Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 01 Agustus 2025

Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Favorit 3 Nasional dalam Kompetisi Ilmiah PTKIN 2025

 


UIN Siber Cirebon – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) dalam ajang Kompetisi Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2025. Dalam cabang lomba Mini Hackathon “Tech for Ummah”, tim Bioinformatic Area UIN SSC berhasil meraih Predikat Favorit 3 Nasional melalui inovasi “Kalkulator BMI dengan Fitur Rekomendasi Makanan dan Olahraga untuk Meningkatkan Kesadaran Status Gizi Siswa Madrasah”.

Kompetisi ini berlangsung secara daring melalui Zoom, dengan tahap penyisihan pada 16–21 Juli 2025 dan babak final pada 22 Juli 2025 pukul 09.00–12.00 WIB. Lomba Mini Hackathon menantang mahasiswa untuk merancang aplikasi atau situs web inovatif sebagai solusi praktis terhadap permasalahan umat, dengan tema besar “Tech for Ummah”.

Inovasi Unggulan: Solusi Digital untuk Gizi dan Kesehatan Islami

Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diketuai Lokajaya (Jurusan Tadris Biologi) bersama anggota Muh. Arya Pangestu (Jurusan Informatika) merancang aplikasi kalkulator BMI yang dilengkapi fitur rekomendasi makanan halal dan olahraga sesuai nilai-nilai Islam. Aplikasi ini mengedepankan personalisasi berdasarkan hasil BMI, usia, jenis kelamin, serta mempertimbangkan budaya lokal dan ketersediaan bahan makanan setempat.

Keunggulan aplikasi ini antara lain:

✅ Sistem rekomendasi Islami – Hanya menyarankan makanan halalan thayyiban dan menekankan prinsip kesehatan Islami.

✅ Fitur offline – Data dapat diakses tanpa koneksi internet, mendukung kemandirian siswa madrasah.

✅ Integrasi edukasi spiritual – Mengingatkan doa sebelum/sesudah makan dan menjaga amanah tubuh sebagai ibadah.

“Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesadaran gizi siswa madrasah, sekaligus mendukung pola hidup sehat sesuai syariat,” ujar Lokajaya, Ketua Tim.

Dampak Nyata untuk Generasi Madrasah

Inovasi ini dinilai strategis dalam menjawab tantangan gizi dan obesitas di kalangan pelajar, dengan potensi menjadi media pendamping guru dan orang tua. Aplikasi ini juga dapat diterapkan di madrasah lain sebagai model edukasi gizi Islami berbasis teknologi.

Ketua Panitia Kompetisi Ilmiah PTKIN/S 2025, Dr. Ir. Ledis Heru Saryono Putro, M.Si., mengapresiasi seluruh peserta:

“Semoga semangat ilmiah ini terus tumbuh, menginspirasi langkah nyata dalam mewujudkan peradaban Islam yang unggul dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tim UIN SSC juga mengucapkan terima kasih atas bimbingan dosen pembimbing: Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dan Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd.

Dengan capaian ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan inovasi digital dan nilai-nilai keislaman untuk solusi yang bermanfaat luas bagi masyarakat. (din)

Delegasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Presenter Terbaik di ICEMT 2025 Jepang

UIN Siber Cirebon (Osaka, Jepang) – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Tiga dosen UIN SSC berhasil mengukir prestasi internasional dengan meraih penghargaan Best Oral Presenter dalam ajang bergengsi The 9th International Conference on Education and Multimedia Technology (ICEMT 2025) yang digelar di Osaka, Jepang, pada 29 Juli–1 Agustus 2025.

ICEMT 2025: Ajang Bergengsi Dunia Pendidikan dan Teknologi

ICEMT 2025 mengusung tema “Innovative Technologies in Education: Redefining the Learning Experience”. Konferensi internasional bergengsi ini menghadirkan delegasi dari lebih dari 40 negara, di antaranya: Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Australia, Prancis, Belanda, Rusia, Jerman, Malaysia, India, Arab Saudi, hingga Afrika Selatan. Dari kawasan Asia Tenggara, Indonesia tampil percaya diri melalui karya inovatif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, bersanding dengan perguruan tinggi kelas dunia.

Ketiga dosen tersebut adalah:

✅ Dr. Tamsik Udin, M.Pd. (Prodi PGMI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan)

✅ Nur Atikoh, M.Pd. (Prodi PGMI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan)

✅ Ana Humardhiana, M.Hum. (Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam).

