Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 17 Oktober 2020

Kepincut Kesetaraan Gender, Dr Kartimi MPd Dipercaya Pegang Kursi Warek II IAIN Cirebon

Dr Kartimi MPd, Wakil Rektor II baru, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

CIREBON, (fokuscirebon.com) - Terjawab sudah, setelah tiga bulan Kursi Wakil Rektor (Warek) II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon yang ditinggal oleh Dr H Adib MAg karena pindah tugas menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat.

Kursi yang konon dilirik banyak pegawai dan akademisi karena posisinya yang strategis akhirnya dipercayakan kepada Dr Kartimi MPd dari kalangan gender. Ini memang sejarah baru bagi IAIN, memiliki Wakil Rektor dari kalangan perempuan.

Namun selidiki demi selidik, ternyata Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg punya alasan tersendiri kenapa harus kepincut ke kalangan gender. Padahal sebelumnya, gonjang-ganjing siapa yang pantas menduduki kursi Warek II, santer terdengar dengan sejumlah nama yang tidak asing di telinga para pegawai dan akademisi.

Akhirnya, keputusan resmi yang disampaikan melalui Surat Keputusan Rektor IAIN SNJ Cirebon pada saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, memutus seluruh prediksi dan spekulasi liar dengan terpilihnya Dr Kartimi MPd sebagai Wakil Rektor II baru.

Saat dikonfirmasi, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta MAg mengaku jika pengganti Warek II yang jatuh kepangkuan  kaum gender bukan tanpa alasan, selain tahapannya sesuai tertuang dalam aturan Kementerian Agama juga sudah melalui hasil kajian dan penelitian.

Ditinjau dari karirnya, Kartimi sudah menjalani sejumlah jabatan strategis di lingkungan civitas akademika IAIN Cirebon. Bak sebuah tangga, langkahnya mulus menaiki satu persatu tangga tersebut dan akhirnya sampai pada kursi Warek II yang masih dianggap sebagian pegawai dan akademisi sebagai puncak karir di Perguruan Tinggi.

Jabatan yang pernah dipegang di antaranya Kepala Pusat Laboratorium Terpadu pada tahun 2007-2011, Kepala Jurusan Tadris Biologi tahun 2011-2019, dan Kepala LPM tahun 2019-2020.

Kendati demikian, Sumanta menegaskan tidak ada tugas khusus yang diberikan kepada Warek II baru. Semua berjalan seperti biasa, semua tugas dan kewenangan sudah by system dan termuat dalam ortaker dan statuta. Pejabat baru bekerja sesuai dengan tusi atau leading sektornya. 


Usai
 dilantik, Kartimi mengaku  kaget dan merasa tidak percaya mendapat amanah untuk menjabat sebagai Warek II di kampus ini. Namun sebagai bawahan, dirinya harus selalu siap apa yang sudah ditugaskan pimpinan dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggungjawab.

"Sebagai langkah awal, saya akan menemui Pak Rektor untuk koordinasi kerja, lalu ke Kepala Biro AUAK, Kabag dan Kasubag di bawah koordinasi kerja Warek II. Intinya, saya siap dan harus dapat melaksanakan anamah ini sebaik mungkin, mohon dukungan semua ya, termasuk para awak media," kata Kartimi, Jum'at (16/20/2020), menutup perbincangan dengan fokus cirebon. (Nurudin)






Jumat, 16 Oktober 2020

Rektor IAIN Cirebon Lantik 27 Pejabat Baru, Pesannya : Tingkatkan Kinerja Dan Pelayanan


FOKUS CIREBON - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim MAg melantik 27 pegawainya di lingkungan IAIN Cirebon. Pejabat baru yang dilantik ini, untuk berbagai posisi struktural, non struktural, administrasi, akademik dan jabatan dosen. 

Pelantikan sendiri berjalan khidmat, di ruang Auditorium Pascasarjana, lantai 3, kampus setempat, Jum'at (16/10/2020).

Pelantikan yang dilangsungkan dengan sumpah jabatan ini juga dihadiri oleh para pejabat setempat. 

Sebagai saksi pada pelantikan tersebut Wakil Rektor I Dr.H.Saefudin Jufri MAg dan H Subarja M.Pd selaku Kepala Biro AUAK IAIN SNJ Cirebon. 

