Subscribe Us

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

UIN Siber L Cirebon Gagas FGD Tata Kelola Digital PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon

 

CIREBON, FC — Dalam upaya memperkuat tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di era digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau dikenal juga sebagai Cyber Islamic University (CIU) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kreativitas dan Kolaborasi: Membangun Ekosistem Media Digital PTKIN”, pada Jum’at–Sabtu, 4–5 Juli 2025, bertempat di The Luxton Cirebon Hotel & Convention.

FGD ini menjadi wadah strategis yang menghadirkan perwakilan dari delapan PTKIN di wilayah Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon, yaitu:

UIN Walisongo Semarang

UIN Raden Mas Said Surakarta

UIN Salatiga

UIN Pekalongan

UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

UIN Sunan Kudus

UIN Ponorogo

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (tuan rumah)

Setiap PTKIN mengirimkan empat delegasi dari unsur pimpinan mulai Rektor, dan Wakil Rektor I, Tim Admisi dan humas.

Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan FGD, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., selaku Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi strategis antar PTKIN dalam penguatan media digital sebagai bagian dari tata kelola kelembagaan.

“Selamat datang di Kota Wali, Cirebon. Di era disrupsi digital ini, PTKIN dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga kreatif dalam menyampaikan dakwah keilmuan dan nilai-nilai Islam melalui media digital. FGD ini adalah langkah konkret menuju ekosistem digital yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Aan.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., selaku Ketua Forum Pimpinan PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon, sekaligus Rektor UIN Gus Dur Pekalongan dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“Tema ‘Kreativitas dan Kolaborasi’ sangat relevan untuk mendorong transformasi digital di lingkungan PTKIN. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang akan memperkuat kualitas layanan, branding institusi, dan penyebaran konten keislaman yang moderat melalui media digital,” ujarnya.

FGD ini diharapkan menghasilkan peta jalan (roadmap) pengembangan media digital PTKIN yang mampu menjawab tantangan zaman serta memperkuat peran PTKIN sebagai pusat kajian Islam dan transformasi sosial berbasis teknologi informasi. (din)

Penanaman Mangrove Upaya Bersama Jaga Ekosistem Pesisir dan Lingkungan Hidup

CIREBON — Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, turut hadir dalam kegiatan penanaman bibit pohon mangrove dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-598 sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Area Wisata Bahari PPN Kejawanan, Jumat (4/7/2025).

Acara yang mengusung tema “Mamo My Darling ke-7” tersebut menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen Kota Cirebon dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya ekosistem pesisir. 

Penanaman bibit mangrove kali ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat garis pantai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di tengah tantangan kontur tanah yang memiliki kadar garam tinggi.

“Penanaman mangrove dengan kondisi tanah seperti di Cirebon tentu membutuhkan effort yang luar biasa. Tapi kami percaya, dengan kesungguhan dan kerja sama semua pihak, kita bisa mengatasi tantangan itu,” ujar Sekda dalam sambutannya.

Sekda menambahkan bahwa upaya pelestarian lingkungan ini bukan hanya tentang menanam bibit saja, tetapi juga bagaimana bibit tersebut disemai dan dirawat dengan baik agar dapat tumbuh optimal. 

"Kita peduli dengan lingkungan. Tidak cukup hanya menanam, tapi harus disemai dan pelihara dengan serius," katanya.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, serta masyarakat luas dalam menjaga ekosistem mangrove. 

“Ini adalah tugas bersama. Dari niat baik, langkah nyata, dan dukungan semua pihak, kita bisa menjaga kelestarian lingkungan di pesisir Cirebon,” ujarnya.

Sekda juga memberikan arahan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menetapkan target keberhasilan penanaman mangrove. 

“Saya minta DLH dan komunitas yang terlibat, agar setiap tahunnya bisa mencapai minimal 30 persen keberhasilan dari jumlah bibit yang ditanam,” tegasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang turut serta dalam penanaman bibit mangrove, yang tak kenal lelah melestarikan lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik. 

Sekda mengucapkan terima kasih kepada seluruh komunitas, relawan, dan pemangku kepentingan yang berkontribusi aktif.

“Terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan tidak kenal lelah dalam melestarikan lingkungan di Kota Cirebon. Semoga upaya kita bersama ini bisa membawa dampak positif bagi ekosistem dan generasi mendatang,” pungkasnya. (din)


Wakil Wali Kota Hadiri Munas ASWAKADA, Konsolidasi untuk Indonesia Emas

YOGYAKARTA – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmasati, menghadiri acara Bimbingan Teknis dan Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (ASWAKADA) pada Rabu hingga Jumat, 2–4 Juli 2025, di Hotel New Saphir, Yogyakarta. 

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia untuk berkonsolidasi, menyusun langkah strategis, serta memperkuat peran mereka dalam pembangunan nasional.

Munas ASWAKADA 2025 mengangkat tema besar “Memperkuat Peran Wakil Kepala Daerah sebagai Pilar Kepemimpinan Daerah Menuju Indonesia Emas”. 

Tema ini dinilai relevan dengan dinamika pemerintahan saat ini, di mana peran wakil kepala daerah menjadi semakin vital dalam menjaga kesinambungan tata kelola daerah serta mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

Dalam pembukaan Munas, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik menegaskan peran wakil kepala daerah sebagai penghubung strategis antara kepala daerah, perangkat daerah, dan masyarakat. 

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen para wakil kepala daerah dalam menjaga stabilitas pemerintahan,” ujarnya.

Anwar juga menambahkan bahwa peran para wakil kepala daerah sangat penting. Diantaranya menjembatani koordinasi lintas perangkat daerah serta memastikan keberlanjutan program pembangunan nasional dan daerah.

“Melalui forum seperti ini, kami berharap tercipta kontribusi yang konkret dan sistematis dalam mendukung kelancaran pembangunan di berbagai sektor,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmasati menyampaikan rasa syukur dan bangga bisa hadir di forum strategis ini. Menurutnya, munas ini menjadi momen yang sangat penting, karena para Wakil Kepala Daerah dari seluruh Indonesia berkumpul, berdiskusi, dan saling berbagi pengalaman.

"Saya berharap sinergi di antara kita semua semakin kuat," ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menilai, peran Wakil Kepala Daerah sangat strategis untuk mendukung jalannya roda pemerintahan daerah dan memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Saya berharap hasil Munas ini bisa membawa dampak positif bagi pembangunan di daerah, termasuk Kota Cirebon tercinta," harapnya.

Di akhir pernyataannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah yang terus mendukung upaya pembangunan di Kota Cirebon. 

“Terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Kota Cirebon. Mari kita terus bersinergi, berkolaborasi, dan berkarya untuk Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.



Bupati Imron: KH Abbas Abdul Jamil Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mengawal penuh proses pengajuan KH Abbas Abdul Jamil sebagai pahlawan nasional.

Menurutnya, ulama kharismatik asal Cirebon itu memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan layak mendapat pengakuan negara.

“Kami menganggap KH Abbas bukan hanya tokoh agama, tapi juga pejuang yang kontribusinya nyata dalam kemerdekaan Indonesia,” kata Imron saat mendampingi kunjungan tim TP2GP Kemensos RI bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Corebon, Indra Fitriani.

“Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Cirebon sepakat bahwa beliau pantas menyandang gelar pahlawan nasional,” tuturnya, Jumat (4/7/2025).

Imron menyebut, pengusulan gelar pahlawan nasional bagi KH Abbas merupakan harapan bersama warga Kabupaten Cirebon.

Penetapan tersebut akan menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda akan pentingnya nilai perjuangan, kebangsaan, dan pendidikan yang diwariskan para ulama.

“Jika KH Abbas ditetapkan sebagai pahlawan nasional, itu akan menjadi tonggak sejarah bagi Kabupaten Cirebon. Ini juga sebagai penghormatan terhadap peran ulama dalam perjuangan kemerdekaan yang selama ini belum banyak terekspos,” ujarnya.

Diketahui, nama KH Abbas Abdul Jamil kini telah terdaftar sebagai Calon Pahlawan Nasional (CPN) di Kementerian Sosial RI.

