Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 26 Juli 2025

Wali kota Cirebon: HUT Arhanud 14/PWY, Kejuaraan Renang Jadi Momentum Bangun Generasi Tangguh

CIREBON — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 14/PWY Cup II Champion Tahun 2025 di Kolam Renang Tirta Wira Yudha, Sabtu (26/7/2025). Kejuaraan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Batalyon Arhanud 14/PWY.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh jajaran Batalyon Arhanud 14/PWY. Ia menyebut, kehadiran Arhanud 14/PWY selama ini telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga stabilitas serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

"Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-59 kepada Batalyon Arhanud 14/PWY. Teriring doa dan harapan, semoga Yon Arhanud 14/PWY senantiasa menjadi kesatuan yang tangguh, profesional, dan terus hadir di tengah rakyat, melindungi, mengayomi, dan menginspirasi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menilai, pelaksanaan kejuaraan renang ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana membangun sinergi yang kuat antara prajurit TNI dan masyarakat.

"Penyelenggaraan kejuaraan renang ini bukan hanya sebagai ajang olahraga semata, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Ini adalah wujud sinergi dan semangat kolektif yang sangat penting kita pelihara di tengah dinamika zaman yang terus bergerak cepat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa olahraga seperti renang memiliki nilai-nilai penting dalam pembentukan karakter, terutama bagi generasi muda.

"Olahraga, termasuk renang, bukan hanya soal kekuatan fisik. Hal ini juga melatih disiplin, daya juang, fokus, serta ketangguhan mental. Nilai-nilai inilah yang sejatinya sangat selaras dengan semangat TNI dan juga penting ditanamkan dalam kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Kota Cirebon, menurutnya, sangat mendukung kegiatan positif seperti ini karena mampu memperkuat kohesi sosial dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di tengah masyarakat.

"Pemerintah Kota Cirebon sangat mengapresiasi inisiatif yang mampu membangun budaya kompetitif yang sehat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memperkuat kohesi sosial. Kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan, bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk membangun karakter dan solidaritas,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta lomba, Wakil Wali Kota memberikan semangat dan motivasi agar menjadikan ajang ini sebagai pengalaman yang berharga.

"Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi nilai-nilai sportivitas, dan jadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga dalam membina kemampuan dan melatih mental menuju raihan prestasi di masa mendatang,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon Arhanud 14/PWY, Letkol Arh Hafda Prima Agung, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lomba renang ini merupakan bagian dari upaya pembinaan prestasi dan karakter generasi muda di bidang olahraga.

"Kejuaraan ini bertujuan untuk mencetak atlet-atlet renang sebagai penerus yang mampu berkompetisi di kejuaraan tingkat nasional maupun internasional," ujarnya 

Menurutnya, olahraga renang bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga pembentukan karakter.

"Karena membutuhkan konsentrasi, sinkronisasi gerak tubuh, kreativitas, serta disiplin,” terangnya.

Semangat juang dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam lomba ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter, selaras dengan semangat TNI dan cita-cita pembangunan Kota Cirebon. (din)



Konvensi Nasional SMSI 2025, Dukung Penegakan Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Konvensi Nasional bertajuk "Sinergi dalam Membangun dan Menegakkan Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045”, di The Jayakarta Hotel, Jakarta, 25 Juli 2025.

Hadir dalam kegiatan,  Kabag Mitra Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal SH, mewakili Kadiv Humas POLRI, Kombes Pol. Kamal Bahtiar, S.I.K mewakili Kabaintelkam Polri, Anang Supriatna, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI mewakili Jaksa Agung, Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, M.Si, Zulmansyah Sakedang Ketua Umum PWI, Sasongko Tedjo Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Agus Sudibyo, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Prof. Dr. Taufiqurokhman Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat, Theodorus Dar Edi Yoga Ketua Forum Pemred SMSI Pusat, Banjar Chaerudin Dewan Pakar SMSI Pusat, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budisedjati, M. Rian Ali Akbar Ketua LKBH SMSI Pusat, dan Ketua SMSI Provinsi se- Indonesia dan para tamu undangan lainya.

Pada momen tersebut, SMSI sebagai organisasi  star up media siber terbesar di dunia versi Menteri Pariwisata RI dan Museum Rekor Indonesia (MURI), turut memberikan anugerah Sahabat Pers dan Pin Emas kepada puluhan tokoh nasional.

