Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 19 Juli 2021

Berbagi di Hari Raya Idul Adha, BSI Salurkan Bantuan Hewan Qurban Sapi Ke IAIN Cirebon

CIREBON, FC- Berbagi di moment Hari Raya Idul Adha, Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Cirebon salurkan bantuan hewan kurban berupa sapi ke kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Senin (19/7/2021).

Secara simbolis, hewan kurban tersebut diterima oleh Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd di kampus setempat.

Branch Manager BSI KC Cirebon, Drs Setiawan Surya Sumirat MM didampingi Founding Transactional Relationship Manager Area Cirebon, Taufik Rahmat Hidayat ME menjelaskan, pemberian hewan kurban ini tidak hanya dilakukan di wilayah Cirebon, tetapi juga seluruh Indonesia.

“Pemberian sapi untuk kurban ini memang rutin dilakukan setiap tahun di seluruh Indonesia, di setiap cabang. Jadi nasabah yang bekerjasama dengan BSI, kita memberikan bantuan berupa hewan kurban, sapi,” katanya.

Bahkan, pihaknya pun bersyukur tahun ini masih dapat memberikan bantuan hewan kurban kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi yang dapat kita berikan untuk kemaslahatan umat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd mengungkapkan, BSI merupakan salah satu mitra bank IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Hewan kurban tersebut, kata dia, merupakan bantuan dari BSI yang dananya bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Hari ini telah diserahkan satu ekor sapi dari Bank BSI sebagai salah satu mitra bank IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dimana pemberian bantuan hewan kurban ini oleh BSI sudah dilakukan setiap tahunnya. Alhamdulillah tahun ini kita diberi bantuan lagi satu ekor sapi untuk kurban di hari raya Idul Adha,” tandasnya. (din)

Sabtu, 17 Juli 2021

DPRD Kota Cirebon Menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat Kota - Kabupaten Se-Jabar Secara Virtual

FOKUS CIREBON - Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah kabupaten/kota se-Jawa Barat secara virtual. 

Dalam kegiatan ini juga berlangsung rapat koordinasi analisis serta evaluasi PPKM Darurat Kota Cirebon, Sabtu (17/7) siang, di gedung Setda Pemerintah Kota Cirebon.

Rapat tersebut dipimpin Gubernur Jawa Barat, Dr H Mochamad Ridwan Kamil ST MUD dan diikuti oleh sejumlah dinas terkait di tingkat Jawa Barat serta seluruh kepala daerah se-Jawa Barat. (din)

Jumat, 16 Juli 2021

Melalui FKMTHI Jabar, Mahasiswa IAIN Cirebon Berikan Edukasi Penanggulangan Hoax


FOKUS CIREBON, FC -  Sebanyak bentuk memberikan edukasi penanggulangan Hoax, Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) Wilayah Jawa Barat menggelar Webinar Nasional.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu bertajuk "Jadi Mahasiswa Keren Tanpa Hoax" dengan menghadirkan narasumber Anita Wahid selaku Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Sabtu, (17/6/2021). 

Menurut Ketua Pelaksana, Fasfah Sofhal Jamil, mahasiswa IAIN SNJ Cirebon mengatakan, kemajuan teknologi sekarang memang sedikit banyak mempermudah kehidupan manusia, namun dalam percepatannya itu juga seakan menjadi peluang penyebaran hoax.

"Tak jarang, di sekitaran kita juga sering termakan narasi-narasi hoax di media sosial. Naasnya, mahasiswa juga terlibat dalam penyebaran arus hoax,". katanya. 

Maka kata dia, FKMTHI Jabar berinisiatif mengadakan webinar ini guna memberikan edukasi bagi masyarakat dan mahasiswa khususnya mahasiswa Tafsir Hadis terkait penanggulangan hoax.

Koordinator Wilayah FKMTHI Jabar, M. Ulyuddin mengaku, agenda ini sudah diagendakan pada awal kepengurusan, namun baru terealisasikan sekarang dikarenakan keadaan pendemi. 

"Webinar ini diharapkan dapat memberi banyak manfaat dan ilmu dari sosok fenomenal yang saya kagumi, yakni Ibu Anita Wahid,". ujarnya. 
 
Selain itu, kata dia, saat ini dengan banyaknya problem yang terjadi di negara Indonesia terkait isu hoax yang menggiring opini ke negatif, maka lewat kegiatan ini semua bisa mengetahui bagaimana kaum akademisi bisa menyaring berita positif.

Acara ini pun mendapat sambutan baik dari Anas Munaji selaku Ketua Umum FKMTHI Pusat. Ia mengatakan bahwa acara ini luar biasa dan diharapkan ini akan lebih banyak lagi.

"Dunia sekarang dikenal dengan dunia teknologi, harapan kami terus aktif dan dunia maya kita kuasai informasi dapat disebarkan seluas mungkin. Tentu dengan semuanya itu kita perlu mengimbangi beredarnya arus hoax dengan memberikan narasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan kita harus mengcounter berita hoax dengan narasi yang baik," kata Anas.

Dalam kesempatan ini, Anita Wahid selaku narasumber menyampaikan, pesatnya teknologi seolah memeprmudah kehidupan manusia, namun seringkali ada kekurangannya. Terlebih dalam masa pandemi ini berita berita hoax dan narasi ujaran kebencian penyebaran biasa sangat cepat.

“Teknologi digital saat ini dapat digunakan untuk penguatan demokrasi dan pemberdayaan masyarakat. Dan ini bisa menjadi Komunikasi dua arah antara masyarakat dengan pemerintah. Misalnya bisa memantau pembuatan UU dan kebijakan, pemantauan anggaran dan mendorong tranparasi, bisa juga dimanfaatkan untuk mendorong perubahan dengan memanfaatkan petisi online atau platform pengaduan,” ujar Anita.

Puteri Gus Dur itu menjelaskan, terdapat pula ancaman di dunia digital. Salah satunya operasi informasi atau dalam artian ia mempergunakan informasi untuk tujuan tertentu.

“Ancaman lainnya yaitu Pelanggaran data pribadi, Penipuan online, Perilaku yang berlawanan dengan norma sosial, Pertentangan budaya, ancaman keamanan perangkat, data. Dan tak kalah pentingnya ancaman kesehatan fisik dan mental, contohnya kecanduan gawai dan internet,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, ada juga propaganda terkomputasi, yakni penggunaan algoritma, automasi, dan big data untuk membentuk atau mempengaruhi kehidupan publik.

“Propaganda terkomputasi ini dibagi menjadi 2, Amplifikasi Narasi dan Serangan. Amplifikasi Narasi diantaranya penggunaan Bots, Buzzers, Influencers, Microtargeting, Media Manipulation, Hoax,” ujarnya. 

Menurutnya, penggunaan Bots ini seakan sepele, akan tetapi sebenarnya ia sering kali dapat menaikkan suara masyarakat.
 
“Konflik besar di Indonesia dari zaman dulu bermula dari hoax, biasanya di Indonesia menggunakan isu SARA. Hoax itu dapat mempengaruhi emosi, hoax konflik menjadikan sasaran merasa diancam,” ujar Anita. 

Saat pandemi ini, hoax yang berbau kesehatan sering kali dengan dibumbui unsur agama. Ketia ia merasa diancam, maka ia makin mudah dipengaruhi.

“Paling tidak terdapat 2 fenomena jika hoax itu menyerang. Yaitu matinya kepakaran dan munculnya teori konspirasi,” jelasnya. 

Kecepatan penyebaran hoax sangat cepat, lanjut Anita, akan tetapi verifikasinya sangat lambat.
“Maka dari itu, saya mengajak mahasiswa Tafsir Hadis untuk memanfaatkan media yang sudah kami fasilitasi. Seperti situs turnbackhoax.id, fanspage Forum Anti Fitnah, dan aplikasi Hoax Buster Tools.” tandasnya.  (Sof) 

Kamis, 15 Juli 2021

PK MATAN IAIN Cirebon Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa



CIREBON, FC- Kondisi bangsa yang kian tak menentu akibat pandemi virus covid 19 dan persoalan bangsa lainnya, membuat Pengurus Komisariat (PK) Mahasiswa Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa secara virtual, Kamis (15/7/21).

Doa bersama ini digelar sebagai bentuk kepedulian atas kondisi bangsa yang tengah dilanda lonjakan kasus Covid-19.

Kegiatan yang diawali pembacaan Ratib Al-Haddad dan ngaji tasawuf ini dihadiri oleh pengurus komisariat, demisioner MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Pengurus Cabang MATAN Kota Cirebon, dan mantan Ketua Pengurus Cabang MATAN Kota Cirebon periode 2018-2020, Kang Imamuddin SQ yang juga selaku pengisi materi ketasawufan.

