Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 01 September 2021

Objek Wisata Sisi Sagara Kabupaten Kuningan, Targetkan Jadi Tempat Wisata Favorit di Jawa Barat

FOKUS CIREBON - Sisi Sagara adalah potensi wisata yang digagas sejak tahun 2017, terletak di Desa Cipasung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Sebelumnya lahan tersebut adalah bengkok desa seluar 5 Hektar yang persis berdampingan dengan Waduk Darma

kepala Desa Cipasung, Nanang Nuryadi memaparkan bahwa Desa Cipasung meminta kajian untuk dilakukan survey oleh akademisi Tri Sakti. Selain itu, Pemerinta Desa Cipasung juga menyampaikan ke jajaran Dinas di Kabupaten Kuningan sampai ke Bupati Kuningan.

"Alhamdulillah menurut akademisi Trisakti, ini merupakan potensi wisata yang baik. Karena suasana nya pas untuk sun rise dan sun set nya, juga berdampingan dengan sisi Waduk Darma, ditambah pemandangan sebelah utara nya itu adalah Gunung Ciremai. Jadi kami bersemangat untuk meningkatkan potensi wisatanya, dan menarik para wisatawan datang kesini. Sisi Sagara juga memiliki ikon unik, yaitu ada dermaga selfie ," papar Nanang, (Rabu,01/09).

Nanang menambahkan bahwa, sejak tahun 2018 sampai tahun 2020 sudah mendapatkan repitalisasi pengembangan objek Wisata Sisi Sagara. Pada tahun 2020, wisata Sisi Sagara akan sudah akan mendapatkan penataan, namun karen terjadi pandemi Covid-19, anggaran-anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19. 

"Tahun sekarang ini kita progresnya sudah menyerap anggaran dari Kabupaten Kuningan sekitar 1,1 Milyar, yang digunakan untuk 6 kegiatan, yaitu ticketing, branding, kios ruko, WC umum, gajebo, dan pemagaran," tambahnya.

Sementara itu Wawan Hermawan, sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Cipasung mengatakan, proses pembangunan objek wisata Sisi Sagara menjadi lebih bersemangat karena ada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) yang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 05 Mojang Jajaka (MOKA) di Desa Cipasung.

"Mahasiswa-mahasiswa KKM 05 MOKA dari UMC memang sangat mensuport dalam hal objek wisata Sisi Sagara. Harapan kami, mahasiswa KKM bisa jadi melengkapi, memberi saran dan masukan terkait perispan untuk launching objek wisata Sisi Sagara," jelasnya.

Doni Sandria sebagai Ketua KKM UMC Kelompok 05 MOKA berharap, KKM yang dilaksanakan selama 1 bulan dapat menambah wawasan dan pengalaman menarik. 

"Saya harap selama 1 bulan melaksanakan program kegiatan KKM, kami mendapatkan wawasan dan pengalaman menarik yang bisa diterapkan saat setelah lulus kuliah nanti. Tentunya banyak kesan-kesan menarik yang kami peroleh selama masa KKM ini yang akan kami ingat sampai lulus nanti," tukasnya. (Indah) 

Fraksi DPRD Kota Cirebon Berikan Pandangan Umum Terhadap Perubahan APBD Tahun 2021

CIREBON – Masing-masing fraksi DPRD Kota Cirebon memberikan pemandangan umum terhadap perubahan APBD tahun 2021. Juru bicara tiap fraksi menyampaikan pandangannya melalui rapat paripurna yang digelar di Griya Sawala, gedung DPRD.

Memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati SPd menyampaikan, sesuai amanat UU Nomor 23/2014 tentang pemerintah daerah dan perubahannya, disebutkan bahwa Perubahan APBD dapat dilakukan jika terjadi beberapa hal.

Di antaranya, ketidaksesuaian dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA), pergeseran anggaran unit organisasi, kegiatan dan antar jenis belanja. Menurutnya, perubahan anggaran pun bisa disebabkan karena sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada tahun sebelumnya untuk pembiayaan tahun anggaran berjalan.

