Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 19 Januari 2024

Wabup Ayu : Monev Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Sejauh Mana Penanganan Stunting

KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penanganan stunting dan kemiskinan di Desa Balad, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jum’at (19/1/2024).

Wanita yang akrab disapa Ayu ini mengatakan, monev yang dilakukan bersama perwakilan perangkat daerah ini, salah satunya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penanganan stunting di Kabupaten Cirebon, khususnya di tingkat desa.

Selain itu, orang nomor dua di Kabupaten Cirebon ini juga sekaligus ingin mengetahui proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di tingkat desa, salah satunya di Desa Balad, Kecamatan Dukupuntang ini.

“Saya ingin tahu langsung, apakah ada warga yang benar-benar miskin, tetapi tidak dapat bantuan, atau sebaliknya, kategori sudah mapan tapi malah mendapatkan bantuan,” ujar Ayu.

“Ini yang salah, maka gunanya verval adalah ini, agar bantuan untuk masyarakat miskin tepat sasaran,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan stunting. Ia menyebut, bahwa banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak mengetahui apa itu stunting.

Sehingga dalam kegiatan ini, Ayu juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait stunting. Menurutnya, kasus stunting yang terjadi kebanyakan karena salah pola asuh.

“Diantaranya, salah dalam pemberian makanan kepada anak, jangan asal anak itu mau makan saja. Anak sih, mau-mau saja disuapin, nasi sama kuah mie instan juga mau, tapi tidak ada gizi dan proteinnya. Dan itu tidak baik untuk tumbuh kembang anak,” tukas Ayu. (Ara)

Wabup Ayu Lakukan Monev Penanganan Stunting dan Kemiskinan di Desa Weru Lor

KABUPATEN CIREBON, FC - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanganan Stunting dan Kemiskinan di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Wabup Cirebon yang akrab disapa Ayu, mengatakan, monitoring ini salah satunya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penanganan stunting di tingkat desa.

Selain itu, ia juga bersama tim ingin mengetahui sejauh mana proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan yang ada di desa ini.

Menurutnya, masih ada beberapa warga miskin yang belum dilakukan verval di Desa Weru Lor. Berdasarkan data yang ia miliki, ada sebanyak 96 warga yang termasuk dalam kategori miskin, namun baru 71 orang yang sudah diverval.

“Berarti, masih ada warga yang belum dilakukan verval data kemiskinan,” ujar Ayu, Kamis (18/1/2024).

Ia juga menyebut, kunjungan secara langsung ini, membuat dirinya bisa mengetahui secara langsung permasalahan yang terjadi di masyarakat. Ia juga menemukan beberapa warga yang seharusnya mendapatkan bantuan, namun ternyata belum terdata.

Monev yang diikuti juga oleh sejumlah perwakilan perangkat daerah ini, membuat pihaknya bisa mencarikan solusinya secara langsung dan segera ditangani oleh pihak-pihak terkait.

“Sejumlah perangkat daerah saya bawa dalam monitoring ini, begitu juga perangkat desa. Sehingga ketika ada masalah, bisa langsung dicarikan solusinya,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ayu juga meminta kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan permasalahan stunting. Ia menyebut, bahwa banyak masyarakat yang belum paham, bahkan tidak mengetahui apa itu stunting.

Sehingga dalam kegiatan ini, Ayu juga sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait stunting. Menurutnya, stunting yang terjadi pada anak-anak, lebih banyak dikarenakan kesalahan pola asuh.

“Oleh karena itu, tadi juga saya berikan sosialisasi terkait stunting kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita,” tutur Ayu. (Ara)

Wanhat PSIB Kabupaten Cirebon, Mustamid SH MH Kunjungi Suku Dayak Losarang Indramayu

INDRAMAYU, FC - Dewan Penasehat (WANHAT) Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Cirebon, Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan HAM Sunan Gunung Djati Indonesia, kunjungi Suku Dayak yang ada di Blok Krimun RT. 13 RW. 03 Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jum'at, 19 Januari 2024.

Kunjungan ini dalam rangka silaturrahmi dengan warga suku dayak. Mustamid didampingi Komandan Provos Drs. Susmito, M.Pd dan anggota lainnya disambut bahagia. Pertemuan tersebut penuh canda tawa dan suasana keakraban seperti keluarga.

”Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik oleh ketua suku Dayak bernama Takmad Diningrat yang usianya sudah 80 tahun dengan badan masih kekar, bicaranya penuh semangat berapi-api,” terang Wanhat Mustamid kepada media.

Ketua Suku Dayak Takmad Diningrat menuturkan bahwa dirinya mempunyai keturunan dua anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Dan ia pun merasa senang atas kedatangan Pejuang Siliwangi yang dimotori oleh Mustamid.

Lanjut Takmad, dirinya mengaku sangat dekat dengan Presiden Soekarno pada saat itu, dan sebagai pendiri dari kepercayaan Suku Dayak Losarang (Suku Dayak) Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu (SDHBBSI) sejak tahun 1970-an sudah berada di Desa Krimun Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu anggotanya berasal dari Subang, Cirebon, Jawa Timur dan daerah lainnya telah menyebar kemana-mana. 

Adapun keyakinannya atau agama tertentu di mana agama tersebut tidak termasuk dalam enam agama yang diakui negara Indonesia yaitu Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hucu.

kelompok ini secara formal tidak memiliki identitas legal seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka tidak memiliki salah satu agama sebagaimana agama yang diakui oleh negara. 

Namun demikian, hal itu bukan berarti mereka menentang negara dan pemerintah. Mereka masih merasa menjadi bagian dari Negara Indonesia.

Hanya saja, mereka memiliki perspektif lain dalam memandang cara hidup dikaitkan dengan adanya alam dan 

sejatinya dalam menerapkan tatanan kehidupan senantiasa dapat mengaji diri dan memahami makna hidup dan tujuan hidup?

Sementara Mantan Direktur Bidang Kemahasiswaan Akademi Managemen Informatika Komputer Bumi Nusantara Cirebon Mustamid. Dirinya mengaku senang berpetualang nafak tilas jejak para leluhur kita, betapa luasnya negara kita membentang dari sabang sampai maroke dengan beragam adat – istidat budaya, suku dan bahasa.

”Inilah kuasa Allah sang pencipta alam seisinya. Ma`rifatullah mengenal dan mencintai Allah SWT melalui ciptaannya merupakan kewajiban dan tuntutan yang paling utama dalam Islam,” terangnya.


Mustamid juga menambahkan, bahwa dirinya paling gemar menziarahi makam para waliyullah ngalap barokah dimana ia bersinggah menjadi kebiasaanya. 

Ada Pribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi“ memiliki makna intrinsik berisi pesan “Seseorang sudah sepatutnya mengikuti atau menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat ia hidup atau tinggal,"  tandasnya. (din)

IAIN Cirebon Gagas Langkah Kerjasama Internasional dengan International Cultural Commonication Center Malaysia

CIREBON, FC - International Office IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang global dengan menjajaki kerja sama kolaboratif dengan International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM). 

Pertemuan daring antara kedua belah pihak  ini menghasilkan pembicaraan yang produktif dan berpotensi membawa dampak positif pada pendidikan dan kebudayaan. Jum’at (19/01/2024).

Audiensi daring ini melibatkan Direktur International Office, Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam M.Ag, serta sejumlah dekan, wakil dekan, dan dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Pihak ICCCM turut hadir dalam pertemuan ini, diwakili oleh Bapak Ivan Habibilah sebagai Project Management Officer.

Dalam kesempatan ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan niat kerja sama kolaboratif yang akan didukung oleh ICCCM. Langkah ini sejalan dengan visi IAIN Cirebon untuk menjadi kampus global. 

Prof. Dr. Hajam, dalam sambutannya, menyatakan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam konteks kolaborasi internasional.

Project Management Officer, Ivan Habibilah, menyambut baik inisiatif kerja sama dengan IAIN Cirebon. ICCCM, yang merupakan bagian dari International Transnational Education Association (ITEA), menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam menjembatani kolaborasi pendidikan dan kebudayaan di 42 negara.

Direktur International Office, Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., menjelaskan rencana program internasionalisasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Ia menekankan bahwa kerja sama dengan ICCCM adalah langkah positif dalam mendukung perjalanan IAIN Cirebon menuju status Universitas Islam yang berdaya saing internasional.

