Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Juni 2025

Cinofest 2025 Resmi Dibuka, Bupati Imron Dorong Inovasi Jadi Solusi Pembangunan Daerah

 

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi lintas sektor melalui perhelatan Cirebon Inovasi Festival (Cinofest) 2025.

Acara bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Bupati Cirebon, Imron, di Halaman Stadion Watubelah, Kecamatan Sumber, pada Selasa (24/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Imron menekankan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

“Inovasi adalah solusi atas kompleksitas permasalahan dan keterbatasan sumber daya yang kita hadapi. Posisi geostrategis Kabupaten Cirebon membawa banyak peluang sekaligus tantangan, sehingga diperlukan perencanaan dan tindakan yang cepat, cerdas, serta inovatif,” tegas Imron.

Cinofest 2025 hadir sebagai ruang kolaboratif untuk pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat. Dengan mengusung tema “Cirebon Mentereng”, festival ini bertujuan membangun ekosistem inovasi yang inklusif, mempertemukan pelaku inovasi, UMKM, dan komunitas kreatif.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juni 2025, menghadirkan berbagai agenda utama, seperti Innovation Expo melalui pameran inovasi dari sektor publik dan swasta. Kemudian, talkshow inspiratif bersama tokoh nasional dan lokal.

Selain itu, juga ada kegiatan workshop digitalisasi UMKM dan Smart Government, panggung kreativitas dan pertunjukan budaya.

Lalu ada juga kegiatan bazar produk lokal dan layanan publik, pertunjukan marching band, grup akustik SKPD, 3D mapping hingga area immersive.

Festival ini diikuti oleh lebih dari 100 partisipan dari berbagai latar belakang diantaranya 17 perangkat daerah, 16 lembaga pendidikan dan akademisi, termasuk ITB, UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Swadaya Gunung Jati, hingga STIKOM dan Universitas Catur Insan Cendekia.

“Ada juga 11 perusahaan swasta dan BUMD, seperti PT Indocement Tbk, PT Indofood, Bukalapak, hingga Bank Cirebon Jabar dan 63 pelaku UMKM binaan dan komunitas kreatif,” ungkap Imron.

Secara khusus, Imron menyampaikan terima kasih kepada Bapperida Kabupaten Bandung atas partisipasi aktifnya dalam pameran inovasi.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, menyebut bahwa Cinofest menjadi ajang penting untuk menampilkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga teknologi terapan.

“Kami membuka ruang bagi para inovator dari masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk menampilkan karya terbaiknya. Baik dalam bentuk produk maupun inovasi layanan,” kata Dangi.

Ia menambahkan, inovasi di bidang perencanaan publik seperti pengelolaan limbah (incinerator), keamanan digital (cyber security), hingga pengembangan layanan PDAM Tirta Jati dan sistem Curaweda menjadi sorotan penting dalam festival tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon juga memberikan apresiasi kepada Bappelitbangda kabupaten/kota se-Jawa Barat yang turut meramaikan festival ini.

Ia melanjutkan, seluruh rangkaian Cinofest 2025 didukung melalui dana APBD Kabupaten Cirebon, dukungan sponsor dari mitra usaha lokal dan nasional, serta kontribusi swadaya komunitas.

“Dengan antusiasme tinggi dari ratusan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pengunjung umum, Cinofest 2025 tidak hanya menjadi festival inovasi, tapi juga simbol semangat kolaborasi dan optimisme Kabupaten Cirebon menuju daerah yang unggul dan adaptif di era digital,” pungkasnya. (din)

Pemkot Cirebon Berlakukan Jam Malam, Disiplin Waktu dan Lindungi Generasi Muda

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan pelajar mulai Senin (23/6/2025). Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Barat terkait penguatan perlindungan terhadap generasi muda. 

Penerapan jam malam ini bertujuan untuk menjaga keamanan serta mencegah potensi kegiatan negatif yang bisa melibatkan remaja di malam hari.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan langsung pemberlakuan jam malam tersebut saat menjadi pembina upacara di SMPN 7 Kota Cirebon, Senin (23/6/2025). 

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama, dan pemerintah hadir sebagai pihak yang peduli dan bertanggung jawab.

“Alhamdulillaah, saya hadir di SMPN 7. Sekolah ini kebersihannya terjaga dan menjadi contoh. Sekolah-sekolah lain juga harus bisa mencontoh hal baik ini. Menjelang libur sekolah, mulai hari ini jam malam diberlakukan,” ujar Wali Kota di hadapan para siswa dan guru.

Menurutnya, mulai pukul 21.00 WIB, semua anak-anak diharapkan sudah berada di rumah. Pemerintah akan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP dan perangkat daerah terkait untuk melakukan patroli dan sweeping di beberapa titik strategis di Kota Cirebon. Mereka yang masih berkeliaran di luar rumah setelah jam yang ditentukan akan diarahkan untuk segera pulang.

“Kalau lewat jam 9 malam masih di luar, kita akan arahkan untuk kembali ke rumah. Ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi. Anak-anak sebaiknya berada di rumah, belajar, atau membantu orang tua,” tambahnya.

Selain aspek keamanan, penerapan jam malam juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak. “Ini wujud rasa sayang pemerintah kepada anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan kalian terganggu hanya karena kelalaian di masa muda,” tegas Wali Kota.

Wali Kota juga berharap agar para orang tua ikut aktif memantau kegiatan anak-anak di rumah selama libur sekolah. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan dari kebijakan ini. 

"Mari dukung langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama," ajaknya.

Dengan penerapan jam malam ini, diharapkan anak-anak Kota Cirebon dapat lebih fokus pada hal-hal yang positif dan terarah, serta menjauhkan diri dari potensi kenakalan remaja. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam hal ini bersifat persuasif dan edukatif. (Ara)



Dukung Penuh Paskibraka, Wali Kota Cirebon Tekankan Pengabdian dan Integritas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri rangkaian kegiatan Pradiklatsar, Diklatsar, serta Pemusatan Latihan Paskibraka Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025 di Balai Kota Cirebon, Selasa (24/6/2025). 

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelepasan peserta seleksi tingkat nasional dan pertemuan khusus dengan para orang tua calon anggota Paskibraka.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam proses pembinaan calon Paskibraka Kota Cirebon. 

Menurutnya, semangat kebangsaan yang ditanamkan dalam proses ini merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang unggul.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina atas dedikasinya dalam membina para generasi unggul ini,” ujarnya. 

Wali Kota juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung penuh putra-putrinya untuk ikut serta dalam proses seleksi dan pelatihan. 

"Saya harap para orang tua terus mendampingi dan mendoakan anak-anaknya. Restu orang tua adalah bekal yang sangat penting dalam perjalanan mereka,” tuturnya. 

Wali Kota menilai, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya sekadar tugas mengibarkan bendera saat upacara kemerdekaan, tetapi lebih dari itu, merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. 

“Ini adalah bentuk pembentukan karakter dan kecintaan terhadap tanah air. Tidak semua remaja diberi kesempatan ini,” lanjutnya.

Wali Kota juga mengakui bahwa perjalanan para calon Paskibraka tidaklah mudah. Mereka harus melewati proses panjang dari pradiklat, diklat, hingga latihan intensif yang menuntut komitmen, kekuatan fisik, serta ketahanan mental yang tinggi. 

“Tapi kalian harus percaya, bahwa proses ini akan membentuk kalian menjadi pribadi tangguh. Pemimpin-pemimpin masa depan lahir dari tempaan seperti ini,” pesannya kepada para peserta.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, memberikan dukungan penuh bagi peserta yang akan melanjutkan seleksi di tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga berpesan agar para peserta membawa semangat khas Wong Cirebon yang rendah hati namun berjiwa juang tinggi. 

“Tunjukkan bahwa anak-anak muda Kota Cirebon mampu bersaing dengan tetap menjunjung budaya, etika, dan integritas,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cirebon, Buntoro Tirto, menjelaskan bahwa total peserta yang mendaftar dalam seleksi Paskibraka tahun ini mencapai 301 siswa, terdiri dari 140 putra dan 161 putri yang berasal dari 24 sekolah se-Kota Cirebon. Seleksi dilakukan secara transparan menggunakan aplikasi khusus bernama Transparansi Paskibraka.

“Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, hanya 32 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pelatihan intensif. Mereka terdiri dari 16 putra dan 16 putri terbaik,” ujar Buntoro.

Ia juga menambahkan bahwa satu siswa dari SMAN 3 Kota Cirebon terpilih sebagai perwakilan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat, sementara satu siswa dari SMAN 1 Kota Cirebon melaju ke seleksi tingkat nasional.

Menutup kegiatan, Wali Kota berharap seluruh rangkaian pembinaan dan seleksi Paskibraka ini dapat berjalan lancar, tertib, dan melahirkan generasi muda Kota Cirebon yang siap mengemban tugas sebagai pengibar bendera dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme yang kuat. (din)



Senin, 23 Juni 2025

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon Mengawali Uji Coba Wisata Bahari Restoran Seafood Apung di Pantai Baro-Gebang Mekar

KABUPATEN CIREBON — Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon mengawali uji coba wisata bahari restoran seafood apung di Pantai Baro Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.

Desa Gebang Mekar dipilih, karena memiliki potensi perikanan dan laut yang sangat besar. Tak sekadar wisata, restoran seafood apung ini adalah benih dari perubahan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini hanya menjadi penyuplai bahan mentah hasil laut.

Restoran seafood apung ini merupakan inisiasi baru pengembangan potensi wisata bahari di Pantai Baro Desa Gebang Mekar yang memadukan pola pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata berbasis potensi wilayah.

Lebih dari sekadar makan di laut, restoran seafood apung ini merupakan simbol bahwa pembangunan daerah bisa berpijak pada kekuatan lokal.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Bappelitbangda ingin menunjukkan bahwa wisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang masyarakat yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata itu sendiri.

Mengusung konsep wisata bahari yang memadukan pesona alam dan cita rasa laut, restoran seafood apung ini menawarkan pengalaman unik: menyantap kuliner laut khas Gebang langsung di atas kapal nelayan, sambil menikmati panorama matahari tenggelam (sunset) yang indah dan romantis.

Konsep “sunset to dinner” dengan tema “Seafood Dinner on The Baro Beach” ini dirancang untuk memikat wisatawan dari sore hari pukul 15.00 hingga malam pukul 21.00 WIB.

Restoran seafood apung ini bukan sekadar tempat makan, tapi merupakan tonggak awal pembangunan kawasan wisata bahari terpadu. Memberikan peluang tambahan bagi nelayan, dari sewa perahu hingga menjual hasil laut dalam bentuk olahan kuliner khas Gebang yang bernilai ekonomi tinggi.

Ke depan, potensi lain pun diharapkan ikut bangkit: homestay warga, produk lokal, hingga aktivitas seni dan budaya bisa ikut tumbuh seiring geliat wisata.

Pengembangan restoran seafood apung ini diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan olahan kuliner berbahan dasar hasil laut di Desa Gebang yang akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Gebang Mekar.

Tak sendiri, dalam uji coba ini Bappelitbangda melibatkan kolaborasi lintas sektor: Disbudpar, BKAD, DKPP, Diskominfo, Pemerintah Desa Gebang Mekar dan beberapa masyarakat turut ambil bagian.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa konsep wisata yang berkelanjutan memang harus melibatkan banyak pihak, dari hulu ke hilir.

Tak hanya soal atraksi wisata, tetapi juga mencakup penataan kawasan, perbaikan infrastruktur, pengelolaan sampah, promosi digital, hingga edukasi warga.

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon berharap, wisata bahari restoran seafood apung ini selain menjadi pengembangan pemberdayaan nelayan juga menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir Gebang, khususnya Desa Gebang Mekar.

Ke depan, akan ada perbaikan infrastruktur, jalan akses masuk ke tempat wisata akan diperbaiki, penerangan umum akan diperbaiki dan lingkungan akan di tata ulang.

“Sore ini, menguji coba rute dan suasana perjalanan wisata bahari Pantai Baro dengan konsep restoran di perahu atau resto apung, dan ternyata keren banget. Dari rasa masakan, enak dan luar biasa keren,” ujar Dangi, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, usai uji coba wisata bahari.

“Kemudian, suasana laut atau pantai juga bersih, tinggal kita benahi permukiman sebagai pintu akses ke perahu agar lebih nyaman ,” tuturnya, Jumat (20/6/2025).

Dangi mengatakan, Gebang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari berbasis resto dan komoditas hasil laut.

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon berharap, warga Gebang Mekar bisa bergerak bersama untuk mengembangkan wisata bahari.

“Sukses buat Pak Kuwu. Dan, warganya bisa kita komunikasikan untuk gerakan sosial, bagaimana kita bersama-sama untuk membenahi Gebang menjadi kawasan wisata bahari,” kata Dangi.

Sementara itu, Kuwu Gebang Mekar, Nurdianto, berterima kasih atas uji coba yang dilakukan Bappelitbangda Kabupaten Cirebon. Ia berharap, perbaikan infrastruktur untuk menunjang wisata bahari segera dilakukan.

“Harapan kami, sungai sesegera mungkin untuk dinormalisasi, karena itu penyebab utama rob ke permukiman,” kata Nurdianto.

“Untuk pengembangan wisata, mudah-mudahan diperbaiki akses jalan menuju perahu, dan lainnya sesuai harapan kami. Agar lebih menarik lagi bagi para wisatawan” tuturnya.

Bukan mustahil, ke depan, kawasan ini akan berkembang menjadi destinasi unggulan yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif ini, Kabupaten Cirebon membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar, tapi bisa dari gagasan sederhana yang berpihak pada masyarakat.

Restoran seafood apung di Pantai Baro menjadi bukti bahwa terobosan ekonomi bisa lahir dari potensi lokal dan berbasis pemberdayaan masyarakat, menghidupkan kembali harapan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan cara yang berkelanjutan. (din)

Bismillah FC Raih Juara Pertama di IKB NTT Cup 2025, Ajang Silaturahmi dan Sportivitas Warga NTT di Cirebon

CIREBON, FC — Turnamen minisoccer bertajuk IKB NTT Cup 2025 sukses digelar pada 21–22 Juni 2025 di Minisoccer Sport Center Cirebon. Kompetisi yang mempertemukan berbagai tim asal dan pecinta Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berhasil memikat perhatian warga serta menjadi ajang mempererat silaturahmi antar sesama perantau dan masyarakat sekitar.

Pada gelaran final yang berlangsung seru dan penuh sportivitas, Bismillah FC keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Onne Team sebagai juara dua, dan Bansos FA di posisi juara tiga.

Turnamen dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, sementara penutupan dilakukan oleh Ketua Ikatan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (IKB NTT) Cirebon, Viktor Arnoldus Peny. Dalam sambutannya, Viktor menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta serta dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini.

“Turnamen ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga soal menjaga persaudaraan, mempererat persatuan, serta mengenalkan semangat kebersamaan warga NTT kepada masyarakat luas,” ujar Viktor.

Salah satu panitia, Rasit, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kelancaran acara. Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme para peserta dan penonton luar biasa.

“Turnamen ini sangat menghibur, meriah, dan penuh kekeluargaan. Kami sangat berharap IKB NTT Cup bisa menjadi event tahunan yang lebih besar dan profesional ke depannya,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi jembatan yang efektif dalam membangun kebersamaan lintas daerah, latar belakang, dan usia. Semangat sportivitas yang ditunjukkan para pemain menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan IKB NTT dalam setiap kegiatannya. (din)

Pemkab Cirebon Gelar Travel Mart untuk Promosikan Wisata Daerah

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Caruban Nagari Travel Mart di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (23/6/2025).

Gelaran ini sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada para pelaku pariwisata yang tergabung dalam Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

Bupati Cirebon, Imron, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai forum seperti ini, penting untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pelaku wisata dari berbagai daerah, termasuk Bali dan Yogyakarta,” ujar Imron.

“Harapannya, Kabupaten Cirebon bisa belajar dari daerah-daerah tersebut yang pariwisatanya telah berkembang pesat,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan seni, budaya, dan kuliner yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Namun, potensi tersebut masih perlu dikemas dan dipromosikan lebih optimal oleh perangkat daerah terkait.

“Jika wisatawan datang ke Kabupaten Cirebon, otomatis ekonomi masyarakat akan ikut bergerak, dan pendapatan asli daerah pun meningkat,” ucapnya menambahkan.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempromosikan dan memasarkan potensi wisata Kabupaten Cirebon kepada jaringan pelaku pariwisata nasional.

“Kami tidak sekadar sosialisasi, tapi mempromosikan kekayaan wisata Kabupaten Cirebon, mulai dari destinasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga budaya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta Travel Mart akan mengunjungi beberapa lokasi unggulan seperti sentra Batik Trusmi, Batu Lawang, dan pemandian air panas.

Malam harinya, peserta dijadwalkan menghadiri Gala Dinner di Baraja Ampitheater, lokasi pertunjukan seni yang kini menjadi ikon wisata budaya di Cirebon.

Syafrudin juga menyampaikan rencana pemerintah untuk mengadopsi konsep pertunjukan rutin seperti di Baraja Ampitheater.

Mulai 2026, pentas seni akan digelar setiap akhir pekan di tiga zona: wilayah barat, tengah, dan timur Kabupaten Cirebon.

“Pentas akan digelar secara konsisten setiap malam Sabtu dan malam Minggu, dengan atau tanpa kehadiran wisatawan. Ini bagian dari upaya menghidupkan ruang seni dan budaya lokal,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif warga sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Menurutnya, aksesibilitas di Kabupaten Cirebon sangat mendukung, dengan lima pintu tol, kedekatan dengan laut, dan kemudahan akses ke Bandara Kertajati.

“Sayangnya, masih banyak warga yang belum sadar bahwa mereka juga bisa menjadi insan pariwisata. Banyak kegiatan budaya seperti nadran dan wayang, yang hanya dinikmati sebagai tontonan, bukan sebagai atraksi yang bisa dipromosikan ke luar,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai aktif mengundang orang datang ke Kabupaten Cirebon, memperkenalkan tradisi dan kekayaan budaya yang dimiliki.

“Jangan remehkan potensi yang kita miliki. Batik yang menurut kita biasa saja, bisa jadi sangat berharga di mata wisatawan asing. Pariwisata itu industri dengan rantai ekonomi yang panjang, menyentuh banyak lapisan masyarakat,” tegasnya.

Syafrudin juga menyampaikan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tengah menjalin kerja sama dengan Politeknik Pariwisata Prima Internasional untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor ini.

Sementara itu, Ketua Umum IPI, I Gede Susila Wisnawa, mengapresiasi inisiatif Pemkab Cirebon dan berharap promosi wisata dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami mendorong agar potensi wisata Kabupaten Cirebon dibuatkan kalender kegiatan tetap, seperti yang dilakukan Bali melalui Pesta Kesenian Bali setiap tahun. Dengan adanya kalender ini, pelaku industri bisa menyusun program kunjungan lebih terarah,” tuturnya.

Ia berharap, desa-desa wisata di Kabupaten Cirebon bisa tumbuh bersama dan menjadikan kegiatan seperti ini sebagai awal kebangkitan pariwisata lokal.

“Jangan hanya Bali dan Jogja yang maju. Daerah lain seperti Kabupaten Cirebon juga punya peluang besar jika digarap dengan serius dan berkesinambungan,” katanya. (din)

Minggu, 22 Juni 2025

Wakil Wali Kota Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Perubahan dan Inovasi

CIREBON- Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, hadir dalam pelantikan pengurus DPD KNPI Kota Cirebon periode 2025–2028 yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Cirebon, Minggu (22/6/2025). Acara ini menandai langkah baru bagi pemuda dalam mengawal pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang resmi dilantik. Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, Wakil Wali Kota mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang hari ini resmi dilantik. 

"Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan peneguhan tanggung jawab moral dan sosial pemuda Kota Cirebon untuk menjadi garda terdepan dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pemuda bukan hanya sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. “Di tangan pemuda yang berani, kreatif, dan berpikiran terbuka, masa depan Kota Cirebon dapat dibentuk dengan semangat baru: semangat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial,” katanya.

Menurutnya, KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan memegang peranan strategis. “KNPI adalah jembatan antara generasi muda dan pemerintah, penyambung suara aspirasi, sekaligus motor perubahan di masyarakat,” tutur Wakil Wali Kota.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas antar organisasi kepemudaan (OKP) dan elemen pemuda. 

“Pengurus diharapkan mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah serta menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Pemerintah Kota Cirebon,” lanjutnya.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menegaskan Pemerintah Kota Cirebon membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, transformasi digital, lingkungan hidup, dan penguatan karakter generasi muda.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pemuda Kota Cirebon untuk bersama-sama menjaga energi positif dan semangat perubahan. 

“Mari kita buktikan bahwa pemuda Kota Cirebon mampu berperan aktif dan memberi makna besar bagi daerahnya. Selamat mengemban amanah," tutupnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kota Cirebon yang baru dilantik, Jaka Permana, menegaskan bahwa KNPI bukan sekadar organisasi biasa. “KNPI adalah rumah besar pemuda yang siap menampung aspirasi sekaligus menumbuhkan semangat perubahan di Kota Cirebon,” jelasnya.

Jaka menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggerakkan berbagai program strategis yang bertujuan mengedukasi dan memberdayakan pemuda. 

“Kami akan menjalankan program seperti Go To School, Go To Campus, dan Go To Fileks sebagai upaya mendekatkan diri dengan pemuda dan menguatkan peran mereka sebagai aset masa depan,” ujarnya penuh optimisme.

Pelantikan pengurus DPD KNPI Kota Cirebon ini diharapkan menjadi titik awal bagi kiprah pemuda yang lebih aktif dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Kota Cirebon. Sinergi antara pemuda dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkan perubahan positif demi kemajuan bersama. (din)



Jumat, 20 Juni 2025

Hartono Hadiri Doa Bersama dan Santunan Yatim Piatu DPD AKKI Kuningan, Dorong Penguatan Legalitas Bisnis di Wilayah Ciayumajakuning

KUNINGAN, FC– Tokoh masyarakat dan penggerak dunia usaha, Hartono, menghadiri acara doa bersama dan santunan untuk anak yatim piatu yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (DPD AKKI) Kabupaten Kuningan, Jum'at, 20 Juni 2025. 

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri para pengurus, anggota AKKI, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Hartono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPD AKKI Kuningan atas penyelenggaraan kegiatan yang sarat nilai sosial dan spiritual ini. 

Ia menegaskan pentingnya peran pengusaha dan organisasi konstruksi dalam memperkuat sinergi sosial, sekaligus membangun jaringan usaha yang sehat dan legal.

“Momentum seperti ini bukan hanya untuk berbagi, tapi juga mempererat tali persaudaraan dan menyatukan visi kita dalam membangun usaha yang kuat, legal, dan terarah,” ujarnya.

Hartono juga menyampaikan harapannya kepada DPD AKKI di wilayah lain, khususnya Kabupaten Majalengka dan Indramayu, agar segera aktif dan solid dalam melebarkan kiprah organisasinya.

“DPD AKKI Majalengka dan Indramayu harus segera berkibar. Kita butuh sinergi kuat lintas daerah untuk memperkuat legalitas bisnis konstruksi dan usaha lainnya. Sudah saatnya kita semua bersatu bersama tim LPKBH Keris sebagai mitra strategis dalam penguatan aspek hukum dan advokasi,” tambahnya.

Menurut Hartono, kolaborasi antara AKKI dan LPKBH Keris akan menjadi kekuatan baru bagi para pelaku usaha dalam menghadapi tantangan regulasi dan birokrasi di lapangan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan usaha dan keselamatan bangsa, serta penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang hadir, sebagai wujud nyata kepedulian dan rasa syukur para anggota AKKI Kuningan. (din)

Kamis, 19 Juni 2025

UPZ UIN Siber Cirebon Gelar Open Donasi untuk Bantu Adys Amelia Putri Akibat Kecelakaan Lalulintas

CIREBON, FC  — Semangat kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal pula sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Syarifah Mudaim, kampus ini menggelar open donasi untuk membantu salah satu mahasiswinya yang tengah tertimpa musibah, Adys Amelia Putri, mahasiswi Semester 4 Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Adys mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Waras. 

Mengetahui kondisi tersebut, UPZ Syarifah Mudaim segera bertindak cepat dengan membuka penggalangan dana yang melibatkan para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan elemen kampus lainnya.

Puncak dari aksi kemanusiaan ini terjadi pada Rabu, 18 Juni 2025, saat Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag.,Dekan FEBI Dr. H. Didi Sukardi, SH., MH., dan Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.SI.,  bersama tim UPZ mendatangi RS Sumber Waras untuk menyerahkan langsung hasil donasi kepada keluarga Adys, yang diterima oleh ibu kandungnya Sustini Salim Jaya. 

Suasana haru dan hangat menyelimuti pertemuan tersebut, menjadi bukti nyata bahwa UIN Siber Cirebon tak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menguatkan dalam masa-masa sulit.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan pesan penuh empati, bahwa pihak kampus berupaya membantu meringankan beban keluarga Adys yang sedang mengalami cobaan berat. 

"Semoga bantuan yang terkumpul ini bisa sedikit meringankan biaya pengobatan, meskipun tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan," tuturnya.

Prof. Aan juga menegaskan bahwa gerakan solidaritas ini mencerminkan kepedulian kampus terhadap mahasiswanya. Ia pun menyampaikan doa, 

“Semoga keluarga Adys diberi ketabahan, dan Adys lekas pulih serta bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Aamiin,” paparnya.

Sementara itu, Prof. Hajam, perwakilan dari Pimpinan UIN Siber Cirebon, menyampaikan bahwa penggalangan donasi ini merupakan bentuk konkret dari misi kemanusiaan dan solidaritas dalam lingkungan kampus. 

“Kami dari siviatas akademika berupaya mengoordinasikan donasi ini sebagai bentuk empati kami kepada Adys dan keluarganya. Semoga bisa membantu biaya pengobatan dan menjadi penguat di tengah cobaan ini,” ujar Warek III.

Aksi penggalangan dana ini bukan hanya bentuk bantuan materiel, tetapi juga menjadi simbol kekuatan moral dan spiritual yang terus dijaga dalam atmosfer akademik UIN Siber Cirebon. 

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus menumbuhkan jiwa kemanusiaan di tengah perkembangan zaman.

“Semoga Adys Amelia Putri segera pulih dan kembali menempuh perkuliahan bersama teman-teman tercinta. Kampus selalu hadir untukmu," tandasnya. (dim)

Wakil Wali Kota Kunjungi Keluarga Korban Longsor Tambang Ilegal di Argasunya

 

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kunjungan duka ke rumah keluarga korban longsor akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan Argasunya, pada Kamis (19/6/2025). 

Kunjungan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kota terhadap warga yang terdampak bencana tersebut.

Dalam suasana haru dan penuh keprihatinan, Wakil Wali Kota menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. 

“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami sangat prihatin dan Pemerintah Kota berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian ini,” ujar Wakil Wali Kota saat berada di lokasi. 

Sebagai wujud empati, Pemerintah Kota memberikan dukungan moril dan bantuan langsung kepada keluarga korban. Bantuan ini mencakup kebutuhan dasar serta pendampingan psikologis bagi keluarga yang mengalami trauma. 

“Pemerintah Kota hadir bukan hanya pada saat kejadian, tapi juga dalam duka masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa warga tidak merasa sendirian,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga menyinggung persoalan tambang ilegal yang selama ini menjadi masalah di kawasan Argasunya. 

Menurutnya, aktivitas penambangan yang dilakukan tanpa izin tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan warga. 

“Kami sangat menyesalkan masih adanya aktivitas tambang ilegal di kawasan yang sudah dilarang. Pemerintah akan memperketat pengawasan, dan seluruh akses akan ditutup,” kata dia.

Ia menambahkan, insiden longsor ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa keselamatan warga adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. 

“Ini bukan hanya soal aturan, tapi menyangkut nyawa warga. Jangan sampai ada korban berikutnya akibat kelalaian dan pembiaran terhadap aktivitas yang melanggar hukum,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjut Wakil Wali Kota, akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum, untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal di wilayahnya. 

Upaya preventif juga akan digalakkan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya tambang liar dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota hadir dan bertanggung jawab. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah tragedi serupa. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tutur Wakil Wali Kota.

Di akhir kunjungannya, Wakil Wali Kota menyerukan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan aktivitas tambang ilegal. “Mari kita hentikan aktivitas tambang ilegal. Lindungi nyawa, jaga lingkungan. Pemkot Cirebon hadir bersama rakyat,” tegasnya. (Aida)



Pemkab Cirebon Komitmen Berantas Sindikasi Rekrutmen Transaksional Tenaga Kerja Perusahaan Dalam Negeri

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menunjukan langkah konkret dalam upaya pemberantasan premanisme di wilayah.

Salah satunya adalah dengan mempersempit tindakan premanisme yang kerap terjadi di bidang ketenagakerjaan, terutama saat proses rekrutmen di perusahaan.

Dinas Ketenagakerjaan selaku Leading Sector menggencarkan sosialiasi mengenai pola penjaringan pekerja perusahaan, dimana acapkali terjadi tindakan transaksional yang dilakukan oleh oknum eksternal maupun internal perusahaan tersebut.

Tak sendiri, Disnaker Kabupaten Cirebon juga turut menggandeng Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cirebon selaku Sekretaris Satgas Pemberantasan Premanisme Kabupaten Cirebon untuk mengawasi pola rekrutmen yang dilakukan.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut dihadirkan beberapa manajemen perusahaan, ketua dan pengurus Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), camat se-Kabupaten Cirebon, serta ketua dan pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) Kabupaten Cirebon sebagai pesertanya.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menjelaskan bahwa Bupati Cirebon telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Tata Cara Penyampaian Informasi Lowongan Pekerjaan dan Rekrutmen Tenaga Kerja Dalam Negeri pada perusahaan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, terdapat sembilan poin yang tertera dalam surat edaran tersebut yang akan dijadikan sebagai pedoman perusahaan.

“Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya wajib menyampaikan informasi lowongan pekerjaan, permohonan data pencari kerja dan laporan penempatan tenaga kerja ke Disnaker Kabupaten Cirebon,” ujar Novi.

“Artinya, setiap rekrutmen yang akan dilakukan oleh perusahaan akan melalui Disnaker terlebih dahulu sebagai pintu awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novi juga menyampaikan dalam surat edaran tersebut mengatur tentang pencari kerja yang berdomisili di sekitar perusahaan hingga pencari kerja disabilitas yang harus diakomodir oleh perusahaan.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berupaya untuk terus mengentaskan pengangguran dengan berbagai cara. Data pencari kerja ada di kami dan desa, sehingga nanti setiap perusahaan yang membuka lowongan, tentunya harus menyesuaikan dengan data pencaker yang kami dan pihak desa miliki,” terangnya.

Terkait tindakan transaksional dan pekerja titipan oknum dengan bayar membayar, Novi menegaskan, dengan pola yang diberlakukan saat ini maka akan mengeliminasi praktek-praktek tersebut.

Pasalnya, lanjut Novi, setiap orang yang akan mendaftar harus terlebih dahulu terdaftar dalam data pencari kerja.

“Screening awal kami tentu disesuaikan dengan data pencaker untuk klasifikasi jenis lowongan pekerjaan. Setelah itu, proses selanjutnya dilakukan oleh manajemen perusahaan, sehingga akan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kompetensi yang diperlukan,” tambahnya.

Meskipun demikian, ia juga menegaskan, dibutuhkan komitmen bersama oleh semua pihak guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Pemerintah, kata dia, sejauh ini sudah berupaya mengeluarkan beberapa kebijakan guna menghilangkan tindakan negatif yang kerap terjadi dalam proses perekrutan tenaga kerja.

“Pemerintah beserta aparat penegak hukum sudah membuat komitmen untuk pemberantasan premanisme. Tentunya, ini juga harus disambut oleh perusahaan dan seluruh unsur yang terkait dalam rekrutmen tenaga kerja (eksternal & internal) dengan menciptakan pola rekrutmen yang terbuka, bebas, objektif, adil dan setara tanpa diskriminasi,” tutupnya. (Ara)

Ketua DPRD Kota Cirebon: Mall UKM Sebagai Ruang Pengembangan Produk Lokal

CIREBON – Keberadaan Mall UKM dinilai dapat menjadi ruang pengembangan dan peningkatan produk lokal di Kota Cirebon.

Karena itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon harus terus hadir mempromosikan dan mendorong pelakuk usaha mikro, kecil dan menengah untuk terus produktif menciptakan produk-produk lokal.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE, menyatakan pentingnya menyediakan ruang promosi yang konsisten bagi pelaku UMKM lokal. Ia mengusulkan agar Mall UKM menjadi lokasi tetap kegiatan Bangga Buatan Cirebon untuk mengenalkan produk-produk lokal ke level yang lebih tinggi.

Menurut Andrie, Cirebon memiliki sejumlah aset potensial mulai dari kuliner, batik, produk elektronik, kerajinan tangan, hingga karya ekonomi kreatif.

“Banyak usaha menengah di Kota Cirebon yang potensial, sehingga harus kita pikirkan bersama branding produk tersebut agar dikenal secara luas,” ujar Andrie.

Di samping itu, Andrie juga menyebut pentingnya Mall UKM sebagai ruang tumbuh bagi produk lokal di Kota Cirebon. Bahkan, bukan hanya sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai wadah berinovasi.

Ia mencontohkan, Kota Cirebon sudah mampu memproduksi laptop sendiri dengan merk dagang Dari Anak Cirebon (DAC). Sehingga ke depan pemerintah bisa menggelar kegiatan serupa namun mengusung tema khusus, seperti produk-produk elektronik.

“Kita harapkan acara ini tidak berhenti di sini, selanjutnya bisa menggelar event besar berskala nasional. Hal ini juga berpotensi meningkatkan PAD hingga angka kunjungan ke Kota Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi menyampaikan, kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juni 2025, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung UMKM naik kelas.

Edo juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung gerakan ini. Yakni dengan menggunakan, dan mempromosikan produk-produk lokal.

Pemerintah juga berkomitmen terus menjadi mitra bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Cirebon.

“Kami hadir untuk memberi dukungan, ruang, dan fasilitasi. Teruslah berinovasi dan menciptakan produk yang membanggakan,” pesannya. (din)

Wali Kota Tinjau Lokasi Longsor di Tambang Galian C Argasunya

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Forkopimda dan sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan langsung ke lokasi longsor di area tambang galian C, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Rabu (18/6/2025). 

Setibanya di lokasi, Wali Kota memastikan bahwa ada dua korban masih tertimbun di lokasi. Sementara tiga orang lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. Korban yang tertimbun merupakan warga setempat dari Kedung Jumbleng, Argasunya.

“Kami turut berduka atas insiden yang terjadi. Sebetulnya kami sudah memberikan perhatian khusus tentang aktivitas di area galian C, pemerintah daerah bersama Forkopimda sudah melakukan peninjauan dan melarang aktivitas penambangan di sini karena sangat berbahaya,” jelas Wali Kota.

Wali Kota mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan yang menyebabkan longsor tersebut merupakan tindakan ilegal dan membahayakan keselamatan. “Meskipun sudah ada larangan dan peringatan, masih ada yang melakukan penambangan secara diam-diam,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon saat ini tengah melakukan upaya evakuasi korban tertimbun dengan memperhatikan kondisi tanah agar proses penyelamatan dapat berjalan aman dan efektif. 

“Kami sedang menilai kondisi lokasi apakah memungkinkan menggunakan alat berat untuk evakuasi atau tidak, demi keselamatan tim penyelamat,” terang Wali Kota.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah daerah berencana menutup seluruh akses menuju tambang galian C di Argasunya. Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas aktivitas penambangan ilegal.

“Penambangan di area ini sudah kami larang secara tegas. Ke depan, akses menuju lokasi akan kami tutup untuk mencegah adanya aktivitas yang membahayakan masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Cirebon menghimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama dan menjaga keamanan wilayah. (din)



Rabu, 18 Juni 2025

Farid Wajdi, Tokoh Muda yang Tak Pernah Lelah Membina Milenial untuk Masa Depan Bangsa

BELITUNG, FC — Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, sosok Farid Wajdi hadir sebagai oase bagi generasi muda. Tokoh muda asal Belitung ini terus menunjukkan komitmen dan dedikasi luar biasa dalam membina kaum milenial demi kemajuan bangsa.

Dengan semangat yang tak pernah surut, Farid tak hanya menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan semangat kebangsaan generasi muda. 

Ia dikenal sebagai figur yang konsisten bergerak di lini dakwah intelektual sekaligus aktif membangun jembatan harmoni antar umat, sosial dan kepemudaan di daerahnya.

Lewat berbagai forum keislaman, kegiatan budaya, hingga diskusi kebangsaan, Farid senantiasa menggaungkan pentingnya toleransi serta kolaborasi antar kelompok demi menciptakan masyarakat Belitung yang rukun, damai, dan bersatu dalam keberagaman.

Keterlibatan Farid dalam organisasi kepemudaan Islam seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan berbagai organisasi lainnya menjadi bukti nyata dedikasinya dalam membina generasi penerus. 

Melalui jalur organisasi dan akademik, ia secara aktif mencetak kader-kader muda yang berdaya saing tinggi, berpikiran terbuka, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Tak hanya berhenti di ruang-ruang diskusi, Farid juga menggagas berbagai program pelatihan kepemimpinan, kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. 

Ia percaya bahwa generasi muda harus disiapkan secara menyeluruh, baik secara spiritual, intelektual, maupun sosial agar mampu menghadapi realitas dunia yang terus berubah.

“Kaum muda adalah penentu arah bangsa. Jika mereka tidak dibekali dengan nilai-nilai Islam yang moderat serta semangat nasionalisme, kita akan kehilangan pijakan dalam membangun masa depan,” ujar Farid dalam salah satu kegiatan pembinaan pemuda di Belitung.

Kiprah Farid Wajdi tak hanya menjadi inspirasi bagi kalangan muda, tapi benar-benar hadir dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.

Di tengah era disrupsi yang seringkali memecah perhatian dan nilai, sosok seperti Farid Wajdi menjadi sangat dibutuhkan bukan hanya sebagai intelektual progresif, tetapi juga sebagai penjaga nilai, dan motor perubahan yang menanamkan harapan di hati generasi masa depan. (din)


Bangga Buatan Cirebon 2025 Dibuka, Produk Lokal Siap Tembus Pasar Lebih Luas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 di Area Mall UMKM pada Rabu (18/6/2025). 

Mengangkat semangat “Dari Cirebon untuk Negeri,” acara ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memajukan ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kearifan budaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, batik, hingga karya kreatif generasi muda, merupakan aset ekonomi yang sangat potensial. 

“Namun potensi sebesar ini tidak akan berkembang dengan sendirinya. Kita harus sediakan ruang, kesempatan, dan dukungan nyata agar produk-produk lokal ini bisa lebih percaya diri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juni 2025, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung UMKM naik kelas. 

“Kegiatan ini bukan sekadar promosi, tapi bentuk nyata dukungan kita terhadap pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Wali Kota.

Wali Kota menyoroti pentingnya Mall UKM sebagai wadah permanen bagi UMKM. Menurutnya, Mall UMKM bukan hanya tempat jualan, tapi laboratorium inovasi. 

"Tempat pelaku usaha bisa belajar, mencoba hal baru, dan memasarkan produk secara langsung maupun digital,” terangnya.

Wali Kota mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung gerakan ini. “Ayo kita mulai dari diri sendiri, pilih, pakai, dan promosikan produk lokal. Dengan begitu, kita bukan hanya menggerakkan ekonomi, tapi juga mengangkat harga diri kota kita,” serunya.

Pemerintah Kota Cirebon, kata Wali Kota, akan terus berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku usaha kecil dan menengah. “Kami hadir untuk memberi dukungan, ruang, dan fasilitasi. Teruslah berinovasi dan menciptakan produk yang membanggakan,” pesannya.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan secara rinci berbagai kegiatan yang disiapkan dalam agenda ini.

“Pengunjung bisa menikmati pameran produk lokal unggulan, mengikuti workshop seni seperti melukis topeng, serta terlibat dalam kegiatan market sounding dan business matching yang mempertemukan pengusaha besar dengan koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Iing juga menambahkan bahwa ada seminar terkait kebijakan pengadaan barang dan jasa, serta lomba-lomba kreatif untuk anak muda. 

“Kami ingin kegiatan ini punya sisi edukatif, informatif, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya. Dekranasda juga turut andil besar dalam merancang area dekorasi dan ruang kreasi, yang memberi sentuhan estetika dan budaya khas Cirebon.

Iing berharap kegiatan ini menjadi jembatan jejaring bisnis yang lebih luas. “Kami ingin para pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan mitra potensial. Business matching ini kami desain agar tidak hanya terjadi transaksi hari ini, tapi kerja sama jangka panjang,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi, “Bangga Buatan Cirebon 2025” diharapkan mampu menginspirasi pelaku usaha dan masyarakat untuk terus mencintai dan mempromosikan produk lokal dari Cirebon, untuk negeri. (din)