Mereka mempresentasikan riset berjudul “Nusantara Folklore Reimagined: AR as a Tool for Bilingual Communication Development in Generation Alpha”, yang merupakan bagian dari proyek riset Mora the Airfund.

Teknologi AR untuk Pelestarian Budaya Nusantara

Penelitian ini mengangkat inovasi pembelajaran bilingual berbasis cerita rakyat Nusantara dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR). Pendekatan ini mendapat apresiasi tinggi karena mampu menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern untuk menjawab tantangan pendidikan generasi Alpha.

“Kami bangga dapat menghadirkan kekayaan budaya Nusantara melalui teknologi modern dalam forum internasional ini. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal mampu bersaing di level global,” ujar Dr. Tamsik Udin, ketua delegasi.

Konferensi ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide terbaru tentang integrasi teknologi dalam dunia pendidikan. Pada hari pertama, sesi keynote speech menampilkan profesor ternama dari Amerika, China, Jepang, Taiwan, dan Filipina yang membahas inovasi multimedia dalam pembelajaran.

Membuka Peluang Kerja Sama Global

Keberhasilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum internasional ini tidak hanya mengharumkan nama kampus, tetapi juga membuka peluang kerjasama riset dan pengembangan teknologi pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi dunia.

Prestasi ini sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menjadi pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi digital yang berdaya saing global. 

Partisipasi aktif dosen dalam ajang internasional seperti ICEMT 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus melahirkan karya inovatif yang berdampak global. (din)

FGD Peningkatan Tata Kelola PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo & Cirebon: Sinergi Menuju Daya Saing Global

SARANGAN - Dalam rangka memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sejumlah pimpinan dan pengelola PTKIN dari wilayah Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon berkumpul dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sinergi dan Kolaborasi PTKIN Se-Jawa Tengah, Ponorogo dan Cirebon untuk Meningkatkan Daya Saing Global".

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Sarangan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan ide, gagasan, serta praktik terbaik dalam tata kelola kelembagaan, manajemen akademik, layanan mahasiswa, hingga penguatan sistem digitalisasi dan inovasi pendidikan.

Pranata Muda Humas UIN Siber Cirebon, H.M.Arifin, M.PdI dalam keterangannya menjelaskan, FGD ini menjadi momentum penting untuk mempererat jejaring kelembagaan antarpihak, dengan semangat kolaborasi yang berlandaskan prinsip FASYA SEHATI (Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive).

"Tantangan global menuntut PTKIN untuk bertransformasi, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, serta integritas layanan publik. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Era sekarang adalah era kolaborasi. Dengan sinergi yang kuat, PTKIN dari berbagai daerah bisa membangun daya saing yang kokoh di tingkat nasional maupun global," ujarnya.

Dijelaskan, peserta FGD terdiri dari para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, dan jajaran strategis lainnya. Mereka terlibat aktif dalam berbagai sesi diskusi tematik yang membahas isu-isu strategis, seperti transformasi digital, akreditasi internasional, penguatan moderasi beragama, hingga reformasi birokrasi.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi bersama sebagai langkah konkret tindak lanjut untuk penguatan tata kelola di masing-masing PTKIN. (Nur)



"Tempat Belajar Rasa Rumah" : PKBM Selapandan Oase Pendidikan yang Nyaman dan Unggul

 

CIREBON, FC – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Selapandan terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan alternatif yang unggul dan representatif bagi warga masyarakat, terutama mereka yang putus sekolah, pindahan, maupun siswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur Paket A, B, dan C.

Dengan fasilitas belajar yang memadai dan lingkungan yang nyaman, PKBM Selapandan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. 

Tak heran jika setiap tahun, PKBM ini menjadi salah satu sekolah rujukan di wilayahnya, bahkan kerap kali menjadi rebutan bagi calon siswa yang ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan penuh kehangatan.

Ajeng Sokawati dan Agus Selamet, mewakili jajaran pengelola dan tenaga pendidik di PKBM Selapandan, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menyempurnakan sarana dan prasarana belajar agar para siswa semakin betah dan nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran.

“Kami ingin siswa merasa bahwa mereka berada di rumah kedua. Nyaman, hangat, dan penuh kasih,” ujar Ajeng.

Tak hanya dari sisi fasilitas, kekompakan para guru atau tutor di PKBM Selapandan juga menjadi kekuatan utama. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, membimbing, dan membangun kedekatan emosional dengan siswa, sehingga tercipta hubungan yang erat dan saling menghargai.

