Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 22 Januari 2020

Masyarakat Anggota Koperumnas Dijamin Dapat Memiliki Rumah Tanpa DP


FOKUS JAKARTA - Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) siap bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun milik (Rusunami) bagi warga Ibu Kota berpenghasilan kecil anggota Koperumnas.

Masyarakat Jakarta anggota Koperumnas dijamin dapat memiliki rumah hanya dengan mengangsur Rp2,5 juta per bulan tanpa DP dan jaminan.

Anggota cukup membayar angsuran selama dua tahun. Kemudian tahun ketiga rusunaminya dibangun, hanya kurang dari tiga tahun, warga bisa memiliki rumah sendiri.

"Kami sampaikan kepada Ibu Camat Jatinegara. Kami siap bekerjasama dengan Pemprov DKI. Pemda cukup menyediakan lahan dua hektare saja, kami bangun tiga tower ketinggiannya 20 lantai," kata Ketua Koperumnas Aris Suwirya, Rabu (22/1), saat acara peresmian kantor baru Koperumnas Syariah, di Jalan Jatinegara Timur II No 4B, Jatinegara, Jakarta Timur.

Lebih lanjut, Aris mengungkapakan ingin menghadap Gubernur Anies Baswedan untuk menyampaikan konsep Koperumnas Syariah yang menghindarkan riba dan jaminan untuk warga Jakarta agar memiliki rumah.

"Karena kita menghindari riba, maka Allah SWT meridhoi, Koperumnas bisa membangu rusunami di Jabotetabek.Yang penting tanahnya dari Pemda," ujarnya.

Ia ingin membantu program RPJMD Gubernur Anies mewujudkan janji kampanyenya pada 2017 lalu. Di mana mewujudkan rumah DP 0 rupiah bagi masyarakat betpenghasilan kecil.
Koperumnas Syariah satu-satunya Koperasi di Indonesia yang membangun rumah bagi anggotanya dengan hanya mencicil setiap bulan.

Koperumnas telah membangun rumah bagi anggotanya di Bogor (tiga lokasi), Karawang, Tangerang Selatan, Tangerang dan lain-lain.

"Kami akan buka cabang Koperumnas di semua kota besar dengan sistem kantor cabang. Insya Allah tahun 2021 seluruh provinsi di Indonesia sudah punya kantor cabang. Di luar Jabodetabek, harga rumah Koperumnas Rp.190 juta," ujarnya.

Jadi masyarakat hanya mengangsur Rp. 1 juta per bulan selama 190 bulan bisa punya rumah ya g bisa diwariskan. (dade)

Dinobatkannya Prof Bambang Yuniarto Sebagai Guru Besar, Ini Kata Rektor IAIN Cirebon



FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menobatkan satu-satunya guru besar yang ada di wilayah III Cirebon di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegeraan. Yakni Prof.Dr.H.Bambang Yuniarto M.Si yang meraih gelar profesor setelah melewati proses panjangnya sejak 2011 lalu dan pada 1 Desember 2019 kemarin gelar tersebut berhasil disandangnya.

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg merasa bangga dan bahagia dengan gelar tertinggi yang disandang Bambang Yuniarto sebagai guru besar di IAIN SNJ Cirebon.

"Saya sebagai saksi sejarah, sejak 2011, waktu itu saya masih menjabat Warek hingga memimpin lembaga IAIN, Pak Bambang termasuk sosok yang gigih untuk bisa meraih gelar tertinggi tersebut, dan atas nama lembaga kami mengucapkan selamat dan kami semua bangga dan bahagia dengan keberhasilan ini," ucap Sumanta, Rabu (22/1/2020).

H.Sumanta juga menyebut bahwa ini adalah bagian dari program akselerasi lembaga. Di mana lembaga bisa mensuport, mendukung para tenaga pendidik untuk bisa meraih prestasi akademik, atau fungsional akademik sehingga sampai pada puncak yang tertinggi yakni profesor dan guru besar.

"Jadi ini adalah bagian dari harapan dan cita-cita lembaga, dan tentu saja ini berimplikasi terhadap status Perguruan Tinggi kita, terutama bagi semua Prodi sudah harus memiliki profesor. Jadi guru besar itu bagian yang tidak terpisahkan dari identitas lembaga, tidak bisa dilepaskan dari parameter perkembangan akademik sebuah lembaga," ucapnya.


Maka dari itu, kata Sumanta, ini adalah ukuran dan menjadikan kita itu percaya diri untuk cita-cita yang berikutnya yakni akan alih status bertransformasi menjadi Universitas.

"Tambahan guru besar ini, ibarat dalam tubuh itu adalah gizi dan vitamin yang menyegarkan tubuh kita, dan munculnya Pak Bambang yang sebelumnya Ibu Ety, itu kita optimis menatap masa depan, karena Pak Bambang ini, membawa inspirasi bagi kita insan akademik di IAIN SNJ Cirebon," katanya.

Kemudian, lanjut Sumanta, tenaga tenaga doktor juga terus bertambah, sekarang sudah ada 77 doktor. Ini adalah jumlah yang cukup fantastis bagi lembaga.

"Saya yakin untuk bertransformasi bagi pengembangan lembaga kita sangat terbuka dengan dukungan tiga variabel, satu adalah variabel akademik dengan munculnya profesor dan doktor, kedua variabel perluasan akses, dimana kita mendapatkan pengahargaan kemarin dari seluruh IAIN di Indonesia dan animo masyarakat terhadap perguruan tinggi kita sangat tinggi hingga mencapai 22.000 pendaftar dan ketiga adalah infrastruktur yang bangunannya sudah sangat refresentatif dan modern dan di tahun 2020 ini kita bisa berkompetisi dengan perguruan tinggi lain termasuk dengan UIN di Bandung, Jawa Barat," tandasnya. (din)

Begini Pengakuan Bambang Yuniarto Hingga Sukses Meraih Gelar Profesor Dan Guru Besar Di IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON - Belakangan, nama Bambang Yuniarto mendadak ramai dikalangan akademisi. Bukan soal sosoknya yang tegas dan cerdas, melainkan karena kegigihannya dalam meraih gelar profesor. Bahkan uniknya, Prof H Bambang Yuniarto MSi merupakan satu-satunya guru besar di wilayah III Cirebon di bidang Ilmu Pengetahuan sosial dan Kewarganegaraan.
Prof Bambang mengatakan untuk mendapatkan gelar profesor tersebut tidak diraih dengan mudah. Harus terlebih dahulu mengikuti persyaratan yang salahsatunya adalah menerbitkan scopus. Syarat ini menjadi momok dan sesuatu yang menakutkan. Pasalnya, untuk menerbitkannya banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan cukup sulit.
Terkait penerbitan scopus ini, Prof Bambang mengaku sudah di mulai sejak tahun tahun 2011. Pada tahun 2011 ini Prof Bambang menulis 2 scopus, kemudian pada tahun 2017 menulis 1 scopus, dan tahun 2018 menulis 2 scopus. 
"Jadi totalnya saya sudah menulis 5 scopus. Karena menulis scopus ini menjadi sebuah persyaratan yang tidak bisa ditinggalkan untuk menjadi profesor, dan ini menjadi sebuah momok menakutkan bagi yang ingin merambah menjadi guru besar,” terangnya.
Kendati begitu, Prof Bambang bukan sosok yang mudah menyerah, kata dia, selain semangat diri yang tinggi juga berkat kerjasama dari semua pihak, terutama dari keluarga dan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang kini membuat dirinya berhasil melewati semua tantangan tersebut. 
“Proses untuk menjadi guru besar, harus kuat, berkali-kali kwndala dan tantangan terus menghadang, bahkan terkadang merasa lelah dan tidak kuat hingga mau menyerah. Namun berkat dorongan yang kuat dari diri sendiri, dari teman-teman, serta istri dan keluarga, maka gekar tertinggi akademik ini alhamdulillah bisa disandangnya," papar Bambang.
Untuk itu, Prof Bambang Yuniarto juga mengucapan terima kasih kepada istri tercintanya, Pudjiati SPd, kemudian ibu kandungnya, Sony, serta anak menantunya atas doanya. 

"Ya, hal yang sama juga saya ucapkan terimksh kepada Rektor IAIN Cirebon Dr H Sumanta Hasyim MAg, beserta civitas akademika IAIN Cirebon, kemudian kepada bapak Prof Dr Maksum MA (alm) yang selalu mensuport saya. Kemudian juga Dirjen Pendis Kemenag Prof Dr Arskal Salim Gp PhD dan Prof Dr Bunyamin Maftuh selaku Direktur SDM Dikti,” ucap Prof Dr H Bambang Yuniarto MSi. (din)

Rumuskan Rencana Kerja 2020, LP2M Adakan Raker Pengurus Di Villa Kuningan


FOKUS CIREBON - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan rapat kerja tahun 2020 di Villa Cibulakan Mandirancan Kuningan, Selasa-Rabu (21-22/1/2020).

Rapat kerja LP2M 2020 ini  diikuti oleh semua jajaran pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, kepala pusat penelitian, kepala pusat pengabdian, kepala pusat studi gender dan anak, staf dan juga dihadiri pula oleh Kepala Biro Administrasi Keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H. Subarja.