Penerima Anugerah Sahabat Pers SMSI 2025, diantaranya, Dr. Rino Afrino. ST.MM,C.APO, Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Muhammad Adnan Yasin. SH MKn, Dewan Redaksi Majalah TERAS, AKBP Nantalena Eko Cahyono, S.Kom, M.S, Kapolres Kabupaten Bungo, Polda Jambi, Provinsi Jambi, Fajar Syah Putra , S.H., M.H, Kejari Kota Medan diwakili oleh Dapot Dariarma, SH.,MH Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Medan, Afni Carolina, S.H., M.H.Kajari Lampung Selatan, serta  Dr. Siswanto, SH MH Kepala Kejaksaan Tinggi Banten yang  diwakili oleh Jefri Penanging Makapedua, SH.,MH Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Banten.

Sementara Anugerah Pin Emas disematkan kepada Prof. Dr. H. ST Burhanuddin, SH.,MMbyang diwakili  oleh Anang Supriatna, SH.MH selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum ) Kejaksaan RI sekaligus tampil sebagai keynote speaker.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus juga turut memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada para mitra SMSI yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

"Terimakasih kepada semua  mitra  yang telah mendukung Konvensi Nasional SMSI 25 Juli 2025,  BRI, Bank BJB,  Bank BJB Syariah, Bank Banten, Pertamina Hulu Indonesia dan juga dukungan dari Polri dan Kejaksaan," ucapnya.

Untuk diketahui, konvensi nasional SMSI kali ini, juga dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional LKBH SMSI yang sebelumya telah dilantik. (din)

Lakukan Mubeng, Bupati Imron Serap Langsung Aspirasi Warga

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon dengan Jawa Tengah melalui kegiatan “Mubeng” atau mudun bareng, yang difokuskan di Kecamatan Losari, Sabtu (26/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Imron turun langsung bersama Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau Jigus, jajaran kepala perangkat daerah, serta unsur Forkopimda.

“Kegiatan ini untuk menyapa warga sekaligus mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan mereka, terutama di daerah perbatasan yang selama ini jarang tersentuh,” kata Imron.

Ia menegaskan, kegiatan Mubeng merupakan salah satu metode yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon agar pelayanan dan pembangunan lebih merata hingga ke pelosok daerah.

Menurutnya, dari hasil kunjungan tersebut ditemukan sejumlah masalah mendasar, mulai dari permukiman warga di bantaran sungai yang rawan banjir, infrastruktur jalan yang rusak, hingga tingginya angka stunting.

“Banyak warga tinggal di lahan yang rawan longsor dan banjir. Ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan bencana saat musim hujan,” ujarnya.

Ia juga menerima usulan pembangunan jembatan penghubung di kawasan perbatasan yang dinilai krusial sebagai jalur antardaerah, karena menghubungkan Cirebon dengan Brebes.

“Karena melibatkan dua provinsi, pembangunan jembatan ini akan kami usulkan ke pemerintah pusat agar dapat dianggarkan dan dibangun segera,” tuturnya.

Selain infrastruktur, Imron juga menyoroti lemahnya layanan kesehatan dasar di daerah perbatasan dan meminta Dinas Kesehatan agar segera melakukan intervensi terhadap kasus stunting.

“Kami minta jajaran dinas turun langsung. Jangan menunggu laporan, tapi bergerak cepat setelah melihat langsung di lapangan,” katanya menegaskan.

Imron mengatakan, seluruh temuan dari kegiatan Mubeng akan menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan tahun berikutnya, terutama untuk wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Kegiatan Mubeng ini, kata Imron, akan dilanjutkan ke wilayah lainnya di Kabupaten Cirebon secara berkala, sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menyentuh masyarakat secara langsung.

“Mubeng itu adalah kegiatan belanja masalah, supaya para pejabat melihat apa yang perlu dikembangkan hingga ke tingkat bawah,” pungkasnya. (din)

Jumat, 25 Juli 2025

DPRD Terima Penyampaian Raperda RPJMD Kota Cirebon Tahun 2025-2029


CIREBON – DPRD Kota Cirebon menerima penyampaian Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 pada rapat paripurna, Kamis (24/7/2025) di Griya Sawala.

Memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE mengatakan, penetapan RPJMD 2025-2029 perlu dilaksanakan guna memenuhi ketentuan dalam UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu, guna memenuhi ketentuan Menteri Dalam Negeri Nomor 2/2025 tentang Pedoman Penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah, sebelumnya Walikota Cirebon telah menyampaikan rancangan awal RPJMD 2025-2029 pada April lalu.