Dalam pertemuan ini, ICCCM juga mengarahkan IAIN Cirebon untuk menjajaki kerja sama kolaborasi internasional dengan ITEA secara implementatif dan berkelanjutan. ICCCM, sebagai fasilitator, dapat membantu dalam pengembangan program kolaborasi melalui berbagai macam pelatihan bagi mahasiswa menuju universitas mitra. 

Selain itu, ICCCM menawarkan dukungan dalam pengembangan soft skills, kurikulum, beasiswa, international mobility program, double degree program bersama universitas mitra (Transnational Education Partnership), dan Benchmarking Visit.

Sebagai langkah tindak lanjut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan ICCCM berencana menandatangani dokumen perjanjian kerja sama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi IAIN Cirebon sebagai universitas global yang berkualitas di masa mendatang. (din)

PMB PTKIN dibuka, Inilah 31 Prodi yang ditawarkan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

JAKARTA, FC - Menteri agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membuka secara resmi seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2024 dengan tema “Start to Be Smart” di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta. Jumat, (19/01/2024).

Menurut Yaqut Cholil, guna mewujudkan cita-cita dari start to be smart tentu dengan menjadikan posisi PTKIN bernilai kualitas yang bermutu, memiliki distingsi dan ekselensi keilmuan sesuai kebutuhan zaman, serta benchmarking yang terstruktur.

“Semua insan kementerian agama terutama pengelola pendidikan harus menjadi teladan. Perguruan tinggi Islam memiliki banyak keunggulan. Karena itu, keunggulan tersebut harus dikelola sebagai sebuah daya tarik dengan menciptakan inovasi atau kreasi,” ungkap Yaqut Cholil.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali yang merupakan Plt Rektor UIN Walisongo Semarang , Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani, Ketua Forum Rektor PTKIN Masnun Thahir, Ketua Pelaksana PMB PTKIN Nyayu Khodijah, serta Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Agama.

Ketua Panitia PMB PTKIN yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah menerangkan, ada dua pola seleksi yang dilakukan secara nasional nantinya. Pertama, Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi  Keagamaan Islam (UM-PTKIN).

Lebih lanjut, Nyayu Khodijah menyebutkan proses seleksi nasional ini akan dilaksanakan oleh 58 PTKIN dan 1 PTN  yang tersebar  di seluruh Indonesia dengan pilihan  1.301 program studi, dengan rincian daya tampung 65.574 orang untuk kuota formasi SPAN-PTKIN dan 85.692 orang untuk kuota UM-PTKIN.

“SPAN PTKIN atau Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri merupakan seleksi masuk berdasarkan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya,” papar Nyanyu yang saat ini juga menjabat sebagai Rektor UIN Palembang.

Pendaftaran untuk jalur SPAN PTKIN dibuka mulai 22 Januari 2024 dan hasilnya akan diumumkan pada 2 April 2024. “Informasi seputar SPAN PTKIN dapat diakses melalui https://span.ptkin.ac.id/page ,” sambungnya.

Sementara, jalur UM PTKIN atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh 58 PTKIN dan 1 PTN dengan Program Studi keagamaan yang izin operasionalnya diterbitkan oleh Kementerian Agama RI melalui ujian tulis berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE).

UM PTKIN ini rencananya akan dibuka mulai 6 Mei 2024. Informasi terkait UM PTKIN dapat diakses melalui laman: https://um.ptkin.ac.id/.

Sedangkan jalur ketiga yaitu jalur mandiri, di mana proses seleksi dilakukan di masing-masing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Informasi terkait jalur mandiri ini, dapat diakses pada laman resmi masing-masing perguruan tinggi.

Proses pendaftaran melalui jalur SPAN-PTKIN akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Januari 2024 hingga 15 Februari 2024. Sementara pendaftaran UM-PTKIN akan dibuka dari tangga 6 Mei 2024 hingga 15 Juni 2024.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon membuka 31 Program Studi yang bisa dipilih melalui jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN  tersebar diberbagai fakultas yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Pendidikan Agama Islam (Unggul), Pendidikan Bahasa Arab (Unggul), Tadris Bahasa Inggris (B), Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (A), Tadris Matematika (B), Tadris Biologi (B), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (B), Pendidikan Islam Anak Uisa Dini (Baik Sekali), Manajemen Pendidikan Islam (B), Tadris Bahasa Indonesia (Unggul), Tadris Kimia (Baik), Informatika (Baik), dan Matematika (Baik).

