Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 02 Oktober 2020

Pertemuan Direktur PD-Pontren Dengan Rektor IAIN Cirebon Bahas Penguatan Ma'had


FOKUS CIREBON, FC - Jajaran Pimpinan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at,(02/0/2020) menerima kunjungan kerja (Kunker) Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI, Dr H Waryono MAg.


Kunjungan kerja ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dalam rangka sharring program yang bisa disinergikan dengan PTKIN.


Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, banyak hal yang dibicarakan termasuk kerjasama produktif bagi PTKIN, karena di pesantren juga mengurusi santri berprestasi (Ma'had Aly) dan juga santri berprestasi yang ditempatkan di beberapa PTKIN.

Wahono mengaku, arah kerjasama beasiswa santri ini sedang dilakukan pembahasan dan penggodogan. Kemungkinan besar akan dibuat kembali programnya.

"Yang pasti, program bea siswa bagi santri itu saat ini sedang dilakukan pemetaan. Jadi prinsipnya, dari kami itu kira-kira PTKIN punya keunggulan apa yang bisa ditawarkan, itu yang kami pilih, sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg kepada Fokus Cirebon menyatakan, bahwa pertemuan ini adalah silaturrahmi untuk sharring program. 

Sumanta menjelaskan, ada beberapa poin dari hasil pertemuan tersebut, pertama IAIN Syekh Nurjati Cirebon  mendapatkan jatah beasiswa santri tersebut.

Kemudian yang kedua adalah penguatan Ma'had, karena kita ketahui Ma'had ini bagian yang tidak terpisahkan dari akademik kampus. 

"Jadi nanti kita akan mencoba membuat hubungan atau kerjasama yang sinergis antara IAIN Cirebon dengan PD Pontren untuk bisa menguatkan fungsi Ma'had," paparnya.

Dijelaskan, Ma'had nanti sebagai keunggulan kampus, sehingga perlu dikuatkan dari sisi akademis. Seperti Ma'had punya program bahasa, kemudian Ma'had punya program standarisasi Alquran dan sebagainya.

"Terkait dengan soal teknisnya kami sudah mendelegasikan langsung kepada Warek III, Dr H Ilman Nafia MAg dan Wadek III, Dr H Anwar Sanusi MAg yang menjadi leading sektornya," kata Sumanta. (din)


ASN dan Pegawai BUMD Yang WFH Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan

CIREBON, FC - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon yang tidak melaksanakan tugas atau tengah Work From Home (WFH) diwajibkan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Aturan tersebut tertuang dalam petunjuk pelaksanaan surat Wali Kota Cirebon Nomor 443/1438-Adm. PemUm tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan oleh ASN dan pegawai BUMD di Kota Cirebon.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., tersebut meminta kepada pimpinan perangkat daerah dan pimpinan BUMD untuk mengatur, menugaskan dan mengendalikan ASN dan pegawai BUMD yang tidak sedang melaksanakan tugas atau bekerja di kantor (work from office) untuk ikut serta melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dan pusat keramaian.

“Banyak yang WFH ini dianggapnya libur. Malah keluar kota terus ketularan, balik ke Cirebon,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai memberikan arahan kepada ASN di ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Kamis, 1 Oktober 2020.

Untuk itu, Azis meminta kepada semua ASN di Kota Cirebon untuk bersama-swab untuk membantu pencegahan penyebaran covid-19. Yaitu dengan menjadi agen dan motivator untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Kota Cirebon. “Karena kita ini orang yang ditugasi untuk mengurus masyarakat Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Nantinya, ASN dan pegawai BUMD yang tengah WFH dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dan akan bertugas berkeliling kota. Mulai dari ruas jalan hingga sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon. “Tapi saya minta ASN yang ditugasi memberikan sosialisasi juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan,” ungkap Azis. Seperti disediakan masker dan face shield serta diminta untuk menggunakan lengan panjang.

Pada kesempatan itu Azis meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pengembangan Pelatihan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Drs. Anwar Sanusi, M.Si., untuk menjadi koordinator dan memonitor ASN mana saja yang tidak menjalankan tugas mereka.

“ASN yang sedang WFH dan tidak menjalankan tugas dengan baik, apalagi hare-hare tolong dicatat,” ungkap Azis. Jika tetap tidak menunjukkan kepedulian, bisa diberikan sanksi administrasi. Bila perlu, penundaan kenaikan pangkat. “Ini penting agar ASN kita memiliki kepedulian,” ungkap Azis.

Dengan ASN yang turun langsung mengedukasi masyarakat secara terus menerus setiap hari, Azis berharap tingkat kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan di Kota Cirebon semakin meningkat.

“Semoga dengan ini masyarakat bisa sadar dan peduli bahwa ia bisa tertular dan menularkan covid-19 sehingga akan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Azis.

Bantu Pemerintah, Hotel Langensari Digunakan Untuk Isolasi Pasien Terpapar Covid 19

CIREBON, FC -Hotel Langensari sudah mulai digunakan untuk isolasi pasien yang terpapar Covid-19. Pasien yang rata-rata Orang Tanpa Gejala (OTG) juga tidak diperbolehkan untuk keluar dari area hotel.


