Definition List

Rabu, 11 Februari 2026

Wali Kota Dorong Pramuka Kota Cirebon Jadi Benteng Karakter dan Pionir Digital

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon secara resmi menggelar pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon masa bakti 2025-2030 di Balai Kota, Rabu (11/2/2026). Prosesi ini menandai babak baru penguatan gerakan Pramuka Kota Cirebon  untuk lima tahun ke depan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang kini resmi menjabat sebagai Ketua Mabicab mengatakan bahwa momentum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi atau seremonial. Bagi Wali Kota, pelantikan ini adalah janji suci untuk mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan semangat ‘Pancawaluya... Ngajati Diri’, Wali Kota menilai, Pramuka punya tanggung jawab besar agar bermanfaat untuk masyarakat.

"Pelantikan ini adalah peneguhan komitmen kolektif kita untuk membangun fondasi sumber daya manusia yang mumpuni di Kota Cirebon," ujarnya.

Wali Kota menyadari bahwa dunia saat ini berubah dengan kecepatan yang sulit diprediksi. Ia mengingatkan agar Pramuka tidak hanya menjadi penonton di pinggir jalan perubahan. Transformasi digital melalui konsep Pramuka New Generation agar organisasi ini tetap relevan di mata Generasi Z dan Alpha.

"Kwarcab harus mampu merumuskan pola pembinaan yang inovatif. Kita ingin gadget di tangan adik-adik kita bukan sekadar alat hiburan, melainkan sarana produktif untuk menyebarkan kebaikan. Pramuka harus menjadi ruang ekspresi kreatif yang paling menarik bagi mereka," tambahnya.

Selain isu digital, Wali Kota juga menitikberatkan pada gerakan Green Scout. Ia berharap anggota Pramuka berdiri di garda terdepan dalam aksi lingkungan hidup, mulai dari edukasi sampah di rumah tangga hingga penghijauan kota. Menurutnya, Pramuka harus menjadi simbol gaya hidup ramah lingkungan bagi seluruh warga Cirebon.

Tak kalah penting, Wali Kota menyinggung peran Pramuka sebagai solusi sosial. Di tengah ancaman dekadensi moral dan kenakalan remaja, Pramuka diharapkan menjadi benteng karakter yang kokoh. Program kerja ke depan diminta tidak hanya berkutat di lingkungan sekolah, tetapi harus menyentuh persoalan riil di tengah masyarakat.

"Sebagai Ketua Mabicab, saya memberikan dukungan penuh. Saya minta sinergi antara Satuan Karya (SAKA) dan Gugus Depan diperkuat. Jangan ada sekat birokrasi. Manfaatkan potensi OPD yang ada di struktur Mabicab untuk mengakselerasi program kerja. Mari kita buktikan dengan kerja nyata demi kemajuan daerah yang kita cintai," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat, Herman Suryatman, yang hadir langsung melantik jajaran pengurus, memberikan arahan yang membakar semangat. Dalam pidatonya, Herman menekankan bahwa setiap anggota Pramuka wajib memiliki mentalitas petarung yang tangguh dan tak kenal menyerah.

"Anggota Pramuka itu identik dengan sosok petarung. Sabubukna, jangan hanya bergerak karena adanya SK, sebab itu cuma urusan administrasi. Jadikan pengabdian ini sebagai panggilan patriotik dari dalam jiwa," ungkap Herman.

Herman juga memberikan refleksi sejarah tentang arti perjuangan. Jika dulu para pahlawan berjuang antara merdeka atau mati, maka tantangan generasi masa kini adalah memilih antara maju atau tertinggal. Ia meminta Pramuka Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon, untuk fokus pada tiga misi utama: penguatan SDM, penguatan organisasi, serta pengembangan inovasi.

"Tugas kita sekarang bukan lagi merebut kemerdekaan, tapi mengisinya dengan kemajuan. Saya instruksikan kepada Ketua Kwarcab untuk langsung tancap gas. Jangan pakai lama. Rasa takut itu manusiawi, tapi kita tidak boleh sampai dikuasai ketakutan hingga diam di tempat. Segera bergerak dan implementasikan nilai-nilai kepramukaan di lapangan," pungkas Herman. (din)