Andrie juga mengatakan, DPRD sebagai lembaga legislatif akan membahas dokumen RPJMD tersebut secara maksimal sehingga dapat selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Kota Cirebon.

“RPJMD ini akan menjadi arah pembangunan lima tahun ke depan. Maka perlu pembahasan yang serius, mendalam, dan partisipatif,” ujarnya.

DPRD juga akan mengawal proses ini agar RPJMD tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi mampu diterjemahkan ke dalam program nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Selanjutnya, raperda ini akan dibahas lebih mendalam oleh pansus pembahas raperda RPJMD 2025-2029 dan Tim Aistensi Pemda, dan ditetapkan paling lambat enam bulan setelah kepala daerah dilantik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah fraksi turut menyampaikan pemandangan umum atas penyampaian Raperda tentang RPJMD Kota Cirebon 2025-2029 oleh Walikota.

Di antaranya, juru bicara Fraksi NasDem Laurentia Mellynda. Ia menyampaikan, bahwa dalam perencanaan pembangunan daerah perlu diperhatikan optimalisasi di sejumlah sektor.

Seperti, peningkatan BUMD, optimalisasi sektor pariwisata dan industri, menciptakan iklim investasi yang kondusif, efisiensi belanja daerah, hingga penanganan pelintasan sebidang yang mempengaruhi mobilitas masyarakat saat berkendara.

“Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu melakukan ekspansi wilayah dengan mengambil kebijakan strategis, seperti mendorong pembangunan ke arah Selatan, hingga peningkatan RTH di Kota Cirebon,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Fraksi Gerindra dr Tresnawaty SpB, mengkritisi julukan yang kerap disematkan terhadap Kota Cirebon sebagai Kota Udang ataupun Kota Wali. Menurutnya, identitas daerah tersebut masih harus diperkuat dengan dasar hukum yang jelas.

Tresnawaty juga mengatakan, pemerintah daerah harus segera membuat kebijakan untuk menangani persoalan yang masih terjadi, sepertinya banjir di sejumlah titik vital, penurunan angka kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian budaya lokal.

“Kendati demikian, sikap fraksi menerima penyampaian RPJMD dengan catatan pada poin-poin tersebut,” katanya.

Adapun juru bicara penyampaian pemandangan umum lainnya, yaitu Fraksi Golkar Fahmi Mirza Ibrahim SE, Fraksi PDIP Sarifudin SH, Fraksi PKS Nurani Cicih Sukaesih, Fraksi PAN Rinna Suryanti ST, dan Fraksi Demokrat Pembangunan M Handarujati Kalamullah SSos MAP. Seluruh Fraksi menyetujui raperda RPJMD dibahas lebih lanjut melalui pansus.

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi mengatakan, penyusunan dokumen RPJMD 2025-2029 memuat visi Kota Cirebon yaitu “Terwujudnya Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan (Setara Berkelanjutan) Tahun 2029”.

Edo menambahkan, visi tersebut nantinya akan dijabarkan ke dalam lima misi yaitu, meningkatan kualitas SDM, meningkatkan produktivitas ekonomi lokal, meningkatan tata kelola pemerintahan, mewujudkan pelestarian lingkungan, serta meningkatkan pemberdayaan sosial dan budaya lokal.

“Kami juga berkomitmen untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi pembangunan berbasis elektronik, serta memperluas ruang partisipasi publik dalam evaluasi pembangunan daerah,” ujarnya.

Sekadar diketahui, adapun Ketua dan Wakil Pansus Raperda tentang RPJMD Kota Cirebon Tahun 2025-2029 yaitu, Ana Susanti SE MSi dan Stanis Klau.

Sementara anggota pansus lainnya yaitu, Agung Supirno SH, Erry Yudistira Ramadhan SH, Andi Riyanto Lie, M Noupel SH MH, Ruri Tri Lesmana, dr Tresnawaty SpB, Imam Yahya Sfil MSi, Cicih Sukaesih, Leni Rosliani SIP, M Handarujati Kalamullah SSos MAP, Dian Novitasari SKom MAP, Rinna Suryanti ST, dan Prsilia. (din)

Kamis, 24 Juli 2025

Peringatan HAN ke-41 Tahun 2025, Wabup Jigus Ajak Tanamkan Nilai Persaudaraan Sejak Dini Bagi Anak

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus, mengajak seluruh elemen masyarakat menanamkan nilai persaudaraan kepada anak sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang inklusif dan tangguh.