“Hari ini pasien yang menjalani isolasi sudah 11 orang,” ungkap dr. Farah Fadilah, dokter yang tengah menjalankan piket di tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19 di hotel Langensari, Kota Cirebon, Jumat, 2 Oktober 2020.

Rencananya hari ini akan ada 3 lagi pasien yang akan masuk ke tempat isolasi tersebut.

Dijelaskan Farah, hotel tersebut sudah mulai digunakan untuk tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19 sejak kemarin, Kamis, 1 Oktober 2020. Bahkan pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di diklat BKKBN juga dipindahkan ke hotel tersebut. 

“Rata-rata pasien merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG),” ungkap Farah. Namun tempat tinggal mereka tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Dijelaskan Farah karena tidak memiliki gejala, pasien yang melakukan isolasi mandiri di hotel tersebut lebih tenang. 

“Namun sebelum masuk kita tetap melakukan pemeriksaan, dan setiap hari kondisi mereka juga dicek oleh tim yang bertugas," terangnya.

“Satu tim terdiri dari satu dokter, dua perawat dan satu administrasi yang mengurusi urusan logistik,” ungkap Farah lagi.

Tidak hanya itu, pasien dengan status OTG juga disubsidi dengan multivitamin, antibiotik, anti virus dan obat lainnya jika mereka memiliki gejala seperti pusing dan mual.

Masing-masing pasien menempati satu kamar. Namun menurut Farah ada juga pasangan suami istri yang menempati satu kamar. “Tapi sekalipun satu keluarga tidak semua bisa satu kamar,” jelasnya. 

Karena mereka yang duluan melakukan isolasi tidak mungkin disatukan dengan yang baru akan menjalani isolasi sekalipun masih memiliki hubungan keluarga.

Sekalipun menjalani isolasi di hotel, protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. 

Pasien juga tidak boleh keluar dari lingkungan isolasi dan mendapatkan pantauan ketat dari tim kesehatan Dinkes Kota Cirebon yang bekerja 3 shift, pagi, siang dan malam. 


Gerbang masuk ke lingkungan hotel juga ditutup, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat termasuk warga sekitar. ((Nur)

Kamis, 01 Oktober 2020

Wakil Walikota Cirebon Turut Berduka Atas Wafatnya Jurnalis Senior dan Pemerhati Budaya Cirebon Nurdin M.Noer

Caption : Foto kenangan Wakil Walikota Cirebon bersama almarhum semasa masih hidup.

FOKUS CIREBON, FC - Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon turut berduka atas wafatnya Jurnalis Senior dan Pemerhati Budaya Cirebon, Nurdin M Noer, Kamis, (01/10/2020) karena sakit.

"Tentu saya merasa sangat kehilangan. Beliau adalah salah satu tokoh pengembangan budaya di Kota Cirebon. Terakhir, saya bertemu beliau dalam Forum Diskusi Komunitas Kopi Pahit. Semangatnya untuk melestarikan budaya tak pernah meredup hingga di usia senja," tutur Eti Herawati. 

Wakil Walikota Cirebon ini, mengapresiasi setinggi-tingginya untuk beliau. 

"Selamat jalan, sang budayawan. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ucapnya. (Nur)


Panglima Laskar Agung Macam Ali, Dukung Penuh Transformasi IAIN Menjadi UIN Cirebon



FOKUS CIREBON , FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Kasubag Humas IAIN, H Muhamad Arifin MAg melakukan kunjungan balik setelah sebelumnya Panglima Laskar Agung Macan Ali Prabu Diaz melakukan kunjunga ke IAIN Cirebon.

Dalam kunjungan balik tersebut, dihadapan sejumlah media cetak dan online, Prabu Diaz, Panglima Laskar Agung Macan Ali, dan juga Presiden LIRA mendukung penuh transformasi IAIN menjadi UIN Cirebon, Kamis (01/10/2020) di Sekretariat Laskar Agung Macan Ali di bilangan Jalan Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Selain memberikan dukungan, Prabu Diaz juga minta pihak pemerintah daerah ikut mendukung bersama dari transformasi lembaga ini, termasuk pemerintah pusat RI di Jakarta.

Prabu Diaz juga memandang sangat tepat kampus UIN berada di Jalan Perjuangan Cirebon, karena bisa menjadi kebanggaan daerah memiliki satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri dan Cirebon bisa menjadi daerah pendidikan.

"Setelah menjadi UIN Cirebon, akan banyak yang bisa dikerjasamakan," ucap Panglima Laskar Agung Macan Ali.

Prabu Diaz menyampaikan, sebagai masyarakat Cirebon dukungan ini diberikan secera penuh dan pihaknya akan mengajak institusi lain untuk ikut mendukung transformasi ini.

"Selain itu, kami juga akan membuat surat secapatnya kepada Presiden RI, juga instansi pemerintah daerah berkaitan dengan percepatan transformasi lembaga ini," katanya.

Panglima Prabu Diaz juga siap memfasilitasi jika ada kendala-kendala teknis dalam pengurusan, tapi tentunya dengan cara-cara legal dan bermartabat.

"Kami meminta dukungan pemerintah daerah agar segera membantu apakah dalam bentuk rekomendasi maupun bentuk-bentuk lainnya," kata Prabu Diaz.

"Malu lah kalau sampai Pemkot tidak memberikan bantuan apapun, karena posisi UIN ada di Kota Cirebon," katanya lagi.