“Seluruh komponen pendidikan di PKBM Selapandan menjunjung tinggi prinsip rukun, guyub, seduluran. Kami semua di sini adalah saudara, saling mengasihi dan bekerja sama demi pendidikan yang lebih baik,” tambah Agus Selamet.

Keharmonisan inilah yang menjadikan PKBM Selapandan sebagai sekolah alternatif yang tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter, membangun kedisiplinan, dan menanamkan nilai-nilai kebersamaan.

Dengan semangat tersebut, PKBM Selapandan siap terus maju dan berkembang menjadi tempat belajar yang inklusif, ramah, dan bermartabat bagi semua kalangan masyarakat. (Nur)

Kamis, 31 Juli 2025

Pemkab Cirebon Gandeng Kejari Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Desa

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan desa.

Untuk ketiga kalinya, Pemkab Cirebon menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengawal penggunaan dana desa agar sesuai aturan ini dilaksanakan di Kecamatan Palimanan, Rabu (30/7/2025).

MoU ini bukanlah yang pertama. Dua gelombang sebelumnya sudah dilakukan di beberapa kecamatan lain. Namun, kali ini Pemkab Cirebon meluaskan jangkauan pendampingan hukum tersebut ke lima kecamatan sekaligus, yakni Palimanan, Plumbon, Jamblang, Depok, dan Dukupuntang.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Kejari atas komitmen mereka dalam membina pemerintahan desa.

“Hari ini kami dari Pemkab Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, melaksanakan MoU yang ketiga kalinya, yaitu dilaksanakan di lima kecamatan, Kecamatan Palimanan, Kecamatan Klangenan, Kecamatan Jamblang, Kecamatan Gempol, dan Kecamatan Dukupuntang,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus itu.

“Pemerintah daerah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Negeri yang sudah bersinergi dengan kami dan pemerintahan desa,” ucapnya menambahkan.

Ia menekankan, sinergi dengan Kejaksaan menjadi salah satu cara untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai dengan regulasi yang ada.

Tak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga di pemerintahan desa yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Yudhi Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan MoU ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari strategi jangka panjang untuk membenahi pengelolaan anggaran desa agar lebih transparan dan akuntabel.

“Kita melaksanakan terus kegiatan MoU ini yang Insya Allah setiap minggu kita akan laksanakan di lima kecamatan, dan di akhirnya kita bisa menyelesaikan seluruh kegiatan ini di 40 kecamatan se-Kabupaten Cirebon,” ungkap Yudhi.

Ia berharap agar seluruh perangkat desa mampu menjalankan tugas pengelolaan dana desa dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Harapan dan tujuan yang sama bahwa seluruh penggunaan kegiatan anggaran di desa dapat dilaksanakan dengan transparan, akuntabel dan juga memberikan kebaikan dan manfaat buat seluruh masyarakat di Kabupaten Cirebon,” tuturnya. (din)

Bupati Imron Minta Para Camat Tingkatkan Pelayanan dan Komunikasi Publik

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, meminta para camat di wilayahnya untuk memperkuat pelayanan publik dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, pemahaman teknologi, serta peran pembinaan terhadap pemerintahan desa.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Camat se-Kabupaten Cirebon di ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (30/7/2025).

Menurut Imron, camat memiliki peran strategis, karena menjadi garda terdepan dalam menjembatani kebijakan pemerintah daerah kepada masyarakat.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur kecamatan, khususnya dalam hal administrasi, teknologi, dan komunikasi publik.

“Camat harus dibekali ilmu, teknologi, dan cara berkomunikasi yang baik agar mampu membimbing pemerintahan desa dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Imron mengusulkan agar beberapa bentuk pelayanan dan perizinan sederhana bisa dilimpahkan ke tingkat kecamatan.

Ia mencontohkan perizinan usaha kecil seperti salon atau apotek, yang menurutnya selama ini masih terlalu rumit karena harus melalui dinas teknis di kabupaten.

“Kalau bisa, izin usaha kecil cukup di kecamatan saja, tapi retribusinya tetap masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi pelayanan mudah, PAD tetap jalan,” kata dia.

Ia juga menyinggung soal kualitas sumber daya manusia di tingkat desa yang beragam dan belum semuanya memiliki kemampuan administratif memadai.

Oleh sebab itu, peran camat sebagai pembina desa menjadi sangat penting, termasuk dalam mendampingi perangkat desa dalam mengelola dana dan program-program pembangunan.

Imron juga menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon untuk memperkuat pengawasan tata kelola keuangan desa, sehingga pengelolaan anggaran desa bisa lebih akuntabel dan tepat sasaran.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau akrab disapa Jigus menambahkan, pembinaan terhadap desa harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling kompleks.

