dari yang sepenuhnya bergantung pada APBD menjadi pola swakelola berbasis masyarakat.

“Pemda harus bijaksana dalam mengelola sampah. Kegotongroyongan, kesiapsiagaan masyarakat, serta intensifikasi penanganan di hulu harus segera dilakukan. Kami beri waktu enam bulan untuk perbaikan di TPA Kopiluhur. Setelah itu, tim pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan evaluasi,” tandas Hanif.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan permasalahan sampah di Kota Cirebon dapat ditangani lebih baik, sehingga memberikan dampak positif bagi kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. (din)

Pemkab Cirebon Gandeng Swasta Siapkan 130 Pekerja Magang ke Jepang

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggandeng pihak swasta untuk menyiapkan 130 pencari kerja dalam program pelatihan dan pemagangan ke Jepang.

Program ini menyasar masyarakat tidak mampu namun berprestasi, sebagai upaya nyata menurunkan angka pengangguran.

“Ini tindak lanjut dari program Bupati Cirebon untuk pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran, khususnya yang ingin ke luar negeri,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, usai penandatanganan kerja sama di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (13/6/2025).

Dalam program ini, Pemkab Cirebon bekerja sama dengan Yayasan Dewa Aksara Nusantara, LPK ISO Jepang, dan LPPR Indonesia.

Kolaborasi ini difokuskan pada pelatihan keterampilan, penguatan karakter kerja, hingga penempatan magang di sejumlah perusahaan di Jepang.

Awalnya, kata Novi, hanya 40 orang yang direncanakan mengikuti program. Namun setelah dilakukan kajian mendalam, jumlah peserta yang memenuhi syarat dan layak ikut pelatihan meningkat menjadi 130 orang.

“Karena keterbatasan anggaran, kami hanya menangani aspek pelatihannya. Untuk biaya penempatan ke Jepang, menggunakan skema mandiri, yang pembayarannya baru dilakukan saat peserta sudah bekerja,” jelas Novi.

Ia mengatakan, proses penjaringan peserta sudah dimulai sejak Januari 2025, dengan mekanisme seleksi terbuka dan berbasis minat masyarakat yang cukup tinggi terhadap program kerja luar negeri, khususnya Jepang.

Novi menyebut, skema pembiayaan tanpa uang muka ini menjadi poin penting dalam membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat tidak mampu yang ingin mengubah nasib lewat jalur kerja luar negeri.

Selain menekan pengangguran, lanjut Novi, program ini juga memberi efek domino terhadap daerah lain. “Sudah banyak pemda lain yang mengkaji program serupa, karena dampaknya sangat konkret,” ungkapnya.

Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan bahwa pengangguran masih menjadi tantangan besar di wilayahnya.

Karena itu, ia menilai kerja sama lintas sektor ini sangat strategis untuk menyiapkan tenaga kerja berkualitas yang siap bersaing secara global.

“Peluang kerja di Jepang masih sangat terbuka. Maka ini adalah langkah konkret kami memberi pilihan hidup yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Ia berharap, pelatihan ini bisa menjadi jembatan perubahan hidup, sekaligus mengangkat citra positif pekerja Indonesia di luar negeri.

Imron menekankan bahwa peserta yang lolos merupakan SDM terpilih, dengan kombinasi potensi dan semangat.

“Tujuan akhirnya bukan hanya menurunkan pengangguran, tetapi membangun generasi pekerja Kabupaten Cirebon yang unggul, mandiri, dan menjadi kebanggaan daerah,” ucapnya menambahkan. (din)