Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 20 Mei 2025

UIN Siber Cirebon dan Kankemenag Bersama Pusbangkom Kemenag RI Gelar Bimtek Tata Naskah Dinas

CIREBON, FC - Pusat Pengembangan dan Pelatihan (Pusbangkom) Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Naskah Dinas selama tiga hari, 20–22 Mei 2025. 

Kegiatan ini berlangsung di lantai 2 Auditorium Kankemenag Kabupaten Cirebon dan diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 23 tenaga kependidikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan 7 peserta dari Kankemenag Kabupaten Cirebon.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, yakni Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. (Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon), Jajang Badruzaman (Kasi Penmad Kankemenag Cirebon), serta dua Widyaiswara Ahli Madya dari Pusbangkom Kemenag RI, yaitu H. Ahmad Nidjam, S.IP., MM. dan Agustina, S.Kom., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia.

Dalam arahannya, Prof. Aan menekankan pentingnya digitalisasi administrasi sebagai bagian dari transformasi layanan publik. Ia menyampaikan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah menerapkan sistem administrasi paperless yang memungkinkan layanan tetap berjalan tanpa hambatan waktu dan tempat.

“Dengan layanan digital, kita tidak terhalang oleh jarak dan waktu. Yang terpenting adalah komitmen pimpinan untuk menerapkannya di lingkungan kerja. Dan yang tak kalah penting, pimpinan harus senantiasa siap kapan dan di mana saja untuk mem-approve TTE (Tanda Tangan Elektronik). Kita telah menerapkannya di UIN Siber Cirebon,” tegas Prof. Aan.

Usai memberikan arahan, Prof. Dr. H. Aan Jaelani secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Tata Naskah Dinas. Pembukaan ini menandai komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola administrasi pemerintahan berbasis digital.

Sementara itu, Agustina, S.Kom., M.Si., selaku Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi yang baik antara Pusbangkom, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan Kankemenag Kabupaten Cirebon. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam membangun budaya kerja yang tertib, efisien, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Bimtek ini menjadi momentum penting dalam membekali aparatur dengan pemahaman dan keterampilan menyusun tata naskah dinas yang sesuai regulasi dan mendukung sistem administrasi pemerintahan modern.

Bupati Imron Sampaikan Pesan Kebangkitan Era Digital di Harkitnas ke-117

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di halaman Kantor Bupati Cirebon, Selasa (20/5/2025).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Cirebon, Imron, membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menekankan pentingnya semangat kebangkitan dalam menjawab tantangan zaman modern.

Dalam pidatonya, Imron menekankan peringatan Harkitnas bukan sekadar ritual tahunan, namun menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan kolektif bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

“117 tahun lalu, melalui berdirinya Budi Utomo, kita belajar bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan sendiri,” ujarnya.

Imron menyoroti kebangkitan nasional hari ini menuntut keberanian baru di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi, krisis pangan, serta ancaman terhadap kedaulatan digital.

Ia menyebut, bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus globalisasi, tetapi harus tampil sebagai pemimpin perubahan.

“Indonesia memilih untuk berdiri sebagai mitra dialog yang aktif, menjaga kepentingan nasional sambil memberi solusi bagi dunia. Prinsip politik luar negeri bebas dan aktif terus jadi jangkar dalam menghadapi kompleksitas global,” lanjutnya.

Ia pun menyampaikan capaian awal pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Imron menyebut langkah kebangkitan dimulai dari kebutuhan mendasar rakyat seperti program makan bergizi gratis, yang telah menjangkau 3,5 juta anak, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lebih dari 777 ribu warga.

“Pemerintah memulai dari hal-hal sederhana seperti perut kenyang, hati lapang, dan akses kesehatan yang merata. Ini fondasi penting untuk membangun masa depan bangsa,” katanya.

Lebih jauh, pemerintah juga berkomitmen mengembangkan sektor ekonomi melalui pendirian Danantara Investment Agency, serta memperluas pelatihan vokasi dan talenta digital untuk menghadapi era kecerdasan buatan.

Selain itu, tutur Imron, perlindungan anak di ruang digital juga diperkuat melalui regulasi baru yang menjamin keamanan dan etika dalam interaksi daring.

Di akhir pidatonya, Imron menegaskan seluruh upaya ini berpijak pada satu tujuan besar yakni membangun masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, dan berpihak pada rakyat.

“Hari Kebangkitan Nasional adalah momen untuk memperkuat arah perjalanan bangsa. Kita pastikan pembangunan bukan hanya megah, tapi juga bijak dan berkeadilan,” tutupnya. (Ara)

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional, Wakil Wali Kota Serukan Semangat Pembangunan Berkelanjutan di Era Digital

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati bertindak sebagai inspektur upacara dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang berlangsung di halaman Balai Kota Cirebon pada Selasa (20/5/2025). 

Upacara ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi pemuda, serta tokoh masyarakat setempat. 

Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merenungi semangat para pendiri bangsa dan menjadikannya inspirasi dalam menjawab tantangan zaman.

“Tahun ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para pendahulu bangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, semangat kebangkitan harus terus kita jaga dan kita nyalakan, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam kerja nyata, kolaborasi, dan inovasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan tema Harkitnas tahun 2025 yang mengangkat pentingnya kebangkitan nasional di era transformasi digital dan penguatan kemandirian bangsa. Menurutnya, nilai-nilai kebangkitan harus tercermin dalam cara pemerintah memberikan pelayanan yang semakin inklusif, cepat, dan berbasis teknologi. 

"Sebagai bagian dari pemerintah daerah, kami percaya bahwa nilai-nilai kebangkitan nasional harus terwujud dalam pelayanan publik yang makin adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi, sejalan dengan visi Kota Cirebon yang Setara dan Berkelanjutan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga membacakan Pidato Menteri Komunikasi dan Digital RI yang menjadi bagian resmi dari upacara peringatan Harkitnas. Pidato tersebut mengulas kembali makna lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, yang menandai dimulainya kesadaran nasional sebagai fondasi perjuangan bangsa Indonesia.

Menteri menegaskan bahwa kebangkitan nasional bukanlah peristiwa masa lalu yang sudah usai, melainkan proses panjang yang menuntut kita untuk terus beradaptasi dan menjawab tantangan zaman modern seperti disrupsi teknologi, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital. 

“Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut keberanian, bukan nostalgia,” demikian kutipan dari pidato Menteri yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota.

Di tengah arus globalisasi dan ketidakpastian dunia, Indonesia disebut tetap kokoh berdiri di jalur politik bebas aktif yang menjaga kemandirian bangsa. Pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial, dengan memastikan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada rakyat.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa komitmen kebangkitan harus dirasakan hingga ke tingkat lokal. 

“Di Kota Cirebon, semangat kebangkitan itu kami wujudkan lewat kerja nyata, melalui layanan publik berbasis digital, penguatan ekonomi rakyat, dan pembangunan kota yang berkeadilan,” ungkapnya.

Ia juga mendukung penuh arah pembangunan nasional yang berpijak pada delapan misi utama atau Asta Cita sebagai panduan menuju perubahan yang berkelanjutan. 

Menurutnya, misi tersebut penting agar setiap warga negara, di kota besar maupun pelosok, merasakan manfaat dari pembangunan secara nyata.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh warga Kota Cirebon untuk menjaga semangat kebangkitan dalam keseharian. 

“Mari kita jaga kebangkitan ini seperti akar yang tumbuh pelan tapi kuat. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah yang berakar dalam nilai kemanusiaan dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” pungkasnya. (din)



Senin, 19 Mei 2025

UIN Siber Cirebon Jawab Tantangan Sosial Era Digital Lewat Prodi Sosiologi Agama

CIREBON, FC – Di tengah derasnya arus perubahan sosial akibat revolusi teknologi informasi, masyarakat global kini menghadapi tantangan kompleks: mulai dari pergeseran nilai-nilai sosial, penetrasi ideologi keagamaan dalam ruang digital, hingga meningkatnya krisis solidaritas dan identitas. 

Menanggapi fenomena ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), hadir dengan terobosan akademik melalui Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).

Program studi ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 460 Tahun 2021 sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi intelektual yang mampu menjembatani nilai-nilai keagamaan dan persoalan sosial kontemporer di era masyarakat digital.

Sosiologi Agama, Jawaban atas Krisis Sosial Modern

Dalam satu dekade terakhir, masyarakat Indonesia dan dunia menyaksikan semakin kuatnya gejolak sosial dan keagamaan, yang kerap melahirkan konflik identitas, polarisasi sosial, dan melemahnya solidaritas kolektif. 

“Di sinilah pentingnya peran sosiolog agama,” ujar Kaprodi Sosiologi Agama, “mereka bukan hanya pengamat sosial, tetapi agen perubahan yang bisa menawarkan solusi berbasis nilai dan ilmu.”

