CIREBON, FC Lembaga Studi Gender dan Fiqh Perempuan BEM PTNU se-Nusantara menyelenggarakan kegiatan bertajuk Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya. Kegiatan ini menjadi ruang dialog ilmiah bagi mahasiswa PTNU dari berbagai daerah untuk mengkaji isu perempuan dalam perspektif fiqh Islam secara komprehensif dan kontekstual.
Acara secara resmi dibuka oleh Dr. Mariyah Ulfah, M.E.Sy Ketua Bidang I yang membawahi Pendidikan Tinggi, Riset, Pengembangan, Badan Pembina Harian Perguruan Tinggi, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) YLPI Buntet Pesantren memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan "Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya*
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Studi Gender dan Fiqh Perempuan BEM PTNU se-Nusantara dan bertempat di Aula AKPER Buntet Pesantren pada Minggu (15/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa PTNU dari berbagai daerah, akademisi, Direktur AKPER Buntet Pesantren selaku tuan rumah, perwakilan Bupati Cirebon, Kapolres Kabupaten Cirebon, Kapolresta Cirebon Kota, Komisi Pemilihan Umum, serta pegiat kajian gender dan fiqh perempuan, dan masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Dr. Mariyah Ulfah menegaskan pentingnya ruang dialog keislaman yang inklusif dan kontekstual bagi generasi Z, khususnya dalam memahami posisi perempuan dalam fiqh Islam. Menurutnya, Islam telah meletakkan fondasi kemuliaan perempuan, namun perlu terus dikaji dan diaktualisasikan agar selaras dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.
“Perempuan dalam Islam bukan hanya dimuliakan martabatnya, tetapi juga diberi ruang peran strategis dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan kepemimpinan. Tugas kita adalah memastikan ruang itu benar-benar terwujud melalui pendidikan dan penguatan literasi keislaman,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga memohon doa dari seluruh hadirin untuk kesembuhan sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH. Adib Rofiuddin Izza, yang saat ini tengah menjalani pemulihan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Doa bersama pun dipanjatkan agar beliau segera diberikan kesehatan dan dapat kembali membimbing umat.
Selain itu, Dr. Mariyah Ulfah menyampaikan amanah salam dan apresiasi setinggi-tingginya dari KH. Aris Ni'matulloh selaku Ketua Umum YLPI Buntet Pesantren kepada seluruh panitia dan peserta. Pada waktu yang sama, beliau harus bertolak ke Jakarta untuk menjalankan agenda penting lainnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Mariyah Ulfah juga menyampaikan progres perkembangan perguruan tinggi di lingkungan Buntet Pesantren. Saat ini terdapat dua perguruan tinggi yang terus menunjukkan kemajuan signifikan, yaitu AKPER Buntet Pesantren dan STIT Buntet Pesantren.
Keduanya tengah berproses menuju transformasi kelembagaan menjadi institut sebagai bagian dari penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta perluasan kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan global.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Buntet Pesantren sebagai pusat pendidikan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga sebagai episentrum pengembangan keilmuan Islam yang responsif terhadap isu-isu strategis, termasuk penguatan peran perempuan dalam perspektif fiqh dan keadilan sosial.
Kegiatan ini dibuka dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Dr. Mariyah Ulfah dan diserahkan kepada Achmad Baha'ur Rifqi selaku Presidium BEM-PTNU Se-Nusantara.
Menghadirkan narasumber Maimunah, M.Hum selaku aktivis dan peneliti gender dalam Islam dan Ivana Amelia selaku content creator yang memberikan informasi keadilan gender.
Kegiatan “Ngaji Bareng Gen-Z” berlangsung dengan penuh antusiasme dan diskusi interaktif, mencerminkan semangat generasi muda dalam menggali khazanah keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus relevan dengan tantangan kontemporer. (din)