Dalam rangka melengkapi proses tersebut, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) turun langsung ke Kabupaten Cirebon untuk melakukan verifikasi lapangan.

KH Abbas Abdul Jamil dikenal sebagai sosok ulama sekaligus pejuang yang aktif menentang penjajahan Belanda dan Jepang.

Ia juga membangun pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan Islam sekaligus basis perlawanan rakyat di wilayah Cirebon.

Sejumlah catatan sejarah menunjukkan bahwa KH Abbas terlibat dalam penguatan semangat nasionalisme di kalangan santri dan masyarakat melalui pengajaran dan keteladanan. Perjuangannya tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui pemikiran dan pendidikan.

Perwakilan TP2GP, Edi Suharto, mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan keabsahan sejarah perjuangan KH Abbas, baik dari sisi dokumentasi, artefak, maupun warisan nilai yang masih hidup di tengah masyarakat.

“Verifikasi lapangan kami lakukan untuk melihat langsung jejak perjuangan KH Abbas. Kami tinjau situs-situs bersejarah, arsip, dan tentu berdialog dengan pihak keluarga serta masyarakat,” kata Edi.

Menurut Edi, secara administratif, berkas dan dokumen pengajuan yang disampaikan TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah) Kabupaten Cirebon sudah lengkap dan memenuhi syarat. Pihaknya tinggal menyusun laporan akhir sebelum nama KH Abbas diusulkan secara resmi ke Presiden.

“Proses sudah berjalan baik. Secara administratif sudah sangat siap, tinggal beberapa tahap lagi sebelum dibahas di sidang pleno pusat,” ujarnya.

TP2GP dalam kunjungannya juga mencatat bahwa nilai perjuangan KH Abbas masih berdenyut dalam kehidupan masyarakat. Warisan intelektual dan spiritualnya masih dilanjutkan hingga hari ini oleh pesantren dan keturunannya.

“Kami melihat perjuangan KH Abbas tidak berhenti di masa lalu. Nilai-nilainya masih hidup dan dijaga oleh masyarakat. Ini salah satu indikator kuat bahwa beliau layak diajukan sebagai pahlawan nasional,” pungkas Edi.

Dengan dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat, pengusulan KH Abbas sebagai pahlawan nasional kini memasuki tahap akhir.

Pemkab Cirebon berkomitmen untuk terus mendorong proses ini hingga tuntas di tingkat pusat. (Ara)

UIN Siber Cirebon Jalin Kerja Sama Strategis dengan Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI

CIREBON, FC — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), terus memperluas jejaring kerja sama strategis untuk memperkuat peran akademik dan pengabdian kepada masyarakat. 

Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya acara Penandatanganan MoU, Kuliah Tamu, dan Badilag Goes To Campus yang digelar pada Kamis, 3 Juli 2025 di Gedung Siber UIN SSC lantai 8.

Acara penting ini merupakan langkah tindak lanjut atas kerja sama yang akan dibangun antara Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam bidang penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang hukum dan keagamaan.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan universitas mulai dari Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum, Ketua dan Sekretaris Senat, para Dekan Fakultas, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, para Kabag dan Kasubag, para Wakil Dekan Fakultas Syariah dan FEBI, Ketua LPM, Ketua LP2M, Ketua dan Sekretaris Jurusan di lingkungan Fakultas Syariah dan FEBI, para dosen, Ketua Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum, Kepala UPT Karier, serta Bagian Humas.

Dalam laporannya, Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses mahasiswa dalam mendapatkan pengalaman langsung dari praktisi dan institusi peradilan. 

“Kerja sama ini bukan hanya sebatas administrasi, tetapi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam dinamika dunia hukum dan mendapatkan wawasan dari para ahli di bidangnya,” ujarnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Hajam, M.Ag., dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, menegaskan urgensi kerja sama yang dibangun antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. 

"Sinergi ini sangat strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas ruang pengabdian, serta membekali mahasiswa dengan pemahaman hukum dan praktik peradilan yang aplikatif, terlebih di era digital saat ini," jelas Prof. Hajam.