Dengan pendekatan kontekstual, integratif, dan teknologi-adaptif, Prodi ini mencetak lulusan Sarjana Sosial (S.Sos) yang siap menghadapi dunia nyata—bukan sekadar dalam ranah akademik, tapi juga sebagai praktisi sosial yang bergerak dalam komunitas, organisasi, dan institusi global.

Program Unggulan: Riset, Magang, dan Aksi Sosial Nyata

Beberapa program unggulan yang menjadikan Prodi Sosiologi Agama CIU sebagai rujukan studi modern di bidang sosial-keagamaan antara lain:

Pembelajaran Berbasis Riset dan Magang: Mahasiswa sejak awal diarahkan menjadi young researcher, didorong menerbitkan artikel ilmiah, dan mengikuti program magang di lembaga pemerintah, NGO, desa mitra, hingga industri sosial. Ini memberi mereka portofolio nyata sebelum lulus.

Riset Kolaboratif Melalui Sekolah Riset: Di bawah laboratorium Sosiologi Agama, mahasiswa dan dosen bekerja sama menerbitkan riset ilmiah berbasis isu aktual. Karya mereka dapat diakses di platform seperti Google Scholar, mencerminkan semangat kolaborasi akademik dan keterlibatan dalam wacana ilmiah global.

Pengabdian Masyarakat Berbasis SDGs

Komitmen Prodi ini diwujudkan melalui program “Mitra Kampung SDGs” di Argasunya, Cirebon, tempat dosen dan mahasiswa melakukan pengabdian langsung seperti:

Menurunkan angka stunting (SDGs 3),

Mencegah pernikahan usia dini (SDGs 5),

Mengentaskan kemiskinan ekstrem (SDGs 1 & 2),

Menciptakan kampung ramah Gender (SDGs 5).

Program ini menjadikan Prodi Sosiologi Agama bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Langkah Internasional: Mahasiswa Go Global

Tak hanya fokus di dalam negeri, pada tahun 2025 Prodi ini juga menorehkan prestasi dalam kancah internasional. Mahasiswa Prodi Sosiologi Agama CIU mengikuti program student exchange ke Asia e University, Malaysia, serta aktif dalam berbagai seminar internasional yang memperluas perspektif dan memperkuat daya saing global lulusan.

Menjadi Cahaya di Tengah Gelapnya Tantangan Sosial

Kehadiran Prodi Sosiologi Agama di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan bahwa pendidikan tinggi tak boleh stagnan dalam menara gading. Di era di mana ruang publik telah bergeser ke dunia digital, dan tantangan sosial kian kompleks, Prodi ini berdiri sebagai oase—menginspirasi generasi muda untuk menjadi pemikir, pemecah masalah, dan pelayan masyarakat berbasis nilai-nilai luhur keislaman.

“Cyber Islamic University bukan hanya tempat kuliah daring, tapi juga pusat transformasi sosial berbasis spiritualitas, teknologi, dan sains sosial,” tegas Dekan FDKI.

Dengan pendekatan lintas sektor, orientasi global, dan kepedulian lokal, Sosiologi Agama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi model ideal pendidikan tinggi dalam menyongsong masa depan Indonesia yang inklusif, kuat, dan beradab. (din)

Komisi I DPRD Gelar Dengar Pendapat Bersama PWI Kota Cirebon

CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon di Griya Sawala, Senin (19/5/2025). 

Rapat ini merupakan langkah sinergi untuk mendukung peran media dalam menyampaikan informasi yang faktual dan bertanggung jawab.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno SH, menyampaikan apresiasi atas paparan PWI terkait program kerja dan arah organisasi ke depan. Ia mengatakan pentingnya peran PWI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi kebijakan kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar PWI dapat terus menyampaikan informasi secara faktual, termasuk kebijakan yang direncanakan maupun yang sudah dijalankan pemerintah daerah,” katanya usai rapat.

Ia juga menekankan pentingnya penyebaran informasi yang obyektif dan konstruktif di tengah arus informasi yang begitu deras saat ini.

“Media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik. Karena itu, kami berharap PWI bisa menjadi mitra dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujar Agung.

Anggota Komisi I DPRD Andi Riyanto Lie juga medukung program kerja PWI dalam meningkatkan kualitas kerja-kerja jurnalistik di Kota Cirebon yakni dengan sertifikasi wartawan.

Kendati demikian, Andi Lie juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi media sehingga pilar demokrasi dapat berjalan tanpa ada tekanan atau intervensi.

“Sinergi boleh terjalin, tapi sikap kritis media harus tetap dijaga. Pers adalah pilar demokrasi yang harus bebas dari tekanan atau intervensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Cirebon M Alif Santosa mengapresiasi RDP tersebut sebagai bentuk keterbukaan DPRD. Ia berharap eksistensi PWI dapat sejalan dan bersinergi dengan DPRD dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

“PWI tengah fokus pada peningkatan kompetensi profesi wartawan, dan kami butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD,” ucapnya.

Alif menambahkan, regenerasi dan kaderisasi juga menjadi prioritas pengurus PWI saat ini, mengingat sebagian besar anggotanya merupakan wartawan aktif di lapangan.

“Kita targetkan peningkatan kompetensi profesi wartawan bisa segera dilaksanakan tahun ini,”

Hadir pula anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Imam Yahya SFil Msi dan pengurus PWI. (Ara)

Prodi Istimewa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: Pilihan Spesial untuk Generasi Visioner

CIREBON, FC -- UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai pelopor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri berbasis digital pertama di Indonesia, memiliki sejumlah program studi istimewa yang menyimpan potensi besar bagi masa depan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan dunia kerja.

Program studi istimewa tersebut di antaranya : 

Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA):

1. Ilmu Hadis

Prodi yang mendalami khazanah hadis Nabi SAW secara ilmiah dan metodologis ini menjadi garda terdepan dalam menjaga otentisitas sumber ajaran Islam. Di era digital, keahlian dalam verifikasi sanad dan matan hadis semakin dibutuhkan untuk membendung hoaks keagamaan.

2. Tasawuf Psikoterapi

Merupakan kolaborasi unik antara spiritualitas dan ilmu psikologi. Prodi ini melahirkan lulusan yang mampu menangani kesehatan mental dengan pendekatan ruhani yang Islami—sebuah kebutuhan yang terus meningkat di masyarakat modern.

3. PJJ SPI (Sejarah Peradaban Islam - Pendidikan Jarak Jauh)

Prodi PJJ SPI memberi kesempatan kepada siapa saja dari seluruh penjuru negeri untuk mempelajari peradaban Islam secara mendalam tanpa harus datang ke kampus. Fleksibilitas ini sangat cocok bagi pekerja, guru, atau santri yang ingin melanjutkan studi.

4. SPI (Sejarah Peradaban Islam)

Prodi ini menawarkan wawasan luas tentang dinamika peradaban Islam dari masa ke masa, serta kontribusinya terhadap perkembangan ilmu dan budaya dunia. Mahasiswa dilatih berpikir kritis dan analitis terhadap sejarah.

5. IAT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir)

Fokus pada kajian Al-Qur’an secara ilmiah dan kontekstual, prodi ini membuka jalan bagi lahirnya mufassir muda yang siap menjawab tantangan zaman dengan solusi berbasis wahyu.

6. AFI (Aqidah dan Filsafat Islam)

Prodi ini melatih daya nalar dan refleksi mendalam terhadap persoalan-persoalan keimanan dan eksistensi manusia. Di tengah krisis pemikiran dan ideologi, AFI menjadi benteng keilmuan yang kokoh.

7. BSA (Bahasa dan Sastra Arab)

Lebih dari sekadar bahasa, BSA membuka pintu pemahaman terhadap budaya, sastra, dan khazanah intelektual Arab. Prodi ini penting bagi mereka yang ingin menjadi penerjemah, peneliti, maupun diplomat budaya Islam.

Fakultas Syari’ah:

8. Ilmu Falak

Prodi langka yang sangat dibutuhkan dalam bidang hisab rukyat, astronomi Islam, serta penentuan waktu-waktu ibadah dan kalender Hijriyah. Keahlian ini menjadi sangat vital di tengah perdebatan tentang penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan peristiwa langit lainnya.

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam:

9. Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)

Prodi yang mencetak agen-agen perubahan sosial berbasis nilai-nilai Islam. PMI mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi fasilitator pembangunan berbasis komunitas yang mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara inklusif.

10. Sosiologi Agama

Mengupas dinamika kehidupan beragama di masyarakat multikultural. Prodi ini membuka ruang bagi pemahaman mendalam tentang hubungan antara agama dan realitas sosial, menjadikannya strategis dalam merawat harmoni dan toleransi di tengah keragaman.

Kenapa Memilih Prodi Istimewa?

Persaingan Lebih Rendah, Peluang Lebih Besar

Spesialisasi Ilmu yang Dibutuhkan Dunia

Pengabdian Masyarakat yang Lebih Terarah

Dukungan Pembelajaran Digital Penuh dari UIN Siber Cirebon

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meyakini bahwa kemuliaan ilmu tak ditentukan oleh jumlah pendaftar, tetapi oleh manfaat dan kontribusinya terhadap umat dan dunia.

Jadilah bagian dari kekuatan sunyi yang mengubah dunia. Temukan potensi dirimu di prodi-prodi istimewa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan buktikan bahwa pilihan yang berbeda dapat membawa perubahan besar.

Program studi istimewa ini bukanlah pilihan "alternatif", tetapi justru ladang keilmuan yang kaya dan strategis untuk membangun peradaban Islam modern berbasis teknologi, spiritualitas, dan sains. 

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memberikan akses digital dan fleksibilitas pembelajaran yang membuat semua prodi ini bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Tertarik untuk menjadi pionir di jalur keilmuan yang langka namun menjanjikan? Bergabunglah dengan prodi-prodi istimewa di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan jadilah bagian dari generasi pembaharu yang berani menempuh jalan berbeda demi kemajuan umat dan bangsa. (din)


Kabupaten Cirebon Unjuk Gigi di detikcom Regional Summit 2025: Strategis, Kaya Budaya, dan Siap Jadi Magnet Investasi Rebana

MAJALENGKA — Masa depan kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat terus menunjukkan geliat positif.

Dalam ajang detikcom Regional Summit 2025 yang digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Senin (19/5/2025), para pemimpin daerah, menteri, dan pengambil kebijakan nasional berkumpul membedah strategi untuk menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu sorotan utama datang dari Kabupaten Cirebon. Dalam forum bergengsi ini, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mewakili Bupati Cirebon, Imron, untuk menyampaikan kesiapan dan potensi luar biasa daerahnya dalam mendukung percepatan investasi di kawasan Rebana.

“Kabupaten Cirebon memiliki potensi geografis yang sangat lengkap dari pegunungan hingga laut, serta lima akses keluar tol yang memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujar Jigus–sapaan akrab Wakil Bupati Cirebon.

“Selain itu, kami juga kaya akan warisan budaya, kuliner khas, dan sejarah panjang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dan wisatawan,” ucapnya menambahkan.

Jigus menjelaskan, Pemkab Cirebon telah menempuh berbagai langkah konkret untuk membangun iklim investasi yang kondusif.

Salah satunya adalah pembentukan Satgas Anti-Premanisme sebagai jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor, serta koordinasi intensif dengan Forkopimda untuk memastikan stabilitas daerah tetap terjaga.

“Dalam dunia investasi, yang dicari adalah kepastian hukum, kepastian waktu, dan pembiayaan yang jelas. Dan dengan letak yang sangat strategis, Kabupaten Cirebon memiliki modal kuat untuk menjadi simpul industri dan ekonomi baru di kawasan Rebana,” tegasnya.

Meski begitu, ia juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti ancaman banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.

Isu ini menjadi perhatian serius, karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan infrastruktur pendukung industri, terutama kebutuhan air bersih.

“Kebutuhan air bersih menjadi sangat vital, terlebih dengan mulai masuknya investasi di sektor energi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB),” tutur Jigus.

“Kami juga mendorong penyederhanaan proses AMDAL, agar investasi bisa berjalan lebih cepat dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” imbuhnya.

Acara ini mengangkat tema besar “Investasi dan Pengembangan Berkelanjutan di Jantung Jawa Barat” dan dihadiri tokoh-tokoh penting, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Qrif Pribadi, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi tujuh kepala daerah di kawasan Rebana. Mereka yang hadir antara lain Walikota Cirebon Effendi Edo, Bupati Majalengka Eman Suherman, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Bupati Indramayu Lucky Hakim, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman.

Dalam sesi dialog, para kepala daerah mengupas beragam tantangan dan peluang pengembangan Rebana, mulai dari sinergitas antarwilayah, pembagian peran strategis, hingga roadmap bersama untuk pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. (din)

Komisi I DPRD, Andi Lie: Sinergi Bokeh Terjalin Tapi Sikap Kritis Media Harus Tetap Dijaga

CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon di Griya Sawala, Senin (19/5/2025). Rapat ini merupakan langkah sinergi untuk mendukung peran media dalam menyampaikan informasi yang faktual dan bertanggung jawab.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno SH, menyampaikan apresiasi atas paparan PWI terkait program kerja dan arah organisasi ke depan. Ia mengatakan pentingnya peran PWI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi kebijakan kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar PWI dapat terus menyampaikan informasi secara faktual, termasuk kebijakan yang direncanakan maupun yang sudah dijalankan pemerintah daerah,” katanya usai rapat.

Ia juga menekankan pentingnya penyebaran informasi yang obyektif dan konstruktif di tengah arus informasi yang begitu deras saat ini.

“Media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik. Karena itu, kami berharap PWI bisa menjadi mitra dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujar Agung.

Anggota Komisi I DPRD Andi Riyanto Lie juga medukung program kerja PWI dalam meningkatkan kualitas kerja-kerja jurnalistik di Kota Cirebon yakni dengan sertifikasi wartawan.

Kendati demikian, Andi Lie juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi media sehingga pilar demokrasi dapat berjalan tanpa ada tekanan atau intervensi.

“Sinergi boleh terjalin, tapi sikap kritis media harus tetap dijaga. Pers adalah pilar demokrasi yang harus bebas dari tekanan atau intervensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Cirebon M Alif Santosa mengapresiasi RDP tersebut sebagai bentuk keterbukaan DPRD. Ia berharap eksistensi PWI dapat sejalan dan bersinergi dengan DPRD dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

“PWI tengah fokus pada peningkatan kompetensi profesi wartawan, dan kami butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD,” ucapnya.

Alif menambahkan, regenerasi dan kaderisasi juga menjadi prioritas pengurus PWI saat ini, mengingat sebagian besar anggotanya merupakan wartawan aktif di lapangan.

“Kita targetkan peningkatan kompetensi profesi wartawan bisa segera dilaksanakan tahun ini,”

Hadir pula anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Imam Yahya SFil Msi dan pengurus PWI. (Ara)

Pemkot Cirebon Sosialisasi Sistem Pengawasan Perizinan Berbasis Risiko untuk Dukung Investasi

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko di Kota Cirebon, Senin (19/5/2025). 

Dalam acara ini, Wakil Wali Kota menekankan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk mendukung transformasi pelayanan publik, terutama di bidang perizinan dan investasi.

Untuk diketahui, Sistem Online Single Submission berbasis risiko atau OSS-RBA adalah langkah penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih mudah, cepat, dan terintegras. 

Wakil Wali Kota mengatakan, pengawasan perizinan yang dilakukan pemerintah bukan untuk menyulitkan pelaku usaha, tetapi sebagai bentuk pendampingan untuk memastikan usaha berjalan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku, tanpa menghambat produktivitas.

"Pengawasan yang baik justru menjadi jembatan antara kepastian hukum dan pertumbuhan ekonomi. Mari kita bangun paradigma baru bahwa pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk membantu usaha tetap patuh, aman, dan berkembang," ujarnya.

Sebagai informasi, Kota Cirebon mengalami perkembangan signifikan dalam sektor investasi dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, total nilai investasi yang masuk mencapai Rp 983 miliar, melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 114,34%. 

Jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit juga mencapai 10.266 atau 111,7%  melampaui target tahunan dengan mayoritas pelaku usaha mikro dan kecil.

Pemerintah Kota Cirebon berharap, pencapaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Wakil Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Cirebon akan terus mendukung fasilitas usaha, seperti sertifikasi halal, perizinan UMK, dan pelatihan manajemen. 

"Kami akan terus mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha agar pelayanan publik bisa berjalan maksimal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, Sosro Harsono, menjelaskan mengenai penerapan sistem berbasis risiko yang diatur oleh Undang-Undang Cipta Kerja. 

"Usaha dengan risiko rendah cukup melakukan pendaftaran untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sistem ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, baik Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri," ujar Sosro.

Sosro menjelaskan, hingga triwulan pertama 2025, capaian investasi sudah menyentuh Rp252 miliar, dengan 387 pelaku usaha baru yang telah menyerap 627 tenaga kerja. 99% dari NIB yang terbit berasal dari pelaku usaha mikro dan kecil.

Sosro juga menyampaikan bahwa melalui perubahan dalam perizinan usaha, Pemerintah Kota Cirebon memberikan berbagai kemudahan dan pengurangan prosedur yang rumit. 

"Regulasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memudahkan pelaku usaha, yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai kewajiban mereka dalam melaksanakan penanaman modal sesuai regulasi yang berlaku, serta meningkatkan realisasi investasi di Kota Cirebon. 

"Dengan adanya regulasi ini, kami berharap akan ada peningkatan kualitas fasilitasi penanaman modal yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah," harapnya. (din)



Wujudkan Keluarga Sejahtera, Pemkab Cirebon Gelar Layanan KB Gratis

KABUPATEN CIREBON — Dalam rangka 100 hari program kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menyelenggarakan layanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) secara gratis bagi masyarakat di Rumah Sakit Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPPKBP3A Kabupaten Cirebon dengan Rumah Sakit Pasar Minggu Palimanan dan Tim Medis Operasi dari Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Salamun Bandung.

Pelayanan ini diadakan dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, didampingi Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama seluruh pihak dalam pelaksanaan layanan KB ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada DPPKBP3A dan tim medis dari RS Pasar Minggu serta RSAU Salamun Bandung. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut bahkan ditingkatkan di masa mendatang,” ujar pria yang akrab disapa Jigus.

Layanan KB MOW dan MOP tersebut diikuti oleh 200 akseptor MOW dan 18 akseptor MOP. Program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan reproduksi, tetapi juga edukasi serta perlindungan bagi pasangan usia subur.

Jigus menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk mendukung program pengendalian penduduk nasional, serta mendorong kesejahteraan keluarga di Kabupaten Cirebon.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program KB dan mendaftarkan diri melalui kader KB, PKB/PLKB di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini, Pemkab Cirebon optimis bahwa laju pertumbuhan penduduk di daerahnya dapat lebih dikendalikan secara berkelanjutan.  (Herman)

Minggu, 18 Mei 2025

Kompetisi Jaka Rara 2025, Panggung Kreativitas Anak Muda Menjaga Budaya dan Tradisi

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo dan jajaran perangkat daerah menghadiri malam puncak Grand Final Pemilihan Jaka Rara Kota Cirebon yang digelar di Grage City Mall, Minggu (18/5/2025). 

Acara ini menjadi sorotan masyarakat tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai panggung aktualisasi generasi muda dalam melestarikan budaya dan mempromosikan pariwisata daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh finalis. Ia menegaskan bahwa Grand Final Jaka Rara bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan selempang kehormatan, tetapi lebih dari itu, merupakan proses pembelajaran dan pengenalan jati diri. 

“Ini tentang proses mengenal diri, menggali potensi, serta membangun kesadaran bahwa menjadi bagian dari Kota Cirebon berarti ikut menjaga warisan, menyebarkan nilai-nilai baik, dan membawa harum nama Kota Cirebon,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi semangat dan visi para peserta, yang menurutnya telah menunjukkan bahwa generasi muda Kota Cirebon tidak hanya cakap berbicara di atas panggung, tapi juga memiliki komitmen terhadap pengembangan budaya dan pariwisata. 

"Pembangunan tidak bisa hanya diukur dari infrastruktur dan angka statistik. Kita butuh fondasi lain yang lebih halus, tapi justru lebih menentukan, yaitu karakter, identitas, dan rasa memiliki terhadap kota ini,” imbuhnya.

Wali Kota menambahkan bahwa acara ini seharusnya tidak dipandang sebagai seremonial semata. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan ajang seperti Jaka Rara sebagai ruang kolaborasi antar generasi dan elemen masyarakat. 

“Membangun kota tak cukup hanya oleh pemerintah, tapi harus berjalan bersama masyarakat, komunitas, termasuk generasi muda,” lanjutnya.

Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang-ruang kreatif, program pengembangan pemuda, serta dukungan nyata terhadap sektor budaya dan pariwisata. 

Tak lupa, Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, juri, pelatih, mentor, dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. 

"Terima kasih atas dedikasi dan kecintaan terhadap kota ini. Selamat kepada para finalis, semuanya adalah cermin harapan. Jadikan perjalanan ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh, lebih tinggi, dan lebih berarti," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menyampaikan bahwa gelaran Grand Final ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga tentang kontribusi nyata terhadap sektor ekonomi kreatif. 

“Ini adalah ajang kreativitas di mana kita membutuhkan keterlibatan anak-anak muda untuk menjadi duta budaya dan pariwisata,” ujarnya.

Agus juga menyoroti pentingnya sinergi antara kreativitas dan seni dalam ajang ini. Menurutnya, perpaduan antara seni kolosal dan sentuhan modern menciptakan daya tarik tersendiri. 

Ia optimistis, jika kolaborasi terus berjalan, Kota Cirebon bisa bersaing di level nasional bahkan internasional dalam bidang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. “Selama kita bisa berkolaborasi, kita bisa mengangkat Cirebon ke level yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Ara)



Sabtu, 17 Mei 2025

Kunker Menteri PPMI, Momentum Penguatan Ekosistem Migran di Kabupaten Cirebon

 


KABUPATEN CIREBON — Kabupaten Cirebon terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kantong pekerja migran terbesar di Indonesia. Komitmen ini ditegaskan saat kunjungan kerja Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, ke UPTD Pelatihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon di Kecamatan Plumbon, Sabtu (17/5/2025).

Didampingi Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus, kunjungan ini menjadi momentum penguatan ekosistem migran yang lebih aman, legal, dan terlatih.

Dalam pertemuan tersebut, Jigus mengungkapkan harapannya, agar ke depan Kabupaten Cirebon tidak hanya menjadi daerah pengirim pekerja migran, tapi juga menjadi pusat pelatihan dan perlindungan pekerja migran yang modern.

“Kita berharap pelatihan kerja di Kabupaten Cirebon bisa diperkuat. Tahun lalu saja ada 11 ribu warga kita yang berangkat ke luar negeri. Dengan potensi remitansi sekitar Rp600 miliar per tahun, ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan Kabupaten Cirebon, baik ekonomi maupun sosialnya,” ujar Jigus.

Ia menambahkan, langkah strategis ke depan adalah memperbanyak sosialisasi ke desa-desa, menggandeng tokoh masyarakat, dan melakukan pendataan warga yang ingin bekerja ke luar negeri secara legal.

“Kami ingin masyarakat paham, bahwa berangkat ke luar negeri itu aman asalkan lewat jalur prosedural. Nanti kami libatkan juga kepala desa untuk ikut menyosialisasikan,” katanya.

Jigus menyambut baik semua arahan tersebut. Ia bahkan menyatakan siap menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai percontohan nasional dalam hal migrasi aman dan legal.

“Kita ingin tunjukkan, Kabupaten Cirebon bukan hanya pengirim tenaga kerja, tapi penghasil migran berkualitas yang membawa devisa besar dan mengangkat ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Abdul Kadir Karding, menyampaikan pentingnya Kabupaten Cirebon membentuk Migran Center, sebuah pusat vokasi yang khusus menyiapkan pekerja migran, baik dari sisi keterampilan maupun perlindungan hukum.

“Saya sarankan Kabupaten Cirebon bikin Migran Center. Di situ lengkap, ada pelatihan, sertifikasi, bahkan kurikulum yang diambil langsung dari negara tujuan, seperti Korea atau Jepang. Kalau perlu, pelatihnya langsung dari sana. Terutama pelatihan bahasa, ini kunci,” kata Abdul Kadir.

Ia menegaskan, dengan standar UMK Kabupaten Cirebon sebesar Rp2,6 juta, bekerja ke luar negeri bisa meningkatkan penghasilan berkali-kali lipat. Sebagai contoh, di Korea Selatan, gaji seorang welder bisa mencapai Rp15 juta per bulan.

“Bisa dibayangkan, kalau di Kabupaten Cirebon butuh kerja 4-5 bulan untuk dapat penghasilan itu, di Korea cukup satu bulan saja. Tapi syaratnya satu: berangkatnya harus prosedural,” tegas Abdul Kadir.

Ia juga mengingatkan, bahwa 95 persen permasalahan pekerja migran yang terjadi selama ini berasal dari mereka yang berangkat secara ilegal atau non-prosedural.

“Makanya, kita harus perang lawan calo. Jangan kasih celah. Orang-orang ini memanfaatkan ketidaktahuan warga. Ada cerita teman saya dulu, dia calo, ngambil 8 juta dari satu orang. Warga kita sudah miskin, dimintain lagi setoran setelah di luar negeri. Ini kejam,” ungkapnya.

Abdul Kadir menegaskan komitmennya untuk membekukan perusahaan penempatan yang nakal dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memberantas sindikat calo, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia juga mengungkapkan maraknya modus pekerja migran ilegal yang diberangkatkan ke Kamboja, Myanmar, lewat Malaysia atau Thailand, menggunakan visa turis.

