Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Februari 2020

Waduk Cipancuh Dibuka, Sukseskan Percepatan Musim Tanam Rendeng 2020


FOKUS INDRAMAYU -Di musim penghujan ini, pasokan air di Waduk Cipancuh hanya mencapai 1 juta kubik. Untuk menghindari gagal tanam, Pemerintah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu terus berupaya sukseskan percepatan musim tanam rendeng 2020 dan air di waduk seluas 700 hektare itu mulai digelontorkan.
Penggelontoran diawali dengan acara pengukuhan pembukaan pintu air oleh Camat Haurgeulis Rory Firmansyah, Jumat (31/1). Turut hadir dalam acara itu unsur muspika, para kuwu, pengurus KTNA serta jajaran PJT II Divisi Pengelolaan Air III Seksi Patrol.
Petugas Pengamat Sungai dan Irigasi Waduk Cipancuh, Ito menjelaskan, pembukaan pintu air dilakukan untuk memasok kebutuhan air irigasi untuk sawah tadah hujan seluas 6.314 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kroya, sebagian Gantar dan Kecamatan Anjatan.
“Pembukaan pintu air ini untuk mendukung kebutuhan air demi mencegah gagal tanam. yang belum tanam diharapkan menyusul secepatnya,” kata ito.
Sejatinya ungkap dia, dengan volume air mencapai 1 juta kubik hanya cukup untuk memenuhi pasokan air seluas 3000-350 hektare sawah selama 16 hari ke depan.
“Ya kami juga bingung, sebab intensitas hujan yang rendah, Kalau gak ada hujan, gak ada pasokan air ke waduk, paling cukup untuk sebulan. Tapi insya Allah hujan terus turun dan kebutuhan air tetap aman,” ujar dia.
Sementara itu, Camat Haurgeulis Rory Firmansyah optimistis percepatan musim tanam rendeng dapat terealisasi sesuai jadwal. Apalagi, sebagian besar petani di wilayah Kecamatan Haurgeulis sudah mulai melaksanakan musim tanam sejak dua minggu lalu, hanya penyebarannya belum merata.
“Nah ini kita dorong dengan pasokan air ke wilayah pertanian sawah tadah hujan yang belum masa tanam. Sebagai jaminan, agar petani tidak gagal tanam tanam,” tandasnya. (*)

Sabtu, 01 Februari 2020

Dorong Literasi, Pemkot Gandeng IPNU Dan IPPNU Gelar Seminar Literasi


FOKUS CIREBON - Masih rendahnya minat membaca di kalangan masyarakat, membuat Pemerintah daerah Kota Cirebon harus menggandeng berbagai pihak untuk mendorong gerakan literasi. 

Salah satunya dengan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon. 

Dua organisasi besar ini kemudian menggelar kegiatan Seminar Literasi dengan tema Budaya Literasi Menuju Generasi Emas di Era Revolusi Industri, Sabtu (01/02/2020), yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj.Eti herawati.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon Drs.H.Jaja Sulaiman M.Pd mengatakan seminar literasi yang digagas oleh IPNU-IPPNU Kota Cirebon merupakan salah satu potensi untuk terus mendorong gerakan literasi di Kota Cirebon.

Dia menuturkan pada tahun 2045 mendatang, Indonesia memiliki bonus demografi yang artinya jika tidak dibekali kemampuan literasi yang baik dari sekarang, nantinya akan menjadi berbahaya.

“Anak-anak sekarang atau anak milenial harus didorong ke arah literasi agar mereka tidak salah dalam mengakses informasi,” katanya di sela-sela Seminar Literasi yang digelar IPNU-IPPNU Kota Cirebon.

Jaja mengungkapkan untuk mendorong gerakan literasi, Pemda Kota Cirebon siap bersinergis dan berintegrasi dengan berbagai pihak agar gerakan literasi di Kota Cirebon lebih terarah pada hal positif.