“Pertimbangan dasar perubahan APBD yang akan dilakukan antara lain kerena sudah ditetapkannya Perda tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2021, belum mengakomodir seluruhnya kegiatan, sehingga harus masuk dalam Perubahan APBD 2021,” ujar Affiati.

Sementara itu, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyampaikan bahwa mata anggaran belanja pada Perubahan APBD tahun 2021 ini masih melanjutkan kebijakan yang dilaksanakan pada APBD murni. Menurutnya, fokus anggaran masih pada penanganan dan pencegahan Covid-19. Terutama, program vaksinasi.

Menurutnya, dukungan operasional untuk pelaksanaan vaksinasi masih diprioritaskan. Termasuk pemantauan dan penanggulangan dampak kesehatan pasca vaksinasi, distribusi dan pengamanan vaksin, serta insentif bagi tenaga kesehatan.

Program lain yaitu menyediakan anggaran membuat kegiatan pos komando di tingkat kelurahan dan belanja di bidang kesehatan lain yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

“Pelaksanaan program kegiatan dan sub kegiatan yang tertuang pada APBD 2021 di Kota Cirebon sudah memasuki semester kedua,” tuturnya.

Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Nasdem, M Noupel SH MH berharap agar pemerintah dapat terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski berdasarkan pada ringkasan Perubahan APBD tahun 2021 terdapat kenaikan sebesar 0,08 persen.

Noupel menilai, peningkatan PAD bisa dimaksimalkan dari sisi retribusi, khususnya retribusi parkir. Fraksi Nasdem melihat masih banyak kebocoran-kebocoran yang begitu signifikan.

“Kami Fraksi Nasdem meminta agar pemerintah dapat memberikan target kenaikan untuk retribusi parkirnya. Kami optimis dalam kondisi sulit seperti ini, upaya-upaya pemerintah daerah mengoptimalkan pendapatannya akan berjalan maksimal,” kata Noupel. (din)

Senin, 30 Agustus 2021

DPRD Kota Cirebon Setujui Perubahan APBD 2021

FOKUS CIREBON – DPRD Kota Cirebon menyetujui Rancangan peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, dalam rapat paripurna di ruang Griya Sawala gedung dewan, Senin (30/8/2021).

Dalam rapat paripurna itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos menyampaikan laporan hasil pembahasan Perubahan APBD. Anggota Fraksi Partai Demokrat yang akrab disapa Andru itu berharap evaluasi gubernur terkait Raperda tentang Perubahan APBD 2021 tak memakan waktu lama.

“Kami dari Badan Anggaran (Banggar) meminta agar Pemerintah Kota Cirebon meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pendapatan asli daerah (PAD). Walaupun memang saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19,” kata Andru yang ditunjuk sebagai juru bicara Banggar DPRD Kota Cirebon.

Andru mengatakan, Raperda tentang Perubahan APBD 2021 telah dibahas di tingkat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kemudian, lanjut Andru, Banggar dan TAPD sepakat raperda ini disetujui dalam rapat paripurna.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd mengatakan, pembahasan Perubahan APBD dilakukan sesuai amanat UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan perubahannya.

Disebutkan bahwa Perubahan APBD dapat dilakukan jika terjadi beberapa hal. Di antaranya, ketidaksesuaian dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA), pergeseran anggaran unit organisasi, kegiatan dan antar jenis belanja.

Selain itu, lanjut Affiati, perubahan anggaran juga bisa disebabkan karena sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada tahun sebelumnya untuk pembiayaan tahun anggaran berjalan.

“Pertimbangan lainnya adalah karena ditetapkannya Perda tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2021, belum mengakomodir seluruh kegiatan. Sehingga harus masuk dalam Perubahan APBD 2021,” kata Affiati.

Sementara itu, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyampaikan, Perubahan APBD 2021 tetap memprioritaskan penanggulangan Covid-19. Meski saat ini kasus penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon melandai, Azis mengaku, pemerintah harus tetap mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus.

“Konsentrasi masih untuk penanggulangan Covid-19. Kemudian, ada kegiatan yang sifatnya wajib. Kalau untuk visi-misi sih sepertinya tidak keburu. Kita geser ke 2022,” kata Azis. (din)

Sabtu, 28 Agustus 2021

Perkuat Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan BSA FUAD IAIN Cirebon Jalin Kerja Sama dengan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia

FOKUS CIREBON, - Menyambut tahun akademik baru 2021 - 2022, keluarga BSA Jurusan Bahasa dan Sastra Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan kuliah terbuka melalui Join Zoom Meeting. 

Kegiatan dengan Topik Kuliah Umum 'Belajar Bahasa Arab di Bumi Melayu' ini, menghadirkan Prof Madya Dr Elsayed Mohamed Salem Al-Awadi, dosen Universiti Sultan Zainal Abidin, Terengganu, Malaysia, Sabtu (28/8/2021), dengan Opening Speech Dr Hajam  M.Ag, Dekan Fakultas UAD, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kepada fokuscirebon.com, Dr Hajam menjelaskan, kegiatan tersebut untuk menjalin kerja sama antara Jurusan BSA Fakultas Uhuludin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Universitas luar negeri, tentu dengan pertukaran dosen dan mahasiswa, yakni untuk penguatan bahasa dan sastra arab.

"Ya, kali ini dengan Universitas Sultan Zaenal Abidin, Terengganu, Malaysia dengan Nara Sumbernya Prof.Madya Dr.Elsayed Muhammed Salem Al-Awadi. Kerja sama ini bertujuan untuk sharing materi dan metodologi kebahasaan dan kesastraan Arab dan Melayu," terang Hajam.  

Menurut Hajam, metodologi kebahasaan dan kesastraan bahasa arab dan melayu yang di sharring adalah cara dan model pembelajaran bahasa arab yang efektif untuk penguasaan gramatika, percakapan/dialog, satra banding, kritik sastra, filsafat bahasa.

"Harapanya, dengan pertukaran dosen dan mahasiswa ini untuk persiapan kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar," tandasnya. (din)

Jumat, 27 Agustus 2021

Usai Melantik, Bupati Cirebon Minta Perumda Tirtajati Minimalkan Keluhan Pelanggan

FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon Imron melantik sejumlah dewan pengawas dan direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirtajati di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (27/8/2021).

Pejabat yang dilantik yaitu Ir. H. Avip Suherdian, MT sebagai Ketua dewan pengawas, Anas Basuki, S.Si sebagai sekretaris dewan pengawas, H. Azis Hakim, S.Ud sebagai anggota dewan pengawas.

Kemudian, Muhammad Irsyad, SH., M.Si., sebagai direktur teknik dan Hendra Chandra Saputra, SH sebagai direktur umum.

Bupati Cirebon mengatakan, pejabat yang baru saja dilantik ini diminta agar tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Menurutnya, perusahaan tersebut sering mendapatkan keluhan dari para pelanggan.

Imron menambahkan, saat musim kemarau, kebutuhan air bersih di Kabupaten Cirebon dipastikan meningkat. Melalui kinerja yang baik, permasalahan itu pasti dapat teratasi.

"Perumda Air Minum Tirta Jati ini membutuhkan SDM yang andal. Saya minta jangan sampai mendapatkan banyak keluhan dari pelanggan," kata Imron.

Menurut Imron, Perumda Air Minum Tirtajati ini memiliki dua fungsi, yakni sosial dan ekonomi. Untuk sosial, perusahaan tersebut membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Sedangkan secara fungsi ekonomi, berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Berarti, Perumda Air Minum Tirta Jati ini juga berperan dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon," kata Imron.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Suharyadi mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya itu akan terus berkontribusi memberikan PAD. Tidak tanggung-tanggung, 55 persen laba bersih diberikan kepada daerah.

Sepanjang 2021 ini, kata Suharyadi, pihaknya sudah menghimpun laba kotor mencapai Rp 1,3 miliar. "Hampir separuhnya untuk daerah, selebihnya untuk program CSR dan tunjangan bagi karyawan," kata Suharyadi. (Heri)