“Kami tegaskan, pemerintah tidak punya kerja sama penempatan dengan Kamboja atau Myanmar. Jadi, kalau ada yang bilang ada kerja di sana, itu pasti ilegal. Calonya pun orang Indonesia sendiri. Harus kita hentikan,” pungkasnya.

100 Hari Program Kerja Bupati dan Wabup Cirebon, Pemkab Menyelenggarakan Layanan KB Gratis Bagi Masyarakat

KABUPATEN CIREBON — Dalam rangka 100 hari program kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menyelenggarakan layanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) secara gratis bagi masyarakat di Rumah Sakit Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPPKBP3A Kabupaten Cirebon dengan Rumah Sakit Pasar Minggu Palimanan dan Tim Medis Operasi dari Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Salamun Bandung.

Pelayanan ini diadakan dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, didampingi Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama seluruh pihak dalam pelaksanaan layanan KB ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada DPPKBP3A dan tim medis dari RS Pasar Minggu serta RSAU Salamun Bandung. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut bahkan ditingkatkan di masa mendatang,” ujar pria yang akrab disapa Jigus.

Layanan KB MOW dan MOP tersebut diikuti oleh 200 akseptor MOW dan 18 akseptor MOP. Program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan reproduksi, tetapi juga edukasi serta perlindungan bagi pasangan usia subur.

Jigus menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk mendukung program pengendalian penduduk nasional, serta mendorong kesejahteraan keluarga di Kabupaten Cirebon.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program KB dan mendaftarkan diri melalui kader KB, PKB/PLKB di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini, Pemkab Cirebon optimis bahwa laju pertumbuhan penduduk di daerahnya dapat lebih dikendalikan secara berkelanjutan. (Yuli)

Jumat, 16 Mei 2025

Dede Al Mustaqim Ukir Prestasi Internasional, Publikasikan Tiga Jurnal Bergengsi di Bidang Hukum Islam dan Hukum Positif

CIREBON, FC — Dede Al Mustaqim, alumnus Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2025, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. 

Setelah dinyatakan lulus, Dede melanjutkan studinya ke jenjang Pascasarjana dengan mengambil jurusan Hukum Keluarga Islam melalui Beasiswa Prestasi yang diberikan langsung oleh universitas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian akademiknya.

Tak butuh waktu lama, Dede kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik global. Ia berhasil mempublikasikan tiga hasil penelitian luar biasa yang menjadi kontribusi penting bagi pengembangan keilmuan Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif. Ketiga jurnal tersebut berhasil diterima dan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi.

Jurnal pertama yang telah dipublikasikan berjudul "Asset Freezing and Seizure as Instruments of Corruption Law Enforcement from the Perspective of Maqashid Sharia". Artikel ini diterbitkan dalam International Journal of Social, Policy and Law Vol. 6, No. 2 (2025): June 2025. 

Dalam penelitian tersebut, Dede mengemukakan pendekatan inovatif dalam upaya pemberantasan korupsi melalui instrumen hukum perampasan aset yang dikaji dari sudut pandang Maqashid Syariah. 

Kajian ini menjadi sorotan karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai keadilan Islam dengan mekanisme hukum positif secara proporsional.

Jurnal kedua merupakan hasil kolaborasi internasional dengan para akademisi dari berbagai negara. 

Artikel berjudul "Implementation of Hadhanah by Single Parents as A Result of Divorce in Indonesia: Perspective of Maqashid Shariah and Qira'ah Mubadalah" ini ditulis bersama Afif Muamar (Dosen HES UIN SSC), Muhammad Feby Ridho Pangestu (University of Jordan, Yordania), dan Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir). 

Jurnal ini telah resmi mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dan akan terbit dalam Vol. 2, No. 1 (June 2025). 

Penelitian ini membahas pelaksanaan hadhanah (pengasuhan anak pasca perceraian) oleh orang tua tunggal dengan pendekatan Maqashid Syariah dan pembacaan tafsir gender adil melalui Qira’ah Mubadalah.

Jurnal ketiga berasal dari pengembangan skripsinya yang mengkaji digitalisasi zakat profesi melalui sistem penggajian. 

Artikel berjudul "Digitizing Professional Zakat Through Payroll Systems: A Maqashid Shariah-Based Approach to Achieving the SDGs" ini ditulis bersama dua dosen pembimbingnya, Toto Suharto, M.Si dan Dr. Afif Muamar, M.HI dan diterima untuk diterbitkan dalam International Journal of Islamic Economics IAIN Metro Lampung. Saat ini, artikel tersebut telah memasuki tahap copyediting dan dijadwalkan tayang pada akhir bulan ini. 

Penelitian ini menghubungkan aspek keuangan Islam, keberlanjutan pembangunan global (SDGs), dan kemajuan teknologi finansial dalam kerangka maqashid syariah.

Capaian ini menjadikan Dede Al Mustaqim sebagai salah satu tokoh muda inspiratif dalam pengembangan Hukum Islam kontemporer di tingkat global.

Komitmennya terhadap integrasi antara nilai-nilai keislaman dan realitas hukum modern diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban hukum Islam di Indonesia dan dunia. (din)

Kamis, 15 Mei 2025

Layanan Darurat Siaga 112 Diluncurkan, Pemkab Siapkan Tiga Inovasi Layanan Publik

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan layanan darurat Katon Siaga 112 pada Kamis (15/5/2025) sebagai upaya memperkuat sistem tanggap darurat di daerah. 

Layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses bantuan dalam berbagai kondisi kegawatdaruratan melalui satu nomor panggilan, yaitu 112.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus, mengatakan layanan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan laporan masyarakat terkait kebakaran, kecelakaan, bencana, hingga evakuasi binatang.

“Tujuan utama dari layanan 112 ini adalah mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kedaruratan. Saat ini, sudah ada delapan perangkat daerah yang terlibat, dengan Diskominfo sebagai penggagas utamanya. Setelah ini, akan kami sosialisasikan lebih luas agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar Jigus.

Layanan Siaga Katon 112 merupakan sistem terpadu yang mengintegrasikan berbagai unit layanan kegawatdaruratan dari perangkat daerah dan instansi terkait, termasuk Disdamkarmat, BPBD, Dinsos, Dinkes, Satpol PP, Dishub, serta DPPKBP3A.

Layanan ini direncanakan ke depan aktif selama 24 jam penuh dan dapat diakses tanpa pulsa, bahkan tanpa kartu SIM.

Menurutnya, jenis layanan yang ditangani antara lain kegawatdaruratan medis, kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Jigus mengatakan, pelaksanaan teknis layanan Siaga Katon 112 dikoordinasikan oleh Diskominfo Kabupaten Cirebon, yang bertugas menjamin kelancaran jaringan, mengoordinasikan antarinstansi, serta menyediakan petugas call taker selama 24 jam. 

“Setiap panggilan akan diteruskan ke instansi yang relevan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Dengan hadirnya layanan ini, Wabup Jigus berharap, respons pemerintah terhadap berbagai kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Fasilitasi Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Agung Setio Utomo, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mengadopsi sistem ini. 

Ia menekankan pentingnya pelibatan unsur pemerintahan hingga tingkat desa untuk keberhasilan layanan.

“Cukup menghapal satu nomor, yaitu 112, masyarakat bisa melaporkan berbagai kondisi darurat. Kami sarankan agar sosialisasi melibatkan kepala desa, camat, hingga instansi vertikal seperti Polres dan Kodim. Ini wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat,” kata Agung.

Agung juga menyebut, layanan 112 merupakan standar internasional untuk panggilan darurat. “Tanpa pulsa pun bisa, bahkan beberapa ponsel tanpa kartu SIM juga bisa mengakses layanan ini,” tambahnya.

“Di luar negeri seperti Amerika, ada 911. Indonesia sedang menuju ke arah single number emergency, dan Kabupaten Cirebon kini menjadi kabupaten ke-164 yang menjalankannya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menyebut bahwa terdapat dua inovasi lainnya disamping Siaga Katon 112 yang diluncurkan. Meski berbeda, Bambang menegaskan inovasi tersebut sejalan dengan Siaga Katon 112. 

"Kita ada inovasi juga namanya Socakaton dan Simpelpas. Sedikit dijelaskan, Socakaton itu adalah sistem monitoring CCTV aktif mobile Kabupaten Cirebon. Masyarakat nantinya bisa ikut memantau kondisi wilayah Kabupaten Cirebon yang bisa terpantau di 40 titik lokasi strategis," jelas Bambang.

"Sedangkan Simpelpas adalah aplikasi berbasis website sebagai sistem pelayanan pemerlu atensi sosial yang dapat diajukan secara online dan realtime," ucapnya menambahkan.

Di akhir, Bambang berharap, seluruh masyarakat bisa memanfaatkan semua layanan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon.