“Pemerintahan desa itu paling bawah, paling kompleks. Maka perlu sinergi antara bupati, camat, dan perangkat desa,” kata Jigus.

Ia mengungkapkan, bahwa saat ini terdapat sekitar 60 desa di Kabupaten Cirebon yang telah berstatus sebagai desa wisata.

Namun di lapangan, menurutnya, belum ada satu pun yang mampu menjalankan program tersebut secara optimal.

“Desa wisata ini banyak yang hanya status. Ke depan perlu ada pendampingan, agar desa bisa menjalankan perannya sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Jigus juga menyinggung pentingnya koordinasi berkala antarcamat dan perangkat kecamatan lainnya, mengingat beragamnya karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat di tiap wilayah.

“Camat harus mengenal karakter wilayah dan warganya. Ada yang petani, buruh, nelayan, dan lainnya. Maka pendekatan dan pembinaan pun harus menyesuaikan,” tambahnya.

“Kami sebagai pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan bahwa setiap kebijakan bisa diterima dan dijalankan dengan baik,” tegasnya. (din)

Wakil Wali Kota Cirebon Tegaskan Komitmen Kolektif Tekan Stunting Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas

 

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menanggulangi permasalahan stunting secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Cirebon Tahun 2025 di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon , Kamis (31/7/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menjadikan rapat ini sebagai momentum strategis, bukan sekadar forum administratif. 

“Saya berharap forum ini bukan sekadar pertemuan administratif, tetapi merupakan momentum penting untuk memperkuat langkah dan sinergi dalam mewujudkan masa depan generasi Kota Cirebon yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas,” tuturnya.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat bahwa prevalensi stunting di Kota Cirebon  17% pada 2022 menjadi 19,9% pada tahun 2023. Kemudian di tahun 2024, turun menjadi 14,9%. Wakil Wali Kota menyebut capaian ini sebagai hasil dari kerja keras berbagai pihak. “Penurunannya cukup signifikan. Ini adalah buah dari ikhtiar luar biasa dari semua pihak,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan masih panjang. Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan ancaman terhadap kualitas generasi bangsa. Anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan kognitif, produktivitas rendah, hingga penyakit kronis di masa dewasa. Oleh karenanya, isu ini harus ditangani secara holistik dan multisektoral. 

“Ini bukan hanya persoalan gizi, melainkan juga menyangkut ketahanan keluarga, pola pengasuhan, sanitasi, pelayanan dasar, dan tentu saja keberpihakan kebijakan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya pendekatan pentahelix, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Ia percaya bahwa solusi untuk stunting hanya dapat dicapai bila semua elemen masyarakat saling bahu-membahu. 

“Di era sekarang, tidak ada satu lembaga pun yang mampu bekerja sendirian menghadapi kompleksitas persoalan sosial,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen daerah, TPPS Kota Cirebon diminta untuk tidak hanya merancang program, tetapi juga memastikan implementasi yang menyentuh masyarakat secara nyata. 

Program seperti edukasi pranikah, penyuluhan gizi untuk ibu hamil, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting, serta penguatan peran Posyandu, menjadi garda depan dalam menanggulangi stunting.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mendorong agar hasil rapat ini benar-benar terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran perangkat daerah. Evaluasi atas intervensi tahun 2024 menjadi dasar penting dalam merancang strategi 2025 dan menyiapkan perencanaan 2026 secara lebih tajam. 

“Kita semua harus benar-benar memperkuat komitmen; komitmen yang tampak dalam kebijakan, dalam alokasi anggaran, dalam pengawasan, dan dalam kemampuan kita hadir langsung di tengah masyarakat yang rentan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa upaya penurunan stunting adalah bagian tak terpisahkan dari visi Kota Cirebon yang  Setara dan Berkelanjutan. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong isu ini menjadi arus utama dalam pembangunan daerah. 

“Tidak bosan saya terus sampaikan bahwa visi  Setara Berkelanjutan hanya akan bermakna apabila anak-anak yang lahir dan tumbuh di Kota Cirebon benar-benar merasakan keberpihakan dan kehadiran pemerintah,” harapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, Pemerintah Kota Cirebon optimis bahwa cita-cita menciptakan generasi emas yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan kuat secara emosional bukan sekadar impian, melainkan sebuah tujuan yang akan terwujud dengan langkah-langkah kolektif yang berkesinambungan. (din)