Dalam sambutannya, Sumanta berpesan, agar pada jabatan yang baru nanti semuanya bisa meningkatkan kinerja, saling bahu membahu, bisa menjadi satu tarikan langkah yang seirama serta amanah dan bertanggungjawab. 

"Semakin tinggi jabatan, semakin berat pula tanggungjawab yang dipikulnya. Maka kerjasama dan saling gotong royong akan membawa cita cita besar perguruan tinggi semakin mudah menuju tujuan," ujar Sumanta yang juga mengucapkan selamat kepada seluruh yang dilantik.

Terkait peralihan status lembaga, Sumanta menegaskan, bahwa perubahan itu menjadi tanggungjawab bersama. Sebab tahun 2021, kita dituntut lebih berkiprah dan lebih luas untuk kita berikan kepada masyarakat dan tentunya kita harus terus bersinergi, dan satu sama lainnya harus saling seirama. 

"Ini adalah roda organisasi yang harus terus berkesinambungan, satu sama lain harus saling membahu untuk mencapai tujuan bersama, untuk tingkatkan kinerja dan pelayanan," terangnya.

Sumanta juga menjelaskan, bahwa pelantikan ini untuk melaksanakan pengisian posisi jabatan yang kosong. Karena ada yang mutasi, pensiun ada pula yang meninggal sehingga harus ssgera diisi.

Sementara di antaranya Pejabat yang dilantik antara lain Dr Kartimi MPd sebagai Wakil Rektor ll Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Dr H Didi Sukardi MH dilantik sebagai Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalat) Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam.

Dr Wakhid Nashruddin MPd sebagai Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Afif Muamar MHI sebagai Sekretaris Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalat) Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam.

Dr Fuad Nawawi SThl MUd sebagai Sekretaris Jurusan Aqidah dan Filsafat lslam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Sedangkan H Didin Nurul Rosidin MA PhD diangkat menjadi Wakil Direktur Pascasarjana.

Dr Siti Fatimah MHum sebagai Ketua Program Studi Doktor dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana. Dr H Suklani MPd sebagai Sekretaris Program Studi Doktor dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana.

Dr H Ayus Ahmad Yusuf SE MSi sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu. Hj Ery Khaeriyah SAg MA sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Naila Farah MAg sebagai Kepala Pusat Studi Gender dan Anak pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Drs Mahmud sebagai Kepala Bagian Umum dan Hubungan Masyarakat Biro AUAK. Kamalul Iman Billah SAg MA Mak sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Biro AUAK.

Drs Imron Rosyadi MM sebagai Kepala Bagian Organisasi, Kepegawaian dan Hukum Biro AUAK. H Jalaluddin SH MHI sebagai Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Biro AUAK. 

Sedangkan Rifqi Muslim SAg sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syari'ah dan Ekonomi lslam. Serta sejumlah pejabat lain dengan jabatan barunya. (din)

Dirjen Pendis All Out Untuk Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN

FOKUS CIREBON - Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani, S.TPMT dalam kegiatan Workshop Pengembangan Kelembagaan Fakultas dan Program Studi/Jurusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan dukungannya terhadap transformasi IAIN Cirebon ke UIN, Jum'at (16/10/2020).

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan usai menjadi narasumber dikegiatan Workshop yang diselenggarakan selama tiga hari, dari tanggal 16-19 hingga 20 Oktober 2020, bertempat di ruang Auditorium, lantai 2, Aston Cirebon.

Dalam workshop pengembangan kelembagaan fakultas, Dirjen Pendis, Ali Ramdhani mengaku merasa bahagia karena IAIN Cirebon, khususnya fakultas telah membaca kekinian dan masa depan dengan melakukan respon-respon secara konstruktif. 

"Kita memberikan apresiasi atas kemampuan kepada fakultas ini untuk membaca masa depan memberikan kontribusi pada ruang ruang penciptaan manusia masa depan," katanya memuji Fakultas FUAD IAIN SNJ Cirebon yang sudah menyelenggarakan Workshop Pengembagan Kelembagaan Fakuktas dan Program Studi/Jurusan.

Sementara menyangkut transformasi IAIN Ke UIN, Dirjen Pendis menyatakan On Going, lagi proses dan kita berharap sesegera mungkin. Dirinya all out untuk transformasi IAIN Cirebon ke UIN.

"Kalau saya sih suport, karena itu salah salah satu indikator kesuksesan saya, dan salah satunya ukurannya adalah mampu mentrasformasi beberapa IAIN, salah satunya adalah IAIN Cirebon, jadi untuk transformasi ini saya all out," kata Dirjen Pendis.

Semetara itu, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg saat membuka kegiatan workshop lebih menitik beratkan pada penyampaikan terkait progres dan profil IAIN SNJ Cirebon.

Mulai dari kedudukan awal IAIN Cirebon berdiri hingga bertransformasinya lembaga yang semula institut menjadi sekolah tinggi dan kemudian kembali lagi menjadi institut.

Penjelasan kesejarahan IAIN Cirebon ini, kata rektor  menyambung pada tema workshop tentang impelemtasi moderasi dan itu sangat nyambung dengan sejarahnya karena waktu itu sangat dipenuhi dengan kedamaian.

Sementara terkait dengan profil Institut, Rektor IAIN Cirebon mengaku progresnya sudah disampaikan secara keseluruhan dan transparan, sehingga semua bernuansa membangun kebersamaan dan kekuatan di institut untuk percepatan transformasi kelembagaan.

Untuk mempercepat transformasi lembaga, lanjut Sumanta, pihaknya di kampus pun membagi tugas. Para dekan bertugas untuk pengembangan fakultas dan jurusan, sedangkan dirinya bersama Tim Rektor untuk Percepatan Pengembangan (TRUPP) mengurus persiapan lainnya.

“Salah satunya adalah kepemilikan lahan. Awalnya kita hanya punya 4,2 hektare, Alhamdulillah sekarang kita sudah punya lahan lebih dari 30 hektare,” paparnya.

Hal senada disampaikan Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon, Dr Hajam MAg, bahwa pengembangan ini sebagai kepanjangan atau realisasi transformasi dari IAIN ke UIN dan fakuktas itu gayung bersambut menindaklanjuti tansformasi tersebut.

Termasuk secara internal fakultas, pengembangan ini harus menjadi keniscayaan karena memenuhi institusi dan juga memenuhi harapan masyarakat, dan diharapkan dengan pengembangan ini suksesnya menuju UIN.

"Jadi diharapkan dengan pengembangan ini juga bisa menjawab persoalan-persoalan kekinian, maka diperlukan jurusan keilmuan yang memadai," jelasnya.

Dr Hajam MAg juga menyatakan, dalam workshop ini pihaknya telah menyerahkan proposal pengembangan kelembagaan fakultas dan jurusan langsung kepada Dirjen Pendis Kemenag RI.

“Sebagai tujuan akademik, kami mengimplementasikan renstra (rencana strategis) istitut. Semoga kita bisa mempercepat transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN. Yaitu salah satunya ikut menyukseskan pengembangkan fakultas dan jurusan,” ucapnya.

Sementara pengembangan fakultas yang dimaksud kata  Hajam, dipecah FUAD menjadi 3 fakultas, yaitu Fakultas Ushuludin, Fakultas Adab, dan Fakultas Dakwah. Sedang Prodi akan mengalami penambahan sebanyak 8 jurusan, yaitu Jurusan Manajemen Dakwah, Sosiologi Agama, Jurnalistik Islam, Tasawuf dan Psikologi Islam, Sastra Inggris, Psikologi Islam, Seni dan Arsitektur Islam, serta Manajemen Haji dan Umroh.

Demikian juga disampaikan panitia workshop yang juga Wakil Dekan 3 FUAD, Dr Anwar Sanusi MAg, jadi pada prinsipnya karena kita akan melakukan transformasi ke UIN, maka harus ada persiapan-persiapan prodi studi dan fakultas. 


