Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Januari 2020

Wali Kota Cirebon Instruksikan Seluruh Dinas Lakukan Langkah Antisipasi Dan Pertolongan Jika Terjadi Bencana


FOKUS CIREBON - Antisipasi banjir, Wali Kota Cirebon yakinkan jika Pemerintah Daerah (Pemda) akan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pertolongan. Instruksi kepada sejumlah dinas dilakukan langkah antisipasi dan pertolongan kepada masyarakat jika terjadi bencana.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat pelaksanaan Apel Penanggulangan Bencana di Kota Cirebon, “Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ungkap Azis.

Apalagi jika terjadi bencana banjir, Azis tidak ingin masyarakat justru kebingungan kemana mereka hendak mencari pertolongan. Karenanya, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk siaga 24 jam mengantisipasi bahaya banjir saat puncak musim penghujan ini.

Pada apel tersebut Azis juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sebelum terjadinya banjir. diantaranya, melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing agar tidak ada saluran atau drainase yang tersumbat, amankan dokumen dan surat berharga agar tidak mengalami kerusakan atau hilang, menyiapkan tas siaga banjir yang berisi barang-barang penting, menghindari tempat atau benda yang memiliki atau dilalui arus listrik, menyepakati satu lokasi aman yang bisa digunakan untuk mengungsi dan memudahkan pemberian bantuan dan terakhir segera hubungi nomor kedaruratan seperti 112 dan 119 serta telepon dinas dan kantor jika terjadi bencana banjir.

Sedangkan untuk camat dan lurah, Azis juga menginstruksikan agar mereka menjadi motivator dan mobilisator untuk masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pertolongan jika terjadi bencana. “Yang terpenting, mental masyarakat harus disiapkan,” tegas Azis.


Khususnya mental untuk menghadapi berbagai bencana yang mungkin terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka. Jika secara mental sudah siap, Azis yakin masyarakat mampu melakukan berbagai langkah penanggulangan bencana. 

“Kepada dinas dan satuan kerja perangkat daerah lainnya, saya juga instruksikan untuk siaga 24 jam,” tegas Azis.
Azis juga mengungkapkan sejumlah titik di Kota Cirebon sudah dipetakan rawan banjir. Diantaranya ada di wilayah Kalijaga, Gunung sari dan Kriyan. “Sekalipun pada 2019 tidak terjadi banjir besar karena sudah dilakukan pengerukan sejumlah sungai besar, namun tahun ini kita tetap harus waspada,” tegas Azis. 

Karena pada 2018 lalu 39 RW di 11 kelurahan diterjang banjir setinggi 100 hingga 150 cm. Banjir tersebut berdampak pada 1.325 KK atau 5019 jiwa. “Kita tidak ingin kejadian tersebut terulang lagi,” tegas Azis.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon. Ma’ruf Nuryasa, mengungkpakan jika pihaknya akan melakukukan sms blast memberitahukan kepada 10 ribu masyarakat Kota Cirebon jika terjadi bencana, seperti banjir di titik-titik tertentu. 

Karena itu Ma’ruf meminta kepada masyarakat untuk senantiasa menghubungi nomor kedaruratan 112 dan 119 kesehatan agar tindakan cepat bisa segera diambil jika bencana banjir terjadi di daerah mereka. (bam)

Dr H Sumanta MAg : 12 Dosen Penerima Sertifikasi Harus Optimalkan Kualitas Kinerja Dan Kreatifitas


FOKUS CIREBON - Sebanyak 12 dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon menerima sertifikasi. Hal itu disampaikan langsung  oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg, di ruang kerjanya, Rabu (15/1/2020)).

Dijelaskan, 12 dosen penerima sertifikasi ini, kata Sumanta, setelah mereka dinyatakan lulus uji oleh Asesor, yakni dari Universitas Islam Negeri Sumatra Utara. 
Rektor juga menjelaskan bahwa yang berhak mengeluarkan sertifikasi itu adalah asesor. Sebab Asesor adalah yang berhak melakukan asesmen/pengujian terhadap kompetensi seseorang, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya.

Diman asesor berwenang dalam menilai dan memutuskan hasil Uji Kompetensi, bahwa peserta uji telah memenuhi bukti yang dipersyaratkan untuk dinyatakan kompeten atau belum kompeten pada unit kompetensi yang dinilai.

Sertifikasi dosen ini kata Sumanta merupakan program nasional yang
bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas kinerja dosen agar mereka mampu mengaktualisasikan potensi diris secara lebih optimal sebagaimana tercermin dalam misi Tridharma Perguruan Tinggi (Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat).

"Lulus uji sertifikasi ini, itu artinya dia sudah menjadi tenaga edukatif, tenaga yang profesional dan dengan demikian dia berhak untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi dosen yang merupakan bagian dari keahliannya," kata Sumanta.

Di akhir penjelasannya, Sumanta berharap dengan sertifikasi ini, dosen -dosen yang ada lebih meningkatkan lagi kemampuan kompetensinya sesuai dengan bidangnya.

"Jadi mereka sudah berhak untuk mendapatkan tunjungan dosen dan melekat tanggungjawab besar atas sertifikasi tersebut terutama dalam implementasi dan pengembangan keilmuan yang dimilikinya. Dan mereka berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 8 dosen, dan 4 dosen dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI),” tandasnya. (din)

Selasa, 14 Januari 2020

TNI Dan Polri Bersih Bersih Di Lokasi Pasca Banjir


FOKUS CIREBON - Pasca banjir yang menggenangi ratusan rumah permukiman warga, Pemkot Cirebon bersama Kodim 0614/Kota Cirebon, Danlanal, Pres Cirebon Kota, Damkar dan sejumlah instansi lain langsung melakukan bersih-bersih lumpur dan sampah sisa banjir semalam. 

Dalam setingho 1,5 cm ini, selain beraus deras juga membawa material lumpur dan sampah. Dari banjir tersebut, Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon mencatat, sekitar 320 KK dengan 164 rumah di Kelurahan Kalijaga terdampak banjir. Sementara, kondisi serupa dialami pula sekitar 98 KK dengan 87 rumah di Kelurahan Pegambiran. 

"Ya, sejauh ini dia kelurahan di Kecamatan Harjamukti terdampak banjir," ungkap Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon Iing Daiman.

Kendati begitu dapat dilaporkan jika saat ini banjir di Kota Cirebon telah surut, yakni pada Selasa (14/1/2020), setelah pada Senin (13/1/2020) meluap dan menggenangi lebih dari 100 permukiman. 

Dikabarkan, banjir yang menggenangi Kelurahan Kalijaga dan Pegambiran di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Senin (13/1/2020) malam, telah surut sekitar pukul 23.30 WIB. 

Banjir menggenangi permukiman penduduk di Kalijaga setinggi sekitar 1,5 meter dan di Pegambiran setinggi sekitar 1 meter. Lebih dari 400 kepala keluarga (KK) dan 250 rumah ikut terdampak banjir. Hingga Selasa (14/1/2020) siang, otoritas setempat menyatakan sejumlah keluarga masih mengungsi.

Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon mencatat, sekitar 320 KK dengan 164 rumah di Kelurahan Kalijaga terdampak banjir. Sementara, kondisi serupa dialami pula sekitar 98 KK dengan 87 rumah di Kelurahan Pegambiran. 

"Ya, sejauh ini dua kelurahan di Kecamatan Harjamukti terdampak banjir," ungkap Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon Iing Daiman. 

Tak hanya itu, upaya penyelamatan juga dilakukan bersama petugas Damkar, personil Lanal Cirebon, Polair, Babinsa, Basarnas Pos SAR Winong, PMI Kota Cirebon, Polres Cirebon Kota, PSC 119, TAGANA, Satpol PP, serta masyarakat sekitar. (nur)

Pasca Banjir Wali Kota Cirebon Langsung Ke Lokasi Dan Berikan Bantuan Bagi Korban Banjir


FOKUS CIREBON - Pasca banjir ya g melanda permukiman warga di RW 02 dan RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon mendapat perhatian khusus pemerintah daerah setempat (Pemkot) yakni dengan memberikan bantuan kepada korban banjir. Bantuan tersebut berupa makanan dan lainnya, Selasa (14/1/2020).
.
“Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon hadir membantu masyarakat yang menjadi korban banjir,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH.

Karena itu, sejak semalam dinas terkait sudah diinstruksikan untuk melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang diterjang bencana banjir. “Bantuan juga sudah kami salurkan untuk warga yang menjadi korban banjir,” ungkap Azis.

Dijelaskan Azis, sekitar 10 hari yang lalu mereka bersama-sama dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompimda) dan masyarakat sebenarnya sudah melakukan antisipasi terjadinya bencana banjir di Kelurahan Kalijaga. 


“Kami sudah melakukan upaya bersih-bersih sungai,” ungkap Azis. Tidak hanya itu, pengerukan sungai juga telah dilakukan. Khusus yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung juga telah dikoordinasikan agar sungai-sungai tersebut segera dikeruk.

Ditambahkan Azis, yang terpenting saat ini yaitu memberikan pertolongan kepada korban-korban banjir. “Apalagi mereka tidak bisa mencari nafkah karena menjadi korban banjir,” paparnya.. 

Pada kesempatan itu, Azis juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Terutama karena saat ini intensitas hujan sudah semakin tinggi di wilayah Kota Cirebon.
Sementara itu, dapur umum juga telah dibuat untuk membantu korban banjir. 

Dapur umum dibuat di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon. Kepala DSPPPA Kota Cirebon, Iing Daiman S.IP. M.Si., menjelaskan jika sejak pagi tadi bantuan berupa makanan sudah mereka salurkan ke korban-korban banjir. “Bantuan makanan kami salurkan sehari tiga kali,” ungkap Iing.

Berdasarkan informasi dari KPBD Kota Cirebon, banjir yang terjadi semalam disebabkan curah hujan yang tinggi selama 3 jam pada Senin, 13 Januari 2020. Sehingga pemukiman warga di RT 07 di RW 02, RW 03, RT 08 di RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon terendam air. 



Air menggenangi sekitar 164 rumah warga dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB dan surut sekitar pukul 23.30 WIB. Hingga kini, petugas terkait masih siaga di lokasi terjadinya banjir. (bam)

Hadapi Akreditasi Tahun 2021, Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon Siapkan 9 Poin Persyaratan


FOKUS CIREBON - Berbagai persiapan tengah dilakukan, termasuk pembenahan menuju 9 poin persyaratan akrefitasi. Hal itu yang saat ini dilakukan Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi akreditasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.
Kepala Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Yayat Suryatna MAg mengatakan, dalam proses akreditasi tersebut ada 9 poin persyaratan yang telah ditentukan dan harus dipenuhi. Pasalnya, hal itulah yang akan menghasilkan nilai dalam akreditasi tersebut.
"Untuk akreditasi itu ada 9 borang standar. Yaitu, terkait layanan, kerjasama, koleksi, pengorganisasian bahan perpustakaan, sumber daya manusia, gedung, anggaran, manajemen perpustakaan, dan perawatan koleksi perpustakaan,” jelas Yayat ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/1/2020).


Untuk layanan, dia menjelaskan, saat ini perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon membuka pelayanan selama 5 hari kerja, yaitu Senin sampai Jumat dari pukul 7.30 pagi hingga 04.00 sore. Namun, perpustakaan ini belum bisa membuka layanan hingga hari Sabtu dan Minggu.
Sedangkan terkait kerjasama, Yayat mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai perpustakaan, baik ditingkat lokal maupun nasional. Seperti dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS), dan perpustakaan daerah yang ada di Cirebon.
“Kemudian terkait koleksi, setiap tahunnya koleksi yang ada di Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini bertambah. Untuk saat ini saja kami sudah memiliki 74 ribu eksemplar buku yang terdiri dari 27 ribu judul. Berdasarkan Permendikbud, jumlah buku yang dimiliki perpustakaan itu minimalnya 10 persen dari jumlah mahasiswa. Sedangkan saat ini, jumlah mahasiswa aktif di kampus ini ada sekitar 10 ribu. Jadi jika melihat peraturan tersebut, perpustakaan ini minimal harus memiliki seribu buku, tapi kami sudah memiliki 74 ribu buku, jadi kami sudah jauh melampui jumlah minimum,” kata Yayat.
Untuk pengorganisasian bahan perpustakaan, dia melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan pengelompokan buku-buku di Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pengelompokan tersebut dilakukan dengan menyatukan satu tema buku ke dalam satu tempat atau lokasi, sehingga hal itu dapat memudahkan pengunjung mencari buku yang mereka butuhkan.

Bahkan, Yayat memaparkan, keunikan perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mungkin tidak ditemui di tempat lain adalah terdapatnya BI Corner dan Cirebon Corner yang ada di salahsatu sudut ruangan perpustakaan ini. Untuk BI Corner dikhususkan untuk buku yang terkait keuangan dan ekonomi. Sedangkan Cirebon Corner adalah untuk buku-buku yang membahas terkait Cirebon, seperti sejarah, budaya, dan lain sebagainya.
“Untuk sumber daya manusia, kami baru memiliki 4 pustakawan dan 13 tenaga lainnya. Gedung kami sudah ada dan Insya Allah 2021 akan ada pembangunan untuk perpustakaan. Terkait anggaran untuk perpustakaan itu minimal 5 persen dari total, tapi di kami masih jauh, baru ratusan juta. Dan poin terakhir, terkait perawatan koleksi perpustakaan itu seperti memperbaiki buku-buku yang rusak sehingga bagus dan layak untuk digunakan lagi. Alhamdulillah itu sudah berjalan dengan baik,” ucap Yayat.
Dia mengakui, dalam menghadapi akreditasi ini masih banyak kendala dan kekurangan yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Tetapi, hal itu bukan menjadi halangan, masih ada waktu yang cukup untuk pihaknya melakukan berbagai pembenahan agar target dan program yang telah direncanakan dapat tercapai dengan baik.


“Kalau target mah setingi-tingginya, yaitu akreditasi A, kami optimis. Memang kami masih banyak kekurangan, tapi Insya Allah masih ada waktu bagi kami melakukan berbagai pembenahan untuk menghadapi akreditasi tersebut. Semoga persiapan yang kami lakukan dapat berjalan lancar, sehingga dapat membuahkan hasil baik yang bisa membanggakan kita semua,” tandasnya.(nur)