“Persaudaraan ini melampaui ikatan darah, ia adalah ikatan kebangsaan yang dijalin dengan empati, kepedulian, dan gotong royong,” kata Jigus saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat Kabupaten Cirebon di Gedung Kesenian Kecamatan Gegesik, Rabu (23/7/2025).

Menurutnya, penting untuk menanamkan rasa persatuan dan semangat kebangsaan kepada anak-anak, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang menghargai keberagaman serta memiliki rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.

Ia menyebutkan, anak-anak dari Sabang sampai Merauke, merupakan bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia yang harus dijaga melalui nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan menanamkan rasa persaudaraan sejak dini, kita membangun fondasi masyarakat yang harmonis dan aman bagi anak-anak untuk bertumbuh,” ujarnya.

Jigus berpesan kepada anak-anak agar terus semangat dalam belajar, mencintai keluarga, peduli terhadap sesama, serta tidak lupa berdoa memohon perlindungan bagi diri sendiri dan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menyampaikan bahwa peringatan HAN tahun ini diikuti 500 peserta dari unsur Forkopimda, perangkat daerah, lembaga vertikal, organisasi profesi, pemerhati anak, Forum Anak Kabupaten Cirebon, serta dunia usaha.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984.

“Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap pentingnya pemenuhan hak anak dan menciptakan lingkungan yang ramah anak,” kata Indra.

Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 5 Juli 2025 dengan sejumlah agenda seperti lomba menulis surat untuk guru, pelatihan membatik, melukis kaca, serta berbagai pertunjukan seni dan dongeng yang ditampilkan pada puncak acara.

Dalam acara tersebut sekaligus peluncuran buku “Bapak/Ibu Guru Tolong Dengarkan Suara Kami” yang berisi tentang suara hati anak-anak SMP dan SMA, yang mereka tuangkan dalam bentuk tulisan bertema surat cinta untuk bapak/ibu guru dan dilombakan.

Fitri–sapaan akrab Kepala DPPKBP3A, menyampaikan bahwa anggaran kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon serta partisipasi CSR sejumlah mitra, antara lain Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, RSUD Arjawinangun, RSUD Waled, Fakultas Kedokteran UGJ, Bank Indonesia, BJB, BCJ, BKC, Baznas, Indocement, PT Sumber Alfaria Trijaya, Indomarco, Wardah, PT Yakult, Empal Gentong H Apud, dan Lab Paramita.

“Terima kasih atas kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan kegiatan ini. Semoga menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperhatikan hak anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya. (din)

Komitmen Tingkatkan Transparansi, Kemenag Gelar Pendampingan Self Assessment PPID PTKN Zona 1 di UIN Walisongo

SEMARANG, FC - Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik dengan menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Self Assessment Questionnaire bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) unit Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Zona 1.

Yaitu PTKN Zona Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT. Acara bergengsi ini digelar selama dua hari, Kamis dan Jumat, 24–25 Juli 2025, bertempat di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh 32 PTKN dari wilayah tengah Indonesia, termasuk delegasi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang secara khusus mengirimkan Kepala Pustikom Riyanto, ST., M.Kom., dan Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan PPID yang transparan dan profesional di lingkungan kampus berbasis digital tersebut.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., yang juga merupakan pejabat utama PPID kampus tersebut, membuka kegiatan secara resmi. 

Dalam sambutannya, Prof. Nizar menekankan pentingnya penguatan tata kelola informasi publik sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan good university governance. 

“Kata kuncinya adalah akuntabel dan transparan. Dan kitab sucinya bagi kita adalah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Nizar menguraikan tiga misi utama dalam pengelolaan informasi publik di lingkungan PTKN:

Meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan informasi publik serta dokumentasi.

Mengembangkan sistem informasi yang akuntabel, transparan, dan profesional.

Menyediakan serta mengelola informasi publik secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan anggaran serta ruang khusus bagi PPID adalah keharusan. “PPID tak bisa berjalan tanpa anggaran. Dan keberadaannya wajib terlihat, dengan ruang khusus yang senantiasa dimonitor oleh KIP,” ujarnya.