“Mudah-mudahan dengan banyaknya kegiatan seminar literasi, masyarakat Kota Cirebon semakin maju,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Cirebon, Dr.KH.Samsudin M.Ag mengungkapkan Nahdatul Ulama (NU) terus mendorong warganya terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa untuk membuat terobosan di bidang literasi agar minat baca dan diskusi masyarakat Indonesia bisa terdongkrak.

“Selain seminar literasi, NU Kota Cirebon akan turun ke jalan merangkul anak-anak jalanan untuk bejalar, membaca dan diskusi,” katanya.

Demisioner Ketua PC IPNU Kota Cirebon, Abdul Azis memaparkan salah satu penyebab rendahnya minat baca masyarakat yaitu karena sulitnya akses untuk mendapatkan buku-buku bacaan berkualitas.

“Kami melihat fakta berbeda di lapangan, mereka bukan kurang minat baca, hanya saja kurang memiliki akses, maka dari itu kami dekatkan buku dengan masyarakat,” jelasnya.

Azis menambahkan seminar literasi bersamaan dengan kegiatan bazar buku yang digelar di berbagai daerah di Indonesia, adapun Kota Cirebon merupakan kota ke-8.

“Kami merangkul berbagai penerbit, tujuan bazar sendiri agar akses masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan buku,” tambahnya.

Firman Abdulah selaku ketua pelaksana bazar buku dan seminar literasi yang digagas IPNU-IPPNU Kota Cirebon memaparkan seminar literasi merupakan gerbang awal untuk mendorong gerakan gemar membaca bagi masyarakat yang dinisiasi oleh IPNU dan PCNU Kota Cirebon.


“Target utama kegiatan ini yaitu mendorong gerakan gemar membaca dan munculnya dorongan dari diri sendiri untuk membaca,” katanya. (bam)

Pelabuhan Kejawanan Bikin Pengunjung "Asyik" Nikmati Pesona Alam Laut


FOKUS CIREBON - Berkunjung ke pantai laut memang mengasyikan, apalagi jika datangnya bersama  keluarga atau bersama teman-teman dekatnya, tentu bikin suasana wisata tambah asyik dan nyaman. Hal itu yang dilakukan oleh dua remaja yang tengah asyik menikmati pesona pantai laut di Pelabuhan Kejawanan  Kota Cirebon, Sabtu (01/02/2020).

Diakui dua remaja, Wandi dan Arif, pesona pantai laut kejawanan memang berbeda dengan kebanyakan pantai lain, selain tempatnya yang mudah dijangkau, pundi rupiahnya pun murah meriah.

Wandi mengaku datang dari Kabupaten Indramayu dan sengaja ingin menghabiskan waktu weekandnya bersama teman-temannya di Pelabuhan Kejawanan.

"Rasanya nyaman dan suasana pantainya bisa untuk melepas lelah setelah seminggu beraktivitas. Ini benar-benar asyik dan bisa menjadi tempat rekreasi bagi keluarga dan teman-teman dekat," kata Wandi yang tengah asyik membakar ikan di tepi pantai sambil memancing.


Hal senada juga diungkapkan Arif, lelaki bujangan dan aktivis mahasiswa ini sengaja datang untuk melepas kepenatan. Ia mengaku, sesampainya di pantai laut Kejawanan, rasa penat dan lelah sirna seiring dengan debur ombak dan asap pembakaran yang sengaja dibawa peralatannya dari rumah.

"Wah nikmat mas, rasanya berada di hamparan luas yang tak bertepi ini bikin nyaman dan asyik, apalagi angin dan deburan ombak serta suara-suara kapal nelayan menambah ingin berlama-lama menikmati keindahan pesona pantai laut Kejawanan Cirebon," ujar Arif.


Selain Wandi dan Arif,  pengunjung yang datang juga tengah menikmati deburan ombak di atas bebatuan. Sesekali dari mereka terlihat meleparkan umpan pancing dengan berharap mendapat ikan dari kunjungan wisata tersebut. (nur)

Tangani Banjir Jabotabek, BPPT Nyatakan Masih Terapkan TMC


JAKARTA-- Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) masih diterapkan untuk menanggulangi banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Kekuatan kolaborasi diyakinkan berada di balik kesuksesan penerapan teknologi hujan buatan demi mengurangi intensitas hujan di suatu wilayah.