"Pemkab Cirebon tentunya terus berkomitmen untuk dapat memberikan layanan maksimal bagi masyarakat dengan berbagai inovasi yang diluncurkan," tutupnya. (din)

UIN Siber Cirebon Menuju Kampus Hijau Islami Kelas Dunia : Pertemuan Perdana dengan UI GreenMetric Bahas Peta Jalan SDGs

CIREBON, FC  — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau dikenal secara internasional sebagai Cyber Islamic University (CIU) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjadi pelopor kampus digital Islam berwawasan lingkungan dengan menggelar pertemuan perdana bersama UI GreenMetric. 

Pertemuan ini merupakan langkah awal dari rangkaian Paket Layanan UI GreenMetric dan akan fokus pada pengenalan serta penilaian awal universitas oleh para asesor dari lembaga pemeringkatan kampus hijau kelas dunia tersebut.

Mengusung julukan “Kampus Hijau Islami dan SDGs”, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berambisi menjelma menjadi kampus Islam digital pertama di Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil-‘alamin dengan prinsip keberlanjutan global dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).

Komitmen Kampus Hijau: Dari Visi Global hingga Aksi Nyata

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa agenda kampus hijau bukanlah sekadar retorika, melainkan bagian tak terpisahkan dari visi besar kampus, yakni: “Menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul dan Berkelas Dunia.”

Dalam sambutannya pada pertemuan dengan UI GreenMetric, Prof. Aan menyampaikan empat misi utama kampus yang mencerminkan paduan antara digitalisasi, keislaman, dan keberlanjutan, di antaranya:

1. Menjadi advokat global gerakan Open Islamic Educational Resources (OIER) berbasis tata kelola siber.

2. Menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang kreatif dan profesional dengan pendekatan multimedia digital.

3. Meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi dan inovasi global.

4. Menyempurnakan layanan akademik berbasis teknologi untuk mutu yang berkelanjutan.

Selain itu, Prof. Aan memaparkan 10 program prioritas kampus, dengan salah satunya adalah: Islamic Green Campus dan Pencapaian SDGs.

Agenda Green Campus: Islam, Digitalisasi, dan Ekologi

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak sekadar membicarakan "hijau", tetapi menanamkan nilai-nilai Islam dalam praktik ekologi kampus. Agenda Green Campus dan SDGs mencakup:

Mewujudkan kampus ramah lingkungan, rendah karbon, dan berkelanjutan.

Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh lini kebijakan keberlanjutan.

Menumbuhkan kesadaran etika lingkungan di kalangan sivitas akademika.

Menjadikan UIN Siber sebagai role model Islamic Green Campus tingkat nasional dan internasional.

“Melalui pendekatan digital, ekologis, dan partisipatif, kami siap menjadikan UIN Siber sebagai kampus yang unggul secara ilmiah sekaligus spiritual,” tegas Prof. Aan.

Roadmap Menuju UI GreenMetric: Strategi Terukur dan Terintegrasi

Dalam paparannya, Prof. Aan menyampaikan roadmap rinci implementasi Islamic Green Campus, antara lain:

Kurikulum SDGs dan Ekoteologi Islam: Integrasi 5 mata kuliah dengan prinsip keberlanjutan.

Kemitraan Nasional dan Global: 3 MoU dan 2 proyek kolaboratif.

Pengabdian Berbasis SDGs: 5 kegiatan komunitas lintas fakultas.

Energi Terbarukan: Pemasangan panel surya, target pengurangan konsumsi listrik PLN ≥20%.

Pengelolaan Sampah & Urban Farming: 70% sampah terpilah dan pengembangan taman produktif berbasis pesantren.

Penanaman 1.000 Pohon Matoa: Sebagai bagian dari gerakan “Kemenag Hijaukan Indonesia”.

Siap Jawab Enam Kriteria UI GreenMetric

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyatakan siap memenuhi enam kriteria utama UI GreenMetric, yaitu:

1. Setting and Infrastructure: Tersedia 90.006 m² lahan konservasi, 21.191 m² lahan hijau, serta rasio bangunan dengan luas tanah yang ideal (1:1,1).

2. Energy and Climate Change: Pemanfaatan digitalisasi kampus sebagai strategi efisiensi energi dan integrasi ekoteologi Islam dalam manajemen energi.

3. Waste: Pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui program Bank Sampah.

4. Water: Sistem irigasi hemat air dan kampanye kesadaran penggunaan air.

5. Transportation: Kebijakan area bebas kendaraan bermotor dan kampus hijau pejalan kaki.

6. Education and Research: Lebih dari 100 publikasi berbasis SDGs dan pengembangan program Green Entrepreneurship mahasiswa.

Menuju Islamic Green Campus Dunia

Kesiapan fisik kampus turut diperkuat oleh data konkret:

Total luas lahan konservasi: 90.006 m²

Gedung ramah lingkungan: Gedung SIBER, FITK, FDKI, FEBI, dan Puslab.

Kawasan utama: Rektorat, Ma’had, Siber, Puslab, Astapada, Cikawung – total lebih dari 150.000 m² area pengembangan hijau.

Melalui sinergi teknologi, spiritualitas Islam, dan prinsip keberlanjutan global, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan diri sebagai pelopor Islamic Green Campus yang tak hanya unggul dalam digitalisasi pendidikan, tapi juga dalam menjaga bumi sebagai amanah Ilahi.

“Kami tidak hanya ingin masuk peringkat GreenMetric, tetapi juga menjadi rujukan dunia dalam praktik kampus hijau berbasis nilai-nilai Islam dan teknologi,” pungkas Prof. Aan Jaelani.

Pertemuan perdana ini menjadi tonggak penting menuju internasionalisasi kampus dan pengakuan global terhadap inisiatif hijau berbasis Islam yang visioner dan berkelanjutan. (din)

Pemkot Cirebon Fokuskan Tiga Strategi Utama dalam Mitigasi Bencana

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memimpin Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Banjir tingkat Kota Cirebon yang digelar di Lapangan Kebon Pelok, Kamis (15/5/2025). 

Kegiatan ini digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kota Cirebon dan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah kota dalam meneguhkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi risiko bencana.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa Kota Cirebon bukanlah wilayah yang bebas dari ancaman bencana. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim global telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kejadian bencana di kota ini. 

“Kita tidak bisa lagi menganggap Cirebon sebagai zona aman. Data menunjukkan lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir,” ucapnya.

Tercatat, sepanjang tahun 2024 terjadi 154 kejadian bencana di Kota Cirebon. Angka ini hampir dua kali lipat dari tahun 2020 yang mencatat 88 kejadian. 

Bencana yang tercatat pun beragam, mulai dari banjir, rob, tanah longsor, kekeringan, angin kencang, hingga kebakaran. Lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, dan Desember, periode puncak musim hujan.

Pada Januari 2025 saja, banjir telah merendam 13 kelurahan dan berdampak langsung terhadap lebih dari 58.000 warga. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, tujuh banjir besar tercatat menghantam beberapa titik di kota. 

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk menetapkan status Siaga Darurat sejak 1 November 2024 hingga 31 Mei 2025.

Sebagai respons konkret, Pemkot Cirebon telah melakukan serangkaian langkah mitigasi. Dari sisi struktural, normalisasi sungai dan saluran drainase di titik-titik rawan, seperti muara Sungai Cipadu dan Sungai Cikalong, dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dan dinas terkait. Sedangkan mitigasi non-struktural dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kita sekarang memiliki 12 Kelurahan Tangguh Bencana yang aktif, serta satu satuan pendidikan aman bencana yang menjadi contoh baik di lingkungan sekolah,” ujar Wali Kota. 

Ia juga menambahkan bahwa papan evakuasi dan titik kumpul darurat telah diperluas hingga ke tingkat RW, sebagai bagian dari membangun budaya siaga di semua lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan tiga pokok arah kebijakan dalam penguatan kesiapsiagaan ke depan. Pertama, memperkuat literasi kebencanaan melalui edukasi dan simulasi di sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah. Kedua, meningkatkan sistem deteksi dini dan respons cepat dengan penguatan posko siaga bencana di tiap kecamatan. Ketiga, membangun budaya gotong royong sebagai bentuk ketangguhan sosial.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar alat atau peralatan. Ini soal komitmen, kecepatan bertindak, dan rasa empati terhadap sesama,” tuturnya.

Wali Kota juga mengapresiasi kerja sama lintas sektor, dari TNI/Polri, perangkat daerah, komunitas, hingga media serta mengucapkan terima kasih kepada BPBD Provinsi Jawa Barat atas pengakuan terhadap kinerja Kota Cirebon sebagai penyelenggara terbaik Posko Kolaborasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 untuk wilayah 3 Ciayumajakuning.

Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Brigjen. Pol. (Purn) Ary Laksmana Widjaja mengapresiasi terhadap langkah strategis yang dilakukan Kota Cirebon. Menurutnya, Kota Cirebon berada pada posisi yang rentan karena dekat dengan laut dan memiliki aliran sungai yang hulunya berada di wilayah lain. 