"Untuk mendorong itu, maka kita mengundang langsung Dirjen Pendis, dengan harapan Pak Dirjen langsung merekomendasi untuk pembukan prodi-prodi tadi.  Kenapa, kan harus perlu percepatan, maka proses workhsop ini untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan harapanya tahun 2021 sudah berjakan," terangnya. (Nurudin)









Kamis, 15 Oktober 2020

Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk Meluap, 20 Desa Terdampak Banjir

GARUT - Dua puluh desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/10) lalu, pukul 04.30 waktu setempat. Banjir telah surut di wilayah terdampak, namun menyisakan material lumpur.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut per Rabu (14/10), pukul 16.30 WIB, Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet dan Cibalong. Wilayah desa yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Pameungpeuk.

Berikut sebaran desa yang terdampak di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Wilayah desa yang terdampak di Kecamatan Pameungpeuk antara lain Desa Mancagahar, Mandalakasih, Jatimulya, Pameungpeuk, Sinarbakti, Bojongkidul, Paas dan Bojong Kaler. Desa-desa di wilayah Kecamatan Cikalet yang terdampak yakni Desa Pamalayan, Cikelet, Cigadog, Linggamanik dan Pamalayan

Sedangkan di Kecamatan Cibalong, desa terdampak yaitu Desa Karyamukti, Karyasari, Najaten, Mekarwangi, Mekarsari, Sagara dan Mekarmukti.

Data penyintas hingga hari ini berjumlah 238 KK, sedangkan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa. Hasil penilaian sementara untuk kerugian materiil berupa rumah rusak berat (RB) 136 unit, rumah rusak sedang (RS) 197, rumah rusak ringan (RR) 613 dan 2.180 rumah terendam.

Kerugian juga menimpa fasilitas publik yakni tempat ibadah RR 25 unit, fasilitas Kesehatan RR 10, fasilitas Pendidikan 12 (masih dikaji tingkat kerusakannya), jembatan RB 18. Di samping itu, kerusakan juga teridentifikasi pada ruas jalan di 12 titik dan TPT 9 titik.

Kondisi cuaca pada sore tadi, sekitar pukul 16.30 WIB, tampak cerah berawan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), dua hari ke depan, 15-16 Oktober 2020, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Sementara itu, berdasarkan Info BMKG di tiga kecamatan tersebut cuaca terpantau cerah hingga hujan ringan untuk dua hari ke depan.

Memasuki musim penghujan dan potensi cuaca ekstrem yang dipicu fenomena La Nina, masyarakat diimbau waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. BNPB dan BPBD mendorong kesiapsiagaan di tingkat keluarga untuk mengenali dan mengidentifikasi bahaya di sekitar sehingga risiko dapat dikurangi.

Kabupaten Garut termasuk wilayah dengan kategori kelas sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Sekitar 30 kecamatan teridentifikasi pada kategori tersebut dengan jumlah potensi populasi terpapar mencapai 209.139 jiwa.

Nara sumber: Dr. Raditya Jati
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Soal Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN, Pemprov Jabar Mendukung : Sudah Saatnya Cirebon Miliki UIN

FOKUS CIREBON - Perubahan status lembaga yang tengah diperjuangkan para pimpinan dan civitas akademika IAIN Cirebon, dari IAIN Cirebon ke UIN yang tinggal menunggu keputusan Presiden RI, kini mendapat respon positif dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Kamis (15/10/2020).

Uu menyatakan, perubahan IAIN ke UIN, bisa menjadi cita cita semua dan bisa menjadi pilihan terbaik, mengingat UIN  Cirebon nantinya bisa menjadi pilihan mahasiswa dan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, dan tentunya juga ikut dalam menaikan IPM di Jawa Barat.

"Pemkot Jabar secara moril sangat mendukung dan ini bisa menjadi suatu bentuk kebersamaan antara pemerintah dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk membangun IPM Jabar. Dan yang terpenting sudah saatnya Cirebon memiliki UIN" terangnya.

Kendati Uu masih menyinggung jika sesungguhnya ini adalah keterlambatan dan seharusnya sudah sejak dulu, tetapi mungkin karena soal perijinan dan lain-lain, semua harus berproses sehingga baru ini, baru bisa diwujudkan.

"Tentu harapannya, ini menjadi sangat membantu masyarakat Cirebon. Mereka jadi tidak terlalu jauh, juga menjadi banyak pilihan bagi masyarakat, serta biaya juga tentunya semakin murah," paparnya mengakhiri wawancara singkatnya dengan media Cirebon. (din)