Selain dukungan, Panglima Laskar Agung Macan Ali juga mengingatkan bahwa peguruan tinggi terbesar di Indonesia adalah IAIN, apalagi perguruan tinggi ini di antaranya memakai nama Sunan Gunungjati.

Namun sayang, nama itu sudah keburu diambil daerah lain, padahal seharusnya Pemerintah daerah sejak dulu bisa lebih cepat merespon. Namun pada kenyataannya justru nama itu dipakai daerah lain.

"Sebagai masyarakat Cirebon, apalagi Cirebon sebagai pusatnya bumi dan tempatnya para wali, maka saya sangat mensuport transformasi IAIN ke UIN," tandasnya.

Di akhir unjungan tersebut, Diaz juga menyampaikan bahwa saat ini keanggotan Laskar Agung Macan Ali di Indonesia dan di Asia seluruhnya ada 980 ribuan. (din) 

Wakil Walikota Cirebon Menerima Kunjungan Staf Ahli Kemenko Pulhukam


FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Daerah melalui Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati menerima kunjungan kerja rombongan Staf Ahli Kementerian Koordinator Politik, Hukum, Keamanan Republik Indonesia di Ruang Adipura, Balaikota. 


Kunjungan dilakukan untuk penguatan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber kekayaan alam dan SDM lokal guna menjaga stabilitas politik, hukum dan keamanan.

Sejatinya, Kota Cirebon tidak memiliki sumber daya alam dan sumber energi yang diandalkan. Namun, Kota Cirebon mempunyai wilayah yang strategis bagi perkembangan pembangunan sumber energi. 

Untuk itu, perlu mensinergikan semua potensi yang ada, sehingga roda perekonomian bisa terus menggeliat bahkan semakin maju.


"Mudah-mudahan masukan dari kami Pemda Kota Cirebon dapat disampaikan dan selanjutnya didorong oleh pemerintah pusat
dalam pelaksanaannya," terangnya. (Nur)




Innalillahi Wainnailahi Rojiun, Hari Ini Pakar Budaya Cirebon Nurdin M.Noor Tutup Usia




FOKUS CIREBON, FC - Lagi, Cirebon berduka dengan wafatnya budayaan Cirebon, Nurdin M.Noor tutup usia, Kamis (01/10/2020), karena sakit.

Sosok pakar budaya ini, banyak meninggalkan kenangan manis dengan masyarakat Cirebon dan sekitarnya. 

Terlebih soal-soal kajian budaya dan bahasa Cirebon, sangat memberikan arti bagi masyarakat dan para generasi muda untuk mengetahui dan lebih mengenal sejarah Cirebon.

Beliau juga adalah sosok senior di jurnalis, yang karya-karya nya sangat monumental dan penuh kajin, intelektual dan akademisi.

Selamat jalan Nurdin M.Noor, nama dan kiprahmu untuk daerah, akan selalu dikenang oleh seluruh masyarakat Cirebon dan sekitarnya. (Nur)


DEMA-SEMA FUAD IAIN SNJ Cirebon Dorong Mahasiawa Aktif Berorganisasi

FOKUS CIREBON, FC - Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon dan Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Online Jilid II. Kamis, (01/10/2020).

Kegiatan ini diisi oleh SEMA, DEMA Institut, SEMA, DEMA Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang ada di FUAD.

Ketua Umum SEMA Institut, Rohmawan menjelaskan SEMA itu organisasi kemahasiswaan yang tataran nya tertinggi di kampus.

"Sema itu lembaga normatif atau legislatif, senat sendiri memiliki fungsi legislasi, seperti yang kita pahami bersama, senat adalah tugasnya membuat aturan, aturan organisasi kemahasiswaan, AD/ART, rapat-rapat kebutuhan Organisasi Mahasiswa di tingkat isntitut," paparnya.

Rohmawan mengatakan, SEMA Institut berfungsi sebagai pengawas yang membawahi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK).

"UKM dan UKK itu adanya di ormawa tingkat institut, kita membawahi sekaligus mengawasi. Jadi, untuk garis kordinasi dan instruksi kita ada pada UKM, UKK dan DEMA,"jelasnya.

Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari mengatakan bahwa sebenarnya yang membedakan SEMA, DEMA Institut dan SEMA, DEMA Fakultas itu hanya ruang lingkup nya saja.

"SEMA, DEMA Institut itu jalur kordinasi nya ke UKM, UKK dan Fakultas. Kalau di Fakultas sendiri jalur kordinasi nya ya ke ormawa yang ruang lingkupnya di FUAD, seperti HMJ-HMJ yang ada di FUAD. Mungkin perbedaan nya ya ruang lingkup atau jalur kordinasi," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini DEMA FUAD akan menyelenggarakan seminar beasiswa.

"Di akhir bulan ini, kita akan menyelenggarakan seminar beasiswa yang insyaAllah kita akan mendatangkan pemateri dari Staf Khusus ke-Presidenan, tapi seminar ini ruang lingkupnya hanya untuk mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah saja," jelasnya. (Cholis)





Menteri Agama RI, Sambut Baik PBAK Wabinar Gelombang II 2020 Fakultas UAD IAIN Cirebon Dalam Wujudkan Generasi Unggul

FOKUS CIREBON, FC - Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Gelombang II, Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah IAIN SNJ Cirebon mengusung tema "Mewujudkan Generasi Unggul" disambut baik oleh Menteri Agama Republik Indonesia bersama jajaranya, Kamis, (01/10/2020), di ruang Auditorium FUAD, lantai 4, kampus setempat.