Dalam sambutannya, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., yang mewakili Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, menegaskan urgensi dari Penandatanganan MoU, Kuliah Tamu, dan Badilag Goes To Campus sebagai bagian dari upaya mendekatkan dunia peradilan kepada civitas akademika.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah konkret untuk membangun jejaring strategis antara lembaga peradilan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa harus mendapatkan akses seluas-luasnya untuk memahami praktik hukum secara nyata, agar kelak mereka siap berkontribusi di dunia peradilan, baik sebagai praktisi, akademisi, maupun agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Drs. H. Muchlis juga menyampaikan bahwa kerja sama ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, khususnya di era transformasi digital, di mana sistem peradilan agama juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kami berharap sinergi dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini dapat menghasilkan kolaborasi yang produktif, tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh Prof. Dr. Hajam, M.Ag.didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. H. Ayus. A. Yusuf, M.Si., dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI yang diwakili oleh Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.

Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan kerja sama dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyelenggaraan kegiatan akademik bersama seperti kuliah tamu, seminar, dan program magang mahasiswa.

Kegiatan Badilag Goes To Campus menjadi bagian penting dalam acara ini, yang bertujuan untuk mengenalkan peran, kebijakan, serta inovasi yang tengah dikembangkan oleh Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI kepada sivitas akademika, khususnya mahasiswa Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memperkuat peran sebagai universitas berbasis siber yang tidak hanya unggul dalam aspek teknologi, tetapi juga aktif membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga strategis nasional untuk mendorong kualitas pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. (din)

Dr.H.Tamsik Udin,M.Pd. dan Dr.Ahmad Arifuddin,M.Pd Raih 3 Penghargaan di Ajang PD-PGMI Indonesia Award 2025

BANJARMASIN, FC — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen-dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Dalam ajang bergengsi PD-PGMI Indonesia Award Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025 di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB), Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dua dosen PGMI sukses meraih tiga kategori penghargaan nasional.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) ke-11 dan International Conference yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) Indonesia, sebuah organisasi asosiasi profesi tingkat nasional yang mewadahi dosen-dosen PGMI dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Adapun dua dosen yang berhasil mengharumkan nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut adalah Dr. H. Tamsik Udin, M.Pd. dan Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd. Keduanya berhasil meraih penghargaan atas kontribusi akademik dan profesional yang luar biasa dalam bidang penelitian dan pengelolaan jurnal ilmiah.

Raih 3 Kategori Penghargaan Nasional

Dr. H. Tamsik Udin, M.Pd. dianugerahi Juara 3 Dosen Teladan Bidang Penelitian, sebuah penghargaan yang diberikan kepada dosen yang menunjukkan kinerja unggul dalam pelaksanaan dan publikasi penelitian ilmiah. Dalam kurun satu tahun terakhir, Dr. Tamsik berhasil mendapatkan hibah penelitian bergengsi dari program MoRA The AIR Funds, yaitu skema pendanaan riset kolaboratif antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 

Melalui penelitian tersebut, beliau berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan berbasis konteks madrasah ibtidaiyah yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Sementara itu, Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd., Ketua Prodi PGMI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus. Pertama, ia meraih Juara 3 Dosen Teladan Sitasi Versi Scopus, berkat produktivitas akademiknya yang tinggi dalam publikasi ilmiah internasional. Hingga pertengahan tahun 2025, Dr. Ahmad telah menerbitkan 5 artikel pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, serta mencatat H-index sebesar 2, yang mencerminkan dampak dan sitasi dari karya-karya ilmiahnya di tingkat global.

Penghargaan kedua yang diraih oleh Dr. Ahmad adalah sebagai Juara 1 Pengelola Jurnal Teladan, yang diberikan kepada pengelola jurnal ilmiah yang mampu menunjukkan kualitas tata kelola dan reputasi akademik yang tinggi. 

Dr. Ahmad saat ini menjabat sebagai Editor in Chief Jurnal Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, sebuah jurnal nasional terakreditasi SINTA 2, yang telah menjadi salah satu rujukan utama dalam bidang pendidikan madrasah ibtidaiyah di Indonesia.