“Perlu kesiapsiagaan dan antisipasi yang serius. Saya mengapresiasi pendekatan pentahelix yang dilakukan Pemkot Cirebon, melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Ini menunjukkan Kota Cirebon siap menghadapi bencana, baik hidrometeorologi basah maupun kering,” ujarnya.

Apel dan gladi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kewaspadaan bersama. Kota Cirebon ingin menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga tangguh secara sosial dan peduli terhadap keselamatan warganya. (din)



Jadi Percontohan bagi Desa Lain, Bupati Imron Luncurkan Program Desa Sehat di Bakung Lor

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, secara resmi meluncurkan program Desa Sehat di Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/5/2025).

Program ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya menciptakan lingkungan sehat dan masyarakat yang peduli pada kesehatan.

Bupati Imron menyampaikan apresiasinya kepada warga Desa Bakung Lor yang dinilai memiliki ide-ide kreatif dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Ia menilai, meski Bakung Lor merupakan desa di kawasan perkampungan, semangat warganya untuk hidup sehat patut diacungi jempol.

“Saya sangat senang dan bangga dengan Desa Bakung Lor ini. Walaupun berada di perkampungan, tapi ide-idenya soal kesehatan sangat luar biasa,” ujar Imron.

“Contohnya, stunting di sini sudah berhasil ditangani. Yang lama diperbaiki, yang baru tidak ada. Bahkan tadi saya sempat memberikan hadiah kepada anak-anak yang sudah sembuh dari stunting,” ungkapnya.

Program Desa Sehat bukan hanya sekadar acara simbolis. Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Imron berharap, keberhasilan Desa Bakung Lor dalam mengatasi masalah kesehatan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon.

“Kami ingin desa-desa lain bisa meniru Bakung Lor. Tidak hanya sekadar nama, tapi betul-betul menjadi desa sehat. Kader-kader di desa juga harus aktif memimpin masyarakat, supaya mereka paham bagaimana hidup sehat. Ini penting sekali agar kualitas hidup warga meningkat,” tegasnya.

Untuk mewujudkan Desa Sehat, Pemerintah Kabupaten Cirebon melibatkan berbagai perangkat daerah terkait. Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), hingga Dinas Lingkungan Hidup.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, akses sanitasi yang memadai, dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Semua dinas terkait kami libatkan. Masalah kesehatan itu bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal lingkungan, infrastruktur, dan pola hidup. Jadi harus kerja sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Imron.

Selain menangani masalah stunting, program Desa Sehat di Bakung Lor juga memperhatikan kebutuhan anak-anak. Salah satu inovasi di desa ini adalah menyediakan fasilitas bermain dan ruang edukasi bagi anak-anak, agar tumbuh kembang mereka tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga mental dan sosial.

“Anak-anak di sini juga diperhatikan, tidak hanya dibiarkan main di sembarang tempat. Ada fasilitas bermain, ada kegiatan edukasi. Jadi, Desa Sehat ini benar-benar mencakup semuanya,” tuturnya.

Imron berharap, program Desa Sehat tidak berhenti di Bakung Lor saja, tapi bisa berkembang menjadi gerakan bersama di seluruh Kabupaten Cirebon.

Ia mengajak masyarakat dan pemerintah desa lainnya untuk saling belajar dan bekerja sama demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkualitas.

“Kalau desa-desa kita sehat, masyarakatnya kuat, otomatis pembangunan juga akan lebih cepat. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakatnya harus aktif,” pungkasnya. (din)

Rabu, 14 Mei 2025

Cirebon dan Guangzhou Bangkitkan Kembali Jejak Sejarah Jalur Sutra Maritim

KABUPATEN CIREBON — Di jantung pesisir utara Pulau Jawa, sebuah kisah agung tentang pertemuan peradaban kembali menggema. Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah Forum Perlindungan Warisan Jalur Sutra Maritim, sebuah agenda prestisius hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kota Guangzhou, Tiongkok.

Diselenggarakan di Hotel Patra Jasa di Kecamatan Kedawung, forum ini menjadi momen bersejarah dalam menggali kembali akar kejayaan pelayaran dan perdagangan antara dua bangsa yang telah terjalin sejak berabad-abad silam.

Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa kekayaan budaya Cirebon tak bisa dilepaskan dari peran besar para pelaut Tionghoa, khususnya tokoh legendaris Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming.

Sosok pelaut ulung ini bukan hanya membawa rempah dan keramik, tetapi juga menyebarkan pengaruh budaya, ilmu pengetahuan, hingga nilai-nilai toleransi.

“Laksamana Cheng Ho membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pelabuhan dan kerajaan di Cirebon. Pelabuhan Muara Jati bahkan dikenal luas hingga mancanegara,” ujar Imron.

“Dari sinilah akulturasi budaya mulai tumbuh dan membentuk identitas Cirebon seperti yang kita kenal hari ini,” ucapnya menambahkan.

Jejak percampuran budaya itu masih hidup dan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Cirebon. Dari cita rasa kuliner seperti nasi goreng, capcay, moho, bakpao, hingga sayuran kailan dan pakcoy yang kini menghiasi meja makan rumah tangga.

Arsitektur bergaya Tionghoa dan motif batik dengan sentuhan Tiongkok menjadi bukti visual dari harmoni budaya yang telah berlangsung berabad-abad.

Ekspedisi Cheng Ho dan Warisan yang Tenggelam

Bupati Imron juga mengisahkan tentang tujuh ekspedisi besar Cheng Ho yang melibatkan lebih dari 27.000 awak dan ratusan kapal. Salah satunya membawa sang laksamana ke Muara Jati pada sekitar tahun 1415.

Di sana, rombongan Cheng Ho tidak hanya berdagang, tapi juga membangun mercusuar, serta membentuk komunitas Muslim Tionghoa di wilayah seperti Srindil, Talang, dan Gunung Sembung, dipimpin oleh tokoh Qung Wu dari mazhab Hanafi.

“Jejak sejarah ini ingin kita hidupkan kembali. Bahkan kami berencana membangun museum khusus dan menggali data sejarah lebih mendalam,” tutur Imron.

“Para peneliti menyebutkan, masih banyak bangkai kapal karam era Cheng Ho di perairan Cirebon yang belum diungkap. Ini bisa menjadi bukti kuat hubungan historis antara Cirebon dan Tiongkok,” lanjutnya.

Dari Guangzhou untuk Dunia, Cirebon Menjadi Titik Terang Jalur Sutra

Ketua Delegasi Tiongkok, Liu Xiao Ming, menyampaikan apresiasinya terhadap kekayaan sejarah dan peran strategis Cirebon dalam Jalur Sutra Maritim.

Menurutnya, Cirebon adalah contoh hidup dari integrasi budaya lintas bangsa, tempat nilai-nilai Tionghoa, Arab, India, dan Jawa bertemu dan menyatu.

“Cirebon adalah simpul penting dalam jaringan perdagangan kuno Asia Tenggara. Temuan kapal karam Dinasti Song Utara tahun 2005 di laut Cirebon, yang memuat lebih dari 230.000 artefak seperti keramik dan uang logam, adalah bukti otentik kekuatan relasi itu,” ungkap Liu.

Ia juga menyebutkan bahwa sejak 2023, Guangzhou telah menginisiasi program budaya “Ungkapan Bunga Jalan Sutra” di Cirebon.

Puncaknya, pada November 2024, Cirebon resmi menjadi kota pertama di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Kota Warisan Jalur Sutra Maritim, memperkuat statusnya sebagai kota bertaraf internasional dalam pelestarian sejarah maritim dunia.

Forum ini menjadi lebih istimewa, karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok pada tahun 2025.

Kedua belah pihak menyatakan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama, terutama dalam bidang budaya, sejarah, dan pariwisata berbasis warisan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap menciptakan model kolaborasi internasional yang nyata dalam perlindungan dan pengembangan warisan Jalur Sutra Maritim,” tutup Liu. (din)

UIN Siber Cirebon Gagas Langkah Besar Jadi “Islamic Green Campus”

 

CIREBON, FC  – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal secara internasional sebagai Cyber Islamic University (CIU), kembali menunjukkan komitmen kuatnya sebagai pelopor kampus digital Islam yang berwawasan lingkungan. 

Melalui pertemuan perdana secara daring via Zoom Cloud Meeting bersama tim UI GreenMetric, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memulai langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita besar sebagai Islamic Green Campus kelas dunia. Rabu, (14/5).

Pertemuan ini merupakan bagian awal dari rangkaian Paket Layanan UI GreenMetric yang fokus pada pengenalan, penilaian awal, dan pemetaan kesiapan UIN Siber dalam memenuhi enam indikator utama pada pemeringkatan kampus hijau dunia.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menuju UI Greenmetric merupakan bagian dari komitmen institusi untuk bertransformasi menjadi kampus yang berkelanjutan, hijau, dan ramah lingkungan. 

UI GreenMetric bukan hanya sekadar pemeringkatan universitas berbasis lingkungan, namun merupakan cerminan dari tanggungjawab sebagai bagian dari masyarakat akademik global untuk berkontribusi nyata terhadap pelestarian bumi dan pencapaianSustainable Development Goals (SDGs).

Mengusung Visi "Kampus Hijau Islami dan SDGs"

Dengan tema besar “Kampus Hijau Islami dan SDGs,” UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berambisi menjadi Perguruan Tinggi Islam Negeri berbasis digital pertama di Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai rahmatan lil-‘alamin dengan prinsip keberlanjutan global berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertemuan ini dipandu oleh Sabrina Hikmah dan dibuka dengan sambutan dari Dr. Junaidi, S.S., M.A., perwakilan UI GreenMetric. Ia menekankan pentingnya sinergi antara nilai keislaman dan keberlanjutan lingkungan dalam membangun ekosistem kampus masa depan. 

“UI GreenMetric menyambut baik langkah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus digital Islam pertama yang serius menjajaki jalur kampus hijau. Pertemuan ini adalah awal penting untuk kolaborasi jangka panjang,” tegas Dr. Junaidi.

Arahan Penuh dari Pimpinan Kampus

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan komitmen penuh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menjalani proses pada pemeringkatan UI GreenMetric. 

“Kami siap mengikuti arahan dan bimbingan dari para asesor GreenMetric. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar UIN Siber sebagai universitas unggul dan berkelas dunia,” ujarnya.

Pemaparan Visi, Strategi dan Implementasi oleh Tim Kampus Hijau sebagai motor penggerak UI GreenMetric UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd. I. memaparkan peta jalan (roadmap) Islamic Green Campus yang mengintegrasikan tiga pilar utama: digitalisasi, nilai keislaman, dan keberlanjutan. 

“Agenda kampus hijau bukan sekadar slogan. Ini adalah bagian integral dari visi kami sebagai kampus Islam Negeri berbasis siber unggul mendunia,” tegas Maulidya.

Empat misi utama kampus yang ia sampaikan meliputi:

1.Mengadvokasi gerakan Open Islamic Educational Resources (OIER).

2.Menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang profesional dan berbasis multimedia.

3.Meningkatkan riset kolaboratif dan pengabdian global.

4.Menyempurnakan layanan akademik berbasis teknologi dan mutu berkelanjutan.

Pengembangan Islamic Green Campus dan pencapaian SDGs merupakan salah satu dari 10 program prioritas kampus, sebagai aksi nyata yang berbasis data Dr. Maulidya membeberkan beberapa langkah konkret yang telah dan akan dilakukan kampus:

•Kurikulum SDGs dan Ekoteologi Islam: Integrasi minimal 5 mata kuliah berbasis keberlanjutan.

•Energi Terbarukan: Target pengurangan konsumsi listrik ≥20% lewat panel surya.

•Pengelolaan Sampah: 70% sampah terpilah dan program urban farming berbasis pesantren.

•Penanaman 1.000 Pohon Matoa: Mendukung program nasional "Kemenag Hijaukan Indonesia".

Siap Penuhi 6 Kriteria UI GreenMetric

UIN Siber menyatakan siap memenuhi enam indikator penilaian UI GreenMetric:

1.Setting & Infrastructure: 90.006 m² lahan konservasi, 21.191 m² ruang hijau dan kebijakan pembangunan kampus berkelanjutan.

2.Energy & Climate Change: Digitalisasi kampus sebagai strategi efisiensi, kebijakan hemat energi dan pengurangan emisi karbon.

3.Waste: Program daur ulang sampah, pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui Bank Sampah.

4.Water: Sistem pengguna aan air secara hemat dan kampanye kesadaran.

5.Transportation: Area bebas kendaraan dan jalur pejalan kaki hijau.

6.Education & Research: Mendesain Matakuliah yang berkelanjutan, mendorong penelitian dan pengabdian tentang lingkungan dan sustainability serta mendorong mahasiswa dalam proyek hijau di kampus (Green Entrepreneurship)

Diskusi Interaktif dan Sinergi Lintas Unit

Sesi diskusi yang dipandu Prof. Dr.-Ing. Ir. Dwita Sutjiningsih, Dipl. HE berlangsung interaktif. Perwakilan UIN Siber seperti Dr. Maulidya Ulfah, Afifi Hasbunallah, dan Mohamad Arifin aktif berdialog dan mengeksplorasi peluang sinergi bersama para asesor UI GreenMetric.

Tonggak Internasionalisasi dan Aksi Lingkungan Islam

Pertemuan perdana ini tidak hanya menjadi pintu masuk menuju pemeringkatan UI GreenMetric, akan tetapi juga menjadi tonggak penting dalam internasionalisasi kampus, dengan membawa nilai-nilai Islam sebagai solusi keberlanjutan global.

“Melalui pendekatan digital, ekologis, dan partisipatif, kami ingin menjadikan UIN Siber bukan hanya masuk peringkat UI GreenMetric, tapi menjadi benchmarks dunia untuk kampus hijau berbasis Islam dan teknologi,” pungkas Maulidya. (din)

Disdik Apresiasi, Pentas PAI Tingkat SD se-Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon Sukses Digelar

CIREBON, FC - Kegiatan Pentas PAI (Pendidikan Agama Islam) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pekalipan telah sukses diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Mei 2025. Dengan tema “Mewujudkan Generasi yang Cerdas, Beriman, dan Bertaqwa sesuai dengan Semangat Islam Rahmatan Lil Alamin”.

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat keislaman yang moderat serta membina karakter peserta didik sejak usia dini melalui berbagai lomba bernuansa keagamaan, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), adzan, cerdas cermat Islam, dan kaligrafi.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Kota Cirebon, Sujana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. 

Ia menyatakan bahwa kegiatan Pentas PAI merupakan salah satu bentuk nyata dari sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia.

“Melalui Pentas PAI ini, kita tidak hanya mengasah kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter religius dan sosial mereka. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menghadirkan generasi cerdas yang beriman dan bertaqwa,” ujar Sujana.

Acara berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari para peserta, guru pembimbing, serta para orang tua yang turut hadir memberikan dukungan. 

Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan spiritual dan pengembangan potensi siswa di bidang keagamaan. (din)

Cirebon Siap Jadi Sentra Ikan Nila di Jawa Barat, Inilah Keuanggulannya

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menggenjot potensi sektor perikanan, khususnya dalam budidaya ikan nila, guna menjadikan daerah ini sebagai salah satu sentra produksi ikan nila unggulan di Jawa Barat. 

Salah satu upaya yang tengah digalakkan adalah pengembangan ikan nila sakti, yang digadang-gadang menjadi primadona baru dalam dunia budidaya perikanan.

Ikan nila (Oreochromis niloticus) bukanlah nama asing bagi masyarakat Indonesia. Ikan air tawar ini telah lama menjadi andalan di berbagai restoran dan rumah makan sebagai menu favorit karena cita rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang melimpah.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, ikan nila sakti memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan utama untuk dibudidayakan.

“Ikan nila memiliki toleransi tinggi terhadap lingkungan, bisa hidup di air tawar maupun payau, pertumbuhannya cepat, dan kandungan proteinnya tinggi. Selain itu, harganya juga cukup bersaing di pasar,” ujarnya.

Berikut sejumlah keunggulan ikan nila yang membuatnya semakin diminati:

Kaya Protein: Menjadi sumber protein hewani berkualitas tinggi, penting untuk pertumbuhan dan regenerasi sel tubuh.

Mengandung Omega-3: Membantu menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.

Vitamin dan Mineral Lengkap: Termasuk vitamin B12, selenium, fosfor, dan nutrisi penting lainnya untuk kesehatan tulang dan sistem saraf.

Rendah Lemak Jenuh: Menjadikan ikan nila sebagai pilihan sehat bagi konsumen yang peduli akan pola makan.

Pertumbuhan Cepat & Efisien: Ikan nila tumbuh pesat meski dengan pakan yang hemat biaya.

Adaptif Terhadap Lingkungan: Cocok dibudidayakan di kolam, waduk, sawah, hingga kawasan pesisir dengan salinitas tertentu seperti varietas nila Srikandi.

Tingginya permintaan pasar baik lokal maupun ekspor turut mendorong semangat pembudidayaan ikan nila di Cirebon. Tidak hanya diminati untuk konsumsi dalam negeri, ikan nila kini juga menjadi komoditas ekspor unggulan, terutama ke Amerika Serikat dalam bentuk filet (fillet).