Kepala Bagian Strategi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Kemenag RI, Moh. Khoeron, S.Ag., MA., dalam laporannya menyampaikan urgensi dari kegiatan ini. Menurutnya, dari total 72 PTKN yang ada, hanya lima yang berhasil meraih predikat informatif, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Fatah Palembang, dan IAIN Kediri. 

“Sisanya masih perlu peningkatan serius dalam hal pelayanan informasi publik. Dan kegiatan ini adalah langkah nyata untuk menuju ke arah itu,” jelas Khoeron.

Dijelaskan pula bahwa Self Assessment Questionnaire menjadi instrumen vital untuk menilai kesiapan dan implementasi keterbukaan informasi publik di masing-masing PTKN. Skor di atas 90 menjadi syarat agar suatu lembaga dapat menyandang status “informatif”, dari lima kategori penilaian yang berlaku.

Sebagai kampus yang telah menyandang status informatif sejak 2021, UIN Walisongo dijadikan benchmark bagi peserta. Dalam acara ini, hadir pula para tokoh penting seperti Prof. Dr. Ahmad Ismail, M.Ag. (Wakil Rektor II sekaligus PPID Utama UIN Walisongo), serta M. Fatah, S.Ag., M.Ed., selaku Kepala Biro AAKK dan Plt. Biro AUPK.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kementerian Agama dalam mendukung reformasi birokrasi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. 

Harapannya, ke depan seluruh PTKN mampu membentuk sistem informasi publik digital yang modern, profesional, dan menjunjung tinggi nilai keterbukaan.

"Digitalisasi sistem informasi publik bukan pilihan, tapi keniscayaan," pungkas Prof. Nizar, yang disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi aula utama UIN Walisongo Semarang. (din)

Rektor Utus Pustikom dan Humas UIN Siber Cirebon Hadiri Pendampingan PPID Zona 1 PTKN Se-Indonesia

H.M.Arifin, M.PD.I dan Riyanto, S.Kom hadiri agenda nasional di Semarang 


SEMARANG – Suasana kampus UIN Walisongo Semarang terasa berbeda selama dua hari terakhir. Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Zona 1 yang meliputi wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, dan NTT—berkumpul dalam sebuah agenda nasional bergengsi: Pendampingan Self Assessment Questionnaire bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). 

Kegiatan penting ini dipandu oleh Safrudin Ketua Tim Pengelola Informasi Kementerian Agama RI, dan diadakan selama dua hari, Kamis–Jumat, 24–25 Juli 2025, dengan menghadirkan peserta dari berbagai PTKN se-Zona 1.

Sesi materi utama disampaikan oleh narasumber kompeten, Siti Ajijah, S.H., M.H, Asisten Ahli Komisi Informasi Pusat (KIP), yang membuka cakrawala peserta tentang esensi keterbukaan informasi publik. 

Dalam paparannya, Ajijah menekankan bahwa seluruh dokumen yang diterima instansi pemerintah adalah informasi publik. “Setiap dokumen adalah informasi publik, kecuali yang dikecualikan sesuai UU,” ujarnya tegas.

Tak hanya menjelaskan peran PPID dan KIP, Ajijah juga menyoroti pentingnya peran Arsiparis dalam manajemen informasi. 

“Ke depan, Arsiparis akan menjadi bagian tak terpisahkan dari PPID. Mereka yang akan mengkaji dokumen ketika terjadi sengketa informasi,” jelasnya.

Acara ini tak hanya bersifat monolog. Seluruh peserta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para PPID dari berbagai kampus pun saling bertukar pengalaman dan strategi dalam pengelolaan informasi dan dokumentasi publik.

Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, hadir Kepala Pustikom Riyanto, ST., M.Kom., dan Pranata Humas Ahli Muda Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I. Keduanya menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara. "Kami serius mengikuti pendampingan ini. Kami bertekad segera mengimplementasikannya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon," ujar Riyanto optimis.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan PTKN. Selain memperluas wawasan teknis dan regulatif, acara ini juga mempererat jejaring antar-PPID se-Zona 1.

Dengan semangat transparansi dan tata kelola informasi yang profesional, acara ini menandai komitmen kuat PTKN se-Zona 1 dalam mendukung keterbukaan dan akuntabilitas publik di era digital. 

UIN Walisongo pun membuktikan diri sebagai tuan rumah yang profesional dan inspiratif dalam menyelenggarakan kegiatan strategis ini. (din)