Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Desember 2019

Ini Yang Bikin Selly Andriany Gantina, Anggota DPR RI Komisi VIII Bersemangat Dorong IAIN Cirebon Ke UIN


FOKUS CIREBON - Pertemuan antara IAIN Sykeh Nurjati Cirebon dengan Anggota DPR RI, Selly Andriany Gantina, Jum'at (27/12/2019), di Lantqi II, Ruang Senat, Rektorat IAIN SNJ Cirebon, membuat daya tarik tersendiri bagi mantan Wakil Bupati Cirebon ini.

Selly tertarik saat Tim Renstra, Toheri, membedah secara singkat soal rencana-rncana strategis IAIN SNJ  Cirebon dalam membangun kemajuan di segala aspek dan persiapan menuju UIN.

Selly juga tertarik dengan soal Milestone 25 tahun. Menurut Selly pada Milestone IAIN Cirebon ini banyak kajian yang sesuai dengan kajian yang tengah dilakukannya, seperti soal kemiskinan dan beasiswa bagi pendidikan.

Secara singkat Toheri, Tim Renstra pengembangan IAIN SNJ Cirebon menjelaskan seputar IAIN Menuju Teaching And Research University yakni melalui 7 agenda pembangunan 2020-2024.

7 agenda tersebut, kata Toheri yakni pertama memperkuat ketahanan Ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas, kemudian kedua mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan, ketiga meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, ke empat membangun kebudayaan dan karakter bangsa, kelima memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, ke enam membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan peubahan iklim dan ke tujuh memperkuat stabilitas Polhulhankam dan transformasi playanan publik.


Sementara yang menyangkut bidang dan isu strategis RPJMN bidang pendidikan 2020-2024 adalah transformasi kelembagaan PT : Teaching University, Research University dan Entrepeneurial University. Kemudian pemerataan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas, kemitraan pemerintah-swasta-daerah (pemda), Perguruan Tinggi, pengembangan wilayah, dan pembangunan ekonomu regional serta Manajemen PT (otonomi PTN-BH, BLU, Satler).

Dari penjelasan tersebut, Selly langsung merespon positif dan serta mengajak pada lulusan IAIN kedepan untuk bisa mengakses industri-industri dan teknologi dengan baik. Dirinya siap membawa keinginan IAIN Cirebon berubah menjadi UIN ke DPR RI agar tidak ada persoalan dan kendala, serta juga ke Kemendikti Jakarta. (din)

Anggota DPR RI Komisi VIII, Tertarik Dengan Renstra Pengembangan IAIN Cirebon 2020-2024


FOKUS CIREBON - Selly Andriany Gantina, Anggota DPR RI  Komisi VIII tertarik dengan penjelasan Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag dan Toheri, Tim Renstra, saat menjelaskan seputar Renstra IAIN SNJ Cirebon 2020-2024, di Ruang Senat, Lantai II Rektorat IAIN SNJ Cirebon, Jum'at (27/12/2019).

Soal renstra 2020-2024 ini, kata Sumanta, merupakan upayanya dalam membangun kemajuan kampus di segala aspek. Dan ini dalam rangka menuju IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN).

Dijelaskan Sumanta, mengapa IAIN Cirebon bersikeras untuk merubah ke UIN, pertama, karena terinpirasi oleh historis, dan di Cirebon ada sejarah Waliyullah yakni Syekh Nurjati yang akan melahirkan sosok murid-murid yang mencerdaskan dan menyebarkan Islam di tanah jawa, Indonesia hingga Asia. 

"Yang pertama ini menjadi aspirasi kita, dimana Cirebon adalah kota pusat peradaban islam. Sehingga ini diperlukan kesadaran sejarah," katanya.

Yang kedua, lanjut Sumanta, adalah memperluas akses pendidikan yang harus dinikmati oleh masyarakat. Lembaga pendidikan negeri adalah pendidikan yang bisa menyahuti kelompok menengah ke bawah. 

"Nah untuk IAIN Cirebon, beasiswa kita itu 7,2 miliar. Itu ada dari Indocement, Pemprov DKI, Pemprov Jabar, Baznas, BI dan lain lain," kata Sumanta lagi.

Sedangkan alasan ketiga, mengapa harus menjadi UIN, adalah karena semangat yang sama yakni semangat yang besar. Dan dalam perjalanannya semua dilakukan secara kompak untuk menuju ke universitas yang dicita-citakan.


Terkait UIN ini, Rektor IAIN Cirebon juga menyentil soal keseriusan Anggota DPR RI Komisi VIII tersebut. Rektor meminta Ibu Selly bukan lagi memperjuangkan tanah yang 10 hektar, tetapi karena sudah di DPR RI bisa 50 hektar dengan melobi kepala-kepala daerah di wilayah III Cirebon.

"IAIN dengan Bu Selly itu sudah sehati, dan ingin terus memajukan pendidikan Islam di Cirebon. Dua keinginan tersebut ingin terus mendorong Pendidikan agama islam harus maju di cirebon dan menjadi destinasi bukan saja di lokal tapi juga nasional bahkan internasional," jelasnya.

Sementara itu, secara singkat Toheri, TIM Renstra Pengembangan IAIN SNJ Cirebon menjelaskan seputar IAIN Menuju Teaching And Research University yakni melalui 7 agenda pembangunan 2020-2024. 

Dalam penjelasan tersebut, Ibu Selly rupanya tertarik dengan Renstra IAIN Cirebon. Sehingga dirinya berjanji akan segera membawa informasi dan masukan tersebut ke DPR RI dan Kemendikti, di Jakarta. (din)

Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina Dorong IAIN SNJ Cirebon Segera Menjadi Universitas Islam Negeri


FOKUS CIREBON - Kunjungan Selly Andriany Gantina ke kampus IAIN SNJ Cirebon, Jum'at (27/12/2019), di Ruang Senat, Rektorat Lantai 2, disambut gembira oleh seluruh civitas akademika IAIN SNJ Cirebon. Komisi VIII DPR RI yang membidangi Agama ini sengaja berkunjung dalam rangka mendiskusikan soal rencana IAIN menuju UIN. Selly pun secara tegas siap mendukung dan mendorong rencana tersebut sampai goal.

Tampak dalam pertemuan tersebut hadir Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag, Warek 1, Warek 2 dan Warek 3,  Karo AUAK serta sejumlah jajaran pejabat IAIN Cirebon lainnya.

Dalam penjelasannya, Selly sangat berharap IAIN segera berubah menjadi UIN. Bahkan saking semangatnya Selly sempat beberapa kali menyebut IAIN SNJ Cirebon dengan ucapan UIN, dan Selly mengakui itu karena keinginannya agar IAIN Cirebon segera menjadi UIN.

"Mudah-mudahan ini menjadi doa saya juga. Dan 1000 persen saya setuju dan mendukung IAIN Cirebon menjadi UIN," kata Selly, yang disambut gembira oleh seluruh jajaran Pimpinan IAIN SNJ Cirebon.



Hal yang sama, Selly juga tertarik dengan soal Milestone 25 tahun. Menurutnya pada milestone IAIN Cirebon ini banyak kajian yang sesuai dengan kajian yang tengah dilakukannya, seperti soal kemiskinan dan beasiswa bagi pendidikan.

Sedangkan menyangkut UIN, dukungan Selly karena melihat potensi yang dimiliki wilayah 3 Cirebon sebagai segitiga rebana, atau segita emas maupun segitiga bermuda.

Dimana di dalamnya sudah terdapat.fasilitas yang baik, seperti Bandara Udara Kertajati, Stasiun KA, Pelabuhan dan banyak lagi, yang membuat segita tiga ini sebqgai wilayah yang sangat strategis bagi pengembangan UIN Cirebon kedepan.

Kendati begitu, Selly juga meminta kedepannya lulusan IAIN Cirebon sudah bisa bekerjasama dengan industri-industri dan teknologi. Dan lulusan IAIN Cirebon bisa menjadi bagian dari penyerapan tenaga kerja tersebut.

"Ya, demikian juga dengan KKN mahasiswa, harus ditempatkan di kantong kantong atau basis basis kemiskinan masyarakat di sana," pintanya, yang juga menegaskan akan segera ke Kemendikti untuk mendorong IAIN Cirebon le UIN. (din)

Kementan dan Pemkab Indramayu Deklarasi Kostratani


FOKUS INDRAMAYU – Upaya mewujudkan pertanian unggul, Kementerian Pertanian RI meluncurkan Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) untuk mendorong keberhasilan pembangunan pertanian.
Setelah launching tersebut, program yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo itu kini disosialisasikan di Kabupaten Indramayu kepada seluruh pihak agar pertanian menjadi lebih unggul. Kegiatan sosialisasi dan deklarasi dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian, Jum’at (27/12/2019).
Plt. Bupati Indramayu, H. Taufik Hidayat menjelaskan, Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pertanian dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan untuk mengoptimalkan tugas, fungsi, dan perannya dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian
“Kostratani akan menjadikan BPP sebagai pusat pembangunan pertanian yang melibatkan seluruh pelaku pertanian yang ada di kecamatan,” kata Taufik dalam arahannya.
Adanya Kostratani membuat simpul koordinasi menjadi lebih baik dalam pembangunan pertanian di daerah. Selanjutnya Kostratani sebagai satu data yang akan berguna bagi pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan yang tepat serta pusat pembangunan pertanian.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu, Takmid, mengatakan, untuk tahun 2019 ini Kostratani baru akan diterapkan di 5 kecamatan, yakni Lelea, Cikedung, Kandanghaur, Anjatan dan Gantar. Sebagai pilot project, dari masing-masing BPP akan dilatih sebagai petugas sebanyak 2 orang.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan deklarasi antara Pemkab Indramayu dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.  (Azis)

Kemenhub Tetapkan Konsorsium CAS Pemenang Lelang Proyek


FOKUS JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah resmi menetapkan Konsorsium Cardig Aero Service (CAS) menjadi pemenang lelang Proyek Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Dari hasil lelang, kami telah menetapkan Konsorsium CAS sebagai badan usaha pemenang proyek Pengembangan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo. Konsorsium CAS beranggotakan PT. Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd,” jelas Menhub Budi pada Konferensi Pers bersama   MulyaniMenkeu Sri Mulyani terkait pengumuman pemenang lelang Pengadaan Badan Usaha Pelaksana melalui skema KPBU di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, di Jakarta, Kamis (26/12).
Menhub mengatakan, terpilihnya Konsorsium CAS menjadi pemenang proyek telah melalui proses seleksi ketat dari tim ahli di antaranya: Prof Wihana, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen Tangkudung, Ketua YLKI Tulus Abadi, Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman, Tommy Soetomo, Sesditjen Perhubungan Udara Nur Isnis, dan lain-lain.
“Pemenang lelang tentunya yang memiliki kompetensi yang baik dan berpengalaman dalam membangun dan mengelola Bandara, sehingga diharapkan kinerja dan pelayanan di Bandara Labuan Bajo semakin meningkat,” tutur Menhub.
Menhub menjelaskan, proyek pengembangan bandara dengan skema KPBU dilakukan dalam rangka mendorong partisipasi badan usaha untuk turut serta membangun dan memberikan pelayanan infrastruktur transportasi di Indonesia yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Labuan Bajo yang menjadi salah satu dari 5 “Bali Baru” yang tengah disiapkan Pemerintah menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Selain itu, KPBU menjadi suatu cara pembiayaan alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan anggaran terhadap APBN, di tengah anggaran APBN yang terbatas, sementara di sisi lain kebutuhan pembangunan infrastruktur terus meningkat, mengingat konektivitas merupakan urat nadi dari Indonesia yang menghubungkan seluruh pulau-pulau di Indonesia dan dapat meningkatkan perekonomian dan daya saing bangsa.
Sementara terkait penandatangan perjanjian KPBU rencananya akan dilaksanakan pada awal Bulan Januari 2020, setelah selesai masa sanggah dan konsorsium telah mendaftar melalui system OSS untuk menjadi Badan Hukum Indonesia.
Harapannya penandatanganan perjanjian jaminan antara Badan Usaha Pemenang Proyek dengan Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dapat dilakukan di hadapan Presiden Joko Widodo.
Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan jumlah penumpang pertahunnya sampai dengan 4.000.000 penumpang pertahun dan kargo sebesar 3.500 ton pada tahun 2044 sehingga semakin meningkatkan konektivitas nasional maupun internasional.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang dilakukan meliputi : Merancang, membangun, dan membiayai pembangunan fasilitas sisi darat, udara, dan pendukung; Mengoperasikan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo selama masa kerja sama selama 25 (dua puluh lima) tahun; dan Memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo selama masa kerja sama. Pada saat masa kerja sama berakhir, Badan Usaha wajib Menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo kepada Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara.
Nilai investasi untuk pengelolaan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo sebesar Rp . 1.203.314.000.000,- (Satu Trilyun Dua Ratus Tiga Milyar Tiga Ratus Empat Belas Juta Rupiah) dan estimasi total nilai biaya operasional selama 25 tahun Rp. 5.733.817.000.000,- (Lima Trilyun Tujuh Ratus Tiga Puluh Tiga Milyar Delapan Ratus Tujuh Belas Juta Rupiah). Selanjutnya, Pengelola Bandar Udara Komodo memiliki kewajiban untuk membayar Konsesi dimuka sebesar Rp. 5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah) dan Konsesi Tahunan dari Pendapatan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo sebesar 2,5 % dengan pembayaran bertahap 2 (dua) kali setiap tahun yang kemudian akan meningkat per tahun dengan kenaikan 5 % dari biaya konsesi tahun sebelumnya, serta Clawback sebesar 50%.
Proses kegiatan KPBU ini dimulai dengan Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) pertama yang dihadiri oleh 100 Badan Usaha dan Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) kedua yang dihadiri oleh 70 Badan Usaha. Badan usaha yang menghadiri kegiatan Penjajakan Minat Pasar ini terdiri dari Badan Usaha lokal dan internasional;
Selama proses pemilihan Badan Usaha pengelola Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo, Panitia Pengadaan didampingi oleh Konsultan Pendamping Transaksi dari PT Surveyor Indonesia (Persero). (IWO)
Sumber: Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub RI