Fakultas Ushuluddin Adab,  Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Sejarah Peradaban Islam (Unggul), Filsafat dan Filsafat Islam (Unggul), Ilmu Al-Quran dan Tafsir (B), Ilmu Hadits (B), Bahasa dan Sastra Arab (Baik), dan Tasawuf dan Psikoterapi (Baik).

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Perbankan Syariah (B), Ekonomi Syariah (Baik), Akuntansi Syariah (Baik), dan Pariwisata Syariah (Baik).

Fakultas Syariah, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Hukum Keluarga (A), Hukum Ekonomi Syariah (Baik Sekali), Hukum Tata Negara (Baik), dan Ilmu Falak (Baik).

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Komunikasi dan Penyiaran Islam (B), Pengembangan Masyarakat Islam (B), Bimbingan Konseling Islam (B), dan Sosiologi Agama (Baik).

Bupati Imron Ajak Seluruh Perangkat Daerah Memperbaiki SDM dan Tingkatkan Kapasitas di Bidang Pemerintahan dan Birokrasi

KABUPATEN CIREBON, FC Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar pembinaan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) bersama Kejari dan Polresta Cirebon di Hotel Aston Cirebon, Jum’at (19/1/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, Perwakilan Kejari Kabupaten Cirebon, Sekda, Dr. H. Hilmy Riva’i serta para kepala perangkat daerah.

Imron mengajak kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk memperbaiki diri, mulai dari sisi sumber daya manusia, agar bisa ditingkatkan kapasitasnya, sehingga tercipta SDM yang kompeten di bidang pemerintahan atau birokrasi.

“Kita ketahui bersama, bahwa di Kabupaten Cirebon sedang mengalami banyak peristiwa yang cukup memprihatinkan, seperti runtuhnya beberapa bangunan yang belum lama ini selesai dibangun,” ujarnya.

“Bahkan bangunan yang baru saja diresmikan, yaitu Gapura Alun-alun Pataraksa, belum selesai proses pemeriksaan, sudah disusul kembali dengan runtuhnya gapura yang berada disebelahnya,” ungkap Imron.

“Tidak lama setelah itu, ada kabar beberapa bangunan sekolah juga runtuh. Berkaca pada kejadian di atas, kita harus sesegera mungkin melakukan evaluasi secara mendalam,” tambahnya.

Ia berharap, dalam peningkatan kapasitas SDM, bisa menghasilkan pegawai ASN yang paripurna dan profesional, yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang baik, termasuk taat kepada aturan hukum.

“Tentu, kita semua di jajaran Pemda, tidak menginginkan siapapun berurusan dengan aparat penegak hukum (APH), atau terjerat kasus-kasus hukum terkait dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sehingga kita perlu tahu apa yang harus dilakukan, hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Imron, tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) secara umum dapat diartikan sebagai konsep pemerintahan yang bersih, baik dan berwibawa.

“Untuk itu, dalam tata kelola pemerintahan yang baik, diperlukan adanya transparansi, akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi, pemerintahan yang responsif, komitmen, penegakkan aturan, serta kerja sama yang baik dengan berbagai pihak,” imbuhnya. (din)

Rabu, 17 Januari 2024

Kondisi Bangunan Kantor SDN 2 Sampiran Terlihat Rapuh dan Membahayakan

PRIHATIN : Bangunan kantor SDN 2 Sampiran, Kecamatan, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon terlihat tidak layak huni dan karena rapuh dapat membahayakan.


CIREBON, FC - Pendidikan dasar bagi anak anak sebagai generasi penerus bangsa yang diperoleh dari pendidikan salah satunya Sekolah Dasar (SD), harus menjadi perhatian serius para pegiat pendidikan, baik itu guru, kepala sekolah, orang tua, masyarakat l, termasuk bupati, maupun Kepala Dians Pendidikan.

Karena belajar bukan hanya mengantarkan ilmu pengetahuan kepada anak anak, tetapi juga belajar salah satunya dapat dipengaruhi oleh suasana belajar yakni ruangan yang bersih dan nyaman. 