Agenda kegiatan Raker LP2M 2020 tersebut meliputi evaluasi kinerja tahun 2019, penyusunan laporan kinerja 2019, dan rencana kerja tahun 2020.

Dalam sambutannya, Ketua LP2M menyampaikan  pentingnya penyelenggaraan kegiatan Raker diadakan di awal tahun sebagai bentuk keseriusan merumuskan program-program  dan kegiatan-kegiatan LPPM yang lebih terencana dan terprogram baik aspek penyelenggaraan maupun aspek keuangan.

"Program-program LP2M diarahkan pada upaya peningkatan mutu penelitian dan pengabdian masyarakat yang memiliki keunggulan dan daya saing pada tingkat nasional," tutur Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H.Ahmad Yani.

Sementara itu, Kepala Biro  H. Subarja yang bertindak sebagai narasumber menyampaikan beberapa kebijakan dan implementasi kegiatan yang bersifat rutin maupun kegiatan baru yang bersifat inovatif, serta tata kelola keuangan yang digunakan untuk belanja bahan, belanja honor, belanja modal, dan belanja lainnya. Dibahas juga tentang sumberdana berupa Rupiah Murni (RM) dan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).


Di akhir, ia juga membahas tentang rencana perubahan pengelolaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU), dan perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). (nur)

Program Pendidikan Dan Pelaksanaan PPDB 2019 Di SMPN 1 Diapresiasi Banyak Pihak


FOKUS CIREBON - Siapa yang tidak mengenal sosok Drs H Lilik Agus Darmawan SPd,  MM, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Cirebon. H Lilik dikenal tegas dalam memimpin dan lugas dalam bergaul.

Apalagi di bidang pendidikan, H Lilik tak pernah main-main dan sangat diapresiasi oleh semua pihak termasuk para orang tua siswa.

Sebagai bukti, dalam bidang pendidikan, H Lilik beserta peran para guru mampu membuktikan lulusan SMPN 1 memiliki kecerdasan intelektual di atas rata-rata. Sebagai contoh adalah pada hasil nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMP se-Kota Cirebon.


Di mana ada nama sembilan siswa SMPN 1 Kota Cirebon yang menjadi siswa terbaik dalam hasil  nilai UN. Sembilan siswa  dengan nilai UN tertinggi tersebut berhasil bersaing dari siswa SMP se-Kota Cirebon sebanyak 6.325 siswa yang mengikuti ujian Nasional pada tahun 2019 kemarin.

Demikian  juga dengan Penilaian Akhir Semester (PAS) yang merupakan salah satu tahap dari proses penilaian bagi siswa yang dilakukan oleh guru melalui satuan pendidikannya dalam kurun waktu satu semester.

Ada hal baru di SMP Negeri 1 Cirebon dalam PAS kali ini, yakni pengerjaannya tidak lagi menggunakan kertas, pensil, dan penghapus, tetapi menggunakan gawai (handphone).

Kebijakan ini diambil mengingat sudah begitu banyaknya aplikasi yang dapat mendukung dilaksanakannya PAS dengan sistem online (gawai). Hal ini juga didukung oleh beberapa guru yang sudah menggunakan ulangan atau penilaian harian dan penilaian tengah semester yang menggunakan sistem online.

Langkah awal yang dilakukan sekolah adalah mengadakan workshop penilaian berbasis gawai. Tujuan workshop ini salah satunya agar semua guru mampu melakukan proses penilaian online ini.

Langkah selanjutnya adalah mendata potensi sarana dan prasrana yang dimiliki oleh siswa dan sekolah, yaitu mendata jumlah siswa yang memiliki dan yang tidak memiliki gawai (android).

Menurut Lilik Agus Darmawan, dari sejumlah 1200 siswa yang terdaftar di SMP Negeri 1 Cirebon, hanya 25 siswa yang tidak memiliki gawai. Agar pelaksanaan PAS berbasis gawai bisa tetap berjalan, sekolah menyiapkan 50 tablet yang disiapkan dalam ruangan tersendiri termasuk menyediakan jaringan internetnya.

Tentu saja, sejumlah terobosan dan program ini mengundang rasa bangga dan salut sehingga diapresiasi banyak pihak dan para orang tua siswa. Termasuk yang terakhir adalah pada pelaksanaan PPDB 2019. Di mana H Lilik dan panitia PPDB terus komit menjalankan aturan yang ada.


"Ya, itulah tipe kepemimpinan H Lilik Agus Darmawan S.Pd, MM yang tegas dalam memimpim dan sosok yang tak pernah menyerah dalam membangun kemajuan pendidikan di Kota Cirebon. Intinya kami salut dan bangga, semoga ini dqpat diapresiasi juga oleh yang lain," terang Supriyadi, aktivis pendidikan dan kebijakan publik, kepada wartawan. (nur)