Kegiatan tingkat fakultas ini diikuti sebanyak 169 mahasiswa baru dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafia, MAg mewakili Rektor IAIN SNJ Cirebon yang berhalangan hadir.

Warek III dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di kampus IAIN Cirebon dan mengikuti kegiatan PBAK Gelombang II 2020, FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Warek III juga menyampaikan kepada seluruh mahasiswa baru bahwa sangat tepat memilih IAIN Cirebon sebagai tempat belajar, karena memang kampus ini bertujuan ingin mewujudkan generasi unggul. 

Hal ini sesuai dengan dua kata kunci yang juga dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, tentang mewujudkan generasi unggul.

"Seluruh pimpinan sudah mempersiapkan FUAD menjadi file project, di mana beberapa kelas yang ada bertingkat internasional,," kata Ilman. 

Warek III juga memuji tim kreaor, tutor dan fasilitator termasuk tim IT (Humas IAIN Cirebon) yang sudah bekerja baik hingga sejumlah kegiatan virtual berjalan sukses dan baik. 

Ketua Umum Dema Fakultas Ushuludin IAIN SNJ Cirebon, Anton Ahyari, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan PBAK yang kedua Fakultas Ushuludin.

"Pada kegiatan ini ada 169 mahasiswa yang diterima SPMB gelombang dua dari 7 jurusan yang ada di fakultas FUAD. Yakni ilmu Hadist, BKI, Tafsir Quran, KPI, PMI, Filsafat Islam, Sastra Arab," paparnya.

Tema mewujudkan generasi unggul, kata Anton, menjadi judul untuk mengembangkan ke mahasiswa baru di pandemi Covid 19, yang dikembangkan dalam hal pendidikan, bukan berarti mahasiswa luntur karena pandemi, justru adanya ini bisa membawa gairah untuk tetap semangat belajar walau sistem daring.

"Harapan yang diinginkan adalah semoga dengan adanya PBAK ini tidak mengurangi obsesi belajar dalam situasi apapun, akan tetapi adanya pandemi ini bisa membawa keberkahan untuk kita semua untuk menjalankan berbagai aktivitas," ujarnya.

Sedangkan Ketua Dema Institut, Jajang Hermawan, dalam sambutannya juga mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru dalam PBAK 2020 di Fakultas UAD IAIN Cirebon. 

Jajang menjelaskan, 169 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PBAK gelombang II ini, bertujuan untuk mencetak mahasiswa unggul, pemuda unggul dan bisa menjadi jembatan bagi masa depan mendatang. 

Imam Bashori MAg, Kasubit Kementerian Agama RI, mengungkapkan pilihan menjadi mahasiwa FUAD adalah sangat tepat karena PTKI itu wajah Indonesia. 

"Menjadi mahasiswa berati menjadi kaum intelektual, baik itu cara mengkritisinya maupun cara berpikirnya. Maka orang yang memiliki drajat yang baik adalah mereka yang memiliki empati dan ahlakul yang baik," ucapnya.

Menurutnya IAIN ingin menghantarkan mahasiswa menjadi orang yang berkarakter dan memiliki kecerdasan dan intelktual yang baik. Termasuk kecerdasan spiritual yang tinggi.

"Jadilah mahasiawa yang cerdas emosional, cerdas intelektual dan cerdas spiritual. Ini yang akan melahirkan karakter yang berakhlakul karimah, karena mampu bekerjasama dengan orang lain dan selalu memiliki rasa empati yang tinggi," katanya.

Sementara itu, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, menyatakan pihaknya mengaku jika kegiatan ini menjadi sebuah kebanggan karena pihaknya bisa bersilaturrahmi dengan seluruh mahasiawa baru IAIN Cirebon.

"Harapan PTKI adalah menjadi mahasiswa berkarakter akhlakul karimah, dan kita harus siap menghadapai Indonesia emas dan revolusi industri 4.0. Kemudian orang terpelajar adalah pemilik masa lalu dan orang yang mau terus belajar adalah orang yang akan memiliki masa depan," ujarnya.

Ingat untuk menjadi intelektual kata Dirjen Pendis, tidak menjadi menara gading tetapi mampu menerangi dan menjadi cahaya bagi kegelalapan.

Hal yang sama dinyatakan oleh Menteri Agama RI, Fakhru Rozi, bahwa menjadi mahasiwa adalah suatu kebanggaan, bukan saja karena dekat dengan keserjanaan ataupun status sosial. 

Selain itu, lanjut Menteri Agama, mahasiswa harus peka munculnya transnasional dan ancaman bagi NKRI, akibat pemahaman keagamaan yang kurang moderat dan cenderung anarkis.

"Misi kebangsaan dan keagamaan ini penting dan siapapun yang akan menggangu keberlangsungan NKRI maka mahasiawa PTKI harus siap menjadi garda terdepan, dan profil lulusan PTKI adalah yang mereka yang mencintai agama dan negara Indonesia dalam satu tarikan nafas," jelasnya.  


Kegiatan PBAK ini diikuti oleh Dekan Fakuktas FUAD, Dr Hajam MAg, Wadek III bidang kemahasiswaan FUAD, Dr Anwar Sanusi MAg, Warek III, Dr H Ilman Nafia MAg, serta jajaran pimpinan FUAD IAIN SNJ lainnya, juga Menteri Agama RI dan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama RI. (din)






Selamat Jalan Abah Nurdin M. Noor Sang Inspirator

FOKUS CIREBON, FC - Innalilahi wa Inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Rabu 30 September 2020 Tokoh Cirebon, Budayawan, Sastrawan, Wartawan Senior dan guru kami Abah Nurdin M. Noor. 

Semoga Husnul Khatimah, diterima seluruh amaliah beliau, diampuni segala dosanya serta kepada keluarga diberikan kes abaran dan ketabahan. 

Pengabdian dan karya-karya beliau di bidang sastra Cirebon, jurnalisme dan kebudayaan, semoga menjadi amal jariyah beliau. 

"Sosok yang tak tergantikan, semoga kita semua diberi kekuatan untuk dapat memanjangkan amal jariyah dan perjuangan beliau. Aamiin ya robbal aalamiin," ucap M.Joharudin, akademisi dan juga Ketua Bawaslu Kota Cirebon.



Rabu, 30 September 2020

Kota Cirebon Kembali Mendapat Penghargaan Swasti Saba Wistara

 

FOKUS CIREBON, FC - Prestasi  kembali ditorehkan Kota Cirebon. Rasa bangga mendapatkan Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadi senyuman manis Pemerintah daerah yang dipersembahkan untuk masyarakat.

Penghargaan itu sendiri diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Bapak Uu Ruzhanul Ulum. 

"Ada 17 Daerah di Jabar yang menerima penghargaan ini, termasuk Kota Cirebon", kata Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati.

Eti juga menjelaskan, bahwa  Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang telah menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian. 

Tujuh penilaian tersebut diantaranya tatanan permukiman, sarana dan prasarana umum, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri serta sosial yang sehat.

"Kota Cirebon sudah mendapatkan predikat kota sehat sebanyak 6 kali. Diantaranya, Swasti Saba Padapa sebanyak 3 kali, Swasti Saba Wiwerda 1 kali dan Swasti Saba Wistara 2 kali", kata Eti Herawati lagi. 


Sementara menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, bahwa di masa pandemi ini, kebersihan dan kesehatan masyarakat agar terus ditingkatkan. (Nur)

Gencar Perangi Covid 19, Jam Malam Di Kota Cirebon Rencana Siap Diberlakukan

CIREBON, FC – Belum puas dengan gerakan penggunaan masker, dan penegakkan protokol kesehatan, Walikota Cirebon bersama jajarannya juga merencanakan untuk memberlakukan jam malam.

Semua ini dilakukan dalam rangka mengurangi dan memutus mata rantai Covid 19 di masyarakat. 

Pasangan walikota ini ingin daerah yang dipimpinnya benar-benar keluar dari pandemi Covid 19, sehingga berbagai cara harus dilakukan.

Terlebih lonjakan kasus positif corona, kian membuat Walikota dan jajaranya semakin sedih, sehingga Pemerintah Kota Cirebon , memang harus mengambil ancang-ancang untuk pemberlakuan jam malam. Dan saat ini, keputusannya tinggal menunggu tanda tangan walikota.

E.dati Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati sendiri mengaku belum menerima draf surat edaran pemberlakuan pembatasan jam malam tersebut.

"Memang ada rencana ke situ. Tapi ketentuan rincinya saya belum lihat seperti apa. Yang jelas, pembatasan-pembatasan ini dibuat dalam rangka terus menekan angka penularan virus corona di Kota Cirebon,” kata Eti kepada wartawan.

Hal yang sama dinyatakan Sekretaris Daerah Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi, bahwa rencana pembatasan jam malam di Kota Cirebon, masih dalam kajian. 

"Rencananya, seluruh aktivitas masyarakat di tingkat lingkungan RT dan RW, tidak boleh lebih dari pukul 21.00 WIB, kecuali kegiatan siskamling", papar Sekda. (Nur) 

Rendahnya Konsumen dan Pelaku Usaha Terhadap UU.No 8/1999, Ini Arah Kebijakan BPKN Dalam Tiga Tahun Kedepan

Caption : Ketua BPKN, Rizal E Halim sedang menjelaskan arah BPKN di masa pandemi dan tiga tahun kedepan (Indah)


FOKUS CIREBON – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim mengatakan, kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan konsumen menyebabkan tingkat kesadaran dan pemahaman konsumen dan pelaku usaha di daerah terhadap UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), yaitu untuk mengkonsumsi produk yang memenuhi aspek keamanan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (K3L) masih rendah, sehingga upaya media komunikasi untuk membangun jejaring informasi dan kerjasama dengan para pihak yang terkait dengan perlindungan konsumenpun diperlukan.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) merupakan Badan yang dibentuk sesuai dengan amanah UU 8/1999 mempunyai fungsi memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam upaya mengembangkan perlindungan konsumen di Indonesia. 

Sejalan dengan fungsi tersebut, BPKN mempunyai sejumlah tugas yang salah satu diantaranya untuk memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen, menyebarkan informasi mengenai perlindungan konsumen dan menerima pengaduan. Arah kebijakan BPKN akan menitik beratkan pada tiga isu fundamental dalam tiga tahun kedepan.

"Pertama penguatan kelembagaan, kedua, edukasi dan sosialisasi perlindungan konsumen secara massif dan intensif dan ketiga, sinkronisasi regulasi dan kebijakan perlindungan konsumen yang tersebar di sejumlah sektor dan daerah," ujar Rizal, saat ditemui di Kota Cirebon, Rabu (30/9)

Saat ini tren kasus Covid-19 semakin hari kian bertambah, salah satunya di kota Cirebon, sejak Pemprov Jabar menetapkan status kewaspadaan Kota Cirebon sebagai zona merah penyebaran Covid-19 karena ada sebagian yang terpapar menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan ada juga yang melakukan isolasi mandiri dengan indikasi tanpa gejala klinis. 

Hal lain juga yang merugikan konsumen seperti kasus-kasus leasing, bank maupun non bank terkait relaksasi kredit (penundaan hutang) dan rekturisasi (pengurangan bunga) dan BPKN 

meluncurkan rekomendasi soal relaksasi kredit yang harus disampaikan dengan jelas secara defisit karena banyak kesimpangsiuran mengenai hal ini, dan permasalahan properti masih saja terus bergulir, dari permasalahan mengenai fasos-fasus, sertifikat, IMB, AJB dan masih banyak permasalahan lainnya.

Ketua Komisi I BPKN di Bidang Penelitian dan Pengembangan, Arief Safari menjelaskan, agar masyrakat bisa mengetahui dan mengadukan keluhannya terkait hak-hal Perlindungan Konsumen (PK), maka hal ini merupakan  tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan. 

"Oleh karena itu hal-hal yang telah kami upayakan agar masyarakat paham dan tahu tempat mengadukan masalah-masalah terkait hak-hak perlindungan konsumen, BPKN sering mengadapak kuliah umum dan MoU di beberapa Universitas. Di Cirebon sendiri BPKN telah mengadakan MoU dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan membuka klinik pengaduan konsumen," jelas Arief.

Ketua Komisi II BPKN, di Bidang Komunikasi dan Edukasi, Johan Efendi, berharap, Lembaga Perlindungan Konsumen di Indonesia bukan hanya BPKN tetapi juga LPKSM, BPSK dan Pemerintah agar terus berkolaborasi berupaya melakukan Perlindungan Konsumen di Indonesia sehingga ke depan insiden perlindungan konsumen bisa kita tekan dan kurangi. Apabila itu terjadi negara hadir memberikan perlindungan kepada konsumen.

"Tujuan dari kegiatan Sosialiasi terpadu ini adalah sebagai sarana penyebaran informasi terkait perlindungan konsumen. Mensosialisasikan pemahaman akan hak dan kewajiban masyarakat terkait perlindungan konsumen. Juga mensosialisasikan kepada masyarakat luas terutama mahasiswa mengenai kelembagaan BPKN dan kegiatannya. Serta meningkatkan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK)," lanjut Johan. 

Selain itu, BPKN bertujuan untuk membangun kerjasama yang baik dengan masyarakat dan lembaga terkait dalam menyuarakan perlindungan kepada konsumen di indonesia dan sikap keberpihakan kepada konsumen. Sehingga terciptanya regenerasi partisipasi masyarakat dan terbentuk kelompok konsumen yang dapat menjadi penggerak upaya perlindungan konsumen di wilayahnya. (Indah)





Satpol PP Provinsi Jabar Nilai Kepatuhan Masyarakat Menerapkan Protokol Kesehatan Cukup Baik

 


CIREBON, FC — Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Guntur Santoso S. STP, M. Si., mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Kota Cirebon cukup baik.

Hal itu diungkapkan Guntur saat menggelar sosialisasi kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Kota Cirebon bersama Satpol PP Kota Cirebon, Selasa (29/09/2020). 

“Protokol kesehatan sudah diterapkan di banyak tempat akan tetapi masih ada beberapa yang tidak patuh,” katanya.

Guntur menuturkan dari hasil sosisalisasi yang dilakukan Satpol PP Jabar dan Satpol PP Kota Cirebon di lingkungan perumahan (Perumnas), Pasar Perumnas dan lingkungan masyarakat sekitarnya, protokol kesehatan sudah banyak diterapkan. 

“Adapun yang melanggar tetap ada dan yang tidak patuh ini menjadi target penindakan Satpol PP,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Plt. Kasatpol PP Kota Cirebon, Drs. Buntoro mengungkapkan dari kegiatan bersama ini yang menjadi target adalah pengelola tempat usaha dan jasa serta perorangan yang melintas di rute yang petugas lalui. 

“Para pelanggar diberikan peringatan dan penertiban berupa sanksi sosial,” ujarnya.

Buntoro menambahkan bagi pelaku dunia usaha diimbau untuk memasang berbagai informasi dan ajakan agar konsumen atau pengunjungnya menerapkan protokol kesehatan. 


Pelaku usaha juga kami minta bantuannya agar mendorong tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Nur)


Selasa, 29 September 2020

Akademisi IAIN Cirebon Bedah RUU Cipta Kerja Melalui Seminar Nasional Online

FOKUS CIREBON, FC - Melalui seminar wabinar bertema RUU Cipta Kerja, Antara Kesejahteraan Buruh, Penguatan UMKM dan Ekonomi Umat, sejumlah akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon angkat bicara.

Mereka mendiskusikan secara online soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang dinilai masih kontroversial.

Pandangan para akademisi ini lebih ditajamkan pada pasa-pasal karet yang dianggap tidak pro terhadap pemenuhan hak pegawai, Selasa (29/9/2020).

Seminar yang dipandu Wakil Dekan FUAD, Dr Arief Rachman MSi itu pun diikuti peserta mulai dari dosen, mahasiswa, aktivis sosial hingga pelaku UMKM.

Sedangkan Dekan FSEI. Dr H Aan Jaelani MAg dan Sekretaris LPPM, Dr H Ayus A Yusuf MSi sebagai pemateri.

Arief menjelaskan, muncul kekhawatiran di kalangan akademisi terkait sejumlah isi RUU Cipta Kerja yang dinilai bakal merugikan salah satu pihak. Dalam konteks ini ialah buruh atau pegawai.

Menurutnya, beberapa pasal dalam RUU ini berpotensi memangkas hak-hak buruh. Misalnya tidak ada pemberian pesangon bagi buruh yang diputus hubungan kerja.

Padahal dalam konteks kekinian di masa pandemi, perlu adanya stimulus guna mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Salah satunya, upaya-upaya penyejahteraan buruh, pelaku UMKM dan masyarakat dengan pendapat rendah.

"Pada prinsipnya hasil webinar tadi dari segi ekonomi ada kecenderungan dalam RUU itu ada aturan yang tidak memberi pesangon bagi buruh yang diputushubungan kerjanya. Ini jelas tidak sesuai dengan pasal dulu dan norma yang ada di Indonesia. 

Karena buruh itu sudah berkontribusi kepada perusahaan," jelas Arief terkait salah satu isi RUU Cipta Kerja.

Arief juga menyoroti RUU Cipta Kerja dari saudut pandang keadilan gender. Yakni tidak diberikannya cuti kerja bagi pagawai wanita yang sedang haid.

Menurut Arief, aturan itu tidak sejalan dengan norma dan kearifan lokal yang ada di nusantara. Pasalnya, sesuatu yang bersifat kodrati seharusnya mendapat penghormatan meski dalam kaca mata requlasi.

"Kami beri masukan. Kami menghitung kembali beberapa pasal yang seyogyanya disesuaikan dengan kearifan lokal. Misalnya ada pasal yang tidak memberikan cuti bagi wanita yang sedang haid, ini mungkin budaya di luar. Di Indonesia kita berikan hak terkait cuti yang dialami kaumwanita," kata dia.

Arief melanjutkan, masih banyak lagi pasal dalam RUU tersebut yang perlu disesuaikan. Pihaknya pun meminta DPR RI mengkaji ulang sebelum RUU ini disahkan pada pekan kedua Okotober 2020.

"Pada dasarkan kita ingin share terkait RUU itu. Kita coba beri gambaran menyeluruh terkait isi RUU itu yang selama ini dipandang sebagai pasal kontroversial dan sangat merugikan satu pihak," kata Arief.

Sementara menurut Dr H Aan Jaelani MAg, pemateri pada seminar nasional ini, fokus pada pro dan kontra RUU Cipta Kerja. 

Menurut Aan, dasar dibentuknya RUU Cipta Kerja salah satunya sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi melaluipeningkatan investasi dan reformasi regulasi perizinan usaha.

Kata Aan, yang pro Omnibus Law keberadaanya untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja. Kemudian untuk menurunkan jumlah pengangguran dan menampung pekerja baru. Dan juga untuk menyederhanakan pelbagai perizinan dan syarat penanaman modal. Termasuk  untuk meningkatkan iklim investasi.

Sementara yang kontra, menganggap upah minimum provinsi yang bisa menghapuskan UMK daerah. 

Kemudian ini dipandang sebagai strategi pemerintah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi adalah melakukan reformasi regulasi di bidang perizinan berusaha.

Selain itu, pandangan kontra lainnya adalah untuk menyelesaikan hambatan investasi, yakni panjangnya rantai birokrasi, peraturan yang tumpang tindih, dan banyaknya regulasi yang tidak harmoni.

Masih banyak pembahasan dan kajian yang mendalam disampaikan oleh Aan Jaelani dan pemateri lainnya. Sehingga memancing kehangatan diskusi dan membuat seminar nasional semakin menarik bagi peserta wabinar untuk terus menyimak materi RUU Cipta Kerja yang oleh sebagian pihak dipandang masih kontroversial tersebut. (din)

Mulai 1 Oktober 2020, Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak Tegas

CIREBON , FC - Keserius Nasrudin Azis, Walikota Cirebon untuk memutus mata rantai Covid 19 di Kota Cirebon mulai dijalankan. Nasrudin Azis ingin daerah yang dipimpinnya segera keluar dari zona pandemi Covid 19. 

Maka mulai 1 Oktober, tindakan tegas diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bagi pelanggar protokol kesehatan. Pengusaha diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin untuk menghindari penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pengelola harus membantu saya, supaya saya tidak ditekan untuk melakukan PSBB lagi,” tegas Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai melakukan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan di mall Cirebon Super Blok (CSB), Jalan Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon, Sabtu, 26 September 2020.

Dijelaskan Azis, Pemda Kota Cirebon sudah menyiapkan rancangan jika terjadi kejadian terburuk terkait penyebaran Covid-19. Termasuk kemungkinan penerapan kembali PSBB atau pembatasan operasional usaha di Kota Cirebon.

Namun, lanjut Azis, pihaknya masih belum menerapkan PSBB maupun pembatasan operasional usaha di Kota Cirebon. Ada pun yang dilakukan saat ini hanya pembatasan aktivitas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk itu, Azis meminta pengelola usaha di Kota Cirebon untuk secara disiplin menaati protokol kesehatan. Kepada pengelola CSB maupun mall dan pusat perekonomian lainnya di Kota Cirebon, Azis memberikan waktu hingga 1 Oktober untuk melakukan sosialisasi dan pembenahan penerapan protokol kesehatan. Kalau 1 Oktober masih melanggar, Pemda Kota Cirebon akan bertindak tegas. “Kalau perlu saya sendiri yang akan menutupnya,” tegas Azis.

Saat melakukan monitoring di CSB mall, Azis satu persatu memasuki restoran dan tenant (penyewa) yang ada di kawasan CSB. Azis juga mengingatkan agar setiap tenant mematuhi protokol kesehatan. Seperti membatasi orang yang masuk ke toko mereka, lakukan jaga jarak dan selalu mengingatkan kepada pengunjung untuk menggunakan masker. Bahkan Azis sempat menegur sejumlah tenant yang tidak menerapkan jaga jarak bagi pengunjung mereka.

“Jangan pernah mengatakan rugi untuk menyisihkan beberapa kursi, “ tegas Azis. Masih ada kerugian yang lebih besar jika protokol kesehatan tidak dijalankan yaitu terjadinya peningkatan jumlah orang yang terpapar Covid-19. Terlebih saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon cukup tinggi.

Sementara itu Nining Heryanti, Operational Supervisor CSB, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke mall mereka. “Tim kami setiap hari juga melakukan kontrol dan mengingatkan kepada setiap tenant,” ungkap Nining.

Nining juga mengaku akan mematuhi apa yang diminta Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., untuk melakukan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan CSB mall. (din)

Senin, 28 September 2020

Bangun Kepedulian di Masyarakat, HMJ IQTAF IAIN SNJ Cirebon Gelar Bakti Sosial

FOKUS CIREBON, FC - Menutup rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-VIII, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati mengadakan bakti sosial (Baksos).

Kegiatan yang berlangsung di sekretariat Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Kecamatan Talun itu merupakan akhir dari rangkaian perayaan Harlah HMJ IQTAF Ke-VIII, Senin (28/9/2020).

Menurut Ketua Pelaksana, Nu’man Nurfaozi mengatakan, kegiataan ini dilakukan secara simbolis, setelah sebelumnya diadakan open donasi.

“Setelah beberapa waktu lalu kami mengadakan open donasi dan dirasa cukup terkumpul, maka hari ini penyerahan donasi tersebut secara simbolis dari pengurus,” katanya.

Ia mengaku bahwa selain dalam rangka harlah, kegiatan ini merupakan Program Kerja (Proker) dari Divisi Pengabdian Masyarakat.

Fasfah Sofhal Jami, selaku Ketua HMJ-IQTAF mengungkapkan, kegiatan baksos ini sebagai upaya kepedulian terhadap kaum tuna netra.

“Bagaimana pun kita adalah makhluk sosial, jadi sudah selayaknya kita berbagi, terlebih kepada mereka yang membutuhkan,” kata Fasfah.

Sementara itu, H. Muhammad Maimun, MA, M.S.I menyampaikan, Baksos yang dilakukan oleh Jurusan IAT dan HMJ IQTAF merupakan bagian dari implementasi Integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) yaitu, model integrasi dari pelakasanaan kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat

“Perguruan Tinggi tidak berada di menara gading, ia tetap memilik kontribusi yang real bagi masyarakat,” kata Maimun.

Ia menegaskan, Masa pademi Covid-19 ini banyak masyarakat terkena dampaknya, salah satunya adalah kaum difabel.

“Kaum difabel perlu mendapatkan perhatian kita semua, kedepan isu kepedulian terhadap kaum difabel perlu menjadi kesadaran yang perlu diimpelemtasikan dalam kehidupan beragama,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Islam mengajarkan untuk peduli terhadap sesama manusia, sebagaimana telah diperintahkan di dalam Al-Qur’an.

“Dengan berbagi, keadilan distribusi dapat menumbuhkan silaturrahmi dan Ukhuwah Insaniyyah, dan juga dengan berbagi semoga rizki menjadi berkah dan semoga dapat menjadi tolak bala,” ujarnya.

Ia juga Kami memberikan apresiasi kepada HMJ dan mahasiswa IQTAF semoga terus berkaya dengan kreatif dan inovasi untuk Indonesia maju.

Rastini, selaku perwakilan dari komunitas ITMI mengatakan banyak berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh HMJ-IQTAF ini mendapatkan balasan dari Allah, dengan dimudahkan dalam menuntut ilmunya,” tandas perempuan paru baya itu. (Jam)