Hal itu disampaikan oleh salah satu pegiat pendidikan Kabupaten Cirebon, Bambang HS, yang peduli terhadap pendidikan generasi penerus dengan mendapatkan pendidikan yang baik dan benar. 

Namun Bambang sangat prihatin ketika melihat ada salah satu sekolah dasar dengan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi Ruang belajar anak serta para guru dan kepala sekolah. Betapa tidak, ruangan yang seharusnya nyaman untuk belajar, untuk mengkoreksi nilai dan menjalankan tugas-tugas keguruan maupun tugas-tugas sekolah, ternyata dipandang kurang layak dan dipastikan tidak nyaman. 

Padahal peran seorang guru dan kepala sekolah sangat berarti bagi maju mundurnya kualitas pendidikan, apalagi berada di pendidikan dasar. Namun dengan kondisi bangunan kantor yang demikian tidak layak untuk dihuni atau ditempati itu, akan berdampak besar terhadap kinerja para guru dan kepala sekolah.

"Ruang kantor Guru SDN 2 Sampiran sangat memprihatinkan kondisinya, di mana atap bangunannya sudah rapuh, dan sewaktu-waktu bisa Ambruk," tutur Bambang HS kepada media, Rabu, (17/1/2024).

Untuk itu, Bambang HS berharap, agar ada perhatian dari dinas terkait untuk peduli dan melihat langsung serta memperbaiki agar bangunan tersebut terlihat layak dan nyaman untuk membangun kinerja para guru dan kepala sekolah.

"Saya yakin, bu Yesi Yusnianingsih juga akan sepemikiran dengan saya, sebab kondisi kantornya sudah sangat tidak layak untuk ditempati sebagai layaknya kantor. Apalagi sekarang sedang musim hujan ditakutkan ada hal-hal yang tidak diinginkan, maka sebelum terjadi lebih baik segera oleh dinas terkait dibangun dan diperbaiki agar kantor guru tersebut lebih layak dan lebih nyaman untuk bekerja," pintanya. 


Bambang juga menegaskan, walau dengan kondisi bangunan kantor guru di SDN 2 Sampiran yang tidak layak, tetapi para guru dan kepala sekolah tetap menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, hanya terkadang ada rasa takut akan bahaya dari kondisi bangunan yang sudah rapuh ini. (din)

LPTK IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Pengukuhan Guru Profesional Dengan Kelulusan 95,62 Persen

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag saat memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta PPG yang lulus, di acara Pengukuhan Guru Profesional Dalam Jabatan Tahap 2, di Hotel Prima, Kita Cirebon.



FOKUS CIREBON, FC - Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan pengukuhan Guru Profesional Dalam Jabatan (DalJab) tahap 2, Rabu, 17 Januari 2024. 

Kegiatan pengukuhan ini berlangsung khidmat di ruang auditorium salah satu hotel di Kota Cirebon dan dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat PTKI Pengembangan Agama RI, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Para Wakil IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon, Direktur Pascasarjana IAIN Cirebon, Para Dekan di lingkungan IAIN Cirebon, para Wakil Dekan, Kabag TU FITK, Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi PPG, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Seksi PAI, Kepala Penmad sewilayah 3 Cirebon, Kepala BAZNAS dan tamu undangan lainnya.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Dr H Saifudin, M.Ag menegaskan, bahwa kegiatan pengukuhan ini dihadiri oleh 168 guru dan merupakan yang tertinggi sepanjang pelaksanaan PPG yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan prosentase kelulusan sekitar 95,62 persen.

Dr H Saifudin, M.Ag menjelaskan 168 guru ini terdiri dari mata pelajaran PAI 93 guru, mata pelajaran Fiqih 16 guru, mata pelajaran Akidah Akhlak 22 guru, mata pelajaran Qur’an Hadist 20 Guru, mata pelajaran Bahasa Arab 2 Guru, dan mata pelajaran SKI 15 guru.

Mereka peserta yang lulus, lanjutnya,  berasal dari daerah yang tersebar di 15 Kab/Kota (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, Sumedang, Bogor,Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pekalongan, Karawang, Kota Binjai, Tangerang, Brebes).

"Yang saat ini dikukuhkan, lulus 131 dari 137 atau 95,62 persen. Jumlah kelulusan ini berdasarkan Mata Pelajaran PAI, Qur’an Hadist, Akidah Akhlak dan SKI, lulus 72 dari 77 atau 93,5%, Lulus 14 dari 14 atau 100%, Lulus 16 dari 16 atau 100%,  Lulus 15 dari 15 atau 100%. Kemudian Fikih lulus 14 dari 15 atau 93,3%, Retaker lulus 37 dari 44 atau 84 %. Sedang total Retaker saat ini, atau peserta yang belum lulus sebanyak 16 orang," paparnya.

Dr H Saifudin M.Ag juga menegaskan, bahwa LPTK IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melahirkan 1.315 Guru Profesional sejak tahun 2021.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jalenai M.Ag dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta PPG yang dikukuhkan sebagai Guru Profesional Dalam Jabatan Tahap 2.

Prof Aan secara tegas menyatakan bahwa perubahan mendesak terkait digitalisasi perguruan tinggi dan rencana transformasi lembaga menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), adalah suatu keniscayaan. 


“Digitalisasi ini tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga merupakan jalan menuju terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif dan inovatif. Jadi jadikan media digital itu sebagai media pembelajaran," tuturnya. 

Rektor Aan juga berpesan, kepada para alumni, agar semua teori yang sudah diperoleh harus menjadi basik atau dasar kuat kita, sehingga nuansa  akademik menjadi bagian penting saat kita mengajar, baik itu dalam bersikap,  berprilaku dan lainnya, yang semua itu berbasis pada pendidikan yang kita dapatkan. (din)

Selasa, 16 Januari 2024

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkab Cirebon Akan Perbanyak Ruang Berekspresi

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bakal memperbanyak ruang berekspresi. Upaya tersebut dilakukan, untuk mencegah aksi kekerasan dan gangguan ketertiban masyarakat yang dilakukan oleh geng motor.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) untuk memberikan ruang bagi yang ingin menyalurkan minat dan bakat.

Menurut Ayu–sapaan akrab Wabup Cirebon, jenis kenakalan remaja di Kabupaten Cirebon, diantaranya mengkonsumsi minuman beralkohol, vandalisme, hingga tawuran.

“Sesungguhnya, mereka itu kreatif, tetapi wadahnya saja yang kurang. Pemerintah Kabupaten Cirebon akan mengarahkan bakat apa yang bisa mereka kembangkan,” kata Ayu saat menghadiri Seminar Area Stage Art di Pasar Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (16/1/2024).

Ayu menyebutkan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan generasi emas. Hal ini dilakukan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, yang diharapkan oleh semua regenerasi.

“Anggota legislatif, bupati maupun wabup, pada generasi mendatang akan dijabat oleh anak-anak yang saat ini masih remaja,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Ayu, pemerintah daerah mengharapkan generasi muda di Kabupaten Cirebon bisa lebih pandai bergaul, agar tidak terjerumus ke dalam dunia kenakalan.

Menurutnya, kenakalan remaja menjadi salah satu penyebab terjadinya pengganguran.

“Tingkat pengangguran masih tinggi, walau saat ini sudah turun. Namun, hal ini menjadi salah satu penyebab dari kenakalan remaja. Kalau saja kita bisa membuka lapangan pekerjaan, saya rasa akan berkurang (pengangguran),” tutup Ayu. (din)

Rektor IAIN Cirebon Prof Dr H Aan Jalenai M.Ag Kukuhkan Lima Guru Besar

Pengukuhan Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2024

FOKUS CIREBON, FC - Lima Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari berbagai rumpun keilmuan dikukuhkan oleh Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag pada sidang senat terbuka, Selasa, 16 Januari 2024, di ruang Auditorium Pascasarjana IAIN syekh Nurjati Cirebon. 

Kelima Guru Besar tersebut yakni, Prof Dr Aris, M.Pd bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Islam, Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Umum, Prof Dr Asep Kurniawan M.Pd, bidang keilmuan : Manajemen Pendidikan Islam, Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, bidang keilmuan : Pendidikan Biologi dan Prof Dr Widodo Winarso, M.Pd.I bidang keilmuan : Psikologi Pendidikan Islam.

Pada kegiatan pengukuhan ini, kelima guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang diawali oleh Prof. Dr. Aris, M.Pd dengan judul “Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Persepektif Alquran”.

Dalam orasinya, Prof Dr Aris ,M.Pd,  Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam ini menjelaskan bahwa ada delapan prinsip pendidikan Islam. Dirinya juga menyatakan bahwa  aktifitas belajar sebagai aktifitas menuntut ilmu diharapkan bisa sukses, meskipun harus berhadapan dengan berbagai rintangan. Kemudian dalam pemaparan orasinya Prof Dr Aris M.Pd menjabarkan dari delapan prinsip pendidikan Islam tersebut.

Selanjutnya, orasi kedua disampaikan oleh Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag. pidato ilmiahnya bertemakan "Analisis Teoritis Pemberantasan Kemiskinan Melalui Pendekatan Pendidikan Islam," 

Menurut Prof Dr Yayat Supriyatna, kemiskinan masih menjadi masalah besar bagi umat Islam di berbagai belahan dunia Islam. Faktor-faktor penyebabnya di antaranya faktor alam, kolonialisme - akibat penjajahan, faktor siosio kultural akibat sikap apatis. Kemudian rendahnya budaya menabung, faktor daerah yang terisolasi, faktor stuktural akibat kekuasaan ekonomi yang tidak adil, pemilikan lahan dan modal yang monopoli.

Dalam pokok pikiran orasi tersebut, Prof Yayat menyampaikan beberapa solusi, yakni dari rendahnya budaya menabung, solusinya adalah budaya wajib investasi, hidup hemat, rajin menabung, mengurangi hidup konsumtif dan budaya berhutang tidak produktif.

Kemudian orasi ilmiah ketiga dilanjut oleh Prof Dr Asep Kurniawan, M.Ag dengan judul "The collapse of democrtaic principles in implementing schoool based management in silamic elementary svhools durung the Covid 19 pandemic".

Orasi ilmiah berikutnya disampaikan oleh Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, M.Pd dan orasi ilmiah terakhir oleh Prof Dr Widodo Winarsoz M.Pd.I. 

Setelah kelima guru besar menyampaikan pidato ilmiahnya, selanjutnya dilanjut pengukuhan guru besar oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag mengatakan dan kegiatan pengukuhan guru besar ini menyatakan, bahw dengan bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan IAIN Cirebon harus menjadi spirit dan daya juang kampus bagi penyelenggaraan perguruan tinggi.

"Kita akan menunggu output, oncoma dan impact dari para guru besar untuk berkarya, berinovasi melakukan pengabdian kepada masyarakat dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang bukan hanya sekadar memberikan kontribusi positif untuk kampus, tapi impactnya yang jauh lebih besar khususnya kepada seluruh masyarakat,” terang Prof Aan.

Kata Prof Aan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 860 Tahun 2021, IAIN Cirebon ditetapkan menjadi pilot project untuk berubah atau bertransformasi menjadi universitas siber atau universtias digital (UINSSC).

Hadir pada kegiatan pengukuhan guru besar ini, Dirjen Dikti RI, Pj Walikota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, serta sejumlah pejabat Pemda dan juga tamu undangan lainnya. (din)

Senin, 15 Januari 2024

Kerap Dilanda Banjir, Sungai Sigranala Desa Pegagan Kidul Dibersihkan

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi kegiatan Karya Bakti pembersihan sampah dan penanaman pohon oleh jajaran Korem 063/SGJ dan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Senin (15/1/2024).

Kegiatan Karya Bakti tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, LSM lingkungan hidup, BBWS, kecamatan dan desa.

Imron menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak, yang sudah terlibat dalam aksi bersih-bersih sampah dan tanam pohon.

“Cirebon sering banjir, dimana salah satu faktornya, yaitu banyaknya aliran sungai yang terhambat sampah. Sehingga, sekarang dilakukan pembersihan oleh gabungan TNI/ Polri dan semua lapisan masyarakat,” katanya.

Ia menyebut di wilayah Kabupaten Cirebon, ada beberapa titik yang sering dilanda banjir, mulai daerah timur, barat dan utara. Hal tersebut imbas dari pendangkalan sungai akibat tumpukan sampah.

“Memang kita pilih di wilayah Desa Pegagan Kidul, Kapetakan. Masalahnya, ada beberapa titik di Cirebon yang rawan banjir, imbas dari aliran sungai terhambat, salah satunya di Pegagan Kidul ini,” jelasnya.

Menurutnya, ini bukan hanya tugas dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, tetapi menjadi tugas kita bersama untuk menjaga alam.

“Kegiatan seperti ini harus terus diadakan, untuk pencegahan banjir di Kabupaten Cirebon,” pintanya.

Di tempat yang sama, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Letkol Inf Afriandy Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol mengatakan, pihaknya ingin melakukan normalisasi sungai.

Khususnya sungai yang terdapat banyak sampah dan tumbuhan liar, seperti di sepanjang aliran sungai Sigranala di Desa Pegagan Kidul. Menurutnya, hal tersebut dilakukan dalam rangka Karya Bakti TNI.

“Kita lihat banyak eceng gondok dan sampah plastik, sehingga kita angkut dan kita buang di tempatnya, agar aliran sungai tidak tersendat, yang nanti akan mengakibatkan banjir,” ujarnya.

Pada Karya Bakti ini, lanjut Bayu, pihaknya melibatkan ratusan personel gabungan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah kegiatan refleksi TNI, sehingga kita libatkan Polri, masyarakat, LSM, Pramuka, serta pemerintah untuk bersama-sama bergotong royong menanam pohon dan membersihkan sungai,” lanjutnya.

“Semoga dengan upaya ini, bisa memberikan dampak bagi lingkungan. Karena kita harus mencintai lingkungan dengan baik, agar tidak berimbas pada hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Ia juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat, agar peduli dengan kebersihan. Dan kegiatan Karya Bakti TNI ini tidak selesai pada hari ini saja, melainkan berkelanjutan.

“Kami ajak masyarakat, agar kegiatan ini tidak selesai hanya sampai disini saat Karya Bakti TNI. Tetapi harus dilanjutkan dengan membangkitkan kesadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan, yakni tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik,” pungkasnya. (din)

Wabup Ayu Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si 


CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan penurunan stunting di Posyandu Desa Mandala, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin (15/1/2024).

Wakil Bupati yang akrab disapa Ayu ini mengatakan, berdasakan analisa dan juga informasi dari sejumlah kepala puskesmas di Kabupaten Cirebon, bahwa stunting banyak disebabkan dikarenakan kesalahan pola asuh.

Salah satunya, yaitu kurangnya makanan bergizi yang diberikan kepada anak-anak. “Makanan bergizi itu tidak perlu mahal, seperti telur puyuh dan sayur mayur,” kata Ayu.

Ayu juga mendorong orangtua agar kreatif untuk membuat makanan anak, seperti mengemas ikan atau ayam dalam bentuk nugget. Karena, terkadang anak-anak butuh tampilan yang menarik.

“Banyak tutorialnya, manfaatkan kecanggihan di era internet saat ini, seperti di YouTube, TikTok dan lain-lain,” sambungnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk melakukan imunisasi secara lengkap kepada putra atau putrinya. Karena hal tersebut juga sangat berdampak terhadap kesehatan anak.

Kuwu Desa Mandala, H. Rodiah mengatakan, dengan adanya monev yang dilakukan Wabup Ayu beserta jajaran ke Desa Mandala, pihaknya merasa bangga.

Dirinya melaporkan, bahwa kegiatan di Posyandu di desanya, masyarakatnya sangat antusias dan meningkat. Karena keberhasilan itu, kuncinya terletak pada generasi penerus yang cerdas.

“Alhamdulillah, di Desa Mandala tidak ada gizi buruk. Kita mempunyai enam Posyandu, dan PR (pekerjaan rumah) kami tinggal dua Posyandu lagi yang belum dibangun,” kata Rodiah.

Rodiah mengharapkan, dengan terpenuhinya sarana dan prasarana pendukung (misal, Posyandu) kesehatan di Desa Mandala, sedikitnya dapat diperhatikan.

Maka ia meminta, agar pekerjaan rumah pembangunan Posyandu agar bisa segera direalisasikan. (din)