Pemberian penghargaan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan profesionalisme para dosen PGMI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Tidak hanya fokus pada pengajaran, keduanya juga aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan mutu jurnal nasional yang bereputasi.

Dalam keterangannya, Dr. Ahmad Arifuddin menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak lepas dari kolaborasi dan semangat kolektif seluruh sivitas akademika Prodi PGMI, serta dukungan penuh dari pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan Rektorat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“Prestasi ini bukan hasil kerja pribadi, melainkan buah dari proses panjang, kolaboratif, dan sinergis antara dosen, mahasiswa, serta dukungan struktural dari pimpinan fakultas dan universitas. Insya Allah, ini akan menjadi pemacu semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas di bidang akademik, riset, dan publikasi,” ujar Dr. Arif.

Sementara itu, Dr. Tamsik Udin juga menyampaikan harapannya agar penghargaan ini dapat memotivasi para dosen muda dan mahasiswa untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan riset yang berdampak, serta memperkuat jejaring akademik nasional dan internasional.

Kontribusi untuk Kemajuan PGMI Indonesia

Ajang PD-PGMI Indonesia Award merupakan program tahunan yang bertujuan memberikan penghargaan dan pengakuan kepada para dosen, peneliti, mahasiswa, dan pengelola jurnal yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam pengembangan pendidikan guru madrasah ibtidaiyah di Indonesia. 

Dengan sistem seleksi ketat dan penilaian berbasis indikator kinerja akademik, penghargaan ini menjadi tolak ukur mutu dan daya saing para insan akademik PGMI di tingkat nasional.

Dengan diraihnya tiga kategori penghargaan dalam satu kesempatan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat keunggulan dalam bidang pendidikan dasar berbasis madrasah. 

Kedepannya, Prodi PGMI UIN Siber berkomitmen untuk terus memperluas pengaruhnya dalam ranah akademik, baik nasional maupun global, melalui riset, inovasi pembelajaran, dan publikasi ilmiah bereputasi.

Selamat dan sukses untuk Dr. Tamsik Udin, M.Pd. dan Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd. atas dedikasi dan kontribusinya bagi kemajuan PGMI Indonesia. (din)

Bupati Imron Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (3/7/2025), sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Bupati Cirebon, Imron, dalam rapat tersebut mengatakan, penyampaian laporan keuangan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Laporan ini telah kami sampaikan lebih dulu pada 3 Juni 2025 lalu kepada DPRD Kabupaten Cirebon, dan hari ini kita tiba pada tahap persetujuan bersama atas Raperda tersebut,” kata Imron.

Menurut dia, laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual itu merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas pengelolaan keuangan daerah selama satu tahun anggaran.

Imron menjelaskan, pembahasan Raperda dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemandangan umum DPRD, dilanjutkan pembahasan bersama komisi-komisi dan perangkat daerah, hingga perumusan akhir bersama antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

“Dalam proses pembahasan tersebut, terdapat sejumlah catatan penting yang kami jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan pengelolaan anggaran di masa mendatang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa catatan tersebut antara lain perlunya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengalokasian anggaran yang lebih fokus dan sesuai target, serta tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), baik terkait realisasi anggaran maupun pengelolaan aset milik daerah.

Imron menekankan, seluruh proses ini merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan bertanggung jawab, sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas publik.

Ia pun menyampaikan, setelah persetujuan bersama di tingkat DPRD, Raperda tersebut akan segera disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dievaluasi paling lambat dalam waktu tiga hari kerja.

Ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD dalam proses penyusunan hingga pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD 2024 tersebut.

“Kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dewan atas kerja sama, masukan, dan saran yang sangat konstruktif selama proses pembahasan,” ucapnya.

Imron menambahkan, kritik dan masukan dari legislatif akan menjadi landasan motivasi bagi jajaran eksekutif untuk bekerja lebih baik, cerdas, serta meningkatkan sinergi dengan semua komponen masyarakat.

“Tujuan akhir kita semua adalah mewujudkan Kabupaten Cirebon yang Beriman, yakni Bersih, Inovatif, Maju, Modern, Agamis, dan Aman,” pungkasnya.