Dalam doa bersama ini dikhususkan untuk muassis, masyayikh, mursyid dan para ulama yang sudah meninggal dunia. Serta keluarga besar MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon didoakan agar dijauhkan dari Covid-19.

Acara dwi mingguan ini sedikit berbeda, karena dibarengi dengan pembacaan Ratib Al-Haddad dan doa untuk keselamatan bangsa.

Pemateri ngaji tasawuf, Imamuddin menuturkan, dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan bisa menjadi media untuk berikhtiar meminta perlindungan dari Allah SWT.

“Semoga dengan diadakannya kegiatan ini bisa menjadi media kita untuk berikhtiar meminta perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.

Selain itu, dirinya pun mengapresiasi kegiatan tersebut dan perlu diadakan kembali terkait kajian tentang tasawwuf ini. Pasalnya, menurut dia, hal ini penting dalam kehidupan.

“Alhamdulillah saya senang karena peserta sangat semangat dan antusias. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Komisariat MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Khumaedi NZ mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar pihaknya sebagai hamba supaya tetap dalam lindungan Allah SWT.

“Kegiatan ini sebagai ikhtiar kita untuk selalu mengharap pertolongan-Nya. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini kita senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan-Nya,” tandasnya. (din)

Selasa, 13 Juli 2021

DPRD Kota Cirebon Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda PP APBD 2019

FOKUS CIREBON – DPRD Kota Cirebon menggelar rapat paripurna beragendakan penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan (PP) APBD 2019 di ruang Griya Sawala gedung DPRD, Senin (13/7).

Hasil rapat paripurna tersebut disetujui oleh seluruh pimpinan DPRD, Walikota Cirebon, Drs H Nasrudin Azis SH dan seluruh fraksi DPRD Kota Cirebon.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj Affiati AMa menyampaikan, sesuai amanat Pasal 320 Undang-undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan, kepala daerah berkewajiban menyampaikan Raperda tentang PP APBD kepada DPRD.

Berdasarkan undang-undang tersebut, penyampaian wajib dilampiri laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), paling lambat enam bulan atau Juni 2020 dan harus sudah mendapat persetujuan bersama paling lambat tujuh bulan setelah tahun anggaran berakhir Juli 2020.

“Karena adanya perubahan mekanisme pemeriksaan oleh BPK di masa pandemi Covid-19, ini berpengaruh pada penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019. Untuk itu, perubahan APBD anggaran 2020 dilaksanakan pada awal Agustus ini, atau dibahas dengan waktu yang lebih singkat,” ujarnya.

Affiati juga berharap, dengan waktu yang cukup singkat ini pembahasan raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019 bisa dilakukan lebih efektif dan tepat waktu. Dalam kesempatan itu, Affiati juga mengapresiasi pemerintah daerah atas kembali diraihnya opini wajar tanpa pengecualian (WTP) pada tahun ini.

“Kami juga mengapresiasi dan menyampaikan selamat kepada pemerintah daerah Kota Cirebon atas diraihnya kembali predikat WTP tahun anggaran 2019, atau keempat kali secara berturut-turut,” katanya.

Sementara itu, Walikota Cirebon, Drs H Nasrudin Azis SH menyampaikan, Raperda PP APBD 2019 disusun setelah BPK RI perwakilan Provinsi Jawa Barat mengakhiri pemeriksaan dan pemerintah daerah menerima laporan audit BPK RI.

“Akan tetapi, karena pandemi Covid-19 mengakibatkan adanya keterlambatan waktu dalam proses audit BPK RI dan keterlambatan penyerahan LHP LKPD tahun 2019,” terangnya. 

Diperolehnya opini WTP bukan tanpa temuan atau catatan. Menurut Azis, masih ada beberapa yang harus kita tingkatkan lagi. Baik dari segi pengawasan, pengelolaan maupun administrasi. Seperti sistem pengawasan internal (SPI), pengelolaan barang milik daerah, pengawasan BUMD, pengelolaan PBB dan JKN.

“Catatan itu merupakan tantangan agar ke depan lebih meningkatkan lagi akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah serta penataan administrasi,” katanya. (din)