TMC tidak bisa dilakukan hanya oleh Balai Besar TMC di BPPT. "Kalau bicara ekosistem tentu itu tidak berarti hanya satu stakeholder saja, tapi TMC harus dengan kolaborasi, seperti diketahui awal tahun ini, pada 1 Januari 2020, banjir merendam banyak wilayah di Jabodetabek akibat hujan ekstrem," kata Hammam, saat acara Penguatan Ekosistem TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek, di Ruang Komisi utama,  Gd. 2 BPPT Lt. 3, Jl. M. H. Thamrin no. 8 Jakarta Pusat.

Hujan juga terjadi di beberapa daerah lain yang mengakibatkan kerugian tidak hanya materil tapi korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 60 orang tewas akibat bencana banjir dan longsor di awal tahun ini.

Untuk melakukan TMC harus ada yang menyediakan informasi awal yaitu dari BMKG. Kemudian ada TNI AU, mu dari pilot hingga staf lainnya, juga ikut membantu dalam melakukan persemaian garam di udara.

"Kemudian tim operasi TMC yang dimotori B2TMC dan timnya yang bekerja sama dengan seluruh jajaran yang terlibat. Termasuk LAPAN dan BNPB. Sehingga, pria berusia 57 tahun itu menjelaskan, ekosistem tersebut menjadi tantangan untuk terus berkolaborasi di dalamnya. Apalagi Indonesia merupakan negara yang rentan bencana sehingga kolaborasi harus dilakukan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca bisa membuat ramalan cuaca yang sudah dirilis meleset. Menjadi tidak seperti yang diprediksi.                                                 

Tak ada penjelasan pengaruh dari adanya modifikasi cuaca itu terhadap peringatan dini hujan ekstrem dari BMKG yang sporadis atau bolak balik dirilis belakangan ini. Peringatan dini bisa sangat lokal untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dan pernah terjadi peringatan dini tak terbukti.

"Hanya meminta pola pikir diubah tentang sebab akibat teknologi modifikasi cuaca yang dilakukan tim dari BPPT dan ramalan cuaca BMKG itu," kata Dwikorita.

Yang terpenting, menurutnya, keberhasilan memodifikasi cuaca--biasa dilakukan dengan menciptakan hujan buatan--sangat bergantung kepada ketepatan prediksi oleh BMKG.

"TMC itu untuk mencegah banjir, kalau kami salah prediksi, TMC akan salah menembakkan atau menyemai garam ke awan. Harus presisi," ujarnya. (dade)

Jumat, 31 Januari 2020

KemenPUPR Dorong Peningkatan Profesionalitas Kontraktor Nasional


JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) selaku pembina jasa konstruksi nasional terus mendorong dan melakukan pembinaan peningkatan profesionalitas kontraktor nasional baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.
Pembinaan kontraktor swasta nasional agar berdaya saing dan profesional dilakukan mulai dari pemaketan pekerjaan di Kementerian PUPR yang sebagian besar nilai pekerjaannya di bawah Rp 100 miliar, sehingga bisa diikuti oleh kontraktor swasta nasional dengan kualifikasi usaha menengah dan kecil.
“Dari total anggaran pembangunan infrastruktur Kementerian PUPR sebesar Rp 120 triliun pada tahun 2020, terdapat 7.426 paket kontraktual senilai Rp 93,5 triliun yang dilelang. Sejak 6 November 2019 hingga 29 Januari 2020 tercatat sebanyak 3.086 paket senilai Rp 36,2 triliun telah dilakukan tender dini. Bersamaan dengan peresmian Terowongan Nanjung secara simbolis 100 paket kontrak atau senilai Rp 4,8 triliun ditandatangani secara serentak disaksikan Presiden Joko Widodo dan 95 persennya merupakan kontraktor-kontraktor lokal yang hadir,” kata Menteri Basuki dalam acara Rapimnas Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Jakarta, Rabu sore, (29/1).
Dikatakan Menteri Basuki, dari 100 paket kontrak yang ditandatangani serentak, hanya diikuti beberapa kontraktor BUMN seperti yang menangani pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok dan sisanya merupakan kontraktor swasta lokal/daerah yang dilibatkan untuk pekerjaan preservasi jalan, irigasi, air minum, dan pembangunan rumah susun. “Yang proyeknya di Kendari perusahaannya dari Kendari, yang ada di Wonosari perusahaannya dari Wonosari Gunung Kidul, yang ada di Merauke perusahannya dari Jayapura, bukan dari luar,” ujarnya.
Menurut Menteri Basuki hal tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Gapensi sebagai induk perusahaan kontraktor di daerah-daerah.
“Jadi saya kira ini hal baik yang merupakan hasil pembinaan Gapensi. Kami secara teknis bisa memberikan pembinaan, tetapi secara manajerial itu pasti hasil dari pembinaan Gapensi. Untuk itu kedepan saya selalu berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan Gapensi dalam rangka penyelenggaraan infrastruktur di Indonesia,” tuturnya.
Dalam acara tersebut, Menteri Basuki juga kembali mengingatkan kontraktor swasta nasional/lokal dengan kualifikasi menengah dan kecil untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam membangun infrastruktur. Untuk itu menurutnya kualitas menjadi tuntutan utama yang harus diperhatikan.
“Saya berpesan, khususnya untuk yang mengerjakan pembangunan pasar, sekolah, madrasah, yang selama ini di bawah Kementerian lain ditugaskan kepada Kementerian PUPR, saya ingatkan bahwa pada saat kita menandatangani kontrak, penyedia jasa dan pengguna jasa menjadi satu tim dengan perannya masing-masing. Jadi saya minta bekerja sama dengan betul, untuk mendapatkan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, Kementerian PUPR terus meningkatkan perhatian kepada para penyedia jasa konstruksi nasional dengan kualifikasi usaha menengah dan kecil lewat sejumlah peraturan.
“Salah satunya dengan penerbitan perubahan Peraturan Menteri (Permen) nomor 31 Tahun 2015 menjadi Permen nomor 7 Tahun 2019 sehingga yang tadinya segmen pasarnya pekerjaan konstruksi senilai Rp 50 miliar itu paket besar, kita revisi naikkan yang di atas Rp 100 miliar baru masuk kategori paket besar,” ujarnya.
Syarif berharap ketentuan yang diatur dalam Permen nomor 7 Tahun 2019 tersebut juga dapat dilaksanakan pada pembangunan infrastruktur di bawah kewenangan Pemerintah Daerah baik di tingkat Provinsi/Kota/Kabupaten.
“Karena kalau kita melihat jumlah kontraktor nasional kurang lebih sebanyak 130 ribu dan hanya 1,3 % yang badan usaha dengan kualifikasi besar, sementara yang menengah kurang lebih 14,7 %, dan yang kecil itu sekitar 84 %. Untuk itu Menteri PUPR sebagai pimpinan pembina konstruksi menginginkan adanya upaya-upaya dalam memberikan peningkatan peran kepada para kontraktor menengah ke bawah,” tuturnya.
Komitmen Kementerian PUPR untuk meningkatkan peran kontraktor lokal menurut Syarif juga sudah dibuktikan lewat peningkatan jumlah kontraktor menengah ke bawah yang melakukan tandatangan kontrak pada 3.086 paket yang telah selesai lelang dini.
“Dari jumlahnya yang tiga ribuan paket pekerjaan, lebih dari 90 persen adalah kelas menengah yang di bawah Rp 100 miliar, jadi kontraktor lokal ini kesempatannya akan jauh lebih besar ke depan,” kata Syarif.
Turut hadir mendampingi Menteri Basuki dalam acara tersebut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi AH, dan Inspektur Jenderal sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Sumber Daya Air Widiarto